Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN Cd DAN Cu PADA SUNGAI GUNG, SIBELIS DAN KEMIRI DI WILAYAH TEGAL Oktariani Pramiastuti; Desi Sri Rejeki
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i1.254

Abstract

Sungai merupakan perairan terbuka mengalir yang mendapat masukan dari semua buangan berbagai kegiatan manusia di daerah permukiman, pertanian, dan industri di daerah sekitarnya yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan faktor fisika, kimia dan biologi didalam perairan. Pencemaran lingkungan baik air, tanah dan udara oleh logam berat menyebabkan berbagai kerugian pada kehidupan organisme. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar logam berat pada sungai Gung, Sibelis dan Kemiri di wilayah Tegal. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan percobaan deskriptif. Logam yang diamati Cd dan Cu. Sampel air sungai diperoleh dari 3 tempat yaitu sungai Gung (Kelurahan Dukuhmalang), sungai Kemiri (Kelurahan Sidapurna) dan Sungai Sibelis (Kelurahan Keturen). Pengamatan dilakukan secara kuantitatif menggunakan Spektrofotometer serapan atom Shimadzu 6300 AA dan didestruksi terlebih dahulu dengan HNO3 pekat. Hasil penelitian menunjukkan angka kadar Cd dan Cu di tiga sungai tidak melebihi angka baku mutu air yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 sehingga dapat disimpulkan bahwa sungai Gung, Sibelis dan Kemiri di wilayah Tegal aman dari bahan pencemar logam berat karena tidak mengandung Cd dan Cu.
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR ANTIBAKTERI ESKTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) Oktariani Pramiastuti; Endang Istriningsih; Denis Parasdinata
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v14i1.401

Abstract

Daun sirsak memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada formulasi sediaan sabun cair dari ekstrak daun sirsak (Annona muricata Linn) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun sirsak dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, 30% dan kontrol negatif dengan tidak menggunakan ekstrak daun sirsak dan menguji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphyloccus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan sabun cair ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi variasi 10%, 15%, 30% dan kontrol negatif memenuhi persyaratan mutu sabun mandi menurut SNI 06-332-1994. Sedangkan pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa konsentrasi 10% memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter rata-rata zona hambat sebesar 16,5 mm, pada konsentrasi 15% diameter rata-rata zona hambat sebesar 25 mm, pada konsentrasi 30% diameter rata-rata zona hambat sebesar 27,5 mm. Sedangkan pada kontrol negatif tidak mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
ANALISIS HIDROKUINON PADA LIMA MERK PRODUK KRIM MALAM MENGGUNAKAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC) Desi Sri Rejeki; Oktariani Pramiastuti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v13i2.405

Abstract

Produk perawatan atau skincare saat ini menjadi pilihan utama yang diminati berbagai kalangan usia. Salah satu skincare yang mudah diaplikasikan pada wajah dan cepat memberikan efek adalah krim malam. Berbagai masalah pada wajah yang sering menjadi perhatian saat ini adalah adanya bintik-bintik hitam diwajah dan keinginan untuk menjadikan kulit pada area wajah lebih cerah. Berbagai sediaan krim malam yang beredar dipasaran diketahui tidak sedikit mengandung senyawa hidrokuinon. Hidrokuinon merupakan zat pemutih kulit untuk menghilangkan adanya bercak hitam diwajah. Penggunaan hidrokuinon dengan kadar tinggi dapat mengakibatkan masalah pada kulit hingga menimbulkan kanker. Produk pemutih kulit pada sediaan krim malam memanfaatkan hidrokuinon sebagai agen depigmentasi pada pembentukan melamin dengan cara menghambat kerja enzim tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar hidrokuinon pada lima merk produk krim malam A,B,C,D dan E. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase gerak n-heksan dan aseton (3:2), sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Penelitian ini menggunakan kolom ODS C-18, fase gerak metanol dan air, panjang gelombang 294 nm, laju alir 1 mL/menit dan volume injeksi 20 µL. Hasil penelitian terhadap lima merk krim malam menunjukkan bahwa krim D memiliki kadar hidrokuinon yang paling besar, krim A mengandung hidrokuinon sebesar 5,073%, krim B 3,776%, krim C 1,735%, krim D 12,896% dan krim E 3,684%. Pada kelima sampel diketahui mengandung kadar hidrokuinon yang melebihi batas kadar penggunaan yang sesuai dengan peraturan BPOM No.18 Tahun 2015, dimana batas pemakaian hidrokuinon yang sesuai yaitu <0,02%, sehingga kelima sampel tersebut tidak aman untuk digunakan karena akan menimbulkan efek samping.
Manajemen Diri Untuk Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi Masyarakat Desa Mangunsaren Melalui Produk Minuman Tanaman Herbal Oktariani Pramiastuti; Osie Listina; Rima Harsa Atqiya Alquraisi; Ela Nandayani
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v1i2.214

Abstract

Hipertensi dan diabetes mellitus merupakan penyakit degenerative yang banyak terdapat di Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) Desa Mangunsaren Kabupaten Tegal. Hasil skrinning kesehatan di POSBINDU teridentifikasi hipertensi sebanyak 25 sedangkan diabetes mellitus sebanyak 30. Pengunaan obat kimia dalam jangka waktu yang lama dapat memberikan efek samping yang lebih besar dan dapat membahayakan kesehatan para lansia. Salah satu alternative pengobatan pasien diabetes mellitus dan hipertensi adalah dengan pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional dapat mengunakan tanaman obat berupa simplisia. Namun masyarakat Desa Mangunsaren belum mengunakan tanaman obat sebagai alternative pengobatan. Program pengabdian masyarakat dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap pertama dengan skrining kesehatan dan pelatihan peningkatan pengetahuan terkait pemanfaatan tanaman obat sebagai alternative pengobatan hipertensi dan diabetes mellitus dengan metode sosialisasi sedangkan ada tahap kedua kegiatan pelatihan berfokus pada tata cara pengobatan dan cara meracik produk jamu tradisioanal dari tanaman obat untuk obat gula dan diabetes mellitus. Hasil pengabdian menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan terkait pemanfaatan tanaman obat untuk penyakit hipertensi dan diabetes mellitus pada pasien hipertensi dan DM serta kader kesehatan desa, selain itu kader dan penderita hipertensi dan DM dapat membuat jamu tradisional untuk obat hipertensi dan diabetes mellitus
PENYULUHAN HERBA PENINGKAT SISTEM IMUN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Lailiana Garna Nurhidayati; Ery Nourika Alfiraza; Oktariani Pramiastuti; Qibtiyah Adzillina
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i2.344

Abstract

Pandemi COVID-19 disebabkan oleh virus corona 2 (SARS-CoV-2). Virus SARS-CoV-2 merupakan jenis virus RNA. Pencegahan agar tidak terjangkit virus salah satunya yaitu meningkatkan sistem imun tubuh. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya peserta panti asuhan terkait tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai peningkat sistem imun dalam masa pandemi. Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pretest, dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi tanya jawab antara pemateri dan peserta penyuluhan, dan diakhiri dengan postest. Analisis data pretest dan postest digunakan untuk menentukan hasil ketersampaian materi. Hasil penyuluhan herba peningkat sistem imun pada masa pandemi covid-19 adalah rata-rata nilai pretes 59,66 dan rata-rata nilai postest yaitu 65,52. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai herba peningkat sistem imun sebesar 9,8%.
Potensi Antibakteri Daun Kresen (Muntingia calabura L.) dan Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L.) Terhadap Staphylococcus epidermis Pramiastuti, Oktariani; Hidayah, Nuriatul; Istriningsih, Endang; Fisrty, Girly Risma
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol6no2p131-138

Abstract

Acne is an inflammatory condition that can appear on the face, neck, chest and back. This disease is caused by the sebaceous glands producing too much sebum and is made worse by bacterial infections. One of the bacteria that causes acne is Staphylococcus epidermis. The aim of this research was to determine whether the combination of ethanol extracts of cherry leaves and green tea leaves had better antibacterial activity than single extracts against Staphylococcus epidermidis. This research is experimental research. The plants used are cherry leaves (Muntingia calabura L.) and green tea leaves (Camellia sinensis L.) which have secondary metabolite compounds as antibacterials. Compounds that act as antibacterials in tea leaves are catechins, tannins, flavonoids, steroids, triterpenoids and alkaloids. Meanwhile, compounds that act as antibacterials in cherry leaves are flavonoids, saponins, triterpenoids, steroids and tannins. The method used is disc diffusion, seen based on the clear zone around the disc. Test solutions of 5% single extract of cherry leaves and 0.5% single extract of green tea leaves obtained inhibition zones of 5.75 and 5.17mm. The combination of cherry leaf extract and green tea leaves with a ratio of 5:1, 4:2, 3:3, 2:4 and 1:5 obtained results of 9, 8.67, 8.5, 8.67, and 8.67mm wich showed antibacterial activity in the moderate category. The combination extract test solution showed synergistic antibacterial activity with other combination extracts.
Anti-inflammatory Activity of Ipomoea batatas Leaves Ethanolic Extract Tablet with Variation of Polyvinylpyrrolidone and Amylum Binders Pramiastuti, Oktariani; Rizqi, Muhammad Irsan; Nurhidayati, Lailiana Garna; Firsty, Girly Risma
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v10i2.402

Abstract

Purple sweet potato (Ipomoea batatas (L.) Lam.) leaves are traditionally used as an anti-inflammatory remedy. This study investigated the anti-inflammatory activity of purple sweet potato leaf ethanolic extract and its formulation into tablet dosage forms with varying concentrations of polyvinylpyrrolidone and amylum as binders. The extract was obtained through maceration using 96% ethanol and tested for anti-inflammatory activity using the bovine serum albumin denaturation method. The extract showed strong anti-inflammatory activity with an IC₅₀ value of 62.628 ppm compared to sodium diclofenac with an IC₅₀ of 57.326 ppm. The extract was then formulated into tablets with binder ratios of 1:0, 0:1, 1:1, 2:3, and 1:4 (polyvinylpyrrolidone: amylum) using wet granulation. Evaluation of physical properties indicated that the 1:1 binder ratio produced tablets that met quality requirements, including hardness, friability, and disintegration time. These results suggest that I. batatas leaf extract has potent anti-inflammatory properties and is suitable for development into a tablet formulation with appropriate binder ratios.
Edukasi Gema Cermat bagi Kelompok PKK di Desa Talok Kabupaten Tegal Risma Firsty, Girly; Pramiastuti, Oktariani
Jurnal Dimas Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i1.107

Abstract

Irrational use of drugs is still a significant health problem in Indonesia, one of the reasons being the lack of public understanding in self-medication. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of PKK members of Talok Village, Tegal Regency regarding the proper and rational use of drugs through the Gema Cermat Program education and introduction to herbal medicine science. The activity methods include providing educational materials, distributing poster media, pre-tests and post-tests, and Focus Group Discussions (FGD). A total of 50 participants took part in this activity, with the results showing an increase in the average knowledge score from 5.50 (pre-test) to 9.68 (post-test). These results indicate that the education provided is effective in increasing public understanding regarding the correct use of drugs. It is hoped that this activity can encourage more rational drug use behavior in the community. Keywords: Gema Cermat, rational drugs, community education, herbal medicine science
Aktivitas Natibakteri Kombinasi Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) terhadap Staphylococcus aureus Listina, Osie; Pramiastuti, Oktariani; Khasanah, Lutfatul; Afina, Afina
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 1 (2023): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i1.526

Abstract

Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan rimpang kunyit (Curcuma longa L.) merupakan tanaman obat yang memiliki kandungan antibakteri. Kandungan senyawa kimia pada belimbing wuluh yang berkhasiat sebagai antibakteri yaitu flavonoid, saponin, dan tanin. Sedangkan pada rimpang kunyit yaitu flavonoid, tanin, alkaloid dan terpenoid. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental menggunakan metode difusi cakram. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan rimpang kunyit (Curcuma longa L.) terhadap penghambatan bakteri Staphylococcus aureus. Pembuatan ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan rimpang kunyit menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Penelitian ini dilakukan dengan 3 konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 20% dengan zona hambat berturut-turut sebesar 5,33 mm,10,25 mm, dan 13 mm. Hasil kombinasi kedua ekstrak dengan perbandingan (1:1) pada konsentrasi 20% memiliki zona hambat tertinggi terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan dalam kategori kuat.
Pengaruh Waktu Tunggu Pengambilan Obat terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Kaladawa Fahamsya, Arifina; Pramiastuti, Oktariani; Meylani, Urviana; Rizqiyana, Fika
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 1 (2023): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i1.528

Abstract

Waktu tunggu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien. Dalam melakukan upaya pengingkatan kualitas kesehatan, puskesmas harus didukung oleh pelayanan kefarmasian yang bermutu tinggi. Pelayanan yang baik di suatu puskesmas dapat memberikan kepuasan kepada pasien. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan metode cross sectional untuk melihat pengaruh waktu tunggu pengambilan obat terhadap kepuasan pasien di puskesmas Kaladawa menggunakan uji chi square. Dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden yang diambil dengan teknik random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh waktu tunggu pengambilan obat terhadap kepuasan pasien di puskesmas Kaladawa, dengan nilai p value 0,000 (<0,05). Untuk itu diharapkan kepada Puskesmas Kaladawa untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan pelayanan kesehatan agar pasien yang dating merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.