Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Kemampuan Membaca Pada Siswa Kelas III SDN 26 Pulakek Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan Ashiva Elsa Fitri; Yelli Marthaliza; Fitriani; Afrimon; Zulmi Aryani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JPWI-FEBRUARI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i1.162

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan kemampuan membaca siswa kelas III SDN 26 Pulakek, mulai dari yang mampu membaca lancar dan memahami bacaan hingga yang terbata-bata dan kurang tepat dalam pelafalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan serta mengklasifikasikan kemampuan membaca siswa, sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 26 Pulakek Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan 43,75% atau 7 orang siswa berada pada kategori tinggi, lalu 43,75% atau 7 orang siswa pada kategori sedang, kemudian 12,5% atau 2 orang siswa pada kategori rendah. Meskipun pengenalan huruf telah dikuasai sebagian besar siswa, kesulitan mulai muncul pada tahap membaca suku kata, kata, hingga kalimat yang lebih kompleks. Temuan ini menegaskan perlunya pembelajaran terarah, khususnya bagi siswa kategori sedang dan rendah, untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa.
Peran Guru Kelas Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas V SDN 07 Mudiak Lawe Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan Nur Riski Farida; Yelli Marthaliza; Rosi Satria Ardi; Zulmi Aryani; Fitriani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i2.192

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan karakter belajar siswa kelas V SDN 07 Mudiak Lawe Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini difokuskan pada, peran guru kelas dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas V SDN 07 Mudiak Lawe Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 07 Mudiak Lawe Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru kelas memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan minat belajar siswa. Guru bertindak sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing dalam proses pembelajaran. Guru memberikan berbagai strategi seperti penggunaan media pembelajaran yang menarik, pendekatan pembelajaran yang bervariasi, serta pemberian motivasi dan penghargaan untuk mendorong siswa lebih aktif dalam belajar
Pengaruh Media Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV A di SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh Kabupaten Solok Selatan Ramadhea Fanida Sukma; Esa Yulimarta; Fitriani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video pembelajaran terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas IV SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh, Kabupaten Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian terdiri atas seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 87 siswa, dengan sampel sebanyak 50 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t (Independent Sample Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil posttest kelas eksperimen sebesar 82,76 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 70,20. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video pembelajaran berpengaruh positif terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas IV di SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh.
Penciptaan Tari Baputa Mangko Ka Tagak: Representasi Nilai Permainan Gasiang Minangkabau Fitriani Fitriani
INVENSI Vol 11, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v11i1.19184

Abstract

Penelitian ini bertujuan menciptakan karya tari Baputa Mangko Ka Tagak yang terinspirasi dari permainan tradisional Minangkabau, gasiang (gasing), sebagai representasi nilai kebersamaan, kekuatan, dan keseimbangan. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan kajian yang masih menempatkan permainan tradisional sebatas objek etnografis dan belum banyak dieksplorasi sebagai basis metodologis dalam kerangka practice-based research. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian penciptaan (practice as research) melalui tahapan eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Data diperoleh melalui observasi permainan gasiang, wawancara dengan pelaku tradisi, dokumentasi, serta refleksi praktik koreografis. Analisis dilakukan secara tematik dan estetis untuk mengidentifikasi transformasi nilai budaya ke dalam struktur gerak dan dramaturgi. Hasil menunjukkan bahwa simbolisme gerak putaran, penggunaan kain panjang sebagai representasi tali, serta konfigurasi kelompok penari secara efektif merepresentasikan nilai kebersamaan, kekuatan, dan keseimbangan. Penelitian ini berkontribusi secara metodologis dalam penguatan praktik penelitian penciptaan tari berbasis tradisi serta secara kultural dalam revitalisasi permainan tradisional Minangkabau melalui medium pertunjukan. Creation of the Baputa Mangko Ka Tagak Dance: Representation of the Values of the Gasiang Minangkabau Game ABSTRACT This study aims to create a dance work entitled Baputa Mangko Ka Tagak, inspired by the Minangkabau traditional game gasiang (spinning top), representing the values of togetherness, strength, and balance. The research addresses the gap in previous studies that mainly positioned traditional games as ethnographic objects rather than as methodological foundations within a practice-based research framework. Employing practice-as-research methodology, the study involved stages of exploration, improvisation, and composition. Data was collected through observation, interviews with tradition bearers, documentation, and choreographic reflective practice. The analysis was conducted thematically and aesthetically to examine the transformation of cultural values into movement structures and dramaturgy. The findings indicate that circular movement symbolism, the use of a long cloth as a rope representation, and group formations effectively embody the values of togetherness, strength, and balance. This study contributes methodologically to dance creation research grounded in tradition and culturally to the revitalization of Minangkabau traditional games within contemporary performance practice.
Peran Mahasiswa dalam Mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SD Negeri 02 Sikumbang Nike Helpi; Fitriani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): JPMWI-JULI
Publisher : LPPM Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpmwi.v1i4.130

Abstract

Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan salah satu upaya strategis dalam mempersiapkan mahasiswa calon guru untuk terjun langsung ke dunia pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri 02 Sikumbang melalui kegiatan PLP. Metode yang digunakan adalah deskriptif di mana mahasiswa berkolaborasi dengan guru dalam proses pembelajaran, pengembangan media ajar, serta penguatan nilai-nilai karakter peserta didik. Melalui keterlibatan aktif, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman nyata mengenai praktik pembelajaran, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Hasil pelaksanaan PLP menunjukkan bahwa mahasiswa berperan sebagai agen pembaharuan yang mampu mendukung guru dalam meningkatkan motivasi belajar, menciptakan inovasi media pembelajaran, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan sekolah. Dengan demikian, program PLP memberikan manfaat ganda, baik bagi mahasiswa sebagai calon pendidik maupun bagi sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Penerapan Metode One Step Each (OSE) untuk Merangsang Kemampuan Kognitif dan Kreativitas Belajar melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Riza Eka Putri; Fitriani; Afrimon; Dwi Sefti Hendro; Isma Sukni Lastri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JPMWI-JANUARI
Publisher : LPPM Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpmwi.v2i1.157

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengenalkan Metode One Step Each (OSE), yangmerupakan pendekatan pembelajaran bertahap yang menekankan aktivitas sederhana, berurutan, danmenyenangkan sesuai dengan karakteristik siswa Sekolah Dasar, untuk merangsang kemampuan kognitifdan kreativitas siswa dalam belajar. Kegiatan ini dilaksanakan di UPT SD Negeri 11 Bancah Kec. KPGDKabupaten Solok Selatan atas permintaan sekolah yang mengeluhkan bahwa masih ada siswa yang belumlancar membaca. Karena di Sekolah ini juga sudah di ajarkan Bahasa Inggris, maka sekaligus meminta agardiberikan pelatihan untuk pembelajaran Bahasa Inggris. Pelatihan melibatkan guru-guru mengenaipelaksanaan pembelajaran membaca dan Bahasa Inggris yang dipadukan dalam kegiatan ekstrakurikuler.Pelaksanaan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang diwujudkan melalui aktivitasmembaca bertahap, permainan bahasa, latihan kosakata, serta praktik komunikasi sederhana. Hasil simulasikegiatan melalui guru-guru yang berperan sebagai siswa menunjukkan bahwa penerapan Metode OSEmampu merangsang kemampuan kognitif dan kreativitas siswa dalam belajar. Guru-guru bisa merasakansiswa mereka nantinya akan menjadi lebih aktif, percaya diri, dan antusias dalam mengikuti kegiatanpembelajaran. Dengan demikian, penerapan Metode OSE dapat menjadi solusi alternatif yang efektif dalamkegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di SekolahDasar.
Peningkatan Kepedulian Sosial dan Pendampingan Anak Disabilitas Kurang Mampu di Nagari Padang Gantiang dan Padang Limau Sundai Kecamatan Sangir Jujuan Eva Suryani; Desri Yet Nofita; Fitri; Fitriani; Siska Widyawati; Sastria Nofrita; Tri Yanti; Mandra Adrika Putra; isyuliardi; O.P. Bismark
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JPMWI-JANUARI
Publisher : LPPM Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpmwi.v2i1.181

Abstract

Anak penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam akses pendidikan, pendampingan sosial, dan pemenuhan kebutuhan dasar. Kondisi ini juga terjadi di Nagari Padang Gantiang dan Nagari Padang Limau Sundai, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan, yang dipengaruhi oleh keterbatasan ekonomi keluarga, rendahnya pemahaman masyarakat, serta minimnya kegiatan sosial yang berfokus pada anak disabilitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial masyarakat, memberikan pendampingan sosial dan edukatif, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar anak disabilitas kurang mampu. Metode pelaksanaan meliputi pendataan anak disabilitas, pemberian bantuan sosial, edukasi dan pendampingan kepada orang tua, serta kegiatan motivasi bagi anak disabilitas. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2026 dengan melibatkan perangkat nagari, masyarakat, orang tua, dan anak disabilitas sebagai sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepedulian sosial masyarakat serta meningkatnya pemahaman orang tua dalam pola asuh dan pengembangan potensi anak disabilitas. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan dan kepercayaan diri anak disabilitas. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan peduli terhadap anak disabilitas kurang mampu, serta berpotensi menjadi model bagi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat serupa di masa mendatang.
Pendampingan Kegiatan Pemanfaatan Kawat Bulu dalam Mengembangkan Motorik Halus dan Kreativitas Murid Kelas IV UPT SDN 21 MPL Batang Pagu Untari Okta Novia; Fitriani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JPMWI-APRIL
Publisher : LPPM Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpmwi.v2i3.233

Abstract

Kegiatan pendampingan pemanfaatan kawat bulu dilaksanakan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus dan kreativitas murid kelas IV UPT SDN 21 MPL Batang Pagu. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh perlunya pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada murid untuk berlatih menggunakan keterampilan tangan sekaligus mengekspresikan ide dan imajinasi melalui kegiatan berkarya. Metode yang digunakan adalah praktik langsung pembuatan bunga dari kawat bulu dengan tahapan pengenalan alat dan bahan, demonstrasi pembuatan, pendampingan selama proses berkarya, observasi, dan evaluasi hasil karya. Selama kegiatan berlangsung, murid secara aktif melakukan aktivitas menekuk, melilit, membentuk, dan merangkai kawat bulu menjadi berbagai bentuk bunga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan kawat bulu mampu meningkatkan keterampilan motorik halus murid yang terlihat dari kemampuan koordinasi mata dan tangan, ketelitian, serta kelenturan jari dalam membuat karya. Selain itu, kreativitas murid juga berkembang melalui kemampuan mengombinasikan warna, menciptakan desain yang beragam, dan menuangkan ide sesuai imajinasi masing-masing. Dengan demikian, pemanfaatan kawat bulu dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus dan kreativitas murid Sekolah Dasar.
Pembinaan Pentas Seni Berbasis Kolaborasi untuk Meningkatkan Kreativitas dan Karakter Mahasiswa PGSD STKIP Widyaswara Indonesia Fitriani Fitriani; Rezi Susanto; Rina Efriyani; Dea Juwita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1456

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membina dan mengembangkan kreativitas seni mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Widyaswara Indonesia melalui kegiatan pentas seni kolaboratif. Permasalahan yang dihadapi mahasiswa meliputi belum tersedianya wadah pembinaan seni yang terstruktur, minimnya ruang ekspresi bakat seni mahasiswa, serta belum optimalnya dokumentasi karya seni mahasiswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelatihan, pementasan, hingga evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan dengan melibatkan 53 mahasiswa PGSD STKIP Widyaswara Indonesia. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan seni, terbentuknya wadah pembinaan seni mahasiswa yang aktif dan berkelanjutan, serta terselenggaranya pentas seni kolaboratif yang menampilkan tari, musik, vokal, dan teater. Program ini berdampak positif terhadap rasa percaya diri, tanggung jawab, disiplin, dan kemampuan bekerja sama mahasiswa. Dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto dan video menjadi luaran tambahan yang dapat dimanfaatkan sebagai media publikasi institusi dan portofolio mahasiswa.
Dari Kata Menjadi Karya (Dance and Speak) : Integrasi Seni Tari dan Bahasa Inggris untuk Pembelajaran Komunikatif di Sekolah Dasar Riza Eka Putri; Fitriani; Vina Nofita; Tasya Yulia Riska; Sri Fatiah Indah Mahyuni
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): GJPM - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i2.2215

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris sejak usia dini menjadi salah satu kompetensi penting dalam menghadapi perkembangan global. Namun, pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar masih sering didominasi metode hafalan sehingga kurang menarik dan belum mampu meningkatkan keberanian siswa untuk berkomunikasi. Di sisi lain, anak usia sekolah dasar memiliki karakteristik belajar yang lebih efektif melalui aktivitas bermain, bergerak, dan berekspresi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengusung program “Dance and Speak melalui Integrasi Seni Tari dan Bahasa Inggris untuk Pembelajaran Komunikatif Siswa Sekolah Dasar” sebagai inovasi pembelajaran berbasis seni. Program ini bertujuan meningkatkan penguasaan kosakata dasar, kemampuan memahami instruksi sederhana, pelafalan bahasa Inggris, serta kemampuan mengekspresikan makna melalui gerakan tari kreatif. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Total Physical Response (TPR), dan pembelajaran kolaboratif yang mengintegrasikan pengenalan kosakata, latihan pelafalan, permainan edukatif, serta koreografi sederhana yang melibatkan seluruh peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta, penilaian kemampuan pengucapan kosakata, ketepatan merespons instruksi, serta penampilan tari edukatif pada akhir pelatihan. Hasil kegiatan ini dapat memberikan solusi dalam meningkatkan motivasi belajar, kepercayaan diri, kemampuan komunikasi dasar bahasa Inggris, serta menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.