Claim Missing Document
Check
Articles

Geometry Representation Abilities: What is The Impact of Using The 6E-Instructional Model Integrated with Augmented Reality? Sudirman Sudirman; Ardi Dwi Susandi
PAEDAGOGIA Vol 27, No 1 (2024): PAEDAGOGIA Jilid 27 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v27i1.83957

Abstract

 This research aims to analyze the impact of the 6E-Instructional Model Integrated Augmented Reality in improving students' 3D geometric representation abilities. A type of quasi-experimental design, one group pretest-posttest, is used for objective research of answers. The subjects of this research were 8th-grade students at a private school in Indramayu Regency, Indonesia, totaling 288 students divided into eight classes. Based on this number, one class of class VIII B was selected as the research sample. Furthermore, the research instrument uses a geometric representation ability test. In addition, the data obtained from the test results were analyzed using the paired sample t-test. The research concluded that AR technology can be integrated into constructivist learning, including 6E Instructional Mode. Furthermore, based on the paired sample t-test, it was concluded that using 6E-IM integrated AR increased the 3D geometric representation abilities of class VIII students in one of the private schools in the Indramayu Regency. Therefore, this research provides a foundation for advanced learning in mathematics, especially regarding integrated technology and learning models.
Pengembangan Modul Ajar Pengajuan dan Pemecahan Masalah Matematis untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Kurniawan Cahyanto; Tatag Yuli Eko Siswono; Ardi Dwi Susandi
Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Vol. 4 No. 1 (2026): Bhinneka
Publisher : Universitas Palan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/bhinneka.v4i1.1876

Abstract

This study aims to develop a teaching module focused on mathematical problem posing and problem solving, specifically within the topic of statistics. The goal is to create a module that is not only valid, practical, and effective but also capable of honing the critical and creative thinking skills of high school students. This study utilizes the Research and Development (R&D) method following the 4D development model. The subjects of this research were 10th-grade high school students. The research findings indicate that the teaching module is considered highly valid, with a score of 4.13. In terms of practicality, it achieved a score of 3.8, suggesting the module is user-friendly, engaging, and supportive of a smooth learning process. The module proved effective in improving students' critical and creative thinking skills, as evidenced by a 42% increase in average test scores after using the module. This research suggests that the developed teaching module is feasible for use as instructional material at the high school level and is capable of strengthening students' critical and creative thinking abilities. This module serves as an alternative instructional resource that encourages active, innovative mathematics learning oriented toward the development of high-order thinking skills (HOTS).
Analisis Kompetensi Literasi Numerasi Guru Sekolah Dasar dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Tantangan dan Strategi Agnes Anggilia; Ardi Dwi Susandi; Intan Sari Rufiana
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 8 No. 1 (2027): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/hm971m06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kompetensi literasi numerasi guru Sekolah Dasar (SD) dalam implementasi Kurikulum Merdeka, serta tantangan dan strategi yang dihadapi oleh guru dalam proses tersebut. Kurikulum Merdeka sebagai bagian dari kebijakan pendidikan nasional di Indonesia, memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih fleksibel dan kontekstual. Namun, implementasi kurikulum ini juga menghadirkan tantangan, terutama dalam hal literasi numerasi yang menjadi salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen yang melibatkan guru-guru SD di beberapa sekolah di daerah SD Negeri 007 Jempang yang berada pada kampung mancong kecamatan jempang kabupaten kutai barat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan kompetensi literasi numerasi, seperti keterbatasan dalam pemahaman konsep-konsep dasar numerasi, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pelatihan yang memadai. Namun, beberapa strategi yang diterapkan oleh guru dalam mengatasi tantangan ini termasuk penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis masalah, pemanfaatan teknologi, dan pelatihan kolaboratif antar-guru. Penelitian ini juga menemukan bahwa peningkatan literasi numerasi sangat bergantung pada dukungan dari kebijakan sekolah dan peran aktif kepala sekolah dalam memfasilitasi pengembangan kompetensi guru. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan pendidikan dan praktisi pendidikan, khususnya dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kompetensi literasi numerasi guru SD dalam rangka mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.