Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Nilai Moral Dan Nilai Sosial Dalam Film Budi Pekerti Serta Relevansinya Terhadap Pembelajaran Di SMP Putri Serli Widiasti; Lailan Syafira Putri Lubis; Andi Syahputra Harahap
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5844

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya perkembangan teknologi digital yang berdampak pada menurunnya moralitas bangsa dan adanya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di masyarakat seperti kekerasan, disorganisasi keluarga, kriminalitas, dan kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan nilai moral dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja, (2) untuk mendeskripsikan nilai sosial dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja (3) untuk mendeskripsikan relevansi film Budi Pekerti terhadap pembelajaran di SMP. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan Jenis Penelitian library research. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara simak dan catat. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh (1) Wujud nilai moral yang terdapat dalam film Budi Pekerti meliputi nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain, dan nilai moral dalam hubungan manusia dengan lingkungan. (2) Wujud nilai sosial yang terdapat dalam film Budi Pekerti meliputi nilai kasih sayang, nilai tanggung jawab dan nilai keserasian hidup. Pada nilai kasih sayang meliputi pengabdian, tolong menolong, kekeluargaan, kesetiaan, kepedulian. Nilai tanggung jawab meliputi disiplin, empati. Nilai keserasian hidup meliputi kerja sama (3) Penelitian ini relevan dengan pembelajaran kurikulum 2013, yang sesuai dengan bahan ajar SMP kelas VIII. Sesuai dengan pembelajaran dengan kompetensi dasar 3.11 mengidentifikasi informasi pada teks ulasan tentang karya (film, cerpen, puisi, novel, dan karya seni daerah) yang dibaca atau diperdengarkan dan kompetensi dasar 4.11 menceritakan kembali isi teks ulasan tentang kualitas karya (film, cerpen, puisi, novel, dan karya seni daerah) yang dibaca atau didengar. Kata kunci
EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN SMALL GROUP DISCUSSION TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS TEKS HIKAYAT PADA SISWA KELAS X SMA SWASTA AL WASHLIYAH 1 MEDAN Syabani, Zakia; Zahara, Siti Fatimah; Harahap, Andi Syahputra
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v9i1.28565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam efektivitas strategi pembelajaran Small Group Discussion (SGD) terhadap kemampuan menganalisis teks hikayat pada siswa kelas X SMA Swasta Al Washliyah 1 Medan tahun pembelajaran 2024–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Populasi penelitian terdiri atas seluruh siswa kelas X yang berjumlah 50 orang dan ditetapkan sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan menganalisis teks hikayat. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat dan uji beda dua rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, strategi pembelajaran Small Group Discussion terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menganalisis teks hikayat siswa. 
Membuat Rajutan Dari Benang Wol Sebagai Produk UMKM Pondok Tahfidz Deliani, Susy; Zahara, Siti Fatimah; Muliatik, Sri; Harahap, Andi Syahputra; Siahaan, Hasnah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Vol. 4 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35126/jpmi.v4i1.804

Abstract

The Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector based on handicrafts plays a strategic role in supporting household economies, including within religious educational institutions. This community service aims to empower students at Pondok Tahfidz Layar Dakwah through training in knitting crafts using wool yarn as an effort to create economic independence. The method used is Participatory Action Research (PAR), which includes observation stages, theoretical presentations, demonstrations of knitting techniques, and independent production practice. The program was conducted over two months (June-July) focusing on mastering basic techniques such as single crochet, double crochet, and slip stitch. The results of the service showed a significant increase in the students' skills, rising from 3.4% to 96.6% in their ability to produce marketable knitted bags. In addition to providing economic benefits through the formation of the boarding school's MSME unit, this knitting activity also serves as a means of mental relaxation (self-care) for students amidst their Al-Qur'an memorization routines. This program concludes that the integration of handicraft skills and entrepreneurship within the tahfidz boarding school environment is capable of creating a sustainable creative economic ecosystem.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS CERITA RAKYAT SUMATRA UTARA BERBASIS CANVA UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Riska Pandea Salsabila; Diah Kusyani; Andi Syahputra Harahap
TITIK DUA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/titikdua.v0i0.82180

Abstract

This study aims to develop Canva-based instructional materials for North Sumatran folklore texts for junior high school students by applying the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The analysis stage involved identifying students’ needs and the applicable curriculum, which revealed that folklore materials in textbooks tend to be monotonous and less engaging for students. During the design stage, the researcher developed a student learning module equipped with intrinsic and extrinsic elements, interactive exercises, and visual displays featuring a modern ethnic theme characteristic of North Sumatra. The module was developed using Canva, incorporating animations and quizzes to enhance student engagement. The material expert validation results showed a feasibility percentage of 90% (very feasible category), while media expert validation reached 91.2% (very feasible category). Teacher responses to the instructional materials were also highly positive, with an average score of 90.4%, indicating that the module is attractive, easy to use, and relevant to the needs of 21st-century learning. Based on these results, it can be concluded that the Canva-based North Sumatran folklore instructional materials are feasible to be used as an innovative learning medium that not only enriches students’ understanding of local culture but also fosters learning interest through the integration of digital technology in Indonesian language learning.
Pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai Asisten Pembelajaran untuk Mendukung Pendidikan Karakter Humanis Sri Muliatik; Wina Wulandari; Lailan Syafira Putri Lubis; Siti Fatimah Zahara; Andi Syahputra Harahap; Amelia Dalimunthe
Wahana Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/wahana.v5i1.1896

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan mendorong guru untuk mampu memanfaatkan teknologi secara pedagogis dan humanis dalam proses pembelajaran. Namun, literasi digital guru sekolah dasar masih relatif terbatas, khususnya dalam pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai asisten pembelajaran yang mendukung pendidikan karakter. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru MIS Islamiyah GUPPI dalam memanfaatkan Artificial Intelligence sebagai asisten pembelajaran yang pedagogis, etis, dan berorientasi pada pendidikan karakter humanis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan melalui pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan. Kegiatan melibatkan 25 guru dan dilaksanakan selama satu semester. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence pada proses pembelajaran. Nilai rata-rata kompetensi guru meningkat dari 52,4 menjadi 81,6 atau sebesar 55,7%. Guru juga berhasil menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis Artificial Intelligence berupa modul ajar, lembar kerja peserta didik, media pembelajaran digital, dan asesmen formatif. Selain itu, pemanfaatan Artificial Intelligence mampu mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan tetap berorientasi pada penguatan nilai-nilai karakter humanis. Dengan demikian, program ini berhasil meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong budaya inovasi pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan sekolah.
Eksistensialisme dalam Cerpen Tegak Lurus dengan Langit Karya Iwan Simatupang: Kajian Sartre dan Camus Wina Wulandari; Sri Muliatik; Andi Syahputra Harahap; Fatimah Azzahra; Fadilla Agustin
Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12 No 2 (2026): Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In Press)
Publisher : FKIP Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/pedagogi.v12i2.1494

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi eksistensialisme dalam cerpen Tegak Lurus dengan Langit karya Iwan Simatupang berdasarkan perspektif Jean-Paul Sartre dan Albert Camus serta mengungkap persamaan dan perbedaan kedua perspektif tersebut dalam memaknai eksistensi tokoh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian berupa dialog, narasi, tindakan tokoh, peristiwa, dan simbol yang merepresentasikan konsep-konsep eksistensialisme. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, close reading, dan teknik pencatatan, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif Jean-Paul Sartre merepresentasikan eksistensialisme melalui rangkaian faktisitas, kebebasan, pilihan, tanggung jawab, dan autentisitas, sedangkan perspektif Albert Camus merepresentasikannya melalui absurditas, keterasingan, revolt, penerimaan, dan pencarian makna. Analisis komparatif menunjukkan bahwa Sartre menempatkan kebebasan sebagai landasan pembentukan eksistensi, sementara Camus memandang absurditas sebagai titik awal pencarian makna hidup. Penelitian ini menawarkan kebaruan berupa model pembacaan komparatif yang mengintegrasikan perspektif Sartre dan Camus dalam mengungkap representasi eksistensialisme pada cerpen Indonesia. Temuan tersebut memperkaya kajian sastra berbasis filsafat eksistensial serta memperluas penerapan pendekatan komparatif dalam kritik sastra Indonesia modern.
Keterampilan Merajut Bagi Santri-Santri Rumah Tahfidz Al-Fazz Susy Deliani; Siti Fatimah Zahara; Sri Muliatik; Mindalisma Mindalisma; Andi Syahputra Harahap
JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi Vol. 4 No. 2 (2025): JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jaliye.v4i2.1246

Abstract

This community service activity aims to improve knitting skills among students of Rumah Tahfidz Al-Fazz as an effort to develop creativity and economic independence. The main problem faced by the partner institution is the limited productive skills that can support students’ life skills beyond Qur’an memorization activities. The implementation method consisted of planning, training, mentoring, and evaluation stages. The training was conducted through the introduction of basic knitting concepts, tools and materials, fundamental knitting techniques, and hands-on practice in producing simple knitted products such as wallets and bags. The activity was carried out directly using a participatory approach to encourage active involvement of the students throughout the training process. The results showed that the students were able to understand basic knitting techniques and produce simple knitted products with a satisfactory level of neatness. In addition, the activity increased students’ creativity, self-confidence, and interest in entrepreneurship. In conclusion, knitting skills training is effective as a means of developing students’ life skills and has the potential to become a sustainable productive activity at Rumah Tahfidz Al-Fazz.