Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

STUDI LABORATORIUM PEMILIHAN ADDITIF PENSTABIL SHALE DI DALAM SISTEM LUMPUR KCL-POLIMER PADA TEMPERATUR TINGGI Zakky Zakky; Bayu Satyawira; Samsol Samsol
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics Vol 3, No 1 (2018): JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING AND MECHATRONICS
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.663 KB) | DOI: 10.33021/jmem.v3i1.544

Abstract

Mud is one of the things that is very supportive in drilling operations, the design of the mud can affect the effectiveness of drilling work, the costs to be incurred, up to when the well is in production. Of course what is expected from a mud usage is low expenditure and drilling with optimal results. Drilling mud plays a very important role in a drilling operation. Drilling that can run quickly, safely and economically is greatly influenced by the conditions and sludge system used. The condition referred to here is how the properties or rheology of the mud. Whereas the mud system referred to here is a certain type of mud that must be used with regard to the state of the formation and borehole. Muddy KCl-POLYMER is a non-dispersed mud, where the hydration and dispersion process of the shale formation drilled must be maintained or maintained as much as possible. There are several ways to achieve this, the most common of which is to limit the amount of water that reacts with the shale, by covering the cutting produced by the shale with the polymer as soon as possible to prevent further reactions with water. In this study, we will analyze the use and physical properties of drilling mud using KCl-Polymer sludge which is carried out in the Trisakti University Laboratory of Petroleum Drilling and Production.
EVALUASI FORMASI SUMURGJN UNTUK PENENTUAN CADANGAN GAS AWAL (OGIP) PADA LAPANGAN “X” Muhammad Fahdie; Asri Nugrahanti; Samsol .
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2015 Buku II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.150

Abstract

Evaluasi Formasi merupakan suatu metode untuk menganalisa sifat fisik dan juga kimia suatuformasi batuan serta fluida yang terkandung pada formasi tersebut sehingga dapat diketahuilapisan mana saja yang dapat menjadi reservoir minyak dan gas dari suatu sumur. Denganmengevaluasi suatu formasi dapat diketahui beberapa sifat fisik serta kimia suatu formasi sehinggaparameter-parameter tersebut dapat digunakan untuk perhitungan cadangan awal suatu lapanganmigas. Parameter tersebut kemudian dimasukkan ke rumus volume trik cadangan gas awal(OGIP). Didapat porositas rata-rata pada lapangan ini adalah 28.28%, satu rasi air sebesar 49.93%dan net pay setebal 41.3m. Setelah dihitung dengan metode volumetrik didapat hasil cadangangas awal (OGIP) lapangan “X” ini adalah sebesar 37.06 BSCF.
STUDI LABORATORIUM PEMILIHAN ADDITIF PENSTABIL SHALE DI DALAM SISTEM LUMPUR KCL-POLIMER PADA TEMPERATUR TINGGI Zakky .; Bayu Satyawira; Samsol .
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2015 Buku II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.191

Abstract

Lumpur merupakan salah satu hal yang sangat menunjang di dalam operasi pemboran, desainlumpur tersebut dapat mempengaruhi efektifitas kerja pemboran, biaya yang akan dikeluarkan,sampai kepada saat sumur itu telah berproduksi. Tentu yang diharapkan dari suatu penggunaanlumpur adalah pengeluaran yang rendah dan melakukan pemboran dengan hasil yang optimal.Lumpur pemboran memegang peranan yang sangat penting di dalam suatu operasi pemboran.Pemboran yang dapat berjalan dengan cepat, aman, dan ekonomis, sangat dipengaruhi olehkondisi dan sistem lumpur yang digunakan. Kondisi yang dimaksud disini adalah bagaimana sifatsifatatau rheologi dari lumpur tersebut. Sedangkan sistem lumpur yang dimaksud disini adalahlumpur jenis tertentu yang harus digunakan dengan memperhatikan keadaan formasi dan lubangbor.Lumpur KCl-POLIMER merupakan lumpur non disperse, dimana proses hidrasi dan dispersidari formasi shale yang dibor harus dijaga atau dipertahankan semaksimal mungkin. Ada beberapacara untuk mencapai hal ini, yang paling umum adalah dengan cara membatasi jumlah air yangbereaksi dengan shale, dengan cara menyelimuti cutting yang dihasilkan oleh shale denganpolimer sesegera mungkin untuk mencegah reaksi lebih lanjut dengan air. Pada penelitian ini akanmenganalisa penggunaan serta sifat - sifat fisik lumpur pemboran menggunakan lumpur KCl-Polimer yang dilakukan di Laboratorium Pemboran dan Produksi Teknik Perminyakan UniversitasTrisakti.
PERENCANAAN PROGRAM HIDROLIKA PADA SUMUR EKSPLORASI F DI LAPANGAN M Firman Nashir Ahmad; Abdul Hamid; Samsol .
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2015 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.260

Abstract

Salah satu tantangan dalam pemboran deepwater biaya sewa rig yang sangat tinggi,sehingga kegiatan pemboran diperlukan secepat mungkin untuk menghemat biaya. Sumureksplorasi F merupakan sumur yang terletak di Lapangan M dengan target kedalaman 14,030 ftpada struktur Ngimbang Karbonat. Dari studi G&G dan berdasarkan sumur offset dapat diketahuibahwa lapisan yang akan ditembus adalah Lidah Shale hingga kedalaman 4,650 ft, kemudianPaciran hingga kedalaman 5,660 ft, lalu Cepu Shale hingga kedalaman 10,030 ft, dan yangterakhir adalah Ngimbang Karbonat hingga kedalaman 14,030 ft. Terlihat bahwa ada banyakkemungkinan masalah terkait hole cleaning dikarenakan lapisan shale yang panjang danditambah dengan masalah mud window yang tipis. Untuk mengatasi masalah hole cleaning danmud window yang tipis, pada trayek 26” dilakukan pemompaan 2200 GPM dengan konsentrasicutting yang dijaga sebesar 10% dan ROP yang mampu dicapai adalah 291 fph. Kemudian padatrayek 17-½” dilakukan pemompaan 1600 GPM dengan konsentrasi cutting yang dijaga sebesar3% dan ROP yang mampu dicapai adalah 170 fph. Lalu pada trayek 14-¾” dilakukan pemompaan1300 GPM dengan konsentrasi cutting yang dijaga sebesar 3% dan ROP yang dapat dicapaisebesar 208 fph. Selanjutnya adalah pada trayek 12-¼” dilakukan pemompaan 1200 GPM dengankonsentrasi cutting yang dijaga sebesar 3% dan ROP yang mampu dicapai sebesar 306 fph. Lalupada trayek 10-7/8” dilakukan pemompaan sebesar 832 GPM dengan konsentrasi cutting yangdijaga sebesar 3% dan ROP yang dapat dicapai sebesar 285 fph. Dan trayek yang tera khiradalah 8-½” dimana dilakukan pemompaan sebesar 768GPM dimana dijaga agar konsentrasicutting sebesar 3% dengan ROP yang mampu dicapai adalah 433 fph. Penentuan lajupemompaan pada masing-masing trayek dilakukan berdasarkan beberapa parameter yangmenjadi acuan laju pemompaan maksimum diantaranya adalah flow regime di annulus, ECD danspesifikasi peralatan bawah permukaan khususnya BHA.
APLIKASI INFLOW CONTROL DEVICES (ICD) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI SUMUR MINYAK PADA LAPANGAN SLV MENGGUNAKAN SIMULASI RESERVOIR Selvi Afriyani; R.S. Trijana Kartoatmo; Samsol Samsol
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2017 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.2120

Abstract

Selama beberapa tahun terakhir ICD telah banyak digunakan pada sumurpengembangan minyak. ICD telah terbukti menjadi solusi penyelesaian sumur yangsederhana dan dapat dioperasionalkan dengan mudah. Manfaat utama pemasangan ICDadalah peningkatan produksi minyak, berkurangnya produksi air dan terciptanya distribusiinflow secara merata dari seluruh bagian reservoir. Manfaat lainnya adalah cleanup yanglebih baik, mengurangi kecepatan aliran annular sehingga mengurangi risiko terjadinyaerosi pada screen. Obyek diskusi dari paper ini adalah melakukan penerapan Nozzle ICDpada SLV Field Development, dan menentukan konfigurasi Nozzle ICD yang optimumpada simulasi reservoir (simulator: Petrel-RE dan Eclipse) serta menganalisa dampak daripenerapan tersebut. Lima sumur produksi minyak telah dipilih untuk studi ini; SCA-1,SCA-2, SCA-4, SCA-5, dan SCA-7. Sensitivitas ukuran dan jumlah Nozzle ICD telahdilakukan untuk mengoptimalkan konfigurasi ICD. Konfigurasi ukuran dan jumlah NozzleICD telah diajukan berdasarkan hasil optimasi. Peranan ICD dalam menciptakan distribusialiran yang merata terbukti dengan meningkatnya kumulatif produksi minyak padaLapangan SLV. Kumulatif produksi minyak 5 sumur pada lapangan SLV tanpamenggunakan ICD adalah 6.548 MMSTB. Dari hasil simulasi penerapan Nozzle ICDkumulatif produksi minyak bertambah menjadi 6.897 MMSTB. Selain itu penerapanNozzle ICD ini menurunkan laju produksi air sebesar 9128.790 bbl/d atau 23.688% daribase case tanpa ICD.
SKENARIO OPTIMASI RATE INJEKSI WATERFLOOD DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR CMG PADA LAPANGAN N Nuki Pratiwi Gunawan; Sugiatmo Kasmungin; Samsol Samsol
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3474

Abstract

Lapangan N merupakan lapangan tua yang telah berproduksi sejak tahun 1977. Lapangan ini terletak ± 95 km di sebelah Barat Laut kota Medan dan ± 12 km di sebelah Timur Laut kota Pangkalan Susu terdiri dari 2 blok yang terpisahkan oleh patahan yaitu blok PG1 dan blok PG2. Luas Lapangan N kurang ±6.87 km2. Nilai original oil in place (OOIP) untuk blok ini sebesar 23.72 MMSTB telah memperoleh Recovery Factor sebesar 22%. Dikarenakan produksinya yang terus menurun, maka pada tahun 2012 telah dilakukan kegiatan waterflooding pada kedua blok di Lapangan N yang menyebabkan adanya peningkatan produksi dan kegiatan ini masih dilakukan hingga saat ini. Ke depannya, dilakukan beberapa perencanaan skenario dengan dilakukannya pengoptimasian rate injeksi air pada Lapangan N guna memperoleh produksi minyak yang lebih optimal. Proses simulasi reservoir secara umum adalah dimulai dengan persiapan data, inisialisasi, history matching, menjalankan prediksi skenario pengembangan lapangan, dan terakhir yang terakhir adalah evaluasi. Skenario I (Sensitivitas Rate Injeksi 50 bwipd) menghasilkan kumulatif produksi minyak sebesar  8.62 MMSTB dengan recovery factor sebesar 36.34%. Skenario II (Sensitivitas Rate Injeksi 100 bwipd) menghasilkan kumulatif produksi minyak sebesar  8.69 MMSTB dengan recovery factor sebesar 36.64%. Skenario III dan Skenari IV (Sensitivitas Rate Injeksi 200 bwipd dan 300 bwipd) menghasilkan kumulati produksi minyak berturut – turut sebesar 8.48 MMSTB dan 8.08 MMSTB dengan nilai recovery factor  secara berturut – turut sebesar 35.75% dan 34.06%. Dengan mempertimbangkan hasil perolehan minyak yang paling tinggi, maka penulis mengajukan skenario II sebagai skenario terbaik.
METODE NORMATIVE SURVEY DALAM ANALISA DAMPAK PENERAPAN KEGIATAN MBKM Suryo Prakoso; Shabrina Sri Riswati; Muhammad Burhannudinnur; Sigit Rahmawan; Pantjanita Novi Hartami; Samsol Samsol; Mixsindo Korra Herdyanti; Cahaya Rosyidan; Onnie Ridaliani Prapansya; Havidh Pramadika; Ririn Yulianti
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 12, No 1 (2022): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v12i1.32895

Abstract

The Independent Campus Learning Program (MBKM) is a government program in an effort to provide opportunities for students from both public and private universities to study outside their study program. The opportunity is also wide open for students. This research is an analytical study of the implementation of MBKM competition activities in the Petroleum Engineering Study Program, FTKE Trisakti University. This study is supported by data obtained from the descriptive survey method (Normative Survey Method) of the entire academic community which includes the heads of the Faculties and Study Programs, lecturers, education staff and students as respondents. This study is intended to evaluate the impact of MBKM-based learning on lecturers and students, the availability and implementation of MBKM-based curriculum in Petroleum Engineering Study Program, Trisakti University and the level of satisfaction of lecturers, students and stakeholders on the availability of facilities and infrastructure to support the implementation of MBKM. The survey results show that MBKM activities have had a positive impact. Some of the challenges faced, among others, were the difficulty in getting partners to provide internship programs, technical constraints due to the pandemic, and program socialization that had not yet touched the entire academic community. More intensive efforts from Faculties and Study Programs to build cooperation with partners and update socialization methods are expected to improve the implementation of MBKM.
PELATIHAN PERAKITAN PANEL SURYA SEBAGAI ENERGI BARU TERBARUKAN SKALA RUMAH TANGGA BAGI WARGA KELURAHAN LAGOAN, JAKARTA UTARA Sigit Rahmawan; Havidh Pramadika; Samsol; Mixsindo Korra Herdyanti; Hayafa Fakhriyatul Ummah
Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.572 KB) | DOI: 10.25105/akal.v3i2.13832

Abstract

Pasokan energi menjadi salah satu landasan ketahan suatu negara untuk dapat melangsungkan kedaulatan negara. Kebutuhan energi di Indonesia masih didominasi oleh sumber energi yang berasal dari bahan dasar fosil, baik itu minyak bumi, gas bumi, maupun batu bara. Konsumsi energi di Indonesia semakin meningkat seiring dengan bertambahnya waktu, peningkatan kebutuhan terhadap pasokan energi baik pada sektor usaha maupun sektor rumah tangga sekalipun. Perbandingan konsumsi terhadap pasokan energi yang di dominasi oleh sumber energi fosil masih mengalamai defisit, dimana konsumsi energi masih lebih besar dibandingkan dengan pasokan energi dalam negeri sehingga perlu dilakukan impor sumber daya fosil dari negara lain. Mengantisipasi hal tersebut perlu dilakukan upaya dalam menghadapi devisit yang ada, dengan mendorong masyarakat untuk sadar dan mandiri dalam menciptakan sumber energi dengan menggunakan sumber daya alam yang ada di sekitar masyarakat dan mengubahnya menjadi energi baru terbarukan. Pelatihan perakitan panel surya sebagai energi baru dan terbarukan yang dilakukan pada daerah RT 016 RW 003 Lagoan menadapatkan respon positif dari warga. Antusiasme warga dalam mengetahui kebutuhan energi dan kemendarian energi sangatlah besar dan bagus hingga kebanyakan warga meminta untuk dapat melanjutkan pelatihan lainnya untuk membuat energi baru terbarukan.
ANALISIS DATA LOG UNTUK PERHITUNGAN VOLUME GAS AWAL DI TEMPAT DENGAN METODA VOLUMETRIK Onnie Ridaliani; samsol trisakti
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 4 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v4i4.286

Abstract

Perhitungan Initial Gas In Place (IGIP) pada Lapangan KIM menjadi langkah awal pengembangan sumur gas. Untuk mendapatkan nilai setiap parameter perlu dilakukan interpretasi secara kualitatif maupun kuantitatif. Interpretasi data secara kualitatif meliputiquick look pada kurva log. Sedangkan interpretasi data secara kuantitatif adalah melakukan perhitungan berdasarkan data geologi, petrofisik, dan reservoir dengan menggunakan rumus-rumus tertentu. Dalam pengerjaannya, softwarePetrel dan Interactive Petrophysics digunakan untuk membantu analisis setiap parameter.Lapangan KIM memiliki dua lapisan yang berpotensi mengandung gas yaitu b2-340 dan K-670.Jenis lithologi pada lapangan ini didominasi oleh sandstone. Volume gas awal di tempat atau Initial Gas In Place (IGIP) pada lapisan b2-340 dan K-670 adalah sebesar 4.63 bscf dan 13.01 bscf. Sehingga volume gas awal di tempatatau Initial Gas In Place (IGIP) pada kedua lapisan di lapangan KIM adalah sebesar 17.63 bscf.
STUDI LABORATORIUM PENGARUH PENAMBAHAN CEMENT DISPERSANT (CFR-2) TERHADAP THICKENING TIME DAN COMPRESSIVE STRENGTH PADA SEMEN PEMBORAN KELAS E DAN KELAS G Abdul Hamid; samsol trisakti
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 4 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v4i4.289

Abstract

Operasi penyemenan merupakan salah satu bagian dari pekerjaan operasipemboran. Operasi penyemenan cukup penting dilakukan agar tidak terjadimasalah-masalah pada operasi pemboran. Maka dari itu, untuk menghindarimasalah pada pemboran, perlu dilakukan pengujian atau percobaan dilaboratorium sebelum melakukan operasi penyemenan di lapangan. Hal iniberfungsi untuk mendapatkan formulasi komposisi yang optimum, sehingga dapatberfungsi dengan baik ketika pelaksanaan di lapangan.Pada percobaan ini akan diamati bagaimana pengaruh penambahan additifcement dispersant terhadap sifat fisik semen pemboran, yaitu waktu pengerasan(Thickening Time) dan kuat tekan (Compressive Strength) pada semen kelas E dankelas G, sehingga akan diperoleh gambaran seberapa besar komposisi cementdispersant yang optimal yang harus ditambahkan pada semen pemboran. Additifcement dispersant yang digunakan adalah CFR-2, yang berasal dari HalliburtonOilfield Service Company.Dari beberapa kali percobaan thickening time, terlihat bahwa nilai titikminimum dan maksimum semen kelas kelas G lebih besar daripada semen kelasE, yaitu pada titik minimum mencapai 65 mm/menit dengan penambahankonsentrasi CFR-2 sebesar 2%, sementara pada titik maksimum mencapai 150mm/menit dengan penambahan konsentrasi CFR-2 sebesar 4,5%. Hal inidikarenakan, additif CFR-2 memang lebih cocok untuk sumur-sumur yangdangkal, yang hanya memerlukan thickening time yang tidak lama.Sementara untuk percobaan compressive strength, didapat bahwa nilaicompressive strength Semen Kelas E lebih besar daripada Semen Kelas G. Hal inidikarenakan, Semen Kelas E memang didesain untuk kondisi sumur yang dalam,mempunyai tekanan dan temperatur yang tinggi, dan berada di kedalaman 10000hingga 14000 ft. Berbeda dengan Semen Kelas G yang hanya semen dasar saja,yang digunakan hanya untuk kedalaman 0 (permukaan) hingga 8000 ft saja. Nilaicompressive strength Semen Kelas E mencapai 4225 psi, pada suhu 80ºC,sementara untuk Semen Kelas G hanya 3850 psi, pada suhu 27ºC, walaupunkeduanya sama-sama dilakukan penambahan additif CFR-2 sebanyak 2%.
Co-Authors Abdul Hamid ABDUL HAMID Abhikama Pradipta Andry Prima Apriandi Rizkina Arinda Ristawati Asri Nugrahanti Bayu Satiyawira Bayu Satyawira Bayu Satyawira Cahaya Rosyidan Christoper, Levi Martin Denny Aditya Rachman Ferryan Fernando Ferryan Fernando Firman Nashir Ahmad Hari Oetomo Harin Widiyatni Harin Widyatni Havidh Pramadika Hayafa Fakhriyatul Ummah Heru P Sanusi Husla, Ridha Imam Setiaji Ronoatmojo Jonathan Jonathan Koesmawardani, Wildan Tri Kris Pudyastuti Lestari Lestari Lestari Said Levi Martin Christoper Simanjuntak Lilian Anggela M. Taufiq Fathaddin Maman Djumantara Mardiana, Dwi Atty MG Sri Wahyuni Mixsindo Korra Herdyanti Muhammad Burhannudinnur Muhammad Fahdie Muhammad Ibnu Muhammad Taufiq Fathaddin, Muhammad Taufiq Mulia Ginting Mulia Ginting, Mulia Nandito Davy Nandito Davy Nicko Matthe Lie Nuki Pratiwi Gunawan Onnie Ridaliani Onnie Ridaliani Ridaliani Onnie Ridaliani, Onnie Pai, Evangelika Rahel Pantjanita Novi Hartami Pauhesti Pauhesti Prayang Sunny Yulia puri wijayanti Puri Wijayanti Puri Wijayanti, Puri Putra, Christopher Abiel Pangestu R.S. Trijana Kartoatmo Rakha Handika Putra Rantan Rantan Ratnayu Sitaresmi Renanda, Raka Ilham Ridha Husla Rini Setiati Ririn Yulianti Rizka Nada Setyani Rizkina, Apriandi Ryan_Fernando Ryan Samura, Lisa Selvi Afriyani Shabrina Sri Riswati Sigit Rahmawan Sisworini Sisworini Stiven Julian Sugiatmo Kasmungin Suryo Prakoso, Suryo Tia Agusta Widia Yanti Widia Yanti Widia Yanti Widia Yanti, Widia Yoga Pratama, Aditya Yulia, Prayang Sunny Yusuf Dzaru Bawono Zakky . Zakky Zakky Ziad Ziad