Claim Missing Document
Check
Articles

Studi In-Vitro Antikolesterol dari Fraksi Etil Asetat Daun Buni Antidesma bunius L. Spreng Thoha Irfan Darojat; Danang Raharjo; Bagas Ardiyantoro
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 10 No. 1 (2026): Mei: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v10i1.1053

Abstract

Hypercholesterolemia, defined as elevated levels of cholesterol in the bloodstream, is widely recognized as a major risk factor for cardiovascular diseases, including atherosclerosis and coronary heart disease. Antioxidants play an important role in preventing oxidative damage by neutralizing free radicals through electron donation, thereby helping to reduce lipid peroxidation associated with high cholesterol levels. This study aims to evaluate the cholesterol-lowering activity of the ethyl acetate fraction of buni leaves (Antidesma bunius) through laboratory experimentation. The leaves were extracted using the maceration method with 96% ethanol, followed by fractionation with ethyl acetate to obtain the targeted fraction. The in vitro anticholesterol activity was determined using the Liebermann–Burchard method and measured by UV-Vis spectrophotometry. Data analysis was performed using linear regression to calculate the IC₅₀ value. The results demonstrated that the ethyl acetate fraction exhibited very strong cholesterol-lowering activity, with an IC₅₀ value of 1,659 ppm/µg/mL, indicating promising potential as a natural antihypercholesterolemic agent.
Pelatihan Pembuatan Reed Diffuser Berbasis Limbah Kulit Jeruk peras untuk Mendukung Ekonomi Sirkular di SMA Islam 1 Surakarta Bagas ardiyantoro; Triana Triana; Septian Maulid Wicahyo
Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : : Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jpbmi.v4i3.843

Abstract

Limbah kulit Jeruk peras , yang sering dibuang dan menimbulkan masalah lingkungan, sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Kulit Jeruk peras mengandung minyak atsiri yang dapat diolah menjadi reed diffuser, pengharum ruangan alami yang ramah lingkungan. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan kulit Jeruk peras masih terbatas. Siswa SMA, sebagai generasi muda yang sedang mempersiapkan diri untuk dunia kerja atau wirausaha, dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan inovasi ini. Melalui pendidikan dan pelatihan, siswa SMA dapat mempelajari proses pembuatan reed diffuser dari kulit Jeruk peras , mulai dari ekstraksi minyak atsiri hingga pengemasan produk. Hal ini tidak hanya melatih keterampilan teknis dan kreativitas, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan. Pemanfaatan kulit Jeruk peras untuk reed diffuser sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan, yang menekankan pemanfaatan sumber daya secara efisien. Dengan menguasai keterampilan ini, siswa SMA dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah organik sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi. Ini juga mendukung visi pendidikan SMA untuk menciptakan lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja. Pengabdian masyarakat kali ini dilaksanakan di SMA Islam 1 Surakarta, Kota Surakarta.
Teratogenic Test of Brotowali Stem Extract (Tinospora Crispa) And Temulawak Rhizome Extract (Curcuma Xanthorrhiza) On Fetus Mencit Putih (Mus musculus) Bagas Ardiyantoro; Ason Merari P; Mardiyono Mardiyono
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i1.999

Abstract

The stem of Brotowali and the rhizome of Temulawak are among the ingredients used in the production of traditional herbal medicine, specifically Brotowali and Temulawak herbal concoctions. These herbal mixtures are also consumed by pregnant women. The extracts from Brotowali stem and Temulawak rhizome contain bioactive antioxidants of the flavonoid group. Flavonoid compounds can inhibit the activities of phosphodiesterase enzymes that hydrolyze cAMP, and an elevated concentration of cAMP can impede growth acceleration. The aim of this research is to determine the teratogenic effects on white mouse fetuses after the administration of Brotowali stem and Temulawak rhizome extracts. The study involved 49 white mice (Mus musculus) divided into 5 groups. The first test group was given 0.5% Na CMC and used as the negative control, the second test group was injected with intravenous Cyclophosphamide at 50 mg/kg BW for the positive control. The groups included EB Dose 1120, ET Dose 1120, Dose 1 EBT 2:1, Dose 2 EBT 1:2, and Dose 3 EBT 1:1. Brotowali stem and Temulawak rhizome extracts were administered during the organogenesis period, and on the 18th day, the mice were subjected to laparotomy to collect the fetuses. Biometric, gross morphological, and skeletal abnormality observations were conducted to assess the effects of Brotowali stem and Temulawak rhizome extract administration. The research results indicate that Brotowali stem and Temulawak rhizome extracts have the potential to cause teratogenic effects, particularly at Dose 3 EBT 1:1.
Optimasi Sediaan Lotion dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Della Puspita Ningrum; Anna Fitriawati; Bagas Ardiyantoro
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.21940

Abstract

Penelitian Antioksidan dan Optimasi formula lotion
Optimasi Sediaan Lotion dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Della Puspita Ningrum; Anna Fitriawati; Bagas Ardiyantoro
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.21940

Abstract

Penelitian Antioksidan dan Optimasi formula lotion
Pelatihan Pembuatan Reed Diffuser Berbasis Limbah Kulit Jeruk peras untuk Mendukung Ekonomi Sirkular di SMA Islam 1 Surakarta Bagas ardiyantoro; Triana Triana; Septian Maulid Wicahyo
Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : : Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jpbmi.v4i3.843

Abstract

Limbah kulit Jeruk peras , yang sering dibuang dan menimbulkan masalah lingkungan, sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Kulit Jeruk peras mengandung minyak atsiri yang dapat diolah menjadi reed diffuser, pengharum ruangan alami yang ramah lingkungan. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan kulit Jeruk peras masih terbatas. Siswa SMA, sebagai generasi muda yang sedang mempersiapkan diri untuk dunia kerja atau wirausaha, dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan inovasi ini. Melalui pendidikan dan pelatihan, siswa SMA dapat mempelajari proses pembuatan reed diffuser dari kulit Jeruk peras , mulai dari ekstraksi minyak atsiri hingga pengemasan produk. Hal ini tidak hanya melatih keterampilan teknis dan kreativitas, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan. Pemanfaatan kulit Jeruk peras untuk reed diffuser sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan, yang menekankan pemanfaatan sumber daya secara efisien. Dengan menguasai keterampilan ini, siswa SMA dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah organik sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi. Ini juga mendukung visi pendidikan SMA untuk menciptakan lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja. Pengabdian masyarakat kali ini dilaksanakan di SMA Islam 1 Surakarta, Kota Surakarta.
Molecular Docking Study of Active Compounds of Ketapang Leaves (Terminalia Catappa L.) Against Inhibitors Maltase Glucoamylase And Modification of New Compounds Tiara Ajeng Listyani; Nissa Syahraningtyas Putri; Bagas Ardiyantoro
Green Health International Journal of Health Sciences Nursing and Nutrition Vol. 3 No. 3 (2026): July: Green Health: Journal of Health Sciences, Nursing and Nutrition
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenhealth.v3i3.317

Abstract

The prevalence of diabetes mellitus is projected to reach 853 million by 2050. Postprandial hyperglycemia induced by the maltase glucoamylase enzyme can exacerbate the condition of diabetic patients. Although acarbose is widely used, it causes gastrointestinal side effects; thus, natural alternatives like ketapang leaves (Terminalia catappa L.) serve as a potential source of antidiabetic active compounds. This study aimed to evaluate the binding affinity, root mean square deviation (RMSD) values, and amino acid interactions of 70 active compounds from ketapang leaves against the maltase-glucoamylase enzyme using a molecular docking approach, alongside designing a novel potential compound modification as an antidiabetic drug candidate. In silico docking simulations were performed using PyRx-AutoDock Vina, structural optimization via VegaZZ, method validation using PyMOL, visualization through Discovery Studio Visualizer, and 2D/3D structural preparation using ChemDraw. The docking results of the 70 test compounds revealed that 41 compounds exhibited ΔGBinding values ranging from -6.3 to -8.5 kcal/mol, 66 compounds showed RMSD values ≤ 2Å, and 5 compounds shared similar amino acid residue interactions with the positive control, acarbose. Structural modification of gallic acid 3-O-(6-galloylglucoside) yielded a novel compound, 4-hydroxy-3-(2-hydroxyethoxy)-5-methoxybenzoic acid, which demonstrated a ΔGBinding value of -5.5 kcal/mol, an RMSD of 1.673 Å, and a matching amino acid residue interaction with the positive control at ASP A:649. In conclusion, active compounds from ketapang leaves and the newly modified compound show promising potential as maltase-glucoamylase enzyme inhibitors via molecular docking.
Karakterisasi Stabilitas Warna dan Sifat Fisik Loose Powder Blush dengan Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) pada Berbagai Konsentrasi Trianita Septiana; Anna Fitriawati; Bagas Ardiyantoro
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3937

Abstract

Penggunaan pewarna alami dalam kosmetik dekoratif semakin berkembang sebagai alternatif terhadap pewarna sintetis. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) berpotensi sebagai sumber pewarna alami karena mengandung pigmen merah, termasuk brazilin/brazilein dan senyawa terkait antosianin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak kayu secang terhadap karakteristik sifat fisik loose powder blush, mengevaluasi stabilitas warna dan fisik setelah cycling test, mengetahui tingkat kesukaan panelis, serta menentukan formula terbaik. Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%) ekstrak kayu secang. Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, kadar air, ukuran partikel, sifat alir, iritasi, dan hedonik. Stabilitas dipercepat dilakukan selama enam siklus pada suhu 4 °C dan 40 °C, sedangkan kadar antosianin total dianalisis dengan metode diferensial pH menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Seluruh formula homogen, memiliki kadar air rendah, menunjukkan sifat alir yang baik, dan tidak menimbulkan iritasi pada 20 panelis. F3 memperoleh skor hedonik tertinggi serta kadar antosianin total tertinggi sebesar 39,07 mg/L. Karakteristik organoleptik dan homogenitas tetap terjaga selama cycling test, sedangkan formula yang mengandung ekstrak mempertahankan pH pada rentang yang digunakan dalam evaluasi kosmetik kulit. Secara keseluruhan, formula F3 dengan ekstrak kayu secang 5% memberikan kombinasi paling baik antara mutu fisik, intensitas warna, stabilitas, dan penerimaan panelis.
Pengaruh Adverse Drug Reactions (ADRs) Kemoterapi Terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Serviks di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Adliah Suci Rahmadani; Niken Luthfiyanti; Bagas Ardiyantoro
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3986

Abstract

Cervical cancer is one of the cancers with a high incidence rate among women. Chemotherapy, as the main treatment, can cause Adverse Drug Reactions (ADRs), which can affect the patient’s quality of life. This study aimed to determine patient characteristics, the incidence of chemotherapy side effects (ADRs), and quality of life, as well as to analyze the influence of chemotherapy side effects (ADRs) on the quality of life of cervical cancer patients at Dr. Moewardi Hospital Surakarta. This was an analytic observational study with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 66 patients selected through total sampling. ADR incidence was assessed using the Naranjo Algorithm, severity was graded according to the CTCAE criteria, and quality of life was measured with the EORTC QLQ-C30 questionnaire. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods. The majority of patients were aged 41–60 years, had an elementary school education, were housewives, were married, were in stage III, underwent paclitaxel-carboplatin combination chemotherapy, and most experienced ADRs categorized as "probable." A total of 71.2% of patients had a moderate quality of life. Pearson Chi-square test results showed no significant effect of chemotherapy ADRs on the quality of life in cervical cancer patients (p=0.327). Chemotherapy side effects (ADRs) did not significantly impact the quality of life of cervical cancer patients at Dr. Moewardi Hospital Surakarta. The patient's quality of life can be influenced by factors beyond the variables studied, such as family and social support, level of spirituality, Subjective Well-Being (SWB), psychological conditions, levels of anxiety or depression, and economic status.
Uji Aktivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Kombinasi Daun Belimbing Wuluh  (Averrhoa Bilimbi L.) dan Rambut Jagung (Zea Mays L.) terhadap Mencit Jantan (Mus Musculus L.) yang Diinduksi Pepton 5% Zainul ‘Arifah; Septian Maulid Wicahyo; Bagas Ardiyantoro
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.292

Abstract

Latar Belakang: Demam merupakan respons tubuh terhadap infeksi atau peradangan yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan rambut jagung (Zea mays L.) mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antipiretik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antipiretik kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan rambut jagung pada mencit putih jantan yang diinduksi pepton 5%. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan 32 mencit yang dibagi menjadi delapan kelompok, yaitu kontrol normal, negatif, positif, ekstrak tunggal daun belimbing wuluh, ekstrak tunggal rambut jagung, serta kombinasi BW 1:RJ 2, BW 1:RJ 1, dan BW 2:RJ 1. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian meliputi standardisasi ekstrak, skrining fitokimia, identifikasi flavonoid menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan uji aktivitas antipiretik. Data dianalisis menggunakan Area Under the Curve (AUC), Shapiro-Wilk, Levene, dan One Way ANOVA. Kesimpulan: Kombinasi BW 2:RJ 1 menunjukkan kecenderungan penurunan suhu terbaik berdasarkan grafik dan AUC, tetapi One Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p > 0,05). Dengan demikian, kombinasi ekstrak menunjukkan kecenderungan aktivitas antipiretik, tetapi belum terbukti lebih efektif secara statistik dibandingkan ekstrak tunggal.