Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sosialisasi Peningkatan Literasi Informasi Masyarakat melalui Optimalisasi Layanan Perpustakaan Daerah di Kota Banjarmasin: Penelitian Devia Hetty Hernany; Beni Akhmad; Amelia Puspita; Hairansyah; Heri; Aelaya Frida Putri; Ahmad Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7381

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai informasi. Namun, kemudahan tersebut belum diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memilih, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara tepat sehingga meningkatkan risiko penyebaran misinformasi dan hoaks. Di sisi lain, pemanfaatan layanan Perpustakaan Daerah Kota Banjarmasin sebagai pusat literasi dan sumber informasi masih belum optimal. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi informasi masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan layanan perpustakaan daerah. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan tim pengabdian, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banjarmasin, serta masyarakat sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan literasi informasi, pendampingan praktik pemanfaatan layanan perpustakaan, diskusi interaktif, serta evaluasi kegiatan. Materi yang diberikan mencakup pentingnya literasi informasi, teknik mengidentifikasi sumber informasi yang kredibel, pemanfaatan koleksi perpustakaan, penggunaan katalog digital, serta pemanfaatan berbagai layanan perpustakaan sebagai sumber belajar sepanjang hayat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya literasi informasi, meningkatnya kemampuan peserta dalam mencari dan mengevaluasi informasi yang valid, serta bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai berbagai layanan yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kota Banjarmasin. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, pengembangan pengetahuan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banjarmasin menjadi faktor pendukung keberhasilan program sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang edukasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam membangun budaya literasi informasi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat secara berkelanjutan.
Analysis Of Behavior Change Communication In Counseling By The National Narcotics Agency Of South Kalimantan Province In Preventing Narcotics Abuse Among The Younger Generation (A Study From An Islamic Communication Perspective) Amelia Puspita; Nasrudin Nasrudin; Decky Kuncoro; Devia Hetty Hernany
SAHAFA: Journal of Islamic Communication Vol. 9 No. 01 (2026): Sahafa Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v9i01.24

Abstract

Drug abuse remains a major public health and social issue, particularly among young people who are highly vulnerable due to peer influence, curiosity, and environmental factors. As the leading institution responsible for drug prevention in Indonesia, the National Narcotics Agency (BNN) of South Kalimantan Province implements educational outreach programs to encourage behavioral change. This study aims to analyze the implementation of Behavior Change Communication (BCC) in BNN South Kalimantan Province's anti-drug awareness campaigns for young people from the perspective of Islamic communication. A qualitative case study approach was employed. Data were collected through observations, in-depth interviews with BNN officials, counselors, and outreach participants, as well as documentation. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and SaldaƱa, while source and technique triangulation were applied to ensure data credibility. The findings reveal that the implementation of BCC incorporates four main components: communication messages, communication media, communication methods, and target audiences. Communication messages are developed based on current national drug abuse data, while visual and audiovisual media enhance participants' understanding. Interactive methods, including lectures, discussions, question-and-answer sessions, quizzes, and ice-breaking activities, encourage active participation. Furthermore, communication strategies are tailored to audience characteristics, particularly students and university students who are considered high-risk groups. From the perspective of Islamic communication, the implementation reflects the principles of bil hikmah, mau'izhah hasanah, and the protection of life (hifz al-nafs) and intellect (hifz al-'aql). The study concludes that integrating BCC with Islamic communication principles strengthens the effectiveness of anti-drug prevention campaigns by fostering awareness, positive attitudes, and sustainable behavioral change among young people. Keywords: Behavior Change Communication; Drug Abuse Prevention; National Narcotics Agency; Youth; Islamic Communication.