Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

STUDI ANALISIS PENGARUH KULIT NANAS SEBAGAI ADITIF DALAM SURFAKTAN AOS TERHADAP PENINGKATAN RECOVERY FACTOR DENGAN METODE COREFLOOD Ryan_Fernando Ryan; Samsol; Shabrina Sri Riswati
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 11 No. 2 (2022): JUNI
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.832 KB) | DOI: 10.25105/petro.v11i2.13531

Abstract

Dalam Industri Perminyakan, salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan produksi minyak pada suatu sumur tua, dikembangkanlah metode Enhanced Oil Recovery (EOR). Pada penelitian kali ini, metode EOR yang digunakan adalah injeksi kimia yang berupa injeksi surfaktan. Metodologi yang digunakan pada penelitian kali ini adalah studi laboratorium, yang dimana larutan brine dan larutan surfaktan AOS sebagai larutan, beserta dengan berbagai macam salinitas, 4.000 ppm dan 11.000 ppm beserta konsentrasi surfaktan sebesar 0.1% dan 0.6%. Kemudian dari larutan dan brine tersebut ditambahkan dengan aditif kulit nanas sebesar 0,5 gram. Dimana larutan surfaktan AOS beserta aditif kulit nanas akan dihitung sifat fisiknya seperti densitas, viskositas, dan IFT pada suhu 30oC dan 60­oC. Nilai yang akan digunakan pada penelitian kali ini adalah nilai yang paling rendah berdasarkan nilai IFT pada larutan brine 11.000ppm sebesar 21 dyne/cm, dan Salinitas 11,000 ppm beserta konsentrasi 0.6% sebesar 16,2 dyne/cm, dan pada larutan yang ditambahkan aditif sebesar pada 11.000ppm dan konsentrasi sebesar 0.6% didapatkan nilai hasil sebesar 13,6 dyne/cm. Didapatkan nilai injeksi RF pada brine 11.000 ppm sebesar 26,6%, pada nilai salinitas 11,000 ppm dengan konsentrasi 0.6 % sebesar 35.29% dan pada nilai yang ditambahkan dengan aditif kulit nanas beserta surfaktan didapatkan nilai sebesar 44.44%.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI BAHAN BAKAR DI PANDEGLANG, BANTEN Samsol Samsol; Sigit Rahmawan; Apriandi Rizkina; Ridha Husla; Havidh Pramadika
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 1 No 1 (2019): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.173 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v1i1.5319

Abstract

Volume limbah plastik yang semakin banyak, serta semakin mahal dan langkanya bahan bakar rumah tangga menjadi tantangan peneliti dalam mencari energi baru dan terbarukan sekaligus memanfaatkan barang – barang yang dianggap limbah menjadi barang yang bisa memiliki pengganti energi alternatif, sehingga dapat membantu masyarakat dalam mengoptimalkan ekonomi keluarga. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan limbah plastik yang tidak dimanfaatkan untuk menjadi bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan bakar di rumah tangga. Sehingga dapat membantu masyarakat dalam pengeluaran pembeliaan gas maupun minyak tanah sebagai bahan bakar dalam memasak maupun bahan bakar kendaraan.
COMMUNITY AWARENESS DURING THE PANDEMIC OF COVID-19: PLASTIC WASTE AS AN ALTERNATIVE ENERGY Andry Prima; Samsol; Abdul Hamid; Imam Setiaji Ronoatmojo; Heru P Sanusi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.334 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v4i1.9767

Abstract

The increasingly hoarding volume of plastic waste has attracted numerous researchers to conduct studies in finding the blessing in disguise behind such unpleasant conditions. On the other hand, plastic is one of the end product derived from the refining process of crude or known as petroleum. Thus, the silver lining then can explain the connection between plastic waste and the possibility to use it as alternative energy. By utilizing plastic waste as alternative energy that can substitute the use of conventional fuel, the stage in which people will have a more economical source of energy. As such conditions are established, the economy at the micro or household level will significantly improve. This particular community service reached out to residents of relatively small neighboring houses in Kebun Jeruk Area, Jakarta, Indonesia. During the service, the activity was aimed to provide counseling and training for the community to empower the community on how to make use of plastic waste and process it into an alternative fuel. In the end, such alternative energy should help reduce dependency on the conventional fuel consumed regularly by the household.
PELATIHAN PENGOLAHAN SEDERHANA LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK DI DESA PETIR, SERANG – BANTEN Samsol Samsol; Rini Setiati; Puri Wijayanti; Mulia Ginting
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 3 No 2 (2021): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.812 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v3i2.10382

Abstract

Energi selalu dibutuhkan oleh umat manusia. Tanpa energi keberlangsungan hidup tidak akan berjalan mengingat semakin hari kebutuhan akan energi semakin meningkat. Energi tidak dapat diciptakan, oleh karena itu energi yang ada harus dimanfaatkan dan digunakan sehemat mungkin. Selain permasalahan kelangkaan bahan bakar yang berasal dari fossil (BBM dan gas), di Indonesia juga sedang mengalami permasalahan sampah. Adanya penumpukan sampah plastik dan permasalahan dalam pengolahannya, menyebabkan timbulnya polusi dan pencemaran sampai munculnya berbagai penyakit yang berasal dari sampah. Tujuan dari PKM ini adalah untuk membantu mengurangi permasalahan sampah dengan pemanfaatan sampah plastik menjadi salah satu sumber energi alternatif sebagai bahan bakar. Metode yang digunakan adalah percontohan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Limbah plastik yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menimbulkan permasalahan pada lingkungan. Limbah plastik yang diolah menjadi bahan bakar alternatif ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bakar pada motor mereka sehingga menghemat pembelian bensin. Jika dibina dengan baik, bahan bakar alternatif dari limbah plastik ini dapat dijual sehingga menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pembinaan masyarakat usia produkstif agar dapat beraktivitas yang positif dan memberikan penghasilan tambahan. Dengan mensosialisasikan pengetahuan dan teknologi dalam pemanfaatan limbah plastik maka masyarakat desa Petir, Serang dapat memperoleh bahan bakar yang dapat langsung digunakan untuk motor mereka sehingga menghemat pembelian bensin sekaligus dapat menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat setempat.
Laboratory Study of the Effect of Salinity on the Demulsification Process in High Temperature Crude Oil Denny Aditya Rachman; Havidh Pramadika; Samsol Samsol
Journal of Earth Energy Science, Engineering, and Technology Vol. 3 No. 2 (2020): JEESET VOL. 3 NO. 2 2020
Publisher : Penerbitan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.957 KB) | DOI: 10.25105/jeeset.v3i2.7602

Abstract

In the process of drilling and servicing oil wells, KCl and NaCl used to provide hydrostatic pressure into the bowels of the earth. The brine solution was produced accidentally to the surface facility when the oil lifting process was carried out and induces the thickness of the oil-water emulsion in the separation tank. Emulsions must be broken down into oil and water phases so that they do not interact with the oil treatment process in the refinery unit. Emulsion stability was influenced by pH, salinity, temperature and concentration of asphaltene, resin and wax. The purpose of this study was to determine the effect of salinity on the oil-water demulsification process. This research was conducted by varying the salinity of 5%, 15%, 25%, and 35% in a 100 ml oil-water emulsion sample with a ratio of 1: 1 oil and water. Demulsification of the emulsion sample using the precipitation method for 120 minutes by recording the% of oil volume separate every 20 minutes, at temperatures of 30 ° C and 110 ° C. The higher the temperature given, the more stable the emulsion in crude oil. From the final result after 120 minutes of pricipitation shows that the emulsion separation process which influenced by NaCl salinity is more difficult than the effect of KCl salinity.
ANALISIS PENGGUNAAN KULIT JERUK SEBAGAI ADDITIVE SURFAKTAN TERHADAP RECOVERY FACTOR DENGAN METODE COREFLOOD Yusuf Dzaru Bawono; Samsol; Arinda Ristawati
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 11 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v11i4.13292

Abstract

Penelitian yang dilakukan adalah injeksi surfaktan, dimana surfaktan yang di pilih adalah surfaktan AOS menggunakan konsentrasi rendah untuk menaikan produksi minyak. Penggunaan surfaktan tersebut bertujuan untuk menurunkan interfacial tension atau tegangan antarmuka pada dua fluida, yaitu minyak serta air, sehingga minyak dapan keluar dari pori-pori dari batuan reservoir. Pada penelitian ini digunakan salinitas sebesar 5000 ppm, dan 20000 ppm. Kemudian memakai konsentrasi sebanyak 0.1% dan 0.7%. Lalu variasi dari salinitas dan konsentrasinya ditambahkan kulit jeruk sebanyak 25 ml. Larutan surfaktan AOS dan surfaktan AOS yang diberikan additive kulit jeruk akan dilakukan uji IFT pada suhu 30℃ dan 60℃. Kemudian pada penelitian ini akan dilihat apakah surfaktan yang diberikan additive kulit jeruk apakah efektif dalam meningkatkan recovery factor. Prosedur penelitian diawali dengan pembuatan brine, pembuatan surfaktan, dan penambahan dari kulit jeruk ke surfaktan. Kemudian dilakukan proses saturasi brine dan saturasi minyak, dilanjutkan dengan proses coreflooding. Tujuan utama pada penelitian ini ialah menganalisis pengaruh dari kulit jeruk terhadap recovery factor, dimana hasil akhirnya akan dibandingkan dengan hasil dari surfaktan yang tidak diberikan additive kulit jeruk. Hasilnya membuktikan larutan surfaktan AOS yang diberikan additive kulit jeruk mempunyai nilai recovery factor lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak ditambahkan additive kulit jeruk, dimana pada salinitas 5000 ppm nilai recovery factor surfaktan yang diberikan additive kulit jeruk sebesar 42,86%, dan yang tidak ditambahkan additive kulit jeruk sebesar 39,13%.
Evaluasi Formasi dan Penentuan Zona Hidrokarbon pada Lapangan LV dengan Data Log Levi Martin Christoper Simanjuntak; Samsol; Lisa Samura
Journal of Engineering Environmental Energy and Science Vol 2 No 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/joes.v2i1.1487

Abstract

Lapangan LV memiliki tiga sumur yang dapat dianalisis yaitu XD-02, XD-04, dan XD-05. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi formasi dan menentukan zona hidrokarbon untuk selanjutnya dilakukan perhitungan saturasi air. Penelitian dilakukan dengan menganalisis log secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan software Interactive Petrophysics. Analisis log secara kualitatif bertujuan untuk menentukan lithology formasi serta menentukan zona hidrokarbon, sedangkan analisis log secara kuantitatif bertujuan untuk melakukan perhitungan volume shale, porositas, resistivitas air formasi, dan saturasi air. Perhitungan saturasi air pada penelitian ini akan menggunakan metode simandoux. Metode simandoux biasa digunakan untuk formasi yang mempunyai kandungan shale sebesar 5-30%. Harga kandungan shale pada sumur XD-02, XD-04, dan XD-05 secara berturut-turut yaitu sebesar 15,38 %, 7,14 %, 14,29 %. Harga saturasi air dengan menggunakan metode Simandoux pada sumur XD-02, XD-04, dan XD-05 secara berturut-turut yaitu sebesar 19,90 %, 19,25 %, dan 12,32 %. Kemudian setelah didapat harga saturasi air, maka dapat dicari harga saturasi hidrokarbon yang terkandung didalam lapisan tersebut. Harga saturasi hidrokarbon pada sumur XD-02, XD-04, dan XD-05 secara berturut-turut yaitu sebesar 80,10 %, 80,25 %, dan 87,68 %. Dari hasil perhitungan ini disimpulkan bahwa sumur di lapangan LV cocok menggunakan metode simandoux untuk perhitungan saturasi air dikarenakan kandungan shale pada sumur-sumur tersebut masuk ke dalam kisaran 5-30%.
Laboratory Study of Enhanced Oil Recovery with Used Palm Oil Surfactant Injection Puri Wijayanti; Nandito Davy; Onnie Ridaliani; Pauhesti; Samsol; Widia Yanti; Tia Agusta; Rizka Nada Setyani
Journal of Earth Energy Science, Engineering, and Technology Vol. 6 No. 1 (2023): JEESET VOL. 6 NO. 1 2023
Publisher : Penerbitan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jeeset.v6i1.13640

Abstract

Currently the waste generated from public consumption in Indonesia is very high. One such waste is used palm oil from households and food companies. Utilization of this waste in this research is by recycling waste oil into surfactants which will be used in the Enhanced Oil Recovery (EOR) process. The surfactant concentrations used were 1.3%, 1.5%, 2%, 2.2% and 2.5%. The research began with refining used cooking oil with banana peels for 24 hours. In order to make surfactants, the oil is mixed with KOH and distilled water. Additionaly, brine was made with a salinity of 15,000 ppm. With the interfacial tension test, a solution with an optimum surfactant concentration of 2.2% was obtained. The core flooding test was carried out using waterflooding followed by surfactant flooding at a temperature of 70 oC. From the test results obtained an incremental oil recovery factor of 8.57% and a total oil recovery factor of 47.43%.
ANALISIS PEMANFAATAN SURFAKTAN MINYAK JELANTAH KONSENTRASI RENDAH UNTUK PROSES PENINGKATAN PEROLEHAN MIGAS Muhammad Ibnu; Lestari Said; Puri Wijayanti; Pauhesti Rusdi; Samsol; Prayang Sunny Yulia
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jek.v3i2.10078

Abstract

Abstrak Pada tahap pengembangan untuk meningkatkan perolehan minyak bumi terdiri dari 3 tahapan yaitu:primary recovery, secondary recovery, dan tertiary recovery (Enhanced Oil Recovery). Penelitian menggunakan metode Enhanced Oil Recovery di laboratorium Enhanced Oil Recovery Universitas Trisakti. EOR (Enhanced Oil Recovery). terdiri dari injeksi kimia,injeksi uap panas, injeksi gas, dan injeksi microbial. Metode EOR yang dilakukan pada penelitian adalah injeksi surfaktan. Konsentrasi surfaktan yang digunakan 0,3%, 0,4%, dan 0,75% dengan variasi temperatur 30o C dan 70o C. Prosedur penelitian diawali dengan pembuatan brine dan pembuatan surfaktan. Kemudian perhitungan sifat fisik larutan dan perhitungan sifat fisik batuan sampel. Pada Surfaktan konsentrasi 0,2%, 0,3%, 0,4%, 0,5%, dan 0,75% dilakukan uji IFT (Interfacial Tension) untuk mendapatkan nilai CMC (Critical Micelle Concentration). Nilai CMC berada di 0,4% pada temperatur 30o C dan 70o C. Kemudian dilakukan saturasi minyak, dilanjutkan dengan injeksi brine dan injeksi surfaktan didapat recovery faktor. Dari penelitian, didapat hasil Recovery faktor yang dilakukan pengujian di konsentrasi 0,3%, 0,4%, dan 0,75% di temperatur 30o C didapat RF sebesar 33%, 45,8%, dan 42,2%. Recovery factor pada konsentrasi 0,3%, 0,4%, dan 0,75% di temperatur 70o C sebesar 37,2%, 55%, dan 46,7%. Dihasilkan recovery faktor yang paling bagus di konsentrasi 0,4% di temperatur 30o C dan 70o C   Kata kunci: Enhanced Oil Recovery,injeksi kimia,injeksi surfaktan, minyak jelantah.   Abstract At the development stage to increase oil recovery, it consists of 3 stages, namely: primary recovery, secondary recovery, and tertiary recovery (Enhanced Oil Recovery). The study used the Enhanced Oil Recovery method in the Enhanced Oil Recovery laboratory at Trisakti University. EOR (Enhanced Oil Recovery). consists of chemical injection, hot steam injection, gas injection, and microbial injection. The EOR method used in this study is surfactant injection. The surfactant concentrations used were 0.3%, 0.4%, and 0.75% with variations in temperature of 30o C and 70o C. The research procedure began with making brine and making surfactants. Then the calculation of the physical properties of the solution and the calculation of the physical properties of the rock samples. At 0.2%, 0.3%, 0.4%, 0.5%, and 0.75% surfactants, the IFT (Interfacial Tension) test was performed to obtain the CMC (Critical Micelle Concentration) value. The CMC values were at 0.4% at 30oC and 70oC. Then oil saturation was performed, followed by brine injection and surfactant injection to obtain recovery factor. From the research, it was found that the recovery factor was tested at concentrations of 0.3%, 0.4%, and 0.75% at a temperature of 30o C. The RF was 33%, 45.8%, and 42.2%. Recovery factors at concentrations of 0.3%, 0.4%, and 0.75% at a temperature of 70o C were 37.2%, 55%, and 46.7%. The best recovery factor was obtained at a concentration of 0.4% at temperatures of 30o C and 70o C.   Keywords: Enhanced Oil Recovery, chemical injection, surfactant injection, waste cooking oil
ANALISA PENGARUH CAMPURAN LARUTAN SURFAKTAN DENGAN PENAMBAHAN AIR KULIT NANAS TERHADAP PEROLEHAN MINYAK Harin Widiyatni; Samsol; Ferryan Fernando
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.292 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i3.12401

Abstract

Dalam upaya mengoptimalkan perolehan minyak, dalam analisa ini akan dilihat pengaruh larutan surfaktan yang dicampurkan dengan air kulit nanas. Metode EOR merupakan salah satu metode yang biasa dipergunakan agar produksi minyak dari suatu sumur semakin meningkat. Salah satunya metode EOR yang biasa dipergunakan yaitu injeksi surfaktan. Fungsi injeksi surfaktan ini guna penurunan tegangan antar-muka minyak dengan air supaya berkurangnya tekanan kapiler di daerah penyempitan pori-pori hingga minyak yang tersisa bisa didorong untuk berikutnya bisa dilakukan produksi. Dalam analisa ini akan dibahas tentang pengaruh surfaktan dan air nanas terhadap konsentrasi dan salinitas surfaktan yang paling optimal. Salinitas yang dipergunakan , yaitu 4000 ppm dan 15000 ppm. Dari kedua salinitas tersebut akan dicampurkan dengan surfaktan AOS dengan konsentrasi masing-masing 2 %, 2,5 %, dan 3 % dan penambahan larutan air kulit nanas sebanayak 10%, selanjutya akan di lakukan uji fisik berupa pengukuran IFT, viskositas, dan juga densitas. Setelah dilakukan pengukuran tersebut maka selanjutnya adalah proses saturasi dan injeksi. Selanjutnya melakukan perbandingan RF yang didapatkan dari menetapkan konsentrasi dan salinitas mana yang teroptimal terhadap tiap larutan salinitas itu. 
Co-Authors Abdul Hamid ABDUL HAMID Abhikama Pradipta Andry Prima Apriandi Rizkina Arinda Ristawati Asri Nugrahanti Bayu Satiyawira Bayu Satyawira Bayu Satyawira Cahaya Rosyidan Christoper, Levi Martin Denny Aditya Rachman Ferryan Fernando Ferryan Fernando Firman Nashir Ahmad Hari Oetomo Harin Widiyatni Harin Widyatni Havidh Pramadika Hayafa Fakhriyatul Ummah Heru P Sanusi Husla, Ridha Imam Setiaji Ronoatmojo Jonathan Jonathan Koesmawardani, Wildan Tri Kris Pudyastuti Lestari Lestari Lestari Said Levi Martin Christoper Simanjuntak Lilian Anggela M. Taufiq Fathaddin Maman Djumantara Mardiana, Dwi Atty MG Sri Wahyuni Mixsindo Korra Herdyanti Muhammad Burhannudinnur Muhammad Fahdie Muhammad Ibnu Muhammad Taufiq Fathaddin, Muhammad Taufiq Mulia Ginting Mulia Ginting, Mulia Nandito Davy Nandito Davy Nicko Matthe Lie Nuki Pratiwi Gunawan Onnie Ridaliani Onnie Ridaliani Ridaliani Onnie Ridaliani, Onnie Pai, Evangelika Rahel Pantjanita Novi Hartami Pauhesti Pauhesti Prayang Sunny Yulia Puri Wijayanti puri wijayanti Puri Wijayanti, Puri Putra, Christopher Abiel Pangestu R.S. Trijana Kartoatmo Rakha Handika Putra Rantan Rantan Ratnayu Sitaresmi Renanda, Raka Ilham Ridha Husla Rini Setiati Ririn Yulianti Rizka Nada Setyani Rizkina, Apriandi Ryan_Fernando Ryan Samura, Lisa Selvi Afriyani Shabrina Sri Riswati Sigit Rahmawan Sisworini Sisworini Stiven Julian Sugiatmo Kasmungin Suryo Prakoso, Suryo Tia Agusta Widia Yanti Widia Yanti Widia Yanti Widia Yanti, Widia Yoga Pratama, Aditya Yulia, Prayang Sunny Yusuf Dzaru Bawono Zakky . Zakky Zakky Ziad Ziad