Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISA PENGARUH HETEROGENITAS SIFAT FISIK BATUAN DAN POLA SUMUR INJEKSI TERHADAP EFISIENSI PENDESAKAN MINYAK BASE ON DATA SIMULASI samsol trisakti; M. Taufiq Fathaddin; Ratnayu Sitaresmi
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 4 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v4i4.292

Abstract

Lapangan RMM adalah lapangan minyak dan gas dengan reservoir pada Formasi Santul dan Tabul pada sistem deltaik yang dikarakterisasi oleh perangkap struktural, stratigrafi, dan kombinasi keduanya.Maksud dari penelitian ini adalah sebagaisalah satu bagian perencanaan pengembangan lapangan tahap lanjut untukdapatmeningkatkan perolehan minyak yang ada saat ini, yaitu dengan melakukan simulasireservoir dengan peniginjeksian pada Lapangan RMM. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa keselarasan sifat fisik reservoir dan pola penginjeksian terhadap efisiensi pendesakan dan pengangkatan sisa cadangan hidrokarbon secara optimal.Penelitian ini dilakukan pada lapisan M31 diproduksikan dari 12 sumur yang terbagi dalam 2 blok 1 dan 4 memiliki sejarah produksi mulai bulan Januari 1956, blok 4 sampai sekarang belum diproduksikan. Dari 12 sumur yang berproduksi di lapisan M31 telah menguras minyak sebesar sebesar 6073.7 Mstb dengan Recovery Factor sekitar 30.61 % di blok 1 dengan OOIP 19.84 MMSTB.Case yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pola injeksi Peripheral, Normal Five Spot dan Inverted Five Spot dan dengan beberapa sensitivity rate injeksi . Prediksi dilakukan dari tahun 2014 sampai tahun 2025. Dari case yang dilakukan, yang paling optimal menghasilkan minyak adalah dengan Case 1 yaitu dengan pola peripheral. Dengan laju injeksi air sebesar 2000 bwpd dengan menghasilkan minyak sebanyak 7042.5 MSTB
PEMILIHAN POLA SUMUR INJEKSI AIR PADA LAPANGAN M BERDASARKAN PENGARUH HETEROGENITAS SIFAT FISIK BATUAN TERHADAP EFISIENSI PENDESAKAN MINYAK MG Sri Wahyuni; samsol trisakti
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v2i2.295

Abstract

Salah satu tantangan dalam pengembangan lapangan dengan injeksi air adalah menentukan pola sumur injeksi yang tepat dan sesuai dengan karakteristik reservoir.Lapangan M yang terletak pada Cekungan Tarakan merupakan lapangan yang telah berproduksi sejak tahun 1952, dengan jumlah OOIP pada zona J20 sebesar 12.75 MMSTB, lapangan ini disimulasikan dan dianalisa keheterogenannya guna menentukan pola sumur injeksi air yang paling tepat untuk diimplementasikan.Studi simulasi reservoir pada Lapangan M zona J20 yang mempunyai 24 sumur produksi ini, dilakukan dengan tiga case pola sumur injeksi air, yaitu :Peripheral, Five Spot, dan Combination Spot, serta menggunakan sensitivity rate injeksi 500 bbl/d, 1000 bbl/d, 1500 bbl/d, dan 2000 bbl/d. Prediksi performa produksi injeksi air dimulai pada tahun 2015 dan diamati kumulatif produksi minyak hingga tahun 2035.Analisa heterogenitas sifat fisik batuan yang meliputi porositas, permeabilitas, dan saturasi minyak dilakukan pada layer 17-27 mewakili 62 layer. Dari hasil analisa ini didapatkan bahwa reservoir Lapangan M zona J20 cenderung homogen.Selain itu dari hasil perhitungan, didapatkan nilai mobility ratio kurang dari 1 dan efisiensi pendesakan rata-rata adalah sebesar 29.92 %.Dari hasil simulasi yang telah dilakukan, didapatkan bahwa skenario secondary recovery yang paling tepat adalah dengan pola Peripheral pada rate injeksi 1000 bbl/d. Dimana dengan skenario ini, pada akhir tahun 2035 diperoleh kumulatif produksi minyak sebesar 3161.9 MSTB dan RF sebesar 24.8%. Apabila dibandingkan dengan skenario tanpa injeksi air maka terdapat kenaikan produksi dan RF sebesar 1654.6 MSTB dan 12.98%.
KAJIAN RENTANG BATAS KEWAJARAN UTILISASI PRODUKSI KILANG MINYAK INDONESIA Andry Prima; Bayu Satiyawira; Cahaya Rosyidan; Samsol Samsol
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 7 No. 3 (2018): Desember
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.837 KB) | DOI: 10.25105/petro.v7i3.3814

Abstract

Pada kurun waktu awal hingga akhir 2016,  terhentinya produksi kilang yang memprodusikan bahan bakar minyak secara tak terduga atau dikenal sebagai  “unplanned shutdown” berpotensi menyebabkan  penurunan produksi bahan bakar minyak (BBM) secara kseluruhan. Paper ini berupaya menyajikan “Lesson Learnt” yang dapat diambil oleh kilang-kilang di Indonesia dengan bercermin kepada “benchmark” guna memberikan gambaran dimana posisi utilisasi dari kilang-kilang Indonesia tersebut.
OPTIMASI PRODUKSI SUMUR EC-6 DENGAN MEMBANDINGKAN PENGANGKATAN BUATAN GAS LIFT DAN ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP Jonathan Jonathan; Sisworini Sisworini; Samsol Samsol; Hari Oetomo
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 8 No. 1 (2019): MARET
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1395.161 KB) | DOI: 10.25105/petro.v8i1.4289

Abstract

In the world of oil is very common in the production system. This production system produces oil from wells after drilling and well compressions. Over time, the production of a well may decrease due to several parameters of pressure drop and the presence of clay which makes the pipe diameter narrower. There are several methods used to increase the decrease in production including adding artificial lifts such as sucker rod pump, electric submersible pump and gas lift, reservoir stimulation and pipe cleaning if the pipe diameter is reduced due to clay. The well has been installed an artificial lift is a gas lift and this well need an optimization to increase its production. The EC-6 well optimization is planned by comparing the lift-up scenario of the gas lift by adjusting the rate of gas injection and deepening the orifice injection and also an installation of electrical submersible pump. Best percentage of optimization production from EC-6 Well, last scenario is chosen which is new installation artificial lift ESP from gas lift (existing) and gaining 18.52% form existing production
PENGARUH SCALE TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA SUMUR BN-52, BN-104, DAN BN-110 DI LAPANGAN “X” Abhikama Pradipta; Lestari Lestari; Samsol Samsol
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 8 No. 1 (2019): MARET
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.979 KB) | DOI: 10.25105/petro.v8i1.4290

Abstract

BN-52, BN-104, and BN-110 wells are located on the X field, PT. PERTAMINA FIELD RAMBA ASSET 1, South Sumatra. The three wells are oil-producing wells in field X. Using the Vogel equation, the IPR curve and maximum flow rate of each well are obtained, which are 152.14 BOPD, 57.2 BOPD, and 53.76 BOPD respectively. By using the exponential Decline Curve Analysis calculation method, it can be seen the rate of decline in production, as well as the time of well production to economic limit. The results of the Decline Curve Analysis show that the BN-52 well will still be in production until March 2022, and the BN-110 well can produce until March 2020. In the analysis with the Stiff & Davis Method, carbonate deposits are proven, with each Stability Index value  +1.19, +1.60, and +1.35, whereas with the Skillman, Mcdonald & Stiff method there was no scale sulfate, with S values of each well at 57,272 meq / l, 54,416 meq / l, and 55,147 meq / l. The scale causes oil production to decrease, consequently the IPR curve shifts to the left. The decreasing production of the three wells is due to a scale that inhibits the flow rate. Maximum flow rate was obtained by using the Standing correlation in each well of 100.06 BOPD, 54.53 BOPD, and 28.72 BOPD. The decline in oil production caused by scales must be handled appropriately.
ANALISIS UJI PRODUKSI DENGAN ORIFICE PLATE PADA SUMUR J-97 LAPANGAN PANAS BUMI “KYU” Samsol Samsol; Widia Yanti; Onnie Ridaliani Ridaliani; Stiven Julian
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 8 No. 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.95 KB) | DOI: 10.25105/petro.v8i4.6206

Abstract

In a study entitled "Analysis of Production Tests with Orifice Plate on the J-97 Well KYU Geothermal Field" will discuss the production test. Geothermal production tests are conducted to determine the potential of the production capacity of a well at different wellhead pressures so that the value of the mass flow rate and the well production curve is obtained. J-97 well is one-phase steam well, so the production test method used is to use the orifice plate. The pressure data read by the orifice plate is then converted to a mass flow rate. Calculating the mass flow rate can use the British Standard 1042 method. In the production test to obtain the final result in the form of a production curve, the gas deliverability equation can be used. The method used in the S-87 well is Flow After Flow Test (Back pressure Test). The final result of the curve shows a decrease in the production line calculated using the British Standard 1042 method..
MATERIAL INSULASI TERHADAP EFEK KEHILANGAN PANAS PADA JALUR PIPA PANAS BUMI Samsol Samsol; Kris Pudyastuti; Nicko Matthe Lie
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 8 No. 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.914 KB) | DOI: 10.25105/petro.v8i4.6209

Abstract

Heat loss which occured because heat transfer from high temperature to low temperature is one of major problem in piping design in geothermal. Insulation used to solve the problem. These analysis carried out in 18 inch pipeline in steam field. Calcium silicate, rockwool, and foam glass is selected as 3 materials in these study. These 3 materials have different thermal conductivity, so ability to withstand heat for each of them is different. This research used to determine the best material to solve heat loss. Rockwool is the best material from the other 2 
PEMILIHAN POLA INJEKSI AIR DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI RESERVOIR UNTUK OPTIMASI PRODUKSI LAPANGAN ‘R’ Rantan Rantan; Maman Djumantara; Samsol Samsol
PETRO: Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 9 No. 2 (2020): JUNI
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.811 KB) | DOI: 10.25105/petro.v9i2.6554

Abstract

Lapangan ‘RR’ merupakan model lapangan yang mendekati ideal dengan kriteria model yaitu layer cake model dan homogen. Lapangan ‘RR’ ini tidak memiliki sejarah produksi dan dianggap akan dilakukan suatu pengembangan dengan menambahkan sumur injeksi maupun produksi dalam waktu bersamaan serta memiliki nilai OOIP daerah yang diteliti sebesar 27.60 MMSTB. Adapun satu basecase dan empat skenario yang dibuat, dengan pola injeksi yang memiliki ukuran pola yaitu 40 acre dan terdapat 13 konfigurasi pola. Kemudian, skenario yang akan dianalisis kinerjanya diantaranya Five Spot atau Seven Spot dalam keadaan Normal ataupun Inverted. Uji sensitivitas dilakukan dengan rate injeksi antara 4000 bwpd hingga 100000 bwpd. Prediksi performa produksi injeksi air yang diamati kumulatif produksinya dimulai dari tahun 2019 hingga 2040. Dimulai dari skenario I yaitu pola injeksi five spot normal dengan rate injeksi 35000 bwpd menghasilkan Np sebesar 16.72 MMSTB (RF 60.56%), skenario II pola five spot inverted dengan rate injeksi 100000 bwpd menghasilkan Np sebesar 16.64 MMSTB (RF 60.27 %) skenario III pola seven spot normal dengan rate injeksi 35000 bwpd menghasilkan Np sebesar 16.06 MMSTB (RF 58.18 %), dan skenario IV pola seven spot inverted dengan rate injeksi 100000 bwpd menghasilkan Np sebesar 16.34 MMSTB (RF 59.21 %). Berdasarkan kumulatif produksinya, skenario yang paling optimum adalah skenario I yaitu pola five spot normal dengan rate injeksi 35000 bwpd
ANALISA PENGARUH SALINITAS DAN KONSENTRAS SURFAKTAN AOS 2% DAN 3% DENGAN PENGARUH CAMPURAN AIR KULIT NANAS TERHADAP PEROLEHAN MINYAK PADA SAAT PROSES INJEKSI SURFAKTAN Ferryan Fernando; Samsol Samsol; Harin Widyatni
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 4 (2021): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.547 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i4.9977

Abstract

Metode EOR merupakan salah satu cara yang biasa dipergunakan agar produksi minyak dari suatu reservoir semakin meningkat. Salah satu metoda EOR yang biasa dipergunakan yaitu injeksi surfaktan. Fungsi injeksi surfaktan ini shingga nanti terjadi penurunan IFT (Interfacial Tension) minyak dengan air sehingga nanti berkurangnya tekanan kapiler di daerah penyempitan pori-pori sehingga minyak yang tersisa di daerah mendapat pengaruh dari tekanan kapiler itu agar bisa didorong untuk berikutnya bisa dilakukan produksi. Dalam tugas akhir ini akan dibahas mengenai pengaruh surfaktan dengan penambahan air kulit nanas terhadap perolehan minyak yang paling optimal. Salinitas yang dipergunakan untuk tugas akhir ini beragam, yaitu 4000 ppm dan 15000 ppm. Dari kedua salinitas tersebut selanjutnya dicampurkan dengan surfaktan AOS dengan konsentrasi masing-masing 2,5 %, dan 3 % dan penambahan larutan air kulit kulit nanas sebanayak 10%, selanjutya akan di lakukan uji fisik berupa pengukuran IFT, viskositas, dan juga densitas. Setelah dilakukan pengukuran tersebut maka selanjutnya merupakan proses saturasi dan injeksi. Selanjutnya melakukan perbandingan RF yang didapatkan dari menetapkan konsentrasi dan salinitas mana yang teroptimal terhadap tiap larutan salinitas itu.
ADSORPSI PADA AMPAS TEBU DAN BENTONITE DALAM EMULSI MINYAK DALAM AIR DI LIMBAH AIR TERPRODUKSI Rakha Handika Putra; Bayu Satiyawira; Havidh Pramadika; Samsol; Sigit Rahmawan
PETRO: Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 11 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.279 KB) | DOI: 10.25105/petro.v11i1.10232

Abstract

Pada Air Formasi atau Air yang terproduksi sangat banyak terjadi hal yang membuat pencemaran lingkungan terjadi. Maka dari ini dapat diatasi salah satunya melalui proses adsorpsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji penghilangan minyak emulsi minyak dalam air dengan menggunakan Adsorben berupa karbon aktif. Adsorbsi ini menggunakan Ampas Tebu dan Bentonit, sehingga dapat menjadi langkah optimasi untuk penyerapan minyak. Beberapa tahapan yang telah dilakukan dalam penelitian ini adalah pembuatan karbon aktif yang terdiri dari proses dehidrasi, karbonisasi, dan aktivasi menggunakan variasi konsentrasi Aktivator. Hasil Penelitian memberikan bukti bahwa kemampuan daya serap adsorben untuk menyerap minyak telah dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Pengaruh waktu kontak, berat adsorben, dan konsentrasi adsorbat pada adsorpsi minyak. Dari hasil ini persentase pada penghilangan minyak yang teradsorpsi dengan bertambahnya waktu kontak dan berat adsorben, serta kemampuan serapan pada adsorban terhadap adsorbat. Pada Studi ini menunjukan bahwa Isoterm Freundlich dan Langmuir adalah isoterm yang cocok untuk menghilangkan minyak dalam Air dengan proses Adsorpsi menggunakan  Ampas Tebu dan Bentonit.
Co-Authors Abdul Hamid ABDUL HAMID Abhikama Pradipta Andry Prima Apriandi Rizkina Arinda Ristawati Asri Nugrahanti Bayu Satiyawira Bayu Satyawira Bayu Satyawira Cahaya Rosyidan Christoper, Levi Martin Denny Aditya Rachman Ferryan Fernando Ferryan Fernando Firman Nashir Ahmad Hari Oetomo Harin Widiyatni Harin Widyatni Havidh Pramadika Hayafa Fakhriyatul Ummah Heru P Sanusi Husla, Ridha Imam Setiaji Ronoatmojo Jonathan Jonathan Koesmawardani, Wildan Tri Kris Pudyastuti Lestari Lestari Lestari Said Levi Martin Christoper Simanjuntak Lilian Anggela M. Taufiq Fathaddin Maman Djumantara Mardiana, Dwi Atty MG Sri Wahyuni Mixsindo Korra Herdyanti Muhammad Burhannudinnur Muhammad Fahdie Muhammad Ibnu Muhammad Taufiq Fathaddin, Muhammad Taufiq Mulia Ginting Mulia Ginting, Mulia Nandito Davy Nandito Davy Nicko Matthe Lie Nuki Pratiwi Gunawan Onnie Ridaliani Onnie Ridaliani Ridaliani Onnie Ridaliani, Onnie Pai, Evangelika Rahel Pantjanita Novi Hartami Pauhesti Pauhesti Prayang Sunny Yulia Puri Wijayanti puri wijayanti Puri Wijayanti, Puri Putra, Christopher Abiel Pangestu R.S. Trijana Kartoatmo Rakha Handika Putra Rantan Rantan Ratnayu Sitaresmi Renanda, Raka Ilham Ridha Husla Rini Setiati Ririn Yulianti Rizka Nada Setyani Rizkina, Apriandi Ryan_Fernando Ryan Samura, Lisa Selvi Afriyani Shabrina Sri Riswati Sigit Rahmawan Sisworini Sisworini Stiven Julian Sugiatmo Kasmungin Suryo Prakoso, Suryo Tia Agusta Widia Yanti Widia Yanti Widia Yanti Widia Yanti, Widia Yoga Pratama, Aditya Yulia, Prayang Sunny Yusuf Dzaru Bawono Zakky . Zakky Zakky Ziad Ziad