Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

SI GANJUA LALAI (KEKUATAN DAN KELEMBUTAN PEREMPUAN MINANGKABAU) Fitriani Fitriani
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.961 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v2i2.1872

Abstract

Karya tari Si Ganjua Lalai merupakan gambaran tentang perempuan Minangkabau yang selain memiliki kekuatan juga memiliki kelembutan. Si Ganjua Lalai adalah ungkapan untuk gadis Minangkabau yang menggambarkan pribadi perempuan Minangkabau yang lembut namun tegas, bijaksana dan bertindak di atas kebenaran. Karya tari Si Ganjua Lalai berawal dari rangsang visual yaitu saat mendapatkan informasi dari cerita Kaba Sabai Nan Aluih berupa pepatah “alua tataruang patah tigo, Samuik tapijak indak mati”. Dari pepatah tersebut memberitahukan bahwa perempuan Minang selain memiliki kekuatan juga memiliki kelembutan. Landasan penciptaan yang digunakan adalah kreativitas dan koreografi. Pendekatan kreativitas digunakan karena penciptaan karya seni tidak lepas dari proses berpikir dan bekerja secara kreatif. Melalui pendekatan inilah cara berpikir dan cara bekerja secara kreatif akan dibangun. Pendekatan kedua adalah koreografi, yang digunakan sebagai landasan dalam mencipta estetika tari yang meliputi gerak tubuh, komposisi, kesatuan dan harmoni, serta aspek-aspek laku dan visual lainnya. Si Ganjua Lalai dance work is a picture of Minangkabau women who besides having strength also has tenderness. Si Ganjua Lalai is an expression for the Minangkabau girl who portrays the Minangkabau female personality who is gentle yet firm, wise and acts upon the truth. Si Ganjua Lalai dance work originated from visual stimuli that is when getting information from the story of Kaba Sabai Nan Aluih in the form of the saying “alua tataruang patah tigo, Samuik tapijak indak mati ”. From the saying goes that Minang women in addition to having strength also has a tenderness. The foundation of creation used is creativity and choreography. Creativity approach is used because the creation of art cannot be separated from the process of thinking and working creatively. Through this approach the way of thinking and how to work creatively will be built. The second approach is choreography, which is used as a foundation in creating aesthetic dance that includes gestures, composition, unity and harmony, as well as other aspects of behavior and visual.
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik Kelas IV A Melalui Model Numbered Heads Together di Sekolah Dasar Esa Yulimarta; Siska Widyawati; Nurfazlin Nova; Afrimon Afrimon; Fitriani Fitriani; Silfia Rahmadani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran berpusat pada pendidik (teacher centered), ketika pendidik hanya menjelaskan materi dengan menyuruh peserta didik menyimak apa yang dijelaskan, akan membuat peserta didik menjadi cepat bosan, sehingga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tematik peserta didik pada tema 2 Selalu Berhemat Energi subtema 1 Sumber Energi melalui model Numbered Heads Together di SD IT Hasanah Koto Tinggi Nagari Surian Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitan ini yaitu peserta didik kelas IVA SD IT Hasanah pada semester 1 (satu) tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menghasilkan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari tes tulis berbentuk objektif, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi yang diisi oleh observer untuk mengamati aktivitas pendidik dan peserta didik selama proses pembelajaran. Setelah dilakukan penelitian sebanyak dua siklus, ternyata peneliti berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peningkatan hasil belajar peserta didik ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar. Pada siklus I muatan pelajaran Bahasa Indonesia persentase ketuntasan 67% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 92%. Muatan pelajaran IPA siklus I persentase ketuntasan 67% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 96%. Dan muatan pelajaran IPS siklus I persentase ketuntasan 50% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 96%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa PTK ini berhasil meningkatkan hasil belajar tematik peserta didik kelas IVA SD IT Hasanah.
Pembuatan Dekorasi Kelas V di SDN 11 Lubuk Jaya Kabupaten Solok Selatan Amelia, Syarifah Tri; Aryani, Zulmi; Fitriani, Fitriani
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 9 (2024): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/0y2dyc76

Abstract

Tujuan dari pembuatan dekorasi kelas adalah mewujudkan dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar dan kelas yang menarik menambah semangat belajar. Metode yang digunakan didalam pengbdian ini adalah dimulai dari : Mengikuti pembekalan dan pelapasan mahasiswa dikampus, Melakukan observasi ke Sekolah, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menyerahkan mahasiswa ke Sekolah di penempatan, Menyusun rancangan program kerja, Menjalankan Program kerja yang sudah dirancnag, Melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan bersama DPL dan DPL menjemput mahasisw. Kegiatan pengabdaian yang dialaksanakan di SD Negeri 11 Lubuk Jaya dari tanggal 26 februari 2024 s.d 16 juni 2024, yang kurang lebih dilaksanakan selama 4 bulan. Kegiatan ini berjalam dengan baik dengan memberikan kontribusi ke sekolah. Adapun kegiatan yang berhasil kita lakukan diantaranya dekorasi kelas untuk memberikan nuasa yang nyaman didalam ruangan, sehingga bisa menambah minat belajar siswa didalam kelas.
Peran Mahasiswa Kampus Mengajar dalam Mengaktifkan Kembali Administrasi Sekolah di SDN 187/III Koto Kapeh Lestari, Anisa Nusma Dwi; Alansyah, Habil; Arsanti, Iola Amelia; Fitriani, Fitriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.646

Abstract

Tujuan dari Program Kampus Merdeka adalah membangun kepercayaan diri, mahasiswa dapat membuka ruang untuk berkreasi dan berinovasi karena kemampuan daya cipta dan mendapatkan soft skill untuk menemukan bagaimana cara menjadi pendidik, berkomunikasi, berkolaborasi dengan guru, soft skill  memahami anak dan sebagainya, dalam rangka menumbuhkan minat baca peserta didik terutama di Sekolah Dasar. Tujuan dari penulisan ini guna menjabarkan berjalannya gerakan literasi Sekolah di SDN187/III Koto Kapeh dengan optimalisasi pengelolaan perpustakaan. Metode yang digunakan dalam pembuatan laporan adalah deskriptif kualitatif  dengan cara observasi dan wawancara, dalam pelaksanaan program Kampus Mengajar, mahasiswa telah melaksanakan berbagai program seperti mengajar, mengaktifkan kembali perpustakaan, membuat pojok baca di perpustakaan dan di kelas tinggi, membantu administrasi sekolah.
Pelatihan Tari Cewang Sebagai Dasar Belajar Tari Di Sanggar Seni Gadih Mualab Nagari Pasir Talang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan Fitriani; Rezi Susanto
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): GJPM - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v3i1.1267

Abstract

Pelatihan tari di Sanggar Seni Gadih Mualab Nagari Pasir Talang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan, merupakan salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh dosen yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). PKM dilakukan di Sanggar Seni Gadih Mualab yang didirikan oleh ibu Nofziarni adalah salah satu kepedulian terhadap kehidupan seni khususnya seni tari. Bentuk kegiatan PKM dosen ini adalah pelatihan tari yang bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas serta menjadikan pelatihan tari Cewang sebagai dasar belajar tari pada anggota sanggar tari. Hasil pelatihan tari yang dicapai peserta pelatihan senang menari dan dapat mengikuti dengan baik serta anggota bisa melakukannya sendiri.
Pentingnya Pengembangan Kreativitas Guru untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Peserta Didik Riza Eka Putri; Fitriani; Siska Widyawati; Eka Puji Lestari; Darussalam
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): GJPM - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v3i1.1340

Abstract

Kreativitas dan literasi sangat penting dikembangkan di Lingkungan Sekolah Dasar, dimana pada fase ini peserta didik berada pada fase awal mengenal dan menjajaki dunia pendidikan yang seyogyanya belum bisa ditekan dan dipaksakan, karena usia anak-anak pada tingkat Sekolah Dasar masih ingin bermain dengan dunia anak-anaknya. Disini peran guru sangat penting sekali, salah satunya dengan mengembangkan kreativitas dalam setiap proses pembelajaran agar bisa memancing peserta didik dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam berliterasi dengan baik, apakah itu dalam membaca, menulis dan memahami apa yang mereka pelajari dengan baik. Karena kreativitas adalah salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi tingkat pencapaian keberhasilan dalam suatu proses pembelajaran. Dan untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan literasi Peserta didik, maka kegiatan Pengabdian Masyarakat ini memadukan kreativitas seni sebagai media yang diyakini dapat membantu perkembangan kemampuan kognitif Peserta didik dalam proses belajar. Dan cara agar kemampuan dalam literasi dasar tersebut bisa dicapai dengan baik, salah satunya adalah dengan mengaplikasikan kreativitas dalam proses pembelajaran kepada Peserta didik. Tentunya hal ini juga menuntut kecakapan guru dalam memilih kreativitas yang cocok untuk dipadukan dengan Pelajaran yang dipelajari agar tujuan dari pembelajaran itu sendiri dapat tercapai dengan maksimal. Sehingga dengan adanya kreativitas guru dalam menjalankan proses pembelajaran bisa membangun dan meningkatkan literasi peserta didik dengan baik dan berkembang, serta menjadikan setiap proses pembelajaran yang dilalui oleh mereka menjadi menyenangkan dengan target pencapaian keberhasilan yang bisa dicapai dengan maksimal.
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Inquiry Pada Pembelajaran IPAS Kelas IV UPT SDN 21 Kandang Baniah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan Adika Wijaya; Ernawarnelis; Isnaniah; Esa Yulimarta; Fitriani
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1001

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS  di kelas IV, yang belum tuntas mencapai KKTP. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti menerapkan model pembelajaran Inquiry, yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Inquiry. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas IV UPT SDN 21 Kandang Baniah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan pada semester 1 tahun pelajaran 2024/2025. Data penelitian yang digunakan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik dan kualitatif berupa hasil observasi guru dan peserta didik. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus dan terdiri dari empat kali pertemuan. Peningkatan hasıl belajar ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar peserta didik. Pada siklus 1 didapatkan hasil belajar IPAS 44%, sedangkan pada siklus II 87%. Pada pengamatan aktivitas guru dan peserta didik juga mengalami peningkatan dari siklus I yaitu 79%, lalu meningkat pada siklus II yaitu 90%. Sedangkan pada aspek peserta didik siklus 1 yaitu 79%, lalu meningkat pada siklus II yaitu 89% Maka dapat simpulkan bahwa penelitian tindakan kelas menggunakan model Inquiry dapat meningkat proses dan hasıl belajar peserta didik.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Peserta Didik Kelas IV UPT SDN 02 Sikumbang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan Tegar Rahmansyah; Esa Yulimarta; Isnaniah; Ernawarnelis; Fitriani
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 2 (2025): GJMI - FEBRUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i2.1439

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena rendahnya hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran IPAS, ditandai dengan peserta didik kurang merespon materi pelajaran yang diberikan oleh guru, kurang aktifnya peserta didik dalam mengajukan pertanyaan, mengemukakan pendapat dan berdiskusi bersama teman. Oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik melalui model Problem Based Learning. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Problem Based Learning. Subjek penelitian peserta didik kelas IV UPT SDN 02 Sikumbang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan pada semester I tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian menghasilkan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik dan data kualitatif berupa hasil lembar observasi guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukan dengan penerapan model Problem Based Learning dalam proses pembelajaran pada siklus I hasil belajar diperoleh persentase 47%. Pada siklus II meningkat dengan persentase ketuntasan 88%. Hasil pengamatan aktivitas guru siklus I diperoleh 90% dan siklus II meningkat menjadi 97%. Kemudian hasil pengamatan aktivitas peserta didik siklus I diperoleh 50% dan pada siklus II diperoleh 92%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning di kelas IV UPT SDN 02 Sikumbang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS.
Pembinaan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Bagi Guru SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci: Pengabdian Nurfazlin Nova; Nurdawani Putri Insyani; Siska Widyawati; Fitriani; Eka Puji Lestari; Berliana Dwi Kenanga; Refalia Bafadal; Ifdil Gibran
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2058

Abstract

One of the teacher competencies that is not yet optimal is interactive teaching skills using the Canva application, due to a lack of mastery of the application. Therefore, interactive learning media training for teachers at SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik is necessary. This training aims to improve teachers' abilities in creating Canva-based teaching media and encourage a more effective and innovative teaching and learning process. This media is expected to facilitate teachers and students in learning, resulting in more optimal learning outcomes. The activity was carried out through demonstration methods and independent practice, with four stages: planning, preparation, training and coaching, and evaluation. As a result, the training went well and met expectations, with teachers demonstrating understanding and ability in creating interactive Canva learning media for various subjects at the elementary school level.
Peran Mahasiswa dalam Mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SD Negeri 02 Sikumbang Nike Helpi; Fitriani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 4 (2025): JPMWI-OKTOBER
Publisher : LPPM Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpmwi.v1i4.130

Abstract

Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan salah satu upaya strategis dalam mempersiapkan mahasiswa calon guru untuk terjun langsung ke dunia pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri 02 Sikumbang melalui kegiatan PLP. Metode yang digunakan adalah deskriptif di mana mahasiswa berkolaborasi dengan guru dalam proses pembelajaran, pengembangan media ajar, serta penguatan nilai-nilai karakter peserta didik. Melalui keterlibatan aktif, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman nyata mengenai praktik pembelajaran, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Hasil pelaksanaan PLP menunjukkan bahwa mahasiswa berperan sebagai agen pembaharuan yang mampu mendukung guru dalam meningkatkan motivasi belajar, menciptakan inovasi media pembelajaran, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan sekolah. Dengan demikian, program PLP memberikan manfaat ganda, baik bagi mahasiswa sebagai calon pendidik maupun bagi sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.