Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Waktu Tunggu Pengambilan Obat terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Kaladawa Fahamsya, Arifina; Pramiastuti, Oktariani; Meylani, Urviana; Rizqiyana, Fika
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 1 (2023): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i1.528

Abstract

Waktu tunggu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien. Dalam melakukan upaya pengingkatan kualitas kesehatan, puskesmas harus didukung oleh pelayanan kefarmasian yang bermutu tinggi. Pelayanan yang baik di suatu puskesmas dapat memberikan kepuasan kepada pasien. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan metode cross sectional untuk melihat pengaruh waktu tunggu pengambilan obat terhadap kepuasan pasien di puskesmas Kaladawa menggunakan uji chi square. Dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden yang diambil dengan teknik random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh waktu tunggu pengambilan obat terhadap kepuasan pasien di puskesmas Kaladawa, dengan nilai p value 0,000 (<0,05). Untuk itu diharapkan kepada Puskesmas Kaladawa untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan pelayanan kesehatan agar pasien yang dating merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
Analisis Kadar Vitamin C Buah Pepaya California Mentah (Carica papaya L.) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Nurhidayati, Lailiana Garna; Pramiastuti, Oktariani; Ningrum, Ayu Puspita; Nurfauziah, Afina
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 1 (2023): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i1.530

Abstract

Vitamin C merupakan zat gizi yang berperan sebagai antioksidan yang mampu mengatasi radikal bebas yang dapat merusak jaringan atau sel, serta meningkatkan daya tahan tubuh yang akan diserap oleh kalsium dalam tubuh. Vitamin C banyak terdapat pada buah dan sayuran, salah satunya dalam buah pepaya california. Penelitian ini mengenai analisis kadar vitamin C di dalam buah pepaya california yang masih mentah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar vitamin C yang terkandung pada buah pepaya california mentah. Metode penelitian meliputi pengumpulan sampel, determinasi tanaman, pengolahan sampel, analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dengan menggunakan pereaksi iodium, FeCl3 1%, Benedict dan pereaksi fehling A dan B, sedangkan pada analisis kuantitatif dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan analisis data menggunakan persamaan regresi linier. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa di dalam buah pepaya california mentah terdapat kandungan vitamin C. Panjang gelombang maksimum vitamin C yang diperoleh adalah 266,20 nm dengan nilai absorbansi 0,213. Persamaan regresi linier yang diperoleh adalah y = 0,0557x+0,1038, sehingga diperoleh kadar vitamin C pada buah pepaya california mentah sebesar 0,01638% dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa buah pepaya california mentah (Carica papaya L.) terdapat kandungan vitamin C dan memiliki kadar vitamin C sebesar 0,01638%.
Formulasi Bedak Padat Sebagai Pelindung Wajah Dari Sinar Uv Kombinasi Ekstrak Kulit Pisang Ambon (Musax Paradisiaca L.) dan Ekstrak Bengkuang (Pachyrhizus Erosus (L.) Urb.) Wijayani, Wike; Pramiastuti, Oktariani; Alfiraza, Ery Nourika
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.462

Abstract

Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan kemerahan pada kulit, kulit terbakar, dan risiko kanker kulit akibat radiasi sinar ultraviolet. Kulit pisang ambon mengandung senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, glikosida, antosianin, dan terpenoid yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Ekstrak bengkuang mengandung vitamin C, saponin, dan flavonoid yang berfungsi sebagai tabir surya alami dan dapat menghilangkan noda hitam pada kulit. Bedak padat merupakan produk kosmetik yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari sekaligus memberikan warna yang merata pada kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi bedak padat dengan kombinasi ekstrak kulit pisang ambon dan bengkuang, menguji sifat fisik, dan menilai kemampuan proteksi terhadap sinar UV. Bedak padat diformulasikan dalam tiga variasi dengan perbandingan ekstrak kulit pisang ambon dan bengkuang yaitu F1 (4%:2%), F2 (3%:3%), dan F3 (2%:4%). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang ambon mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, dan vitamin C, sedangkan ekstrak bengkuang mengandung alkaloid, flavonoid, dan vitamin C. Berdasarkan pengujian fisik, seluruh formulasi menunjukkan homogenitas, pH, daya lekat, dan kerapuhan yang memenuhi standar kosmetik. Berdasarkan pengujian SPF, formulasi F1 memiliki nilai SPF 6,97 yang termasuk dalam kategori proteksi ekstra terhadap sinar UV, sementara F2 dan F3 memiliki nilai SPF masing-masing 5,63 dan 5,68 yang tergolong proteksi sedang. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa formulasi bedak padat yang dibuat, khususnya F1 mampu memberikan proteksi terhadap sinar UV, menunjukkan potensi sebagai produk kosmetik pelindung matahari yang efektif.
Uji Aktivitas Kombinasi Jus Buah Nanas (Ananas comocus L.) dan Jus Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Pencahar terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus L.) Sapitri, Anis; Nurhidayati, Lailiana Garna; Pramiastuti, Oktariani
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 1 (2024): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i1.589

Abstract

Obat pencahar merupakan obat yang dapat merangsang gerakan peristaltik dinding usus pada saat sembelit. Buah nanas dan pepaya mengandung serat dan bromelin yang berkhasiat mengatasi sembelit. Bromelin membantu melunakkan makanan di lambung dan serat buah nanas dapat merangsang gerak peristaltik dengan meningkatkan daya cerna pada dinding usus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas dan konsentrasi terbaik kombinasi jus buah nanas dan jus buah pepaya sebagai pencahar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan sampel buah nanas dan buah pepaya yang diinduksi ke mencit dengan bobot 20-30 gram. Mencit dibagi 5 kelompok perlakuan masing-masing terdiri dari 5 ekor mencit. Kelompok I diberi aquadest sebagai kontrol negatif. Kelompok II diberi bisacodyl (dulcolac tab) sebagai kontrol positif. Kelompok III, IV dan V diberi kombinasi jus buah nanas dan jus buah pepaya perbandingan 1:1 dengan dosis masing-masing uji I 60g, uji II 120g, dan uji III 180g. Metode uji yang di gunakan yaitu metode ANOVA (satu arah) dan Duncan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata – rata feses dari setiap perlakun yaitu kontrol negatif 0,81g, positif 0,97g, kontrol uji 1(60g) 1,081g, kontrol uji ll (120g) 1,15g, kontrol uji lll (180g) 1,62g. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi jus buah nanas dan jus buah pepaya memiliki efek sebagai pencahar dengan memperbanyak berat feses di bandingkan dengan kontrol negatif (CMC) dan dosis paling pada kelompok V dosis 180g dengan berat feses 1,62g.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KERSEN KOMBINASI DAUN TEH HIJAU TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Fitria, Nisa Sifa; Istriningsih, Endang; Pramiastuti, Oktariani
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i1.605

Abstract

Daun kersen (Muntigia calabura L.) dan daun teh hijau (Camellia sinensis L.) mempunyai senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai antibakteri. Senyawa yang berperan sebagai antibakteri pada daun teh adalah flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Sedangkan senyawa yang berperan sebagai zat antibakteri pada daun kersen adalah flavonoid, saponin, triterpenoid, steroid dan tanin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun teh hijau dan ekstrak daun kersen mempunyai efek antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans dan pada konsentrasi berapa kombinasi ekstrak lebih besar mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak dilakukan dengan metode sumuran. Hasil penelitian yaitu pengujian aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun teh hijau dan daun kersen terhadap bakteri Streptococcus mutans menunjukkan bahwa konsentrasi kombinasi 3 (2:1) dengan perbandingan 25% daun teh hijau dan 12,5% daun kersen dinyatakan paling besar dengan diameter daya hambat 15,50 mm. Berdasarkan hasil uji homogenitas (>0,05), hasil uji zona hambat bakteri menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,348, data dinyatakan homogen, kemudian dilanjutkan dengan uji ANOVA (>0,05), hasilnya adalah nilai signifikansi sebesar 0,024. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan nyata menurut data uji aktivitas antibakteri.
Counseling on the Introduction of Safe Syrup on the Knowledge Level of the Community at Kalisoka Village Wulandari, Prihastini Setyo; Pramiastuti, Oktariani; Istriningsih, Endang; Murti, Fiqih Kartika; Firsty, Girly Risma; Afina, Afina; Alfiraza, Ery Nourika
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v3i1.1157

Abstract

Health is the most important aspect in people’ lives. One of the efforts made in maintaining the health is by doing self-medication which is defined as an effort to cure themselves and can cause problems if they have limited knowledge. Delivering infromation on how to store and the time limit for using medicine after the packaging is opened is one of the responsibilities of pharmaceutical personnel which is important to know. One of the most widely used medicine by the public is syrup. Self-medication is widely practiced in the community to treat diseases or symptoms of diseases by buying drugs at pharmacies or drug stores so that they need clear information to make decisions about the type and amount of drugs to be used and how to use them correctly. To increase the community knowledge on choosing and giving safe syrup, it is necessary to conduct counselling on the introduction of safe syrup. The activity was given to the PKK mothers and cadres at Kalisoka village Tegal regency. It used pretest and posttest to take the data. After the activity, the result showed that the participants had anthusiasm and the knowledge increased.
Skrining Kesehatan dan Edukasi Pengobatan Herbal Hipertensi dan Diabetes Melitus di Car Free Day Kota Tegal Alfiraza, Ery Nourika; Istriningsih, Endang; Pramiastuti, Oktariani; Cahyanta, Agung Nur; Fahamsya, Arifina; Murti, Fiqih Kartika; Wulandari, Prihastini Setyo; Firsty, Girly Risma; Khorunnida, Shofa; Hidayat, Sidiq Nur; Kusuma, Ibnu Nizar; Anggraeni, Lusy; Atqiya, Himayatul
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.120

Abstract

Deteksi dini hipertensi dan diabetes melitus penting untuk mencegah komplikasi serius serta mengurangi beban biaya kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining kedua penyakit tersebut serta memberikan edukasi mengenai pengobatan herbal. Kegiatan dilaksanakan di car free day untuk menciptakan suasana santai sehingga informasi lebih mudah diterima masyarakat. Metode yang digunakan meliputi pengisian kuesioner, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu, serta edukasi dan pemberian herba. Kegiatan diikuti oleh 57 peserta, terdiri dari 61% perempuan dan 39% laki-laki, dengan mayoritas (60%) berusia di atas 45 tahun. Berdasarkan hasil pengolahan kuesioner, diketahui bahwa peserta memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penyakit hipertensi, dengan skor sebesar 92,10%. Namun, hanya 35% peserta memiliki tekanan darah normal, 37% mengalami pra-hipertensi, dan 35% tergolong hipertensi. Sementara itu, tingkat pengetahuan peserta terkait diabetes melitus juga tergolong baik, yakni memiliki skor 76,48%. Dari pemeriksaan gula darah sewaktu, ditemukan bahwa 9% peserta memiliki kadar gula darah yang cukup tinggi, yaitu melebihi 180 mg/dL. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan peserta cukup baik, kondisi kesehatan mereka masih perlu perhatian. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan dan pemberian herba sebagai terapi pendukung sangat diperlukan untuk membantu mengelola hipertensi dan diabetes secara lebih efektif.