Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Inovasi Pembelajaran Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi di UPT SD Negeri 15 Kampai Azizi Zuhaira; Fitriani
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): GJPM - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v3i1.918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran berbasis teknologi dalam meningkatkan hasil belajar pada pendidikan sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan pada kelas V di UPT SD Negeri 15 Kampai, di mana dirancang dan diimplementasikan media pembelajaran berbasis teknologi untuk mendukung pembelajaran matematika khususnya pada topik Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi media pembelajaran berbasis teknologi secara signifikan meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penggunaan fitur multimedia interaktif seperti permainan spinner meningkatkan partisipasi dan semangat siswa dalam menjawab pertanyaan sehingga menghasilkan pengalaman belajar yang lebih efektif. Kajian tersebut menunjukkan bahwa penggabungan media pembelajaran berbasis teknologi dapat berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan sekolah dasar, khususnya matematika. Temuan penelitian ini berimplikasi pada pengembangan metode pengajaran inovatif dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran siswa di Indonesia.
PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN IPS DI KELAS IV SD NEGERI 25 KOTO KACIAK Difa Nikita; Fani Dwi Rosyta; Tiara Putri3; Fitriani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengenali masalah yang berkaitan dengan pembelajaran IPS pada siswa kelas IV di SD Negeri 25 Koto Kaciak. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengajar kelasIV disekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan berbagai permasalahan serta tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan pembelajaran IPS di kelas IV di sekolah tersebut melalui wawancara dengan pengajar di SD Negeri 25 Koto Kaciak. Temuan yang didapat menunjukkan adanya beberapa masalah dalam pembelajaran IPS di antara siswa sekolah dasar, yang diakibatkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal mencakup kurangnya minatsiswa terhadap pelajaran IPS, rendahnya motivasi belajar disebabkan kurangnya dukungan dari orang tua atau lingkungan sekitar, serta variasi dalam kemampuan belajar siswa. Sementara faktor eksternal mencakup metode pengajaran yang dianggap membosankan sehingga siswa cepat kehilangan ketertarikan, pendekatan belajar yang kurang tepat, dan alat bantu belajar yang kurang menarik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN DAN MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR IPS SISWA KELAS III SDN 05 AIA DALIAK Ilham Rhamadan; Rangga Leonardi; Reza Milasta Adibya; Fitriani4
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini itu dilatarbelakangi oleh rendahnya keatifan dan hasil belajar siswa kelas III SDN 05 mato aia Daliak dalam mata pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS). jadi permasalahan ini teridentifikasi bersumber dari metode pembelajaran yg terlalu monoton dan berpuat pada guru (Teacher Centered) yg mengakibatkan siswa menjadi pasif atau bosan. penelitian ini itu bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan dan menganalisis penibgkatan keatifan serta hasil belajar pada siswa melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. metode penelitian ini yang digunakan adalah penelitian Tindakan kelas PTK yang mengadaptasi model kimmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus. setiap siklus terdiri dari empat tahapan. perencanaan, pelaksanaan, pengamatan , dan refleksi. subjek penelitian adalah pada guru kelas III, yaitu Yessi Estafiza, S.Pd dan 20 orang siswa. pada teknik pengunpulan data meliputi observasi wawancara dokumentasi dan hasil tes belajar. data analisis secara deskriptif kualitatif dan kuantif dari hasil penelitian menunjukan peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. persentase keaktifan siswa meningkat dari 20% pada kondisi awal menjadi 55% pada siklus I dan mencapai 85% pada siklus II kemampuan bekerja sama pada siswa juga meningkat dari 25% menjadi 60% pada siklus I dan 90% pada siklus II. jadi peningkatan ini berdampak positif pada hasil belajar, dimana nilai rata rata kelas itu naik dari 58 pada pra siklus menjadi 72 pada siklus I dan 86 pada siklus II, dengan ketuntasan nya belajar klasikal mencapai 95% pada akhir penelitian. jadi bisa disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw secara efektif pada memecahkan masalah pembelajaran, meningkatkan keatifan dan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN Aia Daliak
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATA PELAJARAN IPS PADA PESERTA DIDIK KELAS V DI SDN 21 KANDANG BANIAH Andini Nadya Putri; Rieva Auzirah Rianto; Rina Efriyani; Fitriani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penilisan ini adalah ingin menjabarkan hasil analisis permasalahan pembelajaran IPS yang ditemukan peneliti dilapangan. Penelitian ini dilakukan di kelas V SDN 21 Jorong Kandang Baniah , Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diate, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pendekatan dalam penelitian ini yakni menggunakan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis studi dokumen, observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data analisis studi dokumen berupa hasil jawaban siswa dalam menjawab soal evaluasi/ soal ulangan harian untuk mendapatkan data terkait materi yang sulit. Data berupa foto wawancara, tangkapan layar wawancara, rekaman suara, dan video. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Penelitian ini dilakukan dengan tahap lapangan, pra-lapangan, dan tahapan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan belajar IPS dibuktikan dengan hasil nilai ulangan yang dibawah KKM. Kesulitan belajar IPS pada peserta didik kelas V SDN 21 Jorong Kandang Baniah terjadi pada beberapa materi. Faktor yang menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan belajar IPS yaitu peserta didik kurang tertarik terhadap mata pelajaran IPS, peserta didik membutuhkan waktu yang cukup lama, Faktor yang ketiga karena sumber belajar yang ada di sekolah terbatas, Faktor yang keempat karena penggunaan media pembelajaran yang tidak digunakan dalam pembelajaran IPS. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar dilakukan oleh guru dan peserta didik. Upaya yang dilakukan guru adalah memberikan perhatian khusus dan penjelasan ulang materi kepada peserta didik. Dan Upaya yang dilakukan peserta didik adalah bertanya materi ke guru, orang tua, saudara, dan guru les, mencari materi di beberapa sumber seperti buku dan internet.
STUDI KASUS PERMASALAHAN GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA KELAS IV DI SDN 13 BANGKO KOTO BARU Putri Cania; Elka Juspa Sari; Ayu Herma Nengsih; Fitriani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengenali permasalahan-permasalahan yang ada dalam pelaksanaanpengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar. Studi ini dilakukan di SD Negeri 13 Bangko KotoBaru dengan menerapkan pendekatan penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitianini adalah penelitian studi kasus. terhadap pengajar di kelas IV. Hasil dari penelitian ini mengungkapkanbahwa siswa menghadapi masalah yang disebabkan oleh faktor eksternal, seperti lingkungan sekolah dankeluarga, serta faktor internal yang mencakup kecerdasan, minat, bakat, motivasi, emosi, dan kesehatan mental. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam belajar Ilmu Pengetahuan Sosial adalah kurangnya minat siswa terhadap pelajaran tersebut, siswa memerlukan waktu yang relatif lama untuk memahami materi, dan faktor ketiga adalah terbatasnya sumber belajar yang tersedia di sekolah. Usaha yang dilakukan untuk mengatasi hambatan belajar dilakukan oleh guru dan siswa. Usaha yang dilakukan oleh guru adalah memberikan perhatian khusus serta menjelaskan kembali materi kepada siswa. Dan usaha yang dilakukan oleh siswa adalah mengajukan pertanyaan tentang materi kepada guru, orang tua, saudara, serta tutor, serta mencari informasi di berbagai sumber seperti buku dan internet.
TANTANGAN GURU DALAM MENGAJARKAN MATERI ABSTRAK IPS KEPADA SISWA KELAS VI SD 07 MUDIAK LAWE Siska Aldista Fauziah; Suci Rahayu; Muhammad Danil Adli; Fitriani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di jenjang Sekolah Dasar (SD) kerap menghadapi tantangan tersendiri, terutama saat menyampaikan materi yang bersifat abstrak seperti konsep ekonomi: konsumsi, distribusi, dan produksi. Konsep-konsep ini sulit dipahami oleh siswa karena tidak dapat diamati secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di sekolah-sekolah dengan keterbatasan fasilitas dan sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan tantangan yang dihadapi oleh guru kelas VI di SD Negeri 07 Mudiak Lawe dalam mengajarkan materi ekonomi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung di kelas, serta analisis dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi beberapa kendala utama, antara lain: rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep abstrak karena kurangnya visualisasi konkret, terbatasnya pemanfaatan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual, serta lemahnya keterkaitan materi dengan pengalaman langsung siswa di lingkungan sekitar. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan strategi pembelajaran yang lebih aplikatif dan berorientasi pada pengalaman nyata agar siswa dapat memahami konsep-konsep ekonomi secara lebih mendalam dan bermakna.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN IPS DI KELAS IV SD NEGERI 14 LADANG KONSI Indah Novita M.Alim1; Kamelia Kontesa; Sovia Putri Julita; Fitriani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini mengkaji tantangan yang dihadapi oleh para guru dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar, dengan penekanan pada SDN 14 Ladang Konsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai rintangan yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran IPS, yang merupakan mata pelajaran krusial dalam membentuk pemahaman siswa mengenai lingkungan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil penelitian mengungkapkan enam kendala utama yang saling terkait, yaitu rendahnya minat siswa terhadap materi IPS, keterbatasan media dan fasilitas pendukung, serta waktu pembelajaran yang terbatas. Kendala-kendala ini memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian tujuan pendidikan IPS. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa dengan penerapan solusi yang kreatif dan inovatif, seperti Dengan memanfaatkan media yang sederhana, menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual, serta mengembangkan bahan ajar secara mandiri, berbagai kendala tersebut dapat diatasi. Oleh karena itu, dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan dan pemangku kebijakan, sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS di tingkat sekolah dasar
Integrasi Lingkungan Alam dalam Pembelajaran Tari untuk Siswa SD di Sanggar Seni Gadih Mualab Fitriani Fitriani; Nurdawani Putri Insyani; Rina Efriyani; Dwi Sefti Hendro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk integrasi unsur lingkungan dalam pembelajaran tari, menganalisis proses implementasi pembelajaran tari berbasis alam, serta merumuskan model pembelajaran yang efektif bagi siswa sekolah dasar di Sanggar Seni Gadih Mualab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui pengkodean terbuka, aksial, dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi lingkungan meliputi integrasi sensorik, gerak imitatif, dan naratif-simbolik yang menghasilkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Proses pembelajaran dilakukan melalui empat tahap, yaitu eksplorasi alam, eksperimen gerak, perancangan tari, dan refleksi. Model Embodied Ecology dinilai paling efektif dalam menggabungkan eksplorasi alam dengan kreativitas gerak siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran tari berbasis lingkungan dapat meningkatkan kreativitas, empati ekologis, dan kesadaran lingkungan siswa.
Pelatihan Penerapan Metode One Step Each (OSE) Melalui Gerak Tari Sederhana untuk Merangsang Kemampuan Kognitif dan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Fitriani, Fitriani; Permaidani, Rahma; Hendro , Dwi Sefti; Lastri, Isma Sukni; Adli, Mukhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1049

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar dalam menerapkan metode One Step Each (OSE) melalui pembelajaran gerak tari sederhana sebagai upaya merangsang kemampuan kognitif dan kreativitas siswa. Permasalahan mitra menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari di Sekolah Dasar masih cenderung bersifat imitasi, belum terstruktur, dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pengembangan kemampuan kognitif dan kreativitas siswa. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan workshop satu hari yang meliputi penyampaian materi konseptual, praktik penerapan metode OSE, perancangan pembelajaran gerak tari sederhana, serta simulasi dan micro teaching. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan metode One Step Each (OSE). Berdasarkan hasil evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan, pemahaman guru terhadap pembelajaran bertahap dan gerak tari sederhana meningkat dari kategori cukup menjadi baik. Guru juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam merancang aktivitas gerak tari yang sistematis dan kreatif, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pembelajaran seni sebagai media pengembangan kemampuan kognitif dan kreativitas siswa. Kegiatan ini berkontribusi dalam penguatan pembelajaran seni tari yang inovatif, aplikatif, dan sesuai dengan karakteristik siswa Sekolah Dasar.
Penciptaan Tari Baputa Mangko Ka Tagak: Representasi Nilai Permainan Gasiang Minangkabau Fitriani Fitriani
INVENSI Vol 11, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v11i1.19184

Abstract

Penelitian ini bertujuan menciptakan karya tari Baputa Mangko Ka Tagak yang terinspirasi dari permainan tradisional Minangkabau, gasiang (gasing), sebagai representasi nilai kebersamaan, kekuatan, dan keseimbangan. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan kajian yang masih menempatkan permainan tradisional sebatas objek etnografis dan belum banyak dieksplorasi sebagai basis metodologis dalam kerangka practice-based research. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian penciptaan (practice as research) melalui tahapan eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Data diperoleh melalui observasi permainan gasiang, wawancara dengan pelaku tradisi, dokumentasi, serta refleksi praktik koreografis. Analisis dilakukan secara tematik dan estetis untuk mengidentifikasi transformasi nilai budaya ke dalam struktur gerak dan dramaturgi. Hasil menunjukkan bahwa simbolisme gerak putaran, penggunaan kain panjang sebagai representasi tali, serta konfigurasi kelompok penari secara efektif merepresentasikan nilai kebersamaan, kekuatan, dan keseimbangan. Penelitian ini berkontribusi secara metodologis dalam penguatan praktik penelitian penciptaan tari berbasis tradisi serta secara kultural dalam revitalisasi permainan tradisional Minangkabau melalui medium pertunjukan. Creation of the Baputa Mangko Ka Tagak Dance: Representation of the Values of the Gasiang Minangkabau Game ABSTRACT This study aims to create a dance work entitled Baputa Mangko Ka Tagak, inspired by the Minangkabau traditional game gasiang (spinning top), representing the values of togetherness, strength, and balance. The research addresses the gap in previous studies that mainly positioned traditional games as ethnographic objects rather than as methodological foundations within a practice-based research framework. Employing practice-as-research methodology, the study involved stages of exploration, improvisation, and composition. Data was collected through observation, interviews with tradition bearers, documentation, and choreographic reflective practice. The analysis was conducted thematically and aesthetically to examine the transformation of cultural values into movement structures and dramaturgy. The findings indicate that circular movement symbolism, the use of a long cloth as a rope representation, and group formations effectively embody the values of togetherness, strength, and balance. This study contributes methodologically to dance creation research grounded in tradition and culturally to the revitalization of Minangkabau traditional games within contemporary performance practice.