Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peramalaan Permintaan Ayam Menggunakan Metode Penghalusan Eksponensial Sederhana pada UMKM Ayam Geprek Rizky Baru Juarsa, Rahmadini Payla; Kuniawan, Andry; Nurtani, Anjelina; Nainggolan, Ledy Pretty; Takifa, Adrina; Rasyid, T. Afnan; Aldino, Zulvani Dwi
Jurnal Ilmiah SINUS Vol 22, No 2 (2024): Vol. 22 No. 2, Juli 2024
Publisher : STMIK Sinar Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30646/sinus.v22i2.836

Abstract

Demand forecasting is crucial to ensure customer demands are met and the company does not experience shortages or surpluses of raw materials. Ayam Geprek Rizky Baru, a business that produces spicy fried chicken, currently relies solely on the owner's intuition to determine production and raw material stock. This often leads to mismatches with actual customer demand patterns. This study aimed to calculate chicken demand forecasts using a more quantifiable method, specifically the simple exponential smoothing method. The study used historical sales data from 2023 to forecast chicken demand for January 2024. The alpha values used were 0.1 and 0.2, with evaluation methods including MAD (Mean Absolute Error), MSE (Mean Square Error), and MAPE (Mean Absolute Percentage Error). The results indicated that an alpha value of 0.1 was better for forecasting chicken demand as it produced average MAD of 511.6782, MSE of 357263.36, and MAPE of 12.16%. Exponential smoothing using α = 0.1 resulted in a forecasted chicken demand for Ayam Geprek Rizky Baru in January 2024 of 4315.3064, or approximately 4316 pieces of chicken.
PENENTUAN PRIORITAS PENGENDALIAN PERSEDIAAN PADA INDUSTRI XYZ MENGGUNAKAN KLASIFIKASI ABC Juarsa, Rahmadini Payla; Simalongo, Ariandini; Firdaus, Shiva Ainda; Siburian, Gilbert Ernest
Jurnal Sagu Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.22.2.p.%p

Abstract

Industri XYZ merupakan sebuah usaha mikro kecil dan menengah yang memproduksi bermacam olahan untuk sarapan pagi. Produk yang dihasilkan adalah mi kuning, lontong daun, lontong plastik, tahu goreng, dan bumbu kacang. Industri XYZ tidak memiliki sistem dalam melakukan prioritas pengendalian persediaan. Akibatnya sering kali industri mengalami kekurang stok di waktu permintaan tinggi dan mengalami kelebihan stok saat permintaan rendah. Oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengklasifikasi produk dengan metode klasifikasi ABC sehingga didapatkan kelas produk yang memerlukan perhatian khusus agar tidak terjadinya kekurangan atau kelebihan persediaan. Klasifikasi ABC adalah metode pengklasifikasian objek berdasarkan nilai keuntungannya. Produk yang memiliki nilai keuntungan lebih besar akan diprioritaskan paling tinggi untuk selalu siap diproduksi dan stoknya selalu ada. Penelitian ini menggunakan data jumlah penjualan dan harga produk pada industri XYZ pada tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mie kuning dan lontong daun termasuk kedalam kelas A, lontong plastik termasuk dalam kelas B, dan tahu goreng serta bumbu kacang termasuk dalam kelas C. Produk yang termasuk ke dalam kelas A perlu mendapatkan prioritas tinggi karena memiliki kontribusi lebih besar dari 75% dari total keuntungan industri. Sedangkan produk yang termasuk kelas B mendapatkan prioritas sedang dan produk dalam kelas C mendapatkan prioritas rendah untuk dilakukan pengendalian persediaan.
Peningkatan Citra Pangan Lokal Nisan dan Oluo Sebagai Oleh-oleh Wisata Rumah Lontiok di Desa Kuok Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Rahmayuni, Rahmayuni; Nopiani, Yanti; Pramana, Angga; Juarsa, Rahmadini Payla; Hasnah, Nur; Yunita, Imelda; Kurniawan, Mhd. Andry; Zalfiatri, Yelmira
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.6.303-308

Abstract

The traditional food products of nisan and oluo are local heritage items obtained through the process of menggelek tobu. As local products, nisan and oluo have rich and distinctive cultural value. This study intends to explore the significant role that labeling and packaging design have in promoting and spreading local culture to the larger community, as well as in improving the perception of local nisan and oluo. Incorporating cultural components such as symbols, theme colors, patterns, and language into packaging design can give it a distinctive personality and attract customers. When packaging design effectively portrays the cultural richness and history of a region, local products like nisan and oluo become more appealing and instill a sense of pride in the local community. The results indicate that using cultural information on packaging design and labeling containing cultural information can be a useful strategy improving the perception of local nisan and oluo food products and bringing culture to a larger audience. In the era of globalization, efforts to preserve cultural diversity and promote local products should be recognized and strengthened through smart and sustainable packaging design. Local products can therefore be a powerful representation of valuable cultural identity and contribute positively to the economy and cultural awareness both nationally and internationally.
Analisis dan Strategi Untuk Mendukung Prospek Perdagangan Rumput Laut Indonesia Juarsa, Rahmadini Payla
Cendekia Niaga Vol. 3 No. 2 (2019): Cendekia Niaga
Publisher : Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Perdagangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian seaweed trade is still dominated by dry seaweed, even though Indonesia's seaweed still has high prospects for development. The purpose of this study is to analyze and provide strategies for supporting the prospects of Indonesia's seaweed trade. In achieving this goal, we use qualitative desk study methods and SWOT analysis. The results showed that Indonesia's seaweed trade still shows the opportunity to increase high added value by prioritizing the trade of semi-finished products rather than dried seaweed. This is supported by the strength of Indonesian seaweed which has a large potential for cultivation, a high number of laborer, high consumption of domestic and foreign seaweed derivative products and the availability of sufficient technology and expertise. Those strengths used to seize high import market opportunities. The existence of a national seaweed development road map also helps create a better prospect for seaweed trade.
Pelatihan Pembuatan Teh Herbal dari Limbah Rambut Jagung di Desa Rantau Panjang Kiri Andry Kurniawan, Mhd; Yunita, Imelda; Diana, Ayu; Siregar, Erpiani; Fortuna Ayu, Dewi; Efendi, Raswen; Kharisma Dewi, Yossie; Payla Juarsa, Rahmadini
JCOMMITS: Journal of Community Empowerment, Inovation, and sustainability Vol. 3 No. 1 (2025): Jcommits (The Journal of Community Empowerment, Innovation, and Sustainability)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rambut jagung merupakan bagian dari tanaman jagung yang belum dimanfaatkan secara optimal. Bentuknya menyerupai benang atau rambut dengan warna kekuningan. Rambut jagung mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang bermanfaat untuk kesehatan, terutama dalam pengelolaan tekanan darah dan fungsi ginjal. Salah satu pemanfaatan limbah rambut jagung adalah dengan mengolahnya menjadi teh herbal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah rambut jagung sebagai bahan baku pembuatan teh herbal. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi manfaat rambut jagung, demonstrasi pengolahan rambut jagung menjadi teh herbal, dan pelatihan pembuatan serta pengemasan produk teh herbal. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, dan praktik langsung agar masyarakat dapat memahami dan mengaplikasikan teknik produksi teh herbal ini secara mandiri. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan pemanfaatan rambut jagung, meningkatkan nilai ekonomi produk yang dihasilkan, serta meningkatkan kesadaran lingkungan dengan mengurangi limbah pertanian. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mampu memproduksi teh herbal dari rambut jagung dengan baik dan tertarik untuk mengembangkan produk ini sebagai usaha sampingan.
PENINGKATAN MANAJEMEN OPERASIONAL UMKM PANGAN MELALUI PELATIHAN APLIKASI TEMAN BISNIS DI DUSUN PULAU BELIMBING, KECAMATAN KUOK, KABUPATEN KAMPAR Payla Juarsa, Rahmadini; Rahmayuni, Rahmayuni; Yunita, Imelda; Hasnah AR, Nur; Nopiani, Yanti; Kurniawan, Mhd Andry; Pramana, Angga; Zalfiatri, Yelmira
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Special Edition
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/vqfkey24

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha pangan dalam aspek manajemen operasional, khususnya dalam hal pencatatan keuangan dan pengelolaan persediaan. Fokus kegiatan ditujukan kepada pelaku UMKM pangan yang berada di Dusun Pulau Belimbing, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. Berdasarkan hasil observasi awal, mayoritas pelaku usaha masih melakukan pencatatan secara manual, yang berisiko menimbulkan kesalahan dalam pengelolaan keuangan serta kesulitan dalam memantau arus kas dan stok barang secara akurat. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tim pengabdian memperkenalkan dan melatih penggunaan aplikasi keuangan digital "Teman Bisnis" yang dapat diakses secara gratis melalui perangkat Android. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahap, yakni sosialisasi mengenai pentingnya digitalisasi operasional usaha, demonstrasi langsung fitur-fitur aplikasi, serta pendampingan personal kepada pelaku usaha dalam mengoperasikan aplikasi secara langsung. Aplikasi ini memiliki fitur unggulan seperti pencatatan transaksi harian, manajemen stok, laporan keuangan otomatis, dan pemantauan arus kas secara real-time. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra/pelaku usaha dalam penggunaan aplikasi, terutama dalam mencatat transaksi dan memantau ketersediaan barang. Diharapkan pelatihan ini dapat membantu pelaku usaha untuk beralih ke platform digital dalam melakukan manajemen usaha serta mendorong efisiensi operasional dan pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat berdasarkan data yang akurat. Kata Kunci: Aplikasi Keuangan, Manajemen Operasional, Pengabdian Masyarakat, Teman Bisnis, UMKM
Pengaruh penambahan serai wangi (Cymbopogon nardus L.) terhadap mutu teh herbal rambut jagung: Effect of lemongrass (Cymbopogon nardus L.) addition on the quality of corn silk herbal tea Hasnah AR, Nur; Anaya, Nurul Fatya; Pato, Usman; Nopiani, Yanti; Yelmira; Juarsa, Rahmadini Payla; Kurniawan, Mhd. Andry; Parsitogi, Bintang; Rahmayani, Irma; Baihaqi
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v16i2.6631

Abstract

Herbal tea is a functional drink made from a mixture of dried plants that are beneficial to the body. Corn silk has the potential to be used as herbal tea because it contains cholesterol-lowering β-sitosterol and phenol compounds as antioxidants. However, the taste is astringent and the aroma is weak, so it is necessary to add lemongrass which has a distinctive aroma and refreshing taste from essential oils. The aimed of this research was to obtain the selected ratio of corn hair and citronella to the quality characteristics of herbal tea according to SNI 3836: 2013 dry tea in packaging. This research was conducted experimentally using a completely randomized design with four treatments, namely the ratio of corn hair and citronella RS0 (100:0), RS1 (85:15), RS2 (70:30), and RS3 (55:45). The parameters observed in this research were moisture, ash, crude-fiber, polyphenol, and antioxidant activity. The antioxidant activity was measured using the DPPH method. The results showed that the RS2 treatment herbal tea with the ratio of corn hair and citronella (70:30) was the selected treatment which had a moisture of 6.25%, ash of 4.36%, crude fiber of 9.34%, polyphenol of 58.28 mg GAE/g or 5.82%, and antioxidant activity of 131.38 ppm.
Capacity Building Training for Administrators to Improve the Management of Harapan Makmur Village-Owned Enterprise in Tebing Tinggi Village: Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus dalam Rangka Meningkatkan Pengelolaan BUMDES Harapan Makmur Desa Tebing Tinggi Anthony Hamzah; Angga Pramana; Eko Wahyudi; Rahmadini Payla Juarsa; Jeany Ristia; Chandra Gunawan; Nur Hasnah; Vivin Jenika Putri; Anania Rahmah; Arum Rovarti Ningsih; Nadya Novianti Dwi Putri; Addiena Syahvina Nasution; Masyitah; Fikratul Ikhsan; Fadlila Endyra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 5 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/

Abstract

BUMDes Harapan Makmur was established with the aim of developing the village's economic potential through business units based on local resources, including the management of agricultural tools, trade in agricultural products, and equipment and transportation rental services. The businesses run by BUMDes have not yet been operating optimally. This is due to a lack of competent human resources, a lack of external support, and limited access to training and outreach at BUMDes Harapan Makmur. This community service program aims to identify strategic steps to increase the capacity of BUMDes management for suntainability. The methods used in the preparation stage included surveys and Focus Group Discussions (FGDs), while the implementation and evaluation stages followed. The training results indicated that BUMDes Harapan Makmur has several potential business units that can be developed, namely the Rice Milling Unit (RMU), a 5-hectare oil palm plantation, agriculture and livestock businesses, oil palm plantations (5 ha) and rice fields (70 ha), provision of agricultural production facilities (saprodi), agricultural services (RMU, rice field plowing), and travel services. Implications in increasing the capacity of administrators through capacity building training for administrators, optimization of agricultural tools and agricultural inputs, socialization and community empowerment
PENDEKATAN METODE PERAMALAN UNTUK OPTIMALISASI PERMINTAAN BOLU KEMOJO PADA UMKM ALIN CAKE AND BAKERY Juarsa, Rahmadini Payla; Aqila, Nazliana; Maulina, Wulan Puti; Putra, Aidil Jaya; Cibro, Royando; Jumiati, Melvy
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.1-12

Abstract

Alin Cake and Bakery adalah sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengkhususkan diri dalam memproduksi makanan ringan, salah satunya adalah bolu kemojo. Setiap bulannya, usaha ini mengalami fluktuasi dalam penjualan bolu kemojo. Namun, saat ini mereka masih mengandalkan intuisi dari pemiliknya untuk menentukan jumlah produk yang akan dijual. Akibatnya, terkadang terjadi kekurangan atau kelebihan produk pada beberapa bulan tertentu. Agar bisa mencapai keuntungan maksimum, UMKM Alin Cake and Bakery perlu mencari metode peramalan permintaan yang lebih akurat. Dalam penelitian ini, tujuannya adalah mengevaluasi berbagai model peramalan yang dapat diterapkan dengan tepat pada UMKM Alin Cake and Bakery. Beberapa metode peramalan yang digunakan adalah moving average (4 periode), exponential smoothing (α = 0,1), dan metode Holt (α = 0,2, β = 0,4). Setelah menganalisis data penjualan bolu kemojo dari Januari hingga Desember tahun 2021 dan 2022, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode terbaik yang dapat digunakan untuk meramalkan permintaan bolu kemojo pada Januari 2023 adalah metode Holt. Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa metode Holt memiliki nilai galat MAPE terkecil, yaitu sebesar 18,26%, dibandingkan dengan kedua model lainnya. Oleh karena itu, peramalan permintaan dengan menggunakan metode Holt menghasilkan angka 1.552 bolu kemojo yang sebaiknya diproduksi pada Januari 2023. Dengan menggunakan metode ini, diharapkan UMKM Alin Cake and Bakery dapat mengoptimalkan produksi dan meminimalkan potensi kerugian akibat ketidaksesuaian antara permintaan dan produksi bolu kemojo.
Pendugaan umur simpan kerupuk sagu goreng dengan pendekatan kurva isoterm sorpsi air [Shelf-life estimation of fried sago crackers by water sorption isotherm curve approach] Ayu, Dewi Fortuna; Situmorang, Budi Lambok; Efendi, Raswen; Juarsa, Rahmadini Payla
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol. 29 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v29i1.22-34

Abstract

Fried sago crackers are dry local foods easily damaged by moisture during storage. To increase economic value and open commercialization opportunities, a study aimed to estimate the shelf life of white and red fried sago crackers using an acceleration method based on the water sorption isotherm curve. Estimating the shelf life was carried out by storing crackers in several modified jars containing different saturated salt solutions. Calculating the moisture permeability constant of polyethylene and polypropylene packaging was also carried out to support the necessary data. The results showed that sago crackers packaged in polypropylene had a longer shelf life than polyethylene plastic. The white sago crackers with polypropylene plastic had a shelf life of 19.89-69.83 days at 70-90% RH, while polyethylene was 12.02-42.21 days at 70-90% RH with 0.0434 g H2O.g solid-1 critical water content. The red sago crackers with polypropylene plastic had a shelf life of 18.26-69.93 days at 70-90% RH, while polyethylene was 11.04-42.27 days at 70-90% RH with a critical water content of 0.0455 g H2O.g solid-1. The chosen model for the water sorption isotherm curve was Hasley and GAB, with equation log (ln (1/aw)=-1.82-1.31 log Me for white sago fried crackers and Me=(0.5157aw)/(1-0.9632aw)(1+15.578aw) for red sago fried crackers, respectively. Fried sago crackers in polypropylene plastic packaging have the potential to be developed as local food products with a longer shelf life.