Claim Missing Document
Check
Articles

WORKSHOP PRODUK UPCYCLE GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN VOKASIONAL SISWA SLB NEGERI 1 BADUNG Ni Luh Kadek Resi Kerdiati; I Putu Udiyana Wasista; Putu Ari Darmastuti
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v2i2.2726

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan siswa penyandang disabilitas pada SLB Negeri 1 Badung, khususnya dalam kegiatan produktif membuat produk sederhana menggunakan benda-benda upcycle. Kegiatan yang dilaksanakan sekaligus membuka peluang bagi pengembangan ilmu dan keterampilan yang sifatnya praktis dan aplikatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi tindakan partisipatif, dimana peneliti berperan langsung pada kegiatan pengabdian. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, wawancara dan studi pustaka. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan 4 tahapan yaitu tahap perencanaan, dimana tim pengabdian melakukan observasi dari potensi dan masalah yang mungkin muncul saat kegiatan. Taham pelaksanaan dilakukan selama 2 hari melalui pemaparan materi dan pelatihan melalui pelaksanaan kegiatan workshop. Tahap evaluasi terhadap hasil pelatihan, setelah kegiatan selesai dilakukan, serta tahap refleksi melalui hasil evaluasi untuk peningkatan pelatihan berikutnya. Kegiatan telah terlaksana dengan baik, peserta pelatihan berhasil menyelesaikan output yang diharapkan dengan baik dan tepat waktu. Ditemui beberapa kendala seperti terbatasnya ketersediaan bahan selama pelaksanaan workshop, namun hal tersebut justru dapat mengasah kepekaan serta kreatifitas peserta pelatihan. Keterbatasan cara komunikasi sempat menjadi kekhawatiran dari tim pengabdian, namun hal tersebut dapat diatasi dengan bantuan dan kerjasama dari pihak SLB Negeri 1 Badung.
THE FORGOTTEN BARONG KEDINGKLING AND LEGONG TOMBOL AS GREEN FACADE INSPIRATION I Putu Udiyana Wasista; Ni Luh Kadek Resi Kerdiati
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 1 No. 1 (2021): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v1i1.104

Abstract

Purpose: The purpose of this research and creation is to answer the issue of preserving Balinesetraditions such as barong kedingkling, legong tombol dance, taru pramana, the need for greenspaces during the pandemic, as well as the implementation of the Bali Provincial Regulation No. 5 of2005, in the form of a green facade module with a Balinese identity.Research methods: The method used is based on a design thinking approach which is dividedinto three stages, namely inspiration, ideation, and implementation.Findings: The green facade has a Balinese identity using the form of the barong kedingklingmodule and the legong tombol dance. The plants used are sourced from taru pramana. This strategyis expected to be able to answer the need for preservation, cultural education, and the application oflocal regulations in a new, more modern way.Implications: Preservation of traditional arts can continue with a strategy that is in line with thetimes. There needs to be a creative exploration in line with technological developments. Traditionalart must be able to be applied flexibly so as not to be eroded by the times.
THE BEAUTY OF TABANAN AS AN INSPIRATION FOR INTERIOR DESIGN AESTHETIC ELEMENTS Ni Ketut Rika Primadewi; Ni Made Leony Savitri Wirasa; I Putu Udiyana Wasista
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v2i1.189

Abstract

Purpose: This paper examines the potential advantages possessed by Tabanan Regency in terms of natural wealth, cultural diversity, preservation of history, and traditions that can be used as objects of creative exploration in forming a design of aesthetic elements by taking into account local cultural identity. Research methods: The design method is used as a guide in designing. The stages consist of inspiration, ideation, and implementation. Findings: From mountains, rice plants, dances, to porcelain plates, they can be used as inspiration for interior decoration. All of them are used as dynamic aesthetic elements and represent the beauty of Tabanan Regency. Implications: The potential for culture, art, and nature in Tabanan Regency, can be used as endless inspiration as design objects. It takes creativity and sensitivity in exploring it. Thus, this can be a way to preserve the beauty of culture, nature, and art in an area.
THE INFLUENCE OF COLOR ON CONSUMER'S AFFECTIVE SIDE IN COMMERCIAL SPACE: A LITERATURE REVIEW APPROACH I Putu Udiyana Wasista; Ni Luh Kadek Resi Kerdiati; Putu Ari Darmastuti
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 2 No. 2 (2022): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v2i2.263

Abstract

Purpose: This study aims to look at strategies for arousing consumers' affective side. The affective side studied is the desire to enter the room, the desire to shop, and the mood in a commercial space. Research methods: This study uses the library study method. This method uses literature as a source of research answers. The literature obtained will be categorized and analyzed to find valid answers. Findings: We need the right strategy in combining colors to form a space atmosphere that invites and arouses consumer shopping interest. Colors with a combination of blue or green-yellow are suitable for entrances, while cool colors are good for use in spaces. Cool colors will help influence shopping decisions and consumer moods. This combination is crucial in maximizing profits in commercial ventures. Implications: The role of color in a commercial space is significant. Designers must be able to choose colors wisely and flexibly. This choice is because each color has a different role and function in evoking the affective side of consumers.
KAJIAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK RUMAH BETANG Galih, Dewa Ayu Made Manik; Kertiasih, Ni Putu Putri; Purnasari, Anjani; Zedlina, Luh Putu Calysta; Saraswati, Ni Komang Adinda Mahadyah; Wasista, I Putu Udiyana
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v3i2.2896

Abstract

Letak dan kondisi geografis memiliki pengaruh yang cukup besar bagi bentuk arsitektur suatu bangunan. Bentuk bangunan di suatu wilayah tidak akan sama, sekalipun bangunan tersebut berada di dalam satu kawasan pembagian iklim. Arsitektur Bioklimatik merupakan pendekatan untuk mendapatkan penyelesaian desain antara arsitektur dengan lingkungan. Rumah panjang atau disebut juga Betang, merupakan rumah tinggal tradisional masyarakat Dayak, dengan arsitektur venankular atau arsitektur tradisional yang hanya ada di Kalimantan, memiliki bentuk seperti rumah panggung yang dibuat secara memanjang dengan pola simetris. Desain serta konstruksi rumah ini mencerminkan nilai budaya dan kepercayaan masyarakat, salah satu perwujudan dari kearifan lokal. Bukan hanya sekedar rumah, tetapi juga memiliki makna lebih sebagai satu kesatuan yang mengikat para penghuninya dalam aturan yang berorientasi pada kepercayaan kaharingan , serta keharmonisan hubungan dengan alam lingkungan. Rumah Betang dibangun sesuai dengan topografi dan menggunakan teknik konstruksi tradisional dengan bahan-bahan yang sesuai dengan iklim dan kondisi lingkungan setempat. Tujuan penulisan yakni pendeskripsian dan pembahasan isu bioklimatik Rumah Tradisional Betang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif literatur, dengan memperdalam pengetahuan guna merumuskan permasalahan secara lebih terperinci.
PROSES PRODUKSI DESAIN INTERIOR KONSEPTUAL PADA PROYEK TERIMA ESTATE UNIT 5 DI KEDUNGU, TABANAN, DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN GAYA WABI SABI Siagy, Donita Febriany; Yupardhi, Toddy Hendrawan; Wasista, I Putu Udiyana
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3469

Abstract

Proyek Terima Estate unit 5 di Kedungu, Tabanan, merupakan salah satu proyek residensial dari perusahaan Atelier GVD. Proyek ini merupakan proyek residensial dengan konsep rumah eksklusif dengan hanya menyediakan sebanyak 6-unit untuk diperjualbelikan. Lokasinya yang berdekatan dengan lahan persawahan mendukung tingkat nilai tambah yang mendukung konsep eksklusif Terima Estate. Pada penelitian ini, metode-metode yang diterapkan yaitu metode partisipatis dimana penulis turut serta dalam pengerjaan desain pada proyek ini secara langsung. Selain itu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dari proyek ini yaitu menggunakan metode kualitatif, yang dapat berupa narasi, deskripsi, maupun gambar seputar proyek yang dibahas. Penelitian ini juga menggunakan metode studi literatur untuk memahami teori yang digunakan pada penelitian ini. Dalam menciptakan hunian yang seturut dengan konsep Terima Estate yaitu “The Act of Accepting Nature”, perancangan ini mencapai sebuah konklusi dimana tim desain akan menggunakan pendekatan wabi sabi dan sedikit perpaduan kontemporer pada desain interior Terima Estate. Pengeksploran gaya wabi sabi ini tentu akan menjadi tantangan yang unik karena sinergi antar konsep “The Act of Accepting Nature” dengan makna dari gaya wabi sabi itu sendiri. Terdapat 4 poin yang akan penulis paparkan pada artikel ini yaitu data seputar proyek Terima Estate Unit 5, pengetahuan gaya wabi sabi dan kontemporer, proses produksi desain interior Terima Estate Unit 5, serta hasil akhir desain.
MENGENAL BUDAYA MARITIM DALAM ARSITEKTUR NUSANTARA Raharja, I Gede Mugi; Wasista, I Putu Udiyana
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika bumi mengalami perubahan iklim ekstrim pada zaman Pleistosen, temperatur bumi sering naik turun. Manusia harus hidup nomaden, karena terjadi proses glasial (zaman es) terus menerus. Ketika lapisan es di kutub mencair, permukaan air laut naik. Benua Sunda dan Sahul kemudian terendam menjadi dangkalan. Dampaknya, muncul pulau-pulau yang kemudian menjadi Negara Kepulauan Nusantara (Indonesia). Jadi, Indonesia dasarnya adalah benua maritim, yang terbentuk pada masa Holosen atau Alluvium. Wilayahnya adalah tanah dan air yang luas. Oleh karena itu, budaya maritim penduduk di Nusantara sudah berakar sejak masa prasejarah. Gambar-gambar perahu di dalam gua-gua purba, merupakan ekspresi seni penduduk Nusantara prasesejarah. Jiwa maritim juga tercermin pada sebutan wilayah negerinya, yang disebut Tanah Air. Perahu bercadik digunakan sebagai alat transportasinya di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik. Jiwa maritim juga berpengaruh pada bidang arsitektur bangunannya, yang antara lain dapat ditemukan di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Maluku. Ekspresi jiwa maritim pada arsitektur, antara lain tampak pada mahkota atap bangunan, pola desa atau kampung, denah rumah dan struktur bangunan rumah.
ARAK SEBAGAI SUMBER PENGHIDUPAN BALI : SEBUAH TEKNIK NARASI DALAM PERANCANGAN BUKU VISUAL Putra, Gede Bayu Segara; Indira, Wahyu; Wasista, I Putu Udiyana
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali dikenal luas atas warisan budayanya yang kaya dan kearifan lokal yang unik, dengan arak memiliki peran sentral dalam budaya Bali sebagai minuman tradisional berasal dari pertanian lokal. Buku visual ini mengeksplorasi peran arak sebagai sumber penghidupan di Bali, membahas produksi, distribusi, dan dampaknya pada masyarakat setempat. Buku ini merinci jejak produksi arak di Bali dan warisan budayanya yang diturunkan dari generasi ke generasi. Gambar dan ilustrasi dalam buku menggambarkan teknik tradisional dalam pembuatan arak. Selain itu, buku ini menjelaskan peran ekonomi arak di Bali, dengan fotografi dan gambar yang menggambarkan arak sebagai komoditas penting yang diperdagangkan secara lokal, memberikan mata pencaharian bagi berbagai orang. Pendekatan kualitatif digunakan dalam analisis, dengan narasi dalam buku yang menjelaskan informasi historis, kultural, dan sosial tentang arak, serta peranannya dalam upacara adat dan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arak bukan hanya minuman beralkohol biasa, melainkan juga simbol kearifan lokal dan identitas budaya Bali. Narasi dalam buku dengan cermat menggambarkan kompleksitas nilai-nilai dalam tradisi arak, termasuk pengetahuan lokal, konsumsi yang bijak, dan upaya pelestariannya dalam menghadapi modernisasi dan regulasi pemerintah. Buku ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang arak sebagai proses pembuatan, distribusi, dan aspek sosio-kultural, berfungsi sebagai sumber pengetahuan berharga bagi pembaca yang tertarik memahami peran arak dalam kehidupan manusia. Selain itu, buku ini diharapkan dapat menginspirasi upaya pelestarian tradisi dan promosi kebijakan berkelanjutan untuk menjaga aspek budaya berharga ini dalam masyarakat yang terus berubah di era modern.
ARSITEKTUR PURA PENULISAN: INTERAKSI DESAIN DENGAN SISA GUNUNG PURBA Raharja, I Gede Mugi; Wasista, I Putu Udiyana
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi desain arsitektural tempat suci dengan alam pegunungan sudah dilakukan oleh beberapa suku bangsa di dunia, termasuk di Bali. Pura Penulisan sudah dibangun sebagai tempat suci sejak masa prasejarah, yang dibangun pada sebuah bukit di pegunungan Desa Sukawana. Permasalahannya, bagaimana undagi Bali masa prasejarah merancang tempat suci yang berinteraksi dengan alam pegunungan dan bagaimana konsep desainnya. Secara garis besar metode yang digunakan dalam penelitian, menggunakan studi kasus dan penelitian lapangan, untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang objek yang diteliti, dan interaksi lingkungan sosial budaya, khususnya terkait konsep ruang arsitektur Pura Penulisan. Dari hasil penelitian, diketahui Pura Penulisan dibangun pada sisa lereng Gunung Penulisan purba. Undagi Bali prasejarah berhasil mendesain tempat suci Pura Penulisan berupa teras-teras bertingkat. Pola ruang arsitektur teras bertingkat merupakan pola punden berundak, warisan budaya megalitik prasejarah.
MAKNA BHŪTA KALA PADA DESAIN KEMASAN KOPI “LEAK BALI” DI BALI Wibawa, Arya Pageh; Swandi, I Wayan; Wasista, I Putu Udiyana; Swandi, I Made Dwiarya
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 10 No. 04 (2024): Desember 2024
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v10i04.11544

Abstract

Secara etimologi, kata Bhūta Kala terdiri dari dua kata yaitu Bhūta yang bermakna sesuatu yang ada dan kala yang bermakna kekuatan atau energi. Kata Bhūta juga dapat diartikan sebagai unsur-unsur alam yang terdiri dari lima elemen yang disebut dengan Panca Maha Bhūta yaitu unsur tanah, air, api, udara, dan ether (udara). Masyarakat Hindu Bali memiliki berbagai ritual keagamaan yang berhubungan dengan Bhūta Kala yang disebut dengan Bhūta Yadnya. Tujuan Bhūta Yadnya adalah untuk menjaga keharmonisan antara manusia dengan alam. Dalam perkembangannya, Bhūta Kala ini digunakan dalam produk-produk yang dikonsumsi oleh manusia. Salah satunya adalah produk kopi “Leak Bali”. Hal ini disebabkan oleh pariwisata yang menyebabkan terjadi pergeseran makna pada simbol-simbol tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna Bhūta Kala dalam kehidupan masyarakat Bali dan makna Bhūta Kala dalam kemasan produk kopi “leak Bali”. Manfaat penelitian ini adalah untuk melihat pergeseran makna Bhūta Kala dalam kehidupan masyarakat Bali. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis menggunakan teori semiotika dari Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna Bhūta Kala dalam kehidupan masyarakat Bali adalah kekuatan, penjaga, dan hukum alam. Makna denotasi Bhūta Kala dalam kemasan kopi “leak Bali” adalah janda, makna konotasi kekuatan ilmu sihir, dan makna mitologinya adalah produk yang nikmat.