Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PROPILENGLIKOL TERHADAP KARAKTERISASI DAN LAJU DIFUSI ETOSOME KALIUM DIKLOFENAK SEBAGAI SISTEM PENGHANTARAN TRANSDERMAL Faradila Ratu Cindana Mo’o; Rifka Anggraini Anggai
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Sistem penghantaran transdermal menawarkan alternatif terapi yang efisien dan nyaman, terutama dalam pengobatan nyeri kronis. Etosome merupakan sistem penghantaran berbasis lipid yang memiliki fleksibilitas tinggi dalam menembus lapisan kulit. Penambahan propilenglikol (PG) sebagai enhancer dapat mempengaruhi karakteristik fisik vesikel serta meningkatkan laju difusi obat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi propilenglikol terhadap karakterisasi fisik dan laju difusi in vitro kalium diklofenak dalam sistem ethosome. Metode: Etosome kalium diklofenak diformulasikan dengan variasi konsentrasi PG (10%, 20%, dan 30%). Evaluasi meliputi pengukuran ukuran partikel, indeks polidispersitas, potensial zeta, efisiensi penjerapan, pH, serta laju difusi obat melalui membran selulosa menggunakan alat Franz diffusion cell. Hasil: Peningkatan konsentrasi PG dari 10% ke 30% menyebabkan penurunan ukuran partikel, peningkatan stabilitas vesikel (potensial zeta lebih negatif), peningkatan efisiensi penjerapan obat, dan peningkatan laju difusi kalium diklofenak. Formula dengan 20% PG menunjukkan karakteristik paling seimbang antara stabilitas fisik dan kemampuan penetrasi. Kesimpulan: Konsentrasi propilenglikol berpengaruh signifikan terhadap karakteristik dan laju difusi ethosome kalium diklofenak. Konsentrasi 20% PG memberikan hasil paling optimal dan potensial dikembangkan sebagai sistem penghantaran transdermal yang efektif.
Optimization of a Niosomal Transdermal Delivery System Containing Kojic Acid and Alpha Arbutin Nurfitrah Daud; Mahdalena Sy Pakaya; Faradila Ratu Cindana Mo’o; Faramita Hiola; La Ode Aman
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i2.569

Abstract

Hyperpigmentation is a skin disorder characterized by excessive melanin production. Kojic acid and alpha-arbutin are skin-lightening agents that inhibit tyrosinase activity; however, their effectiveness is limited by poor skin penetration. This study aimed to formulate and characterize a niosomal transdermal delivery system containing a combination of kojic acid and alpha-arbutin at different Span 80 concentrations. Niosomes were prepared using the ethanol injection method in three formulations: F1 (0.37% Span 80), F2 (0.40% Span 80), and F3 (0.42% Span 80). The formulations were evaluated for organoleptic properties, viscosity, pH, stability, irritation potential, particle size, polydispersity index (PDI), and zeta potential. All formulations exhibited acceptable physical characteristics, remained stable, and caused no irritation. The particle sizes of F1, F2, and F3 were 185.1 nm, 372.9 nm, and 322.6 nm, respectively, with corresponding PDI values of 0.273, 0.295, and 0.118. The zeta potential values were -18.5 mV, -23.0 mV, and -18.4 mV for F1, F2, and F3, respectively. Statistical analysis showed that variation in Span 80 concentration had no significant effect on viscosity or pH (p > 0.05). The combination of kojic acid and alpha-arbutin was successfully incorporated into a niosomal system with favorable physicochemical characteristics, and Formula III was identified as the optimal formulation.
Studi Farmacovigilance Obat Herbal di Kelurahan Pilolodaa Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo Teti Sutriyati Tuloli; Madania Madania; Nurain Thomas; Faradila Ratu Cindana Moo; Najmiyah S. Tuti; mohamad reski manno
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3, No.2, 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i2.242

Abstract

Farmakovigilans obat herbal dengan metode Naranjo merupakan kegiatan pengumpulan, pendeteksian, penilaian, pemahaman dan pencegahan dalam efek samping atau masalah terkait dengan penggunaan obat herbal di menggunakan algoritma Naranjo. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara karakteristik pengguna obat herbal dan profil penggunaan obat herbal dengan kejadian Adverse Drug Reactions (ADRs) di Kelurahan Pilolodaa Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo. Penelitian ini dilakukan secara prospektif menggunakan instrument berupa lembar kuesioner pada 97 responden di Kelurahan Pilolodaa. Data hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan SPSS (Statistical Package For Social Sciences). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara karakteristik pengguna obat herbal berdasarkan jenis kelamin dengan profil penggunaan obat herbal meliputi sumber informasi dan aturan penggunaan obat herbal. Terdapat juga hubungan antara usia dengan profil penggunaan obat herbal meliputi lama penggunaan, jenis penyakit, efek samping, sumber informasi, tempat memperoleh dan bentuk sediaan. Selain itu terdapat juga hubungan antara Pendidikan dengan jenis penyakit yang menggunakan obat herbal untuk terapinya dan terdapat pula hubungan antara pekerjaan dengan lama penggunaan obat herbal dan aturan penggunaan obat herbal sedangkan antara karakteristik pengguna obat herbal dan profil penggunaan obat herbal dengan kejadian Adverse Drug Reactions (ADRs) di Kelurahan Pilolodaa tidak terdapat hubungan.
Pengaruh Self-Stigma Terhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Nur Rasdianah; Farah Fauzia Nabila Idris; Widy Susanti Abdulkadir; A. Mut’hi Andy Suryadi; Faradila Ratu Cindana Mo’o
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61581

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan yang tinggi untuk mencapai kesembuhan. Stigma yang dialami pasien diduga dapat memengaruhi kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat stigma dan kepatuhan pengobatan serta menganalisis hubungan stigma dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 120 pasien tuberkulosis yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner stigma Van Rie yang telah diadaptasi dan Medication Adherence Report Scale (MARS-5). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stigma tingkat sedang sebanyak 58 responden (48,4%), dengan dimensi stigma dominan yaitu kekhawatiran (mean 7,35; SD 4,03). Sebanyak 75 responden (62,5%) termasuk kategori patuh, dengan dimensi dominan yaitu mengurangi dosis karena efek samping (mean 4,86; SD 0,53). Analisis menunjukkan r = -0,102 dan p = 0,266 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stigma diri dan kepatuhan pengobatan.