Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peran Karang Taruna Dalam Pembangunan Pendidikan Desa Langge Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango Harold, Rudy; Ibrahim, Ridwan; Hunawa, Rohit; Bumulo, Sahrain
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i2.44

Abstract

This research aims to explore the strategic role of Karang Taruna as a youth organization in the development of Langge Village, Tapa District, Bone Bolango Regency, in accordance with Minister of Social Affairs Regulation No. 25 of 2019. The primary focus is to identify the effectiveness of Karang Taruna in achieving development goals and to analyze hindering factors that influence its contribution. This study employs a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results indicate that Karang Taruna youth are directly involved in the formulation of regulations and the dynamics of village democracy. Their role includes garnering support from the community to empower the youth. However, a pattern of collaboration does not exist between Karang Taruna youth and the village government, indicating a lack of inter-agency cooperation. Collaborative efforts enable the resolution of social disparity issues through Karang Taruna's programs. From an educational perspective and their other roles, they reflect the implementation of justice and solidarity values but do not receive adequate support from the village government. The government perceives their efforts to assist the community and participate in development as less effective, indicating that the role of Karang Taruna faces issues that need to be coordinated comprehensively across various aspects of village institutions.
Persepsi Masyarakat Terkait Implementasi Penggunaan Dana Desa di Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo Hanasi, Raihan A.; Bumulo, Sahrain; Mobilingo, Rapli
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i2.61

Abstract

The allocation of Village Funds to each village is a tangible manifestation of the central government's concern for rural development agendas. The primary objective of providing these funds is to enhance the well-being of the community at the village level through the implementation of various development programs tailored to local needs. However, the disbursement of village funds often sparks controversy at the local level, ranging from a lack of transparency to instances of corruption. This research aims to analyze the community's perception regarding the implementation of village fund utilization for sustainable village development. The research methodology employed is qualitative with a descriptive approach. The findings indicate that the implementation of village funds in Mongolato Village has garnered positive responses from the community. The community actively participates in monitoring the use of village funds for development, and the local government allows them to provide feedback, input, and criticism in the development planning process. The Mongolato Village government demonstrates a strong commitment to development to improve the well-being of the community, particularly farmers. In addition to road infrastructure, the village government has also executed various other development programs that have yielded positive impacts.
Fenomena Thrifting Fashion di Era Milenial (Studi pada Mahasiswa Pengguna Thrifting Fashion di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo Ibrahim, Ridwan; Rahmatiah; Bumulo, Sahrain; Apajulu, Selvin
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i3.75

Abstract

Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan siswa tentang fenomena thrifting fashion di era milenial. Pendekatan ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan mahasiswa terhadap fashion thrift vintage berbeda-beda, antara lain: (1) Beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial melihatnya sebagai cara untuk tetap tampil modis sambil menghemat uang; (2) ada juga yang melihat thrifting sebagai cara untuk berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan pakaian yang sudah ada, (3) thrifting fashion sebagai cara untuk mengekspresikan kreativitas dan gaya pribadi melalui kombinasi unik barang bekas, (4) motif ekonomi karena harga murah sesuai dengan kondisi keuangan mahasiswa, dan (5) motif gaya hidup karena pengaruh dari teman maupun media sosial yang melatarbelakangi penggunaan thrifting fashion. Faktor yang melatarbelakangi fashion thrifting saat ini adalah adanya kebutuhan umum dalam gaya hidup berpakaian; thrifting fashion sedang menjadi tren dunia, khususnya di kalangan mahasiswa. Selain itu, fashion thrifting menjadi populer karena adanya komunitas thrift yang membuat acara-acara thrift dan membangun personal branding.
Pelatihan Pembuatan Silase dan Fermentasi Jerami Padi Bagi Masyarakat Desa Bongopini Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Syahruddin; Mukhtar, Muhammad; Djunu, Sri Suryaningsih; Fathan, Suparmin; Laya, Nibras K.; Dako, Safriyanto; Bumulo, Sahrain
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i3.153

Abstract

Potensi limbah tanaman pangan seperti jerami padi dan jerami jagung di Desa Bongopini dan sekitarnya banyak tersedia pada waktu musim panen tiba. Tetapi peternak hanya memanfaatkan sebagian kecil limbah tersebut sebagai pakan ternak. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peternak agar dapat mengolah jerami jagung dan jerami padi menjadi pakan dalam bentuk silase dan jerami padi fermentasi. Sehingga peternak dapat memaksimalkan pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan ternak serta tidak mengalami kendala penyediaan pakan hijauan pada saat musim kemarau. Pelatihan menggunakan metode partisipatif dengan 50% teori dan 50% praktek aplikatif. Materi yang disajikan dengan ceramah, diskusi dan praktek langsung di lokasi tempat pengabdian masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat memperlihatkan bahwa semua peternak merespon dengan baik pelaksanaan kegiatan pengabdian ini karena dapat menambah pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah jerami jagung dan jerami padi menjadi pakan ternak yang murah, mudah didapat dan melimpah. Pengolahan pakan dengan cara silase dan fermentasi jerami padi dapat meningkatkan nilai nutrisi dan palatabilitas pakan serta dapat mengatasi kekurangan pakan hijauan pada musim kemarau. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini peternak di Desa Bongopini dapat membuat silase dan jerami padi fermentasi, sehingga dapat meningkatkan pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan ternak.
Peran modal sosial dalam pengembangan UMKM minyak kelapa kampung: Kajian pemberdayaan masyarakat Desa Bandungan, Gorontalo Bumulo, Sahrain; Rahmatiah; Hunto, Beni Alwin
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i4.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) minyak kelapa kampung di Desa Bandungan, Gorontalo. UMKM ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi lokal yang berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan kelompok UMKM, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM di Desa Bandungan berjalan baik melalui pelatihan keterampilan dan penguatan jaringan sosial yang memungkinkan pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar. Modal sosial yang kuat terbukti memainkan peran penting dalam menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antar anggota kelompok UMKM dan masyarakat sekitar, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa. Kendala yang dihadapi termasuk ketergantungan pada pemasok bahan baku dan kemasan yang tidak stabil, namun upaya kolaboratif dengan pemerintah desa dapat memberikan solusi untuk memperkuat keberlanjutan usaha. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberdayaan yang berbasis modal sosial dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat desa.
Peran modal sosial dalam pembentukan dan pengembangan pengusaha mebel di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Gorontalo Rahmatiah; Harold, Rudy; Bumulo, Sahrain; Alhasni, Sakinah
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i4.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam pembentukan pengusaha mebel di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini mengungkapkan perjalanan karir pengusaha mebel yang dimulai dari seorang tukang kayu sederhana menjadi pemilik industri mebel yang sukses, yakni Faninda Jaya Mebel. Meskipun dimulai dengan modal terbatas, pengusaha ini berhasil membangun bisnisnya melalui jaringan sosial yang kuat, pemasaran online, dan hubungan kepercayaan yang terjalin dengan konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial, berupa norma, kepercayaan, dan jaringan sosial yang terbentuk antara para pengusaha mebel, memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pengembangan usaha mebel di wilayah tersebut. Pengusaha juga berhasil mengadopsi strategi branding yang membedakan produk mereka, yang tercermin dalam penggunaan karakter anak-anak sebagai identitas usaha. Penelitian ini menyarankan agar pengusaha memperkuat dan memperluas jaringan sosial mereka untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Peran keluarga terhadap pengemis anak di menara Limboto, Kabupaten Gorontalo Ibrahim, Ridwan; Harold, Rudy; Bumulo, Sahrain; Nihali, Erik
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i4.177

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Gorontalo, di mana fenomena pengemis anak jalanan di kawasan Menara Limboto semakin mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam pembinaan pengemis anak-anak dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan keluarga membiarkan anak-anak mereka mengemis di jalanan. Menggunakan teori struktural fungsional Robert K. Merton, penelitian ini menggambarkan interaksi sosial dalam keluarga yang mendasari keputusan tersebut, serta menggali peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan perlindungan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dengan pengemis anak, keluarga, dan pihak terkait di Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakmampuan ekonomi keluarga menjadi faktor utama yang memaksa anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas mengemis. Orang tua, dalam kondisi ini, merasa terpaksa membiarkan anak-anak mereka bekerja demi memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Temuan ini mengungkapkan pentingnya pemberian perhatian lebih terhadap peran keluarga dalam menyediakan kebutuhan dasar anak dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak, serta perlindungan terhadap eksploitasi anak-anak yang seharusnya memperoleh pendidikan dan perlindungan yang layak.
PERAN PROGRAM TENAGA KERJA MANDIRI (TKM) UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN DI KELURAHAN TUMBIHE, KABILA, BONE BOLANGO Usman, Adelina; Hatu, Rauf A.; Bumulo, Sahrain
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v8i2.26045

Abstract

This study aims to analyze the role of the Independent Workforce Program (Tenaga Kerja Mandiri/TKM) in poverty alleviation in Tumbihe Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango Regency. The program is an initiative by the Ministry of Manpower that focuses on job creation and community empowerment through training and provision of business facilities. The research employs a descriptive qualitative approach with five key informants, consisting of program beneficiaries, program facilitators, and village officials. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results indicate that the TKM program contributes significantly to business capacity improvement (80%) and household income (average increase of 35%). In addition, the program strengthens economic independence and expands social networks among business actors. Based on Talcott Parsons’ Structural Functionalism theory, TKM fulfills four main social functions: adaptation, goal attainment, integration, and pattern maintenance. The implication is that the implementation of the TKM program should be expanded to other areas with enhanced post-training mentoring to ensure more sustainable impacts on reducing local poverty levels
Solidaritas Masyarakat dalam Pemenuhan Air Bersih di Masyarakat Dulamayo (Suatu Studi Desa Dulamayo Selatan Kec. Telaga Kab. Gorontalo) Itani, Rifanto; Bumulo, Sahrain; Latare, Sainudi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bagaimana solidaritas masyarakat dalam pemenuhan air bersih Di Masyarakat Dulamayo (Suatu Studi Desa Dulamayo Selatan kec. Telaga Kab. Gorontalo). Penelitian ini menggunakan metode deskriftif Kualitatif dengan Teknik Pengumpulan Data Penelitian melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Solidaritas masyarakat Dulamayo Selatan tumbuh dari kesadaran kolektif terhadap pentingnya air bersih sebagai kebutuhan dasar. Masyarakat memiliki semangat kebersamaan yang kuat dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi semua warga, baik melalui kegiatan gotong royong, kerja bakti, maupun saling membantu antarwarga. Pada masa sebelum adanya PAMSIMAS, masyarakat menunjukkan bentuk solidaritas mekanik.Hal ini terlihat dari kebersamaan warga dalam membersihkan, mengganti, dan memperbaiki saluran bambu yang digunakan sebagai alat untuk menyalurkan air dari sumber mata air ke rumah-rumah warga. Kesamaan kegiatan, nilai, dan tujuan mencerminkan hubungan sosial yang didasarkan pada keseragaman fungsi dan kebutuhan bersama. Setelah hadirnya program PAMSIMAS, solidaritas masyarakat mengalami perubahan ke arah solidaritas organik. Keterlibatan warga dalam pengelolaan air bersih mulai berkurang karena adanya pembagian fungsi antara pengurus PAMSIMAS dan masyarakat pengguna. Masyarakat menjadi lebih bergantung pada sistem teknis dan lembaga pengelola, namun tetap terikat dalam hubungan saling ketergantungan sosial yang baru. Meskipun pola gotong royong rutin berkurang, nilai-nilai solidaritas sosial tidak hilang. Masyarakat tetap menunjukkan kerja sama dalam situasi darurat seperti banjir atau longsor yang merusak sumber mata air. Pada kondisi tersebut, warga secara sukarela bergotong royong memperbaiki saluran dan menjaga kelestarian sumber air. Perubahan bentuk solidaritas ini mencerminkan adaptasi sosial masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan sistem pengelolaan air modern.