Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Film Animasi sebagai Alat Sosialisasi untuk Mendukung Implementasi Peraturan Gubernur No. 1 Tahun 2020 tentang Legalitas Arak Bali Indira, Wahyu; Putra, Gede Bayu Segara; Wasista, I Putu Udiyana
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 25 No. 1 (2025): JANUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.25.1.88-96

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan media sosialisasi dalam bentuk film animasi yang mengkaji Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2021. Penelitian ini menitikberatkan pada penyajian informasi terkait regulasi ini dengan memper-timbangkan aspek sosiokultural dalam konteks keberadaan arak Bali. Metodologi penelitian dibagi menjadi tiga tahap: tahap inspirasi, tahap konsepsi, dan tahap implementasi. Hasilnya adalah produksi film dengan penerapan prinsip narasi piramida Freytag, dengan niatan untuk mencapai efek dramatis dan memicu kebingungan pada penonton. Pendekatan ini diambil dengan tujuan yang rasional, yaitu untuk mendorong masyarakat Indonesia untuk mengadopsi perilaku berliterasi yang berpikir kritis saat menganalisis eksistensi arak Bali.
Perancangan Western Fusion Restoran di Seminyak Sebagai Solusi Efisiensi Ruang dan Kapasitas Pengunjung Darmastuti, Putu Ari; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi; Wasista, I Putu Udiyana; Diantari, Ni Kadek Yuni
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v4i1.5381

Abstract

Italian Fusion merupakan restoran yang menghadirkan konsep kuliner khas Italia, tidak hanya melalui sajian makanan tetapi juga atmosfer ruang yang mendukung pengalaman tersebut. Dalam pengabdian ini, pihak mitra menghadapi permasalahan terkait integrasi open kitchen dengan bar dalam satu area, serta keterbatasan kapasitas ruang yang berdampak pada jumlah pengunjung yang dapat dilayani. Oleh karena itu, diperlukan solusi perancangan interior yang mampu mengoptimalkan efisiensi ruang dan meningkatkan kapasitas restoran. Pengabdian kepada masyarakat, sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, bertujuan memberikan kontribusi akademik dalam bentuk penerapan ilmu perancangan interior pada tahap konseptual. Metode yang digunakan mencakup beberapa tahapan, mulai dari survey lokasi, wawancara untuk pengumpulan data, hingga penyusunan konsep desain. Hasil akhir berupa gambar konseptual dalam bentuk denah, potongan, perspektif 3D, serta moodboard sebagai referensi pengembangan konsep desain. Desain yang diusulkan menerapkan konsep modern kolonial yang menggabungkan elemen klasik dengan sentuhan kontemporer. Gaya ini dihadirkan melalui pemilihan material, detail arsitektural, serta kombinasi warna dan pencahayaan yang menciptakan suasana elegan namun tetap hangat. Selain itu, perancangan interior berfokus pada optimalisasi tata ruang untuk memastikan sirkulasi yang lebih efisien, kenyamanan pengunjung, serta peningkatan kapasitas restoran. Dengan pendekatan ini, diharapkan pengalaman kuliner yang ditawarkan menjadi lebih unik, nyaman, dan berkesan.
Lubheng Cemplong Sebagai Inspirasi Perancangan Green Wall pada Ruang Interior Wasista, I Putu Udiyana; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i1.9418

Abstract

Terdapat tiga isu yang diangkat dalam artikel ini, yaitu: 1) Pelestarian akan keberadaan seni tradisiBali seperti kain gringsing dan pengetahuan taru pramana, berhadapan dengan dinamisme budayayang kian menggerusnya; 2) Pengejawantaha Perda Provinsi Bali No. 5 Tahun 2005, tentangaturan untuk menggunakan identitas Bali pada arsitektur bangunan, yang akan diterapkan denganpendekatan baru; 3) Keterbatasan ruang hijau ketika masa pandemi COVID-19, sehingga butuhstrategi baru dalam mengaplikasikan ruang hijau. Maka dari itu, tujuan penelitian ini sebagai carapelestarian budaya, edukasi tradisi, pemanfaatan area terbatas untuk ruang hijau, serta pemaknaanPerda Provinsi Bali No.5 Tahun 2005 dengan cara yang baru. Penelitian menggunakan metodedesign thinking, dengan tiga tahapan, yaitu : ideasi, konsepsi, dan implementasi. Motif lubhengdan cemplong dari kain tenun geringsing, menjadi ide dasar dalam perancangan partisi denganpendekatan desain biofilik. Tanaman yang digunakan dalam modul menggunakan tanaman yangdiambil dari lontar taru pramana. Pemanfaatan ruang-ruang vertikal sebagai ruang hijau adalahsalah satu strategi pemanfaatan ruang yang terbatas. Selain itu, motif dari tenun geringsingmenunjukkan lokalitas Bali yang modern, sesuai dengan aturan Perda Provinsi Bali no. 5 tahun2005. Dampak penelitian ini adalah mampu memberikan cara baru dalam pelestarian nilai-nilailokal Bali. Selain itu, pemegang aturan harus mampu memikirkan cara baru mengembangkan nilaitradisi Bali menjadi sesatu yang menarik dan modern
PREFERENSI DESAIN INTERIOR KANTOR MODERN BERDASARKAN FUNGSI ELEMEN RUANG BAGI GENERASI MILENIAL Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi; Waisnawa, I Made Jayadi; Wasista, I Putu Udiyana
Waca Cipta Ruang Vol. 9 No. 1 (2023): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v9i1.8440

Abstract

ABSTRAK Generasi milenial adalah generasi yang lahir antara tahun 1989 – 1995 dan kedepannya generasi inilah yang akan mendominasi dunia kerja. Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi milenial identik dengan perkembangan teknologi, menyukai keterbukaan dan kebebasan, memiliki berbaSgai ide kreatif yang siap dituangkan kapan saja, percaya diri, serta menyukai hal yang praktis.. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penyesuaian terhadap desain interior kantor untuk dapat meningkatkan produktifitas penggunanya, yang dalam hal ini adalah generasi milenial. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif, melalui studi dokumen dan selanjutnya seluruh hasil analisis dijabarkan secara deskriptif. Berdasarkan analisis data yang ada diketahui bahwa konsep tata ruang yang cocok digunakan untuk kantor milenial adalag tata ruang gabungan (perpaduan tata ruang terbuka dan tertutup); menyediakan beberapa ospi jenis furniture; penerapan warna yang sesuai jenis pekerjaan; pemilihan unsur dekoratif yang tidak memakan tempat dan low maintenance; pepaduan pencahayaan serta penghawaan alami dan buatan; meredam suara bising dengan material yang tepat; serta menyediakan fasilitas pendukung tambahan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan untuk pengembangan desain kantor yang sesuai dengan generasi penggunanya, sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja. Selain itu juga diharapkan dapat menjadi sumber referensi untuk penelitian selanjutnya. Kata Kunci: Interior, Kantor Modern, Generasi Milenial
IDENTIFIKASI PEPALIHAN BEBADUNGAN PADA GEDONG RATU DALEM DI PURA DALEM TOH JAYA Wasista, I Putu Udiyana
Studi Budaya Nusantara Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bebadungan style preservation is important, because of the large- scale renovation without paying attention to the legacy of knowledge for future generation. In addition, writings that spesifically discussing the various type of pepalihan bebadungan have not been found. This paper contain an identification of the various type of pepalihanbebadungan used in Gedong Ratu Dalem at Pura Dalem Toh Jaya, Banjar Lemintang, Dauh Puri Kaja Village, Denpasar City. This paper used qualitative method with descriptive presentation. This paper aims to documented and contributed to literacy that play a role in cultural preservation at the Denpasar City. The result is that there are 10 different types of pepalihan used, including palih dandan and palih cakep gula that is the spesific characteristics of bebadungan style. The whole things is visualized in a game of linear lines, with variations of bricklaying back and forth to create depth.
Architecture and Interior Design as a Reflection of Identity and Social Class: A Case Study of Nyai Ontosoroh’s House in Bumi Manusia Ari Darmastuti, Putu; Yuni Diantari, Ni Kadek; Udiyana Wasista, I Putu
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 5 (2025): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/bbwp.v5i1.621

Abstract

Architecture and interior design not only represent aesthetic and functional aspects, but also act as tools for constructing identity, power, and social class. This study analyzes Nyai Ontosoroh's house in Pramoedya Ananta Toer's novel Bumi Manusia as a representation of social class ambiguity and spatial symbolism in the colonial context of the Dutch East Indies. Through an interdisciplinary approach between literary studies, architecture, and postcolonial theory, this paper explores how the physical form of the house, the division of space, and interior elements become a means of resistance against colonial and patriarchal social structures. Nyai's Indisch-style house, complete with a garden, a carpeted attic, a spacious living room, and a luxurious bathroom, not only reflects high social status, but also becomes an arena for negotiating gender and racial identities. The results of the analysis show that the domestic space in this novel is a "narrative architecture" that contains political and cultural meanings, and reflects a complex and ambivalent colonial reality. This study contributes to the discourse on decolonizing architecture and the importance of reading space as a social text.
Silenced Sovereignty: Reclaiming Dedes’ Agency in a Patriarchal Narrative Udiyana Wasista, I Putu; Surja Triwibowo, Adi; Ari Darmastuti, Putu; Kadek Resi Kerdiati, Ni Luh; Ardanari Adipurwa, A.A. Trisna
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 5 (2025): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/bbwp.v5i1.628

Abstract

This study examines the representation of patriarchy in 13th-century Javanese feudal society through an analysis of Arok Dedes by Pramoedya Ananta Toer. The research centers on the character of Dedes, symbolizing gender oppression. Although Dedes holds the high position of queen, she remains constrained by the patriarchal system, positioning her as a tool of male authority. This dynamic is evident in her forced marriage to Tunggul Ametung and her political involvement with Arok. Utilizing both sociological and historical perspectives, the research reveals the ways in which the patriarchal structure, understood within its historical context, shapes the social and political positioning of women. Additionally, the study incorporates hypergamy theory, demonstrating that Dedes' marriage was not merely a personal decision but a strategic political maneuver reinforcing male dominance. The findings offer valuable insights into the continued influence of patriarchy in modern society, encouraging discussions on women's empowerment and the pursuit of gender equality. Ultimately, this study contributes significantly to feminist theory and power studies, offering a fresh perspective on the portrayal of women in Indonesian history and literature.
The Representation of Nyai Ontosoroh's Character in "Bumi Manusia" within Contemporary Ethnic Fashion Design Yuni Diantari, Ni Kadek; Udiyana Wasista, I Putu; Ari Darmastuti, Putu
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 5 (2025): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/bbwp.v5i1.632

Abstract

This study represents literary characters in contemporary ethnic fashion design, emphasizing the character of Nyai Ontosoroh from Pramoedya Ananta Toer's novel Bumi Manusia. Nyai Ontosoroh was chosen to represent a strong, intelligent indigenous woman who resists colonialism and patriarchy. The purpose of this research is to interpret Nyai's character values into visual clothing forms through a descriptive qualitative approach with textual narrative analysis. Values such as assertiveness, independence, and courage are translated into clothing design silhouettes, the selection of sekar jagad batik motifs, and symbolic color combinations. The influence of 19th-century European fashion is implemented through the distinctive silhouette of the kebaya kutubaru, reflecting Nyai's character as a traditional woman with progressive ideas. This research also applies the principles of narrative fashion, which uses clothing as a medium for conveying stories and cultural values. This paper reveals that clothing design can serve as an effective visual medium for expressing literary narratives and cultural identity. The representation of Nyai Ontosoroh's character through design not only produces aesthetic works but also expands reflective, contextual design practices rooted in local values. This research contributes to the development of an interdisciplinary approach between fashion, literature, and cultural studies in Indonesia's creative sector.
The Third Space in Postcolonial Architecture: Hybridity and Cultural Resistance in Singaraja Pande, I Made Artadi; Bagus Udayana, Anak Agung Gde; Wasista, I Putu Udiyana
PANGGUNG Vol 35 No 3 (2025): Estetika, Identitas, dan Digitalisasi: Praktik Seni dan Budaya Nusantara dalam P
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i3.3894

Abstract

Situated within the contested terrain of colonial architectural inheritance, this article interrogates domestic hybridity in Singaraja, Bali, as a site of spatial negotiation and epistemic dissent. Mobilizing Homi Bhabha's third space as both an analytic and a method, it explores how local undagi engage neoclassical forms not as passive recipients but as strategic agents of cultural rearticulation. Drawing on ethnographic immersion, architectural typology analysis, and dialogic interviews, ten heritage houses are examined as performative loci where mimicry and subversion intertwine. The study reveals that architectural hybridity emerges less as visual synthesis and more as a tactical disruption of colonial order, a vernacular counter-script enacted through space, symbolism, and ritual. In reframing architecture as a site of indigenous theorizing, the discussion foregrounds postcolonial spatiality not as peripheral to heritage discourse but central to its decolonial reorientation.
PROSES PRODUKSI DESAIN INTERIOR KONSEPTUAL PADA PROYEK TERIMA ESTATE UNIT 5 DI KEDUNGU, TABANAN, DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN GAYA WABI SABI Siagy, Donita Febriany; Yupardhi, Toddy Hendrawan; Wasista, I Putu Udiyana
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3469

Abstract

Proyek Terima Estate unit 5 di Kedungu, Tabanan, merupakan salah satu proyek residensial dari perusahaan Atelier GVD. Proyek ini merupakan proyek residensial dengan konsep rumah eksklusif dengan hanya menyediakan sebanyak 6-unit untuk diperjualbelikan. Lokasinya yang berdekatan dengan lahan persawahan mendukung tingkat nilai tambah yang mendukung konsep eksklusif Terima Estate. Pada penelitian ini, metode-metode yang diterapkan yaitu metode partisipatis dimana penulis turut serta dalam pengerjaan desain pada proyek ini secara langsung. Selain itu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dari proyek ini yaitu menggunakan metode kualitatif, yang dapat berupa narasi, deskripsi, maupun gambar seputar proyek yang dibahas. Penelitian ini juga menggunakan metode studi literatur untuk memahami teori yang digunakan pada penelitian ini. Dalam menciptakan hunian yang seturut dengan konsep Terima Estate yaitu “The Act of Accepting Nature”, perancangan ini mencapai sebuah konklusi dimana tim desain akan menggunakan pendekatan wabi sabi dan sedikit perpaduan kontemporer pada desain interior Terima Estate. Pengeksploran gaya wabi sabi ini tentu akan menjadi tantangan yang unik karena sinergi antar konsep “The Act of Accepting Nature” dengan makna dari gaya wabi sabi itu sendiri. Terdapat 4 poin yang akan penulis paparkan pada artikel ini yaitu data seputar proyek Terima Estate Unit 5, pengetahuan gaya wabi sabi dan kontemporer, proses produksi desain interior Terima Estate Unit 5, serta hasil akhir desain.