Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Uji Larvasida Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Arimaswati Arimaswati; Sufiah Asri Mulyawati; Tien Tien; Pranita Aritrina; Nur Rahmi
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 13 No 3 (2022): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v13i3.968

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease in Indonesia and includes acute viral infections from Flaviviridae family that are transmitted through intermediate host Aedes aegypti with symptoms of sudden high fever for two to seven days accompanied by bleeding. Noni fruit (Morinda citrifolia L.) contains active compounds as larvacide such as alkaloids, saponins, proxeronin and terpenoids. The purpose of this research is to know larvacide activity of ethanol extract of noni fruit to Aedes aegypti larvae death. This is an experimental research with post test only control group design. The sample used is 700 Aedes aegypti larvae which have reached III/IV instar and ethanol extract of noni fruit (Morinda citrifolia L.) divided into 5 concentrations, 0.5%, 1%, 2%, 4%, 8% and two control group namely negative control and positive control. Each treatment was repeated 4 times. The larvacide activity test was performed by observing the number of larvae deaths within 24 hours at 1 hour, 2 hour and 24 hour observation (5, 10, 15, 30, 60, 120, and 1440 min) and looking at the LC50 and LT50 values of the larvae tested. Result of this research shows that noni fruit (Morinda citrifolia L.) has a larvacide activity against the death of Aedes aegypti larvae. The Death of larvae was highest at 8% concentration with 100% death percentage in the 10 minutes and lowest at 0,5% concentration with 86% death percentage in the 1440 minutes. The probit analysis obtained LC50 in the 120 minutes is 1,44544% and LT50 at concentration of ethanol extract of noni fruit 2% is 70,8 minutes. From this research can be concluded that ethanol extract of noni fruit (Morinda citrifolia L.) has a larvacide activity to Aedes aegypti larvae death.
Upaya Tanggap Bencana Nasional Melalui Edukasi dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Di Kota Baubau Jamaluddin Jamaluddin; Sufiah Asri Mulyawati; Zida Maulina Aini; Sulastrianah Sulastrianah; Raja Al Fath Widyaiswara
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2020): September 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.619 KB) | DOI: 10.33096/jpki.v1i1.104

Abstract

Kota Bau – Bau terletak pada selat Buton yang mempunyai aktivitas kelautan yang sangat tinggi, berperan sebagai titik transit sekaligus daerah penghubung bagi jalur nasional sekunder. Coronavirus adalah zoonosis atau virus yang ditularkan antara hewan dan manusia. Penyebaran penyakit ini telah memberikan dampak luas secara sosial dan ekonomi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi kegiatan daring maupun luring seperti edukasi kepada masyarakat melalui video penyuluhan, pembagian masker, Hand sanitizer, dan pembagian Alat pelindung Diri. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini melibatkan seluruh elemen masyarakat secara bersama-sama, bersinergi, multidisiplin, dan bermitra sehingga dapat membantu mengendalikan penyebaran Covid 19 dan menurunkan jumlah kasus diwilayah Kota Bau Bau. Program kerja yang dilaksanakan berdasarkan potensi dan permasalahan yang ada di Kota Bau Bau. Hasil dari pengabdian masyarakat ini berupa edukasi penanganan dan pencegahan Covid 19 dan penerapan protokol kesehatan di era new normal, pendistribusian masker kain, pendistribusian hand sanitizer, pembuatan sarana cuci tangan, serta pembagian alat pelindung diri bagi tenaga medis di kota Bau Bau. Capaian dan luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan Covid 19 dan penerapan protokol kesehatan, peningkatan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat, tersedianya Alat Pelindung Diri bagi tenaga kesehatan khususnya pada puskesmas dan rumah sakit.
Upaya Peningkatan Status Kesehatan Ibu Hamil dan Anak di Kelurahan Toronipa Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Jamaluddin Jamaluddin; La Ode Alifariki; Agussalim Ali; La Rangki; Rahmawati Rahmawati; Sufiah Asri Mulyawati
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024667

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan adalah adanya tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih setelah kehamilan 20 minggu pada wanita yang sebelumnya normotensif, atau kenaikan tekanan sistolik 30 mmHg dan atau tekanan diastolik 15 mmHg di atas nilai normal. Hipertensi pada kehamilan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kematian ibu dan janin. Kondiis ini menjadi permasalahan mitra di lokasi KKN, sehingga dianggap perlu untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. Adapun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan berupa screening kesehatan ibu hamil dan pemeriksaan kesehatan jantung bagi anak, pemberian KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi), dan pemberian pengobatan sebagai tindaklanjut hasil screening. Pengabdian kesehatan ini rencana akan dilaksanakan di Kecamatan Soropia Kelurahan Toronipa Kabupaten Konawe yang akan dilaksanakan oleh Tim gabungan Dosen dan mahasiswa. Target luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah. Target luaran PKM ini adalah tersedianya data kesehatan ibu hamil dan kesehatan anak serta peningkatan kesehatan ibu dan anak. Pengabdian kepada masyarakat ini sudah dilaksanakan dengan melibatkan anak anak dan masyarakat di Kelurahan Toronipa. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan mulai pemeriksaa kesehatan ibu dan anak, serta pengobatan massal. Simpulan pengabdian ini bahwa ada peningkatan status kesehatan masyarakat dan juga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.
Pelatihan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Pada Kader Posbindu Di Wilayah Kerja Puskesmas Kapoiala I Putu Sudayasa; La Ode Alifariki; Jamaluddin Jamaluddin; Saida Saida; Sufiah Asri Mulyawati
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024668

Abstract

Secara global, WHO (World Health Organization) memperkirakan penyakit tidak  menular  menyebabkan sekitar  71% dari  jumlah  kematian di  seluruh  dunia. Data tahun  2018 di  Indonesia  menunjukkan  kenaikan prevalensi  penyakit  tidak  menular  seperti  kanker,  stroke,  penyakit  ginjal  kronik,  diabetes  melitus  dan hipertensi dibanding lima  tahun  sebelumnya. Saat  ini  Kementerian  Kesehatan  RI  sudah  melaksanakan program  deteksi  dini  dan  pencegahan  penyakit  tidak  menular  di  masyarakat  dengan  melakukan  kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif bagi individu dan masyarakat melalui Posbindu PTM di sekolah, tempat  kerja,  lapas/rutan,  terminal,  kampung  nelayan. Pelatihan  dilakukan  oleh  tim  FK Universitas Halu Oleo sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan peserta berjumlah 15 kader Puskemas Kapoiala, 5 Petugas Puskesmas dan 6 orang dari FK Universitas Halu Oleo. Tujuan pelatihan yaitu peserta mampu melakukan pengelolaan dan pelaksanaan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM). Materi yang diberikan dengan metoda ceramah, tanya jawab, diskusi, praktek keterampilan  yaitu  memberikan  pengetahuan  tentang  PTM,  Posbindu  PTM,  memberikan  kemampuan  keterampilan dalam memantau faktor risiko PTM serta konseling. Terdapat peningkatan nilai posttest yang signifikan dibanding pretest, yang berarti ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan deteksi dini faktor risiko PTM. Kegiatan ini menginiasiasi terbentuknya Posbindu PTM Institusi FK Universitas Halu Oleo
GAMBARAN MIKROBIOTA VAGINA WANITA MENOPAUSE DI KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA, INDONESIA Purnamasari, Nur Indah; Indriastuti, Diah; Mulyawati, Sufiah Asri; Purnamasari, Yenti
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.10274

Abstract

Menopause adalah sesuatu  yang akan dialami oleh seorang perempuan jika berusia panjang. Perubahan hormon yang terjadi menyebabkan berbagai perubahan fisiologis bahkan dapat menjadi ketidakseimbangan dan menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak dikelola dengan baik. Infeksi urogenital merupakan salah satu penyakit yang sering ditemui pada wanita menopause, hal ini dapat  dicegah jika deteksi dini dapat dilakukan untuk menghindari disbiosis menjadi penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran secara umum mengenai  keseimbangan mikrobiota vagina wanita menopause yang telah mengalami penurunan kadar hormon reproduksi. Penelitian ini dilaksanakan pada  bulan April hingga Agustus 2024 di Kota Kendari Sulawesi Tenggara,  Indonesia. Penelitian ini melibatkan 35 sampel wanita menopause sebagai sampel yang dikumpulkan dengan metode total  sampling. Terhadap  keseluruhan sampel  dilakukan pengambilan sampel swab vagina dan dilakukan pemeriksaan mikroskopis langsung dengan menggunakan KOH 10% untuk melihat keberadaan Candida dan pewarnaan gram untuk melihat keberadaan bakteri. Dari  hasil penelitian ini didapatkan 26 (74,3%) sampel mengalami bacterial vaginosis (BV), 6 (17,1%) sampel menunjukkan kondisi intermediate, dan 3 (8,6%) sampel dinyatakan sehat. Ini menujukkan bahwa wanita menopause di  Kota Kendari mayoritas mengalami disbiosis mikrobiota vagina.
Pemetaan Derajat Kesadaran PHBS Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pengunjung Tempat Wisata Delisha Resort, Konawe mulyawati, Sufiah asri; Asmaningdiah, Mariana; Sudayasa, I Putu; Indriastuti, Diah; Bariq Kinayoh, Nuraniar; Purnamasari, Yenti; Alvionita, Dewinta Nur
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 1 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i1.1488

Abstract

The Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) program is a form of health promotion that aims to encourage individuals, families, groups, and communities to live in a clean and healthy environment. In public places such as tourist attractions, the implementation of PHBS is crucial to prevent the spread of disease and create a safe and comfortable environment for all visitors. This service activity aims to identify the extent to which the level of education affects the understanding and application of PHBS in a tourist site environment. The activity was carried out at Delisha Resort, Konawe Regency, Southeast Sulawesi on June 21, 2025. The activity stages include planning, implementation, and evaluation. The method used was quantitative descriptive survey with accidental sampling technique and distribution of closed questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics to see the distribution of education levels and the degree of awareness of PHBS. The results obtained were that the majority of visitors to tourist attractions had a very good degree of PHBS awareness. The conclusion of this service activity is that the majority of respondents who have middle and higher education backgrounds show a very good level of PHBS awareness.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Penanganan Low Back Pain bagi Kader Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari Sulawesi Tenggara Tahun 2025 [Enhancing Knowledge and Skills in Managing Low Back Pain for Health Fasililator at the Kendari Barat District Community Health Center, Kendari City, Southeast Sulawesi in 2025] Wicaksono, Satrio; Mulyawati, Sufiah Asri; Ashaeryanto, Ashaeryanto; Noertika, Muhammad Rustam H; Asmaningdiah, Mariana; Alvionita, Dewinta Nur; Aksa, Lindia; Aminuddin, Izur Fisabilillah
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261415

Abstract

Low back pain (LBP) is one of the most common musculoskeletal disorders worldwide, with a global prevalence of 60–80% among adults. This condition results in limitations of daily activities, decreased productivity, and reduced quality of life. In Indonesia, LBP is frequently reported among both productive and elderly age groups, with major risk factors including non-ergonomic working postures, insufficient physical activity, and degenerative processes. In Kendari Barat District, LBP cases are often encountered at community health centers , particularly among individuals with diverse occupations such as office workers, traders, and laborers. These jobs often involve repetitive physical activity or prolonged static postures, highlighting the need for stronger promotive and preventive interventions at the community level.The purpose of this community service program is to strengthen the capacity of health fasilitators in understanding, preventing, and managing LBP through education, ergonomic training, and stretching exercises. The methods applied include interactive counseling, practical simulations, and cadre mentoring at the Kendari Barat Community Health Center. A total of 60 health cadres participating in this activity are expected to contribute by providing education to the community in their respective environments.                                                              Abstrak. Low back pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal dengan prevalensi global tinggi, yaitu 60–80% pada orang dewasa, dan berdampak pada keterbatasan aktivitas, penurunan produktivitas, serta kualitas hidup. Di Indonesia, keluhan LBP banyak dijumpai pada kelompok usia produktif maupun lanjut usia, dengan faktor risiko utama berupa postur kerja tidak ergonomis, kurangnya aktivitas fisik, serta proses degeneratif. Di Kecamatan Kendari Barat, kasus LBP sering ditemukan di Puskesmas, terutama pada masyarakat dengan variasi pekerjaan seperti pegawai kantoran, pedagang, dan buruh. Kondisi ini menegaskan perlunya intervensi promotif dan preventif yang lebih kuat di tingkat komunitas. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam memahami, mencegah, dan menangani LBP secara sederhana melalui edukasi, pelatihan ergonomi, serta latihan peregangan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, simulasi praktik, dan pendampingan kader di Puskesmas Kecamatan Kendari Barat. Sebanyak 60 kader kesehatan yang mengikuti kegiatan ini diharapkan mampu memberikan berkontribureka dalam memberikan edukasi kepada Masyarakat dilingkungan mereka masing-masing.
IMPLEMENTASI PROGRAM EDUKASI DAN LATIHAN ERGONOMI UNTUK MENCEGAH LOW BACK PAIN PADA PEKERJA DENGAN AKTIVITAS DUDUK BERKEPANJANGAN DI LINGKUP UNIVERSITAS HALU OLEO TAHUN 2025 HN, Muhammad Rustam; Mulyawati, Sufiah Asri; Ashaeryanto, Ashaeryanto; Zerbarani, Waode; Aulia, Audi; Ardiansyah, Ld Muh
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 6, No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/anoa.v6i2.50957

Abstract

Low Back Pain (LBP) is one of the most common musculoskeletal problems among productive-age populations and remains a leading cause of reduced productivity and quality of life. Globally, more than 60–80% of individuals experience LBP at least once in their lifetime, while in Indonesia the prevalence reaches 38.4% within a three-month period among productive workers and 44.29% within 12 months. Among healthcare workers in Asia, the lifetime prevalence is reported at 58.1%. These high rates are closely associated with prolonged sitting, non-ergonomic working postures, improper workstation design, and the lack of regular stretching, all of which contribute to muscle tension and chronic pain. Similar conditions are observed at Universitas Halu Oleo, where academic and administrative staff spend 6–8 hours per day seated at desks or using computers, yet awareness of ergonomics and simple physical exercises remains low. Without appropriate intervention, this situation may lead to decreased work performance, increased functional disability, and higher healthcare costs. Therefore, an ergonomic education program combined with simple stretching exercises is urgently needed and feasible to implement within daily work routines. This program aims not only to enhance knowledge but also to foster sustainable healthy work behaviors, thereby reducing the risk of LBP, maintaining productivity, and supporting the development of a healthy and competitive work environment at Universitas Halu Oleo.