Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH SPINDLE SPEED, FEEDING DAN CUTTING TOOL TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA BERKONTUR PADA CNC MILLING Perdana, Elda Bagus; Winardi, Yoyok; Fadelan, Fadelan; Munaji, Munaji; Ardika, Rizki Dwi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 4 No. 02 (2024): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i02.7683

Abstract

Keterbatasan pada mesin perkakas konvensional tidak mampu memenuhi tuntutan permintaan permodelan yang semakin rumit. Terlalu banyak detail yang perlu dicermati seperti tingkat kekasaran permukaan dan kepresisian yang tinggi Mesin CNC memiliki keunggulan lebih jika dibandingkan mesin milling konvensional, salah satunya pengerjaan permukaan berkontur. Sehingga fokus Penelitian ini ada pada parameter pemilihan cutting tool yang digunakan pada proses finishing kontur 3D untuk menghasilkan permukaan benda berkontur yang baik. Dengan menggunakan variasi kecepatan spindle dan kecepatan potong dengan pengujian kekasaran untuk menentukan variasi pemilihan tool yang tepat. Pada proses penelitian kali ini dihasil kan 4 spesimen benda berkontur. Proses pertama pembuatan desain dengan software Autodesk Inventor, kemudian di program dengan software Mastercam X4 dan pemindahan G-code ke mesin CNC Milling serta proses terakhir pengujian kekasaran permukaan untuk menentukan pemilihan tool yang tepat. Dari hasil pengujian kekasaran dengan alat uji kekasaran Mitutoyo SJ210 diperoleh variasi tool terbaik ada Ball Endmill F1600 S4000 dengan nilai kekasaran sebesar 0,672 μm.
Analisis Hasil Coran Dengan Penambahan Tembaga Pada Pengecoran Aluminium Limbah Rumah Tangga Terhadap Uji Tarik Dan Struktur Mikro Ardika, Rizki Dwi; Laksono, Deddy Dwisetia; Fadelan, Fadelan; Winardi, Yoyok; Munaji, Munaji; Akhmad, Nanang Suffiadi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 5 No. 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v5i01.11674

Abstract

Aluminium merupakan material untuk membuat sebuah produk yang banyak digunakan oleh masyarakat, namun karena sering menjadi limbah ketika sudah mengalami kerusakan, maka limbah dari aluminium akan mengalami penumpukan yang akan merugikan, karena limbah aluminium tidak mudah terurai maka diperlukan penangan. Pengecoran ulang bisa menjadi upaya alternatif untuk mengurangi limbah. Dalam penelitian ini, digunakan aluminium dari panci dan wajan yang tidak terpakai dan tembaga serbuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pembuatan spesimen dengan variasi Al 500 gr Cu 0 gr, Al 500 gr Cu 10 gr, dan Al 500 gr Cu 15 gr. Proses pengecoran menggunakan cetakan pasir, serta pengujian tarik dan pengujian struktur mikro. Kekuatan tarik menurun seiring dengan penambahan tembaga, di mana spesimen dengan varasi Al 97% Cu 3% memperoleh nilai terendah dengan nilai rata-rata 78,328 Mpa, dan kekuatan tarik tertinggi diperoleh spesimen dengan variasi Al 100% Cu 0% dengan nilai rata-rata 100,769 Mpa. Analisis struktur mikro menunjukkan perubahan struktur butir pada setiap spesimen, dimana aluminium yang belum dipadukan dengan tembaga memiliki butir yang lebih rapat daripada aluminium yang sudah dipadukan dengan tembaga. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan tembaga berpengaruh pada pengecoran ulang aluminium limbah rumah tangga karena dapat menurunkan hasil pada coran, dari segi kekuatan tarik pada pengujian tarik, dan berpengaruh terhadap struktur butir pada pengujian struktur mikro.
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Jari-jari terhadap Ketahanan Struktur Pelek Ring 17 Menggunakan Ansys. Fikri, Agus; Yongkimandalan, Nicky; Surahto, Aep; Ardika, Rizki Dwi; Ariyansah, Riyan; Avorizano, Arry; Mujirudin, Mujirudin; Bintoro, Sefrian Rizki
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 5 No. 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v%vi%i.11835

Abstract

Kemampuan pelek untuk mengatasi tantangan eksternal seperti beban jalan yang tidak merata atau dampak tabrakan, serta mampu menopang beban kendaraan, menjadi sangat penting agar tidak terjadi kegagalan struktural yang dapat menyebabkan kecelakaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kekuatan struktural dan ketahanan deformasi dari masing-masing desain variasi modifikasi sudut pelek ring 17. Metode yang digunakan adalah pendekatan simulasi uji impak menggunakan perangkat lunak ANSYS dengan menerapkan metode explicit dynamics analysis. Dengan menerapkan variasi besar radius sudut spoke pelek yaitu 5o, 34o dan 48o. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan tertinggi terjadi pada pelek ring 17 dengan modifikasi R5 yaitu sebesar 379,72 MPa. Sedangkan, tegangan terendah terjadi pelek ring 17 dengan modifikasi R34 yaitu sebesar 344,65 MPa. Selain itu, diketahui juga nilai regangan ekuivalen maksimum pada sudut pelek R5 sebesar 0,0052116 mm/mm. Jadi modifikasi sudut spoke R34 dan R48 pada pelek dengan tegangan dan regangan yang lebih rendah cenderung memiliki performa struktural yang lebih baik dan lebih dapat diandalkan menahan beban impak. Kata Kunci: Pelek Ring 17, Sudut spoke, Uji Impack, ANSYS.
Pengaruh Ketebalan Perekat Epoksi-Lateks terhadap Single Lap Joint Aluminium-Komposit Mahdi, Jausyan Al; Hastuti, Sri; Salahudin, Xander; Ardika, Rizki Dwi; Bintoro, Sefrian Rizki
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v7i1.12116

Abstract

Sambungan perekat saat ini telah banyak digunakan di berbagai industri seperti otomotif, penerbangan dan industri produksi lainnya. Hal ini terjadi karena sambungan perekat memberikan kemudahan dalam pengaplikasiannya dibanding dengan sambungan tradisional lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan ketebalan perekat campuran epoksi-getah karet terhadap kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal antara aluminium dan komposit berpenguat serat sabut kelapa. Sambungan tumpang tunggal dibuat dengan menyambungkan aluminium 5083 dan komposit berukuran 100 x 25 x 2 mm dengan menggunakan perekat campuran epoksi-getah karet dengan variasi komposisi 94% EP: 6% GK. Ketebalan perekat yang divariasikan adalah 0,2 mm, 0,4 mm, dan 0,6 mm. Kekasaran permukaan akan menggunakan amplas #150. Single lap joint kemudian diuji kekuatan tarik gesernya dengan acuan ASTM D1002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan perekat epoksi-lateks dapat meningkatkan kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal aluminium-komposit. Kekuatan tarik tertinggi dicapai pada variasi tebal perekat 0,6, yaitu sebesar 2,37 MPa. Elongasi juga meningkat seiring dengan penambahan ketebalan perekat. Modulus elastisitas telihat mencapai puncak pada variasi tebal perekat 0,4 mm dan menurun pada penggunaan variasi tebal pereka 0,6 mm. Hasil pengamatan makro mode kegagalan yang dialami sambungan tumpang tunggal yaitu, thin layer cohesive failure, two stage failure mode dan stock break failure. 
Pengaruh Perekat Campuran Epoksi-Lateks terhadap Kekuatan Tarik Geser Sambungan Aluminium-Komposit Azhari, Fadhlan; Hastuti, Sri; Salahudin, Xander; Ardika, Rizki Dwi; Putri, Ericha Dwi Wahyu Syah
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v7i1.12112

Abstract

 Sambungan antar material dengan menggunakan perekat telah terbukti dapat menggantikan sambungan konvensional yang layak diberbagai industri misalnya, otomotif, penerbangan, kelautan, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan perekat campuran epoksi-lateks terhadap kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal antara aluminium dan komposit berpenguat serat sabut kelapa. Sambungan tumpang tunggal dibuat dengan menyambungkan aluminium 5083 dan komposit berukuran 100 x 25 x 2 mm dengan menggunakan perekat campuran epoksi-getah karet dengan variasi komposisi 92% EP: 8% GK, 88% EP: 12% GK, dan 84% EP: 16% GK (berat). Ketebalan perekat yang diaplikasikan adalah 0,2 mm. Kekasaran permukaan akan menggunakan amplas #60. Sambungan tumpang tunggal kemudian diuji kekuatan tarik gesernya dengan acuan ASTM D1002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perekat campuran epoksi-getah karet dapat meningkatkan kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal aluminium-komposit. Kekuatan tarik tertinggi dicapai pada komposisi perekat campuran 84% EP: 16% GK, yaitu sebesar 0,89 MPa. Elongasi dan modulus elastisitas juga meningkat seiring dengan penambahan komposisi getah karet. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan keuletan dan penurunan kerapuhan dari perekat campuran epoksi-getah karet. Hasil pengamatan makro mode kegagalan yang dialami sambungan tumpang tunggal yaitu, thin layer cohesive failure dan two stage failure mode.
Analisa Desain Chassis Mobil Listrik Satu Penumpang Dengan Finite Elemen Methode Awalludin, Fachrul; Ardika, Rizki Dwi; Winangun, Kuntang; Arifin, Rizal; Fadelan, Fadelan; Munaji, Munaji; Winardi, Yoyok
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 5 No. 02 (2025): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v5i02.10163

Abstract

This Research In analyzing the design of a single-passenger electric vehicle chassis using the Finite Element Method (FEM) with Autodesk Inventor Professional 2021 (Student Version), the chassis plays a critical role in reinforcing the vehicle's frame to withstand greater loads. The design was modeled in Autodesk Inventor and analyzed using FEM to assess stress distribution, deformation, and the safety factor. The objective of the analysis was to ensure optimal strength, stiffness, and weight efficiency. The results showed a reduction in chassis weight from 15.726 kg to 12.517 kg using the same material, stainless steel type 201, without significantly compromising structural strength. Overall, the study demonstrates that the chassis design has been well-optimized in terms of strength and weight efficiency. Despite some areas exhibiting more pronounced deformation, the chassis remains safe for use.Keywords: Chassis, Finite Element Methode, Autodesk Inventor, Stainless Steel 201, Design Analysis
Optimalisasi Waktu Pengapian untuk Mesin Bensin: Studi Performa dan Emisi Ramadhan Nur, Hamid; Muhammad, Rouf; Sugiyarto; Dwi Ardika, Rizki; Rizki Bintoro, Sefrian; Safi'i, Muhamad; Isdhianto, Irfan
Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan) Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER)
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/elementer.v11i2.6761

Abstract

Multiple factors affect the performance of spark ignition (SI) engines, with ignition time being a crucial element. Accurate ignition timing is essential for optimizing engine performance and regulating exhaust emissions. This study examines the performance, fuel efficiency, and exhaust emissions of a 125cc engine by evaluating ignition timing variations at 550, 600, and 650 CA BTDC. The study involved direct evaluation of engine performance with a dynamometer test for torque and power, assessment of fuel consumption using a measuring cup, and investigation of exhaust emissions using a gas analyzer. The precise calibration of ignition timing discrepancies was accomplished via a motorbike diagnostic tool. The findings demonstrate that a 600 CA BTDC ignition timing variation produces excellent engine performance and efficient exhaust emissions. Optimal ignition timing profoundly influences engine performance and emission quality, rendering it essential for enhancing efficiency and mitigating environmental effects. Consequently, the results of this study may serve as a reference for practical applications in the field. Keywords: ignition timing, engine performance, emission, fuel consumption.  
Pemberdayaan Petani Kopi Desa Ngrayun Kabupaten Ponorogo melalui Pelatihan Budidaya, Pascapanen, dan Pemasaran dalam Upaya Penguatan Sentra Kopi Unggulan Yuli Astuti, Arin; Kurniawan, Edy; Winangun, Kuntang; Winardi, Yoyok; Sugianti, Sugianti; Ardika, Rizki Dwi; Litanianda, Yovi
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20999

Abstract

Background: Desa Ngrayun, yang terletak di Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, memiliki banyak potensi dalam pengembangan komoditas kopi. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan teknis budidaya, rendahnya efisiensi pengolahan pascapanen, lemahnya strategi pemasaran, serta keterbatasan bibit unggul. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan para petani kopi melalui kegiatan pelatihan budidaya berkelanjutan serta penerapan teknologi yang sesuai dan efisien dan penguatan strategi pemasaran digital. Metode: Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat, pendekatan fungsional, dan pendampingan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan teknis, demonstrasi pengolahan kopi dengan metode full washed, honey, dan natural process, serta pengenalan mesin pengupas dan penggiling kopi sebagai inovasi teknologi efisiensi produksi. Hasil: Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan petani. Sekitar 80% peserta berhasil menerapkan teknik budidaya yang baik, sementara 70% lainnya telah memahami metode pengolahan kopi modern, 60% mulai menerapkan strategi pemasaran digital melalui marketplace, dan 100% bibit unggul telah ditanam di lahan percontohan. Rata-rata capaian keberhasilan program mencapai 78%, dengan dampak nyata berupa peningkatan kualitas produk kopi dan kesadaran terhadap keberlanjutan usaha tani. Implikasi program ini mencakup perlunya pembentukan koperasi petani kopi, pelatihan lanjutan cupping test, serta pengembangan jejaring pemasaran kopi spesialti. Kesimpulan: Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok tani, Desa Ngrayun memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu sentra kopi unggulan di Kabupaten Ponorogo sekaligus menjadi contoh pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada potensi lokal secara berkelanjutan.