Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Masyarakat Terkait Implementasi Penggunaan Dana Desa di Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo Hanasi, Raihan A.; Bumulo, Sahrain; Mobilingo, Rapli
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i2.61

Abstract

The allocation of Village Funds to each village is a tangible manifestation of the central government's concern for rural development agendas. The primary objective of providing these funds is to enhance the well-being of the community at the village level through the implementation of various development programs tailored to local needs. However, the disbursement of village funds often sparks controversy at the local level, ranging from a lack of transparency to instances of corruption. This research aims to analyze the community's perception regarding the implementation of village fund utilization for sustainable village development. The research methodology employed is qualitative with a descriptive approach. The findings indicate that the implementation of village funds in Mongolato Village has garnered positive responses from the community. The community actively participates in monitoring the use of village funds for development, and the local government allows them to provide feedback, input, and criticism in the development planning process. The Mongolato Village government demonstrates a strong commitment to development to improve the well-being of the community, particularly farmers. In addition to road infrastructure, the village government has also executed various other development programs that have yielded positive impacts.
Fenomena Thrifting Fashion di Era Milenial (Studi pada Mahasiswa Pengguna Thrifting Fashion di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo Ibrahim, Ridwan; Rahmatiah; Bumulo, Sahrain; Apajulu, Selvin
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i3.75

Abstract

Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan siswa tentang fenomena thrifting fashion di era milenial. Pendekatan ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan mahasiswa terhadap fashion thrift vintage berbeda-beda, antara lain: (1) Beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial melihatnya sebagai cara untuk tetap tampil modis sambil menghemat uang; (2) ada juga yang melihat thrifting sebagai cara untuk berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan pakaian yang sudah ada, (3) thrifting fashion sebagai cara untuk mengekspresikan kreativitas dan gaya pribadi melalui kombinasi unik barang bekas, (4) motif ekonomi karena harga murah sesuai dengan kondisi keuangan mahasiswa, dan (5) motif gaya hidup karena pengaruh dari teman maupun media sosial yang melatarbelakangi penggunaan thrifting fashion. Faktor yang melatarbelakangi fashion thrifting saat ini adalah adanya kebutuhan umum dalam gaya hidup berpakaian; thrifting fashion sedang menjadi tren dunia, khususnya di kalangan mahasiswa. Selain itu, fashion thrifting menjadi populer karena adanya komunitas thrift yang membuat acara-acara thrift dan membangun personal branding.
Pelatihan Pembuatan Silase dan Fermentasi Jerami Padi Bagi Masyarakat Desa Bongopini Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Syahruddin; Mukhtar, Muhammad; Djunu, Sri Suryaningsih; Fathan, Suparmin; Laya, Nibras K.; Dako, Safriyanto; Bumulo, Sahrain
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i3.153

Abstract

Potensi limbah tanaman pangan seperti jerami padi dan jerami jagung di Desa Bongopini dan sekitarnya banyak tersedia pada waktu musim panen tiba. Tetapi peternak hanya memanfaatkan sebagian kecil limbah tersebut sebagai pakan ternak. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peternak agar dapat mengolah jerami jagung dan jerami padi menjadi pakan dalam bentuk silase dan jerami padi fermentasi. Sehingga peternak dapat memaksimalkan pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan ternak serta tidak mengalami kendala penyediaan pakan hijauan pada saat musim kemarau. Pelatihan menggunakan metode partisipatif dengan 50% teori dan 50% praktek aplikatif. Materi yang disajikan dengan ceramah, diskusi dan praktek langsung di lokasi tempat pengabdian masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat memperlihatkan bahwa semua peternak merespon dengan baik pelaksanaan kegiatan pengabdian ini karena dapat menambah pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah jerami jagung dan jerami padi menjadi pakan ternak yang murah, mudah didapat dan melimpah. Pengolahan pakan dengan cara silase dan fermentasi jerami padi dapat meningkatkan nilai nutrisi dan palatabilitas pakan serta dapat mengatasi kekurangan pakan hijauan pada musim kemarau. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini peternak di Desa Bongopini dapat membuat silase dan jerami padi fermentasi, sehingga dapat meningkatkan pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan ternak.
Peran modal sosial dalam pengembangan UMKM minyak kelapa kampung: Kajian pemberdayaan masyarakat Desa Bandungan, Gorontalo Bumulo, Sahrain; Rahmatiah; Hunto, Beni Alwin
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i4.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) minyak kelapa kampung di Desa Bandungan, Gorontalo. UMKM ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi lokal yang berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan kelompok UMKM, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM di Desa Bandungan berjalan baik melalui pelatihan keterampilan dan penguatan jaringan sosial yang memungkinkan pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar. Modal sosial yang kuat terbukti memainkan peran penting dalam menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antar anggota kelompok UMKM dan masyarakat sekitar, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa. Kendala yang dihadapi termasuk ketergantungan pada pemasok bahan baku dan kemasan yang tidak stabil, namun upaya kolaboratif dengan pemerintah desa dapat memberikan solusi untuk memperkuat keberlanjutan usaha. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberdayaan yang berbasis modal sosial dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat desa.
Peran modal sosial dalam pembentukan dan pengembangan pengusaha mebel di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Gorontalo Rahmatiah; Harold, Rudy; Bumulo, Sahrain; Alhasni, Sakinah
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i4.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam pembentukan pengusaha mebel di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini mengungkapkan perjalanan karir pengusaha mebel yang dimulai dari seorang tukang kayu sederhana menjadi pemilik industri mebel yang sukses, yakni Faninda Jaya Mebel. Meskipun dimulai dengan modal terbatas, pengusaha ini berhasil membangun bisnisnya melalui jaringan sosial yang kuat, pemasaran online, dan hubungan kepercayaan yang terjalin dengan konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial, berupa norma, kepercayaan, dan jaringan sosial yang terbentuk antara para pengusaha mebel, memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pengembangan usaha mebel di wilayah tersebut. Pengusaha juga berhasil mengadopsi strategi branding yang membedakan produk mereka, yang tercermin dalam penggunaan karakter anak-anak sebagai identitas usaha. Penelitian ini menyarankan agar pengusaha memperkuat dan memperluas jaringan sosial mereka untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Peran keluarga terhadap pengemis anak di menara Limboto, Kabupaten Gorontalo Ibrahim, Ridwan; Harold, Rudy; Bumulo, Sahrain; Nihali, Erik
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i4.177

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Gorontalo, di mana fenomena pengemis anak jalanan di kawasan Menara Limboto semakin mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam pembinaan pengemis anak-anak dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan keluarga membiarkan anak-anak mereka mengemis di jalanan. Menggunakan teori struktural fungsional Robert K. Merton, penelitian ini menggambarkan interaksi sosial dalam keluarga yang mendasari keputusan tersebut, serta menggali peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan perlindungan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dengan pengemis anak, keluarga, dan pihak terkait di Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakmampuan ekonomi keluarga menjadi faktor utama yang memaksa anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas mengemis. Orang tua, dalam kondisi ini, merasa terpaksa membiarkan anak-anak mereka bekerja demi memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Temuan ini mengungkapkan pentingnya pemberian perhatian lebih terhadap peran keluarga dalam menyediakan kebutuhan dasar anak dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak, serta perlindungan terhadap eksploitasi anak-anak yang seharusnya memperoleh pendidikan dan perlindungan yang layak.
Solidaritas Masyarakat dalam Pemenuhan Air Bersih di Masyarakat Dulamayo (Suatu Studi Desa Dulamayo Selatan Kec. Telaga Kab. Gorontalo) Itani, Rifanto; Bumulo, Sahrain; Latare, Sainudi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bagaimana solidaritas masyarakat dalam pemenuhan air bersih Di Masyarakat Dulamayo (Suatu Studi Desa Dulamayo Selatan kec. Telaga Kab. Gorontalo). Penelitian ini menggunakan metode deskriftif Kualitatif dengan Teknik Pengumpulan Data Penelitian melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Solidaritas masyarakat Dulamayo Selatan tumbuh dari kesadaran kolektif terhadap pentingnya air bersih sebagai kebutuhan dasar. Masyarakat memiliki semangat kebersamaan yang kuat dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi semua warga, baik melalui kegiatan gotong royong, kerja bakti, maupun saling membantu antarwarga. Pada masa sebelum adanya PAMSIMAS, masyarakat menunjukkan bentuk solidaritas mekanik.Hal ini terlihat dari kebersamaan warga dalam membersihkan, mengganti, dan memperbaiki saluran bambu yang digunakan sebagai alat untuk menyalurkan air dari sumber mata air ke rumah-rumah warga. Kesamaan kegiatan, nilai, dan tujuan mencerminkan hubungan sosial yang didasarkan pada keseragaman fungsi dan kebutuhan bersama. Setelah hadirnya program PAMSIMAS, solidaritas masyarakat mengalami perubahan ke arah solidaritas organik. Keterlibatan warga dalam pengelolaan air bersih mulai berkurang karena adanya pembagian fungsi antara pengurus PAMSIMAS dan masyarakat pengguna. Masyarakat menjadi lebih bergantung pada sistem teknis dan lembaga pengelola, namun tetap terikat dalam hubungan saling ketergantungan sosial yang baru. Meskipun pola gotong royong rutin berkurang, nilai-nilai solidaritas sosial tidak hilang. Masyarakat tetap menunjukkan kerja sama dalam situasi darurat seperti banjir atau longsor yang merusak sumber mata air. Pada kondisi tersebut, warga secara sukarela bergotong royong memperbaiki saluran dan menjaga kelestarian sumber air. Perubahan bentuk solidaritas ini mencerminkan adaptasi sosial masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan sistem pengelolaan air modern.
Dinamika Sosial Ekonomi Pasca Renovasi Pasar Sentral di Kota Gorontalo Naru, Pikran; A. Hatu, Rauf; Bumulo, Sahrain
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika sosial dan ekonomi pasca renovasi Pasar Sentral di Kota Gorontalo dengan menyoroti perubahan struktur sosial, pola interaksi ekonomi, serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Renovasi pasar tidak hanya diharapkan memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat fungsi sosial dan ekonomi sebagai pusat aktivitas masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi lapangan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pedagang, pengelola pasar, serta masyarakat sekitar. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menggunakan kerangka Struktural Fungsionalisme Talcott Parsons yang memandang masyarakat sebagai sistem sosial yang terdiri dari bagian-bagian saling bergantung untuk mencapai keseimbangan melalui empat fungsi utama: Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency (AGIL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa renovasi membawa dampak positif terhadap peningkatan fasilitas, kenyamanan, dan kualitas hubungan sosial antara pedagang dan pembeli, namun belum memberikan peningkatan signifikan terhadap pendapatan pedagang akibat minimnya promosi dan berkurangnya jumlah pengunjung. Secara sosial, renovasi memperkuat solidaritas dan loyalitas antar pelaku pasar, sedangkan dari sisi ekonomi masih dibutuhkan dukungan kebijakan serta strategi promosi yang lebih efektif. Dengan demikian, renovasi Pasar Sentral Kota Gorontalo menciptakan bentuk keseimbangan sosial baru sesuai kerangka Struktural Fungsionalisme Parsons, namun keseimbangan tersebut belum stabil secara ekonomi sehingga diperlukan upaya adaptif dan kolaboratif agar pasar dapat berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Livelihood transformation in Pangi Village: Navigating the socio-economic dynamics of the shift from agriculture to gold mining Sahrain Bumulo; Rauf A. Hatu; Dare Ojo Omonijo; Dewinta Rizky R. Hatu; Ridwan Ibrahim; Sainudin Latare; Rudy Harold; Marsela Madi
Dynamics of Rural Society Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Dynamics of Rural Society Journal
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social Sciences, Gorontalo State University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/drsj.v4i2.141

Abstract

This study examines the socio-economic transformation in Pangi Village, Gorontalo, Indonesia, marked by a significant shift from agriculture to artisanal and small-scale gold mining (ASGM), driven primarily by declining agricultural productivity and increasing economic uncertainty. This study adopts a qualitative research approach to examine the socio-economic and environmental implications of the livelihood transition. Data were collected through in-depth interviews with farmers, miners, village officials, and community leaders, complemented by field observations in both agricultural and mining areas. The data were analyzed thematically to capture community perceptions, lived experiences, and local responses to the changing rural economic landscape. The findings indicate that while ASGM offers higher income potential than agriculture, it also generates significant social and environmental consequences. Social relations within the village have become increasingly fragmented, particularly between households engaged in mining activities and those remaining in the agricultural sector. In addition, mining activities have contributed to land degradation and water pollution, further threatening the sustainability of agricultural practices. Government initiatives aimed at protecting agricultural land and revitalizing the farming sector have not yet achieved optimal outcomes, as they have failed to provide rapid and tangible improvements in farmers’ welfare. As a result, despite awareness of the risks associated with mining, many residents continue to abandon agriculture in favour of ASGM. The findings highlight that the livelihood transition is driven by persistent economic pressures and limited agricultural viability, while simultaneously generating social fragmentation and environmental degradation. This study contributes to a deeper understanding of rural livelihood transformations by revealing how economic vulnerability shapes community responses and policy outcomes. These results underscore the need for integrated policies that strengthen agricultural competitiveness, enhance farmer empowerment, and balance economic development with environmental sustainability to ensure long-term rural welfare.
Peran Keluarga dalam Mempertahankan Bahasa Daerah Gorontalo di Kalangan Anak Muda Desa Longalo Suleman, Fadli; Bumulo, Sahrain; Tamu, Yowan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.4093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dalam mempertahankan bahasa daerah Gorontalo, strategi yang digunakan, kendala yang dihadapi, tingkat penggunaan bahasa daerah oleh anak muda, serta bentuk dukungan dari lingkungan sosial, tokoh adat, dan pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas keluarga, tokoh adat, pendidik, dan anak muda di Desa Longalo. Data dianalisis menggunakan teori Struktural Fungsional Talcott Parsons melalui konsep AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency) untuk memahami fungsi sosial setiap peran dalam upaya pelestarian bahasa daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga dalam mempertahankan bahasa daerah masih ada, namun terbatas pada aktivitas sederhana seperti bercerita dan memberi nasihat menggunakan bahasa Gorontalo. Strategi yang digunakan bersifat alami dan belum terstruktur. Kendala utama yang dihadapi meliputi rendahnya minat anak muda, dominasi penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, serta tidak adanya pembelajaran bahasa daerah yang sistematis di lingkungan keluarga. Tingkat penggunaan bahasa Gorontalo oleh anak muda tergolong rendah, dengan sebagian hanya memahami secara pasif dan sebagian lainnya tidak memahami sama sekali. Dukungan dari lingkungan sosial, tokoh adat, dan pendidik dilakukan melalui kegiatan budaya dan kebijakan sekolah, namun dampaknya terhadap penggunaan aktif bahasa masih terbatas. Analisis AGIL menunjukkan bahwa fungsi Integration dan Latency paling dominan, sehingga pelestarian bahasa daerah memerlukan kolaborasi antara keluarga, lingkungan sosial, tokoh adat, pendidik, dan pemerintah agar berkelanjutan.
Co-Authors A. Hatu, Rauf Adahati, Fadjrin S. Adam , Yundrawaty Adelina Usman Ahmad Ali Alhasni, Sakinah Andriana Muhiba Apajulu, Selvin Bilfadliyanto Bangga Bilondatu, Muh. Nabiel Citra Tune Damalante, Gina Dare Ojo Omonijo Delvi Suleman Dewinta Rizky R. Hatu Djunu, Sri Suryaningsih Duto, Mawar Anggraini Eduart Wolok Eliska Andris Fitrah Bau Funco Tanipu Gobel, Dita Inda Sari Gobel, Septiani van Hanasi, Raihan A. Haris Singgili harold, Rudi Harold, Rudy Harun Blongkod Hatu, Dewinta Rizky. R. Hatu, Rauf A Hermanto, Winda Hizran Patila Hunawa, Rohit Hunto, Beni Alwin Ismail, Yahya Ismail Itani, Rifanto Jefriyanto Saud Kadir, Muhamad Khairun K. Kasim, Mamang Ladiku, Rahmat Lasanudin, Rio Adiaksa Latare, Sainudi Macpal, Rahmawati Malae, Andris K. Marsela Madi Matuwala, Misna Mobilingo, Rapli Moh Fahrezi Arumasi Muhammad Mukhtar Muslima Musa Nadia Naru, Pikran Nibras K. Laya Nihali, Erik Noval Talani Nur Indah Hasan Nur Jafar Paludai, Moh. Sahrul Paranggi, Salma Paris, Vicky Maulana Pomontolo, Iswan Pritika Dukalang Rahma Melana Rahmat Ladiku Rahmat Ladiku Rahmatiah Rahmatiah Rauf A Hatu Rauf A. Hatu Rauf A. Hatu Ridwan Ibrahim Ridwan Ibrahim Ridwan Ibrahim Rumanbi , Wira Pratama Sabrina Nadia Safriyanto Dako Sainudin Latare Satingi, Prasetyo Siska Irhamnawati Pulogu Soeryo Adiwibowo Sofyan Sjaf Suleman, Fadli Suleman, Zein Suparmin Fathan Syahruddin Tangahu, Moh. Fajar Tegila, Ling Liana Vanya Dyah Pitaloka M.A.C. Wungguli, Nuraisyah Ramadani Yowan Tamu Yustika Paudi Zul Fikar Ahmad Zulham Sirajuddin