Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RESILIENSI ISTRI PASCA KEHILANGAN SUAMI AKIBAT MENINGGAL DUNIA Ananda Nurisyahadah; Dea nanda Aulia; Maryana; Rahmatillah; Rahmi Maghfirah; Nur Afni Safarina; Yulia Nanda Safitri
Journal of Psychology Vol. 1 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jp.v1i4.2546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ketahanan pada perempuan yang kehilangan suami akibat kematian, menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologis. Empat peserta (MS, R, dan RS) berusia antara 33 dan 50 tahun dipilih melalui teknik sampling purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam yang berfokus pada aspek nilai pribadi, kepercayaan diri, dan sumber daya pribadi berdasarkan pandangan Patterson dan Kelleher (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga peserta menunjukkan ketahanan yang kuat melalui pengembangan kekuatan pribadi, pemikiran reflektif, dan aktivitas produktif. MS menggunakan anaknya sebagai motivator untuk menjadi mandiri. R menyesuaikan tanggung jawab dan mengembangkan keterampilan baru. RS memprioritaskan ketenangan emosional untuk anaknya dan hidup secara mandiri dengan sikap realistis. Peserta berhasil melewati berbagai fase ketahanan dari perbaikan hingga pengembangan, dan mengintegrasikan sumber-sumber ketahanan “Saya memiliki”, “Saya adalah”, dan “Saya bisa” sesuai dengan Grotberg (1999). Studi ini menyimpulkan bahwa ketahanan pada janda yang kehilangan suaminya adalah proses dinamis, memungkinkan individu untuk bangkit, berkembang, dan menemukan makna baru dalam hidup. Translated with DeepL.com (free version)
Intervensi Psikoedukatif melalui Program SANTUN untuk Membangun Empati dan Mencegah Bullying di Sekolah Hafnidar, Hafnidar; Safitri, Yulia Nanda; Ikhyanuddin, Ikhyanuddin; Junita, Nursan; Ameerah, Mishkatul; Silvia, Yella; Ulfa, Nadia; Hasibuan, Masjidah Khoiriah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/awwapf08

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi permasalahan serius yang berdampak pada kesejahteraan psikologis siswa, khususnya pada masa remaja awal. Rendahnya empati, lemahnya regulasi emosi, serta kurangnya kesadaran sosial menjadi faktor yang berkontribusi terhadap munculnya perilaku perundungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun empati dan mencegah perilaku bullying melalui intervensi psikoedukatif berbasis nilai melalui Program SANTUN (Sikap Aman dan Tenteram untuk Semua). Program ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Sawang, Kabupaten Aceh Utara, dengan melibatkan 55 siswa dan 18 guru serta tenaga pendidik. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi berbasis nilai dengan pendekatan ceramah interaktif, simulasi, role play, refleksi kelompok, dan focus group discussion (FGD), yang mengintegrasikan prinsip psikologi positif dan nilai pendidikan Islam. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, kesadaran emosi, serta kemampuan mengekspresikan empati dan perilaku prososial. Guru juga menunjukkan peningkatan kapasitas dalam mengenali dan menangani perilaku bullying serta menerapkan teknik self-therapy sederhana dalam pembelajaran. Program SANTUN dinilai efektif sebagai intervensi preventif dan promotif dalam menciptakan iklim sekolah yang aman, inklusif, dan berlandaskan nilai empati.
Fostering Productive Village Youth: Soft-Skills and Work Culture Development through Village-Owned Enterprise (BUMDes) Programs in Cibrek Baroh Village Pratama, M. Fikri Jaka; Maszura, Leni; Lestari, Maya; Safitri, Yulia Nanda; Rahma, Febriani; Iramadhani, Dwi; Akbar, Muhammad Naufal; Tambun, Vincent
Gotong Royong: Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2025
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v5i1.88

Abstract

Village youth have great potential in community development as they are in a phase of character building, skill development, and work ethic formation. However, in Gampong Cibrek Baroh, this potential has not been fully optimized due to low education levels, limited training opportunities, and a lack of self-development spaces. The Village-Owned Enterprise (BUMDes) is expected to serve as a platform for youth empowerment, yet it still focuses mainly on asset management without addressing human resource development. This situation results in low participation and readiness among youth in village economic activities, as well as increasing dependence on parents. Through a community service program in the form of soft-skill training and the establishment of a productive work culture integrated with BUMDes activities, it is hoped that the capacity of youth as local development actors can be strengthened. The results of the program indicate improved awareness, participation, and collaborative spirit among youth. Quantitatively, the average pre-test score of 72.75 increased to 88.50 on the post-test, showing a general and more evenly distributed improvement in participants’ abilities. In addition, qualitative findings reveal enhanced reflective ability, communication, and teamwork, indicating changes in attitudes and behavior toward greater productivity and participation.
PERBEDAAN GAYA CINTA PADA PASANGAN MAHASISWA LDR DI TINJAU BERDASARKAN JENIS KELAMIN Naiza Ferona; Syaufi Nazmi Akmal; Fida Rafalina; Najwa Safhira; Shofiatun; Ghina Alfi Mahiroh; Nur Afni Safarina; Yulia Nanda Safitri
Jurnal Cinta Nusantara (JCN) Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL CINTA NUSANTARA
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v3i2.70

Abstract

This study aims to examine the differences in love styles between male and female university students engaged in long-distance relationships (LDR). This topic is important because love styles influence how individuals build and maintain romantic relationships, especially when facing physical limitations such as in LDRs. The hypothesis of this study is that there are significant differences in love styles between males and females in long-distance relationships. The research employed a comparative quantitative approach with purposive sampling and used questionnaires based on Lee’s (1977) six love styles theory. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results showed a significant difference in love styles between male and female students (p = 0.001). Female students tended to exhibit mania, ludus, and pragma styles, while male students were more likely to show pragma, eros, and agape styles. These findings highlight the importance of understanding gender differences in expressing love, especially to maintain relationship quality in long-distance settings
Regulasi Emosi Remaja Yang Terdampak Banjir Rahma, Febriani; Safitri, Yulia Nanda; Lestari, Maya; Zahrina; Nabiilah, Anis En
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran regulasi emosi remaja yang terdampak banjir. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 242 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja berusia 15–18 tahun, berdomisili di kecamatan Matangkuli dan pernah terdampak banjir. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang disusun berdasarkan lima strategi regulasi emosi dari teori Gross (2024), yaitu situation selection, situation modification, attentional deployment, cognitive change, dan response modulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi remaja yang terdampak banjir lebih didominasi pada kategori adaptif dibandingkan maladaptif. Strategi adaptif yang dominan digunakan adalah situation modification, cognitive change, dan response modulation, sedangkan situation selection dan attentional deployment cenderung berada pada kategori maladaptif. Berdasarkan jenis kelamin, remaja perempuan lebih dominan menggunakan strategi regulasi emosi adaptif, sedangkan pada regulasi emosi maladaptif lebih didominasi oleh laki-laki. Dari sisi usia, regulasi emosi adaptif lebih dominan. ditemukan pada remaja berusia 15 tahun, sedangkan regulasi emosi maladaptif lebih dominan pada usia 17 tahun. Tingginya regulasi emosi adaptif dipengaruhi oleh pengalaman berulang menghadapi banjir serta dukungan keluarga, teman sebaya, dan masyarakat, yang berperan sebagai sumber kekuatan psikologis dalam menghadapi tekanan akibat bencana. Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai upaya penguatan regulasi emosi remaja dalam konteks bencana alam.