Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Capacity Building for the Mappetajang Village Community through Agroecotourism Literacy Based on the Geoecology of the Highlands Iriansa iriansa; Andi Jumardi; Masluki Masluki; Mutmainnah Mutmainnah
ABDISAINS Vol 2 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jas.v2i1.2465

Abstract

Mappetajang Village is one of the villages lagging behind in terms of village development index, but it has high natural potential in realising sustainable development goals, especially in terms of horticultural agriculture and tourism potential. This community service activity aims to improve the literacy of the community and village government in optimising this potential through a participatory approach. The community service was carried out through socialisation activities, focus group discussions and perception surveys of 54 respondents. The impact of the community service was analysed using thematic analysis and descriptive statistics. The results of the community service showed an increase in community understanding of horticultural potential (40%) and agrotourism (32%), with a high level of interest in its development. The main constraints included limited technical skills (42%), capital (33%), and infrastructure (25%). The main recommendations included cultivation training, digital market access, and collaboration with stakeholders. The implementation of a holistic strategy is expected to encourage the transformation of the village economy towards inclusive and sustainable economic resilience
Transformasi Rantai Nilai dan Penjualan Produk Olahan Sagu di Desa Waelawi Melalui Sistem Promosi dan Penjualan Produk Berbasis Digital Iriansa Iriansa; Sunarti Cambaba; Akramunnisa Akramunnisa; Masluki Masluki; Andi Jumardi
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7459

Abstract

Produk olahan sagu memiliki potensi ekonomi tinggi bagi masyarakat Desa Waelawi, namun kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan masih terbatas akibat rendahnya literasi digital dan belum optimalnya strategi pemasaran. Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani sagu dan pelaku UMKM dalam memanfaatkan pemasaran digital melalui pelatihan dan pendampingan terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan pemasaran digital (media sosial, marketplace, dan website e-commerce), serta pendampingan selama dua hingga tiga bulan untuk memastikan implementasi strategi digital marketing. Pengumpulan data dilakukan melalui pre–post test, wawancara, observasi, dan monitoring berkelanjutan.Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital peserta, di mana seluruh 35 peserta mampu membuat akun bisnis, mengunggah produk, dan mempraktikkan promosi digital. Skor pengetahuan terkait media sosial, marketplace, dan website e-commerce meningkat antara 82% hingga 114%. Pada tahap pendampingan, peserta mulai menghasilkan konten promosi, mengunggah produk, dan berinteraksi aktif dengan konsumen. Penerapan digital marketing meningkat tajam, ditunjukkan oleh kenaikan penggunaan media sosial dari 20% menjadi 90%, marketplace dari 0% menjadi 85%, serta adopsi website e-commerce oleh 70% peserta. Dampaknya terlihat pada peningkatan pembeli bulanan sebesar 150%, transaksi online hingga 95 transaksi per bulan, serta peningkatan kepuasan konsumen dari 62% menjadi 88%. Program ini mampu meningkatkan kompetensi pemasaran digital dan daya saing UMKM berbasis sagu. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan jangka panjang dan dukungan infrastruktur digital desa agar transformasi pemasaran dapat terus berkembang
Penerapan Sains dan Teknologi Geospasial Berbasis Partisipatif Multi Stakeholder dalam Pembentukan dan Penguatan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Kawasan Latimojong Kabupaten Luwu Iriansa Iriansa; Ichwan Muis; Andi Jumardi; Masluki; Aryadi Nurfalaq; Abdul Rais; Baso Ali; Andre Ardyansa; Iksan Fauzan; Nilam Sari Zulkifli
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.801

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana melalui pembentukan dan penguatan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di kawasan Pegunungan Latimojong, Kecamatan Lantimojong, Kabupaten Luwu, yang memiliki tingkat kerawanan tanah longsor dan banjir bandang yang tinggi. Kegiatan mengintegrasikan teknologi geospasial dengan pendekatan partisipatif multi stakeholder denga mitra kegiatan, yaitu Pusat Studi Pemetaan dan Bencana Universitas Cokroaminoto Palopo, PT. Masmindo Dwi Area, BPBD, Dinas Sosial, PMI Kabupaten Luwu, dan Pemerintah Desa di Kecamatan Lantimojong sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Metode pelaksanaan mengadopsi kerangka pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (CBDRR) dalam lima tahap: pengkajian risiko, penguatan kapasitas, pelembagaan, implementasi infrastruktur kesiapsiagaan, serta evaluasi dan keberlanjutan. Pemetaan partisipatif berbasis drone menghasilkan peta titik kerawanan longsor, peta risiko, jalur evakuasi, dan titik kumpul, yang ditindaklanjuti dengan sistem monitoring bencana berbasis WebGIS (puspena.com). Hasil kegiatan meliputi terbentuknya kelembagaan relawan DESTANA, terpasangnya rambu jalur evakuasi dan titik kumpul, tersusunnya Buku Saku DESTANA, serta meningkatnya kapasitas masyarakat yang teruji melalui simulasi kedaruratan lintas lembaga. Sinergi peran para pihak terbukti efektif membangun kesiapsiagaan desa dan dapat direplikasi pada desa-desa lain di kawasan Latimojong
Inovasi Teknologi Produksi dan Olahan Sagu Sebagai Sumber Pangan Bergizi di Desa Waelawi Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara Iriansa Iriansa; Sunarti Cambaba; Akramunnisa Akramunnisa; Masluki Masluki; Andi Jumardi
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.491

Abstract

Tanaman sagu (Metroxylon sagu Rottb.) memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif sekaligus penggerak ekonomi lokal, namun pengelolaannya di Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, masih dilakukan secara tradisional dengan produktivitas rendah dan minim diversifikasi produk. Kondisi ini menyebabkan nilai tambah sagu belum optimal serta pemasaran terbatas hanya di pasar lokal, sehingga kontribusinya terhadap kesejahteraan petani masih rendah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Program Pemberdayaan Kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang dengan tujuan meningkatkan produktivitas, keterampilan diversifikasi olahan, dan memperkuat pemasaran berbasis digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) yang menekankan keterlibatan aktif petani dalam seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, transfer teknologi tepat guna (mesin ekstraksi pati, pemarut termodifikasi, mesin mie, vacuum sealer), hingga pendampingan berkelanjutan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi pati, penguasaan keterampilan pembuatan produk olahan seperti mie sagu, cireng, keripik, dan kue kering, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra hingga 96% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain berdampak pada peningkatan produktivitas dan peluang ekonomi baru, program ini juga memperkuat kerjasama kelompok, meningkatkan peran perempuan dalam kegiatan ekonomi, serta menumbuhkan optimisme masyarakat untuk mengembangkan sagu sebagai komoditas unggulan daerah yang berdaya saing tinggi.
Akselerasi Pengembangan Komoditas Hortikultura Strategis Dataran Tinggi melalui Implementasi Sistem Teknologi Tepat Guna di Desa Mappetajang Muhammad Naim; Mariyam Mangkunegara; Abdullah Syukur; Iriansa Iriansa; Masluki Masluki
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.498

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pertanian Desa Mappetajang melalui pendekatan hulu-hilir. Di hulu, kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas teknis budidaya dan produksi hortikultura strategis (tomat, bawang, paprika, cabai dan stroberi), introduksi bibit unggul, serta penerapan sistem dan teknologi pertanian presisi. Di hilir, program akan difokuskan untuk memperkuat manajemen usaha melalui pelatihan pengolahan hasil panen dan pasca panen, strategi dan teknik pemasaran digital, pengembangan produk dan brand unggulan, dan peningkatan jejaring pemasaran. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi kedalam beberapa tahapan yaitu : Survey lokasi awal,  Sosialisasi Program kepada kelompok tani, pemberian bantuan alat dan bahan untuk menjalankan program, Pelatihan pembuatan pupuk kompos, pembuatan demplot sebagai lokasi percontohan budidaya hortikultura. Dari pelaksanaan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan pendapatan petani perlu menanam tanaman jangka pendek yang cepat menghasilkan produksi  tidak tergantung pada hasil budidaya tanaman perkebunan, dan perlu manajemen pengelolaan dari hulu ke hilir agar masyarakat dapat produktif.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BERBASIS TEKNOLOGI PENARIK DAN PERONTOK RUMPUT LAUT OTOMATIS BAGI KELOMPOK TANI PASAMPA KATONIK Andi Jumardi; Masluki Masluki; Suaedi Suaedi; Baso Ali; Muhammad Naim; Iriansa Iriansa; Irgi Irgi; Andre Ardyansa; Nadya Chaila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36371

Abstract

Abstrak: Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pascapanen rumput laut melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis sistem penarik dan perontok otomatis. Mitra pada kegiatan ini yakni Kelompok Tani Rumput Laut Pasampa Katonik yang beranggotakan 20 orang. Permasalahan utama mitra adalah proses penarikan dan perontokan rumput laut yang masih dilakukan secara manual, membutuhkan waktu lama, tenaga kerja banyak, dan menurunkan kualitas hasil panen. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan alat berbasis motor listrik berdaya rendah, pelatihan operasional dan perawatan alat, serta uji coba lapangan dengan pendekatan partisipatif serta sistem evalusia pada kegiatan yang sudah dilaksanakan. Indikator keberhasilan pada kegiatan ini yakni, alat penarik dan perontok otomatis mampu mengurangi waktu kerja hingga 80% dalam hal memisahkan rumput laut dari tali bentangan, menurunkan kebutuhan tenaga kerja sebesar 60% dan meningkatkan kebersihan hasil panen hingga 95%. Selain itu, berhasil meningkatkan kemampuan teknis petani dalam mengoperasikan dan memelihara alat secara mandiri. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, serta kemandirian kelompok tani dalam pengelolaan rumput laut pasca panen.Abstract: This community service program aims to improve the efficiency and productivity of post-harvest seaweed processing through the application of appropriate technology in the form of an automatic seaweed pulling and threshing machine for the Seaweed Farmers Group in Bassiang Timur Village, Ponrang Selatan District, Luwu Regency. The main problem faced by the partner community is the traditional manual method of pulling and threshing seaweed, which requires considerable time and labor, leading to reduced quality and productivity. The implementation method involved a needs assessment, the design and fabrication of a low-power electric motor–based device, training on operation and maintenance, and field trials using a participatory approach. The results indicated that the automatic pulling and threshing tool reduced working time by up to 80%, decreased labor requirements by 60%, and improved product cleanliness to 95%. Moreover, the training activities successfully enhanced farmers’ technical competence and independence in operating and maintaining the equipment. This activity effectively increased productivity, work efficiency, and technological independence among local seaweed farmers. The introduced innovation is expected to be replicated by other coastal farmer groups in the Luwu Raya region to support blue economy development and the strengthening of community-based maritime industries.
Assessing the Effectiveness of Object-Based Image Analysis in Mapping High Visual Similarity Objects from Conventional Drone Imagery (A Case Study: The Maturity Level of Sago) Iriansa Iriansa; Mutmainnah Mutmainnah; Masluki Masluki; Andi Jumardi; Ichwan Muis; Budi Utomo Putra Azis; Erwin Amri
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 10 No. 3 (2026): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v10i3.536

Abstract

Conventional Red-Green-Blue (RGB) unmanned aerial vehicle (UAV) imagery offers a cost-effective alternative for precision agriculture; however, its limited spectral separability constrains classification when target classes exhibit high visual similarity, particularly in non-cultivated areas with dense vegetation. Maturity assessment of sago palm (Metroxylon sagu Rottb.) exemplifies this challenge: identification of the harvestable stage remains dependent on labour-intensive field inspection, and delayed identification causes stem mortality and yield loss. This study evaluates an Object-Based Image Analysis (OBIA) framework for discriminating three sago maturity levels (Young, Harvestable, Overripe) from RGB orthomosaics and a Digital Surface Model over a 9-hectare non-cultivated site in Wailawi, North Luwu, Indonesia, using a DJI Phantom 4 Pro at 50 m altitude. Multi-resolution segmentation generated 6,210 crown-level objects, classified by Random Forest under two configurations: a five-feature set and a seventeen-feature set optimised through Recursive Feature Elimination. Evaluation used 600 independent objects (200 per class) from the testing partition through stratified random sampling, re-labelled by visual interpretation, with 95% confidence intervals from 1,000 bootstrap resamples. The seventeen-feature model outperformed the baseline, yielding Overall Accuracy of 93.00% (95% CI: 91.00–94.83) versus 89.00% (86.83–91.50), Macro-F1 of 92.92% versus 88.92%, and Cohen's Kappa of 0.895 (0.860–0.922) against 0.835 (0.795–0.873). Classification uncertainty concentrated at the Young-Harvestable boundary, whereas Overripe was consistently discriminated (F1 = 98.77%). Visible-band spectral statistics, GLCM and GLDV texture descriptors, and DSM-derived structural features contributed most to accuracy, while geometric descriptors showed marginal influence. The framework establishes a robust and economically accessible pathway for operational sago maturity monitoring.
Analisis Perubahan Tata Guna Lahan Dan Kerentanan Ekosistem DAS Siwa, Sulawesi Selatan Budi Utomo Putra Azis; Iriansa Iriansa; Agsa Dewantara
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 4 (2026): MIPA dan dan Pendidikan lingkup MIPA
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i4.582

Abstract

The Siwa Watershed (DAS Siwa) in South Sulawesi is a strategic ecosystem spanning Wajo, Sidrap, and Luwu Regencies. Uncontrolled land use changes in this area have the potential to reduce ecological carrying capacity and increase ecosystem vulnerability. This study aims to analyze land use changes and ecosystem vulnerability levels in DAS Siwa during the 2015–2025 period using a descriptive quantitative-spatial approach based on Geographic Information Systems (GIS). Data used include multitemporal land use imagery, rainfall data, topographic maps, and administrative boundaries. Analysis shows that the total area of DAS Siwa is 26,866.85 ha, dominated by forest (70.66%) but experiencing deforestation of 552.99 ha (24.37%) during the observation period. Mixed plantations increased significantly by 389.70 ha (17.18%), while settlements and agricultural land also expanded. Ecosystem vulnerability was assessed through a composite index considering land change, rainfall intensity, slope, and vegetation cover. Spatial overlay results identified high vulnerability zones in the central and upstream parts of the watershed, coinciding with active deforestation and high rainfall areas. These findings are expected to serve as a scientific basis for sustainable and ecosystem-based management of DAS Siwa.
Diversifikasi Produk Jelly dan Kripik Rumput Laut serta Penguatan Manajemen Promosi Pemasaran untuk Mendukung Pembagunan Berkelanjutan Akramunisa Akramunisa; Sunarti Cambaba; Reski Yusrini Islamiah Yunus; Andi Jumardi; Suhaeni Suhaeni; Masluki Masluki; Iriansa Iriansa; Jumarniati Jumarniati; Rahma Hi Manrulu; Iin Karmila Putri
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.823

Abstract

Kelompok Pokdakan Sipakamase di Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu merupakan kelompok petani rumput laut jenis Eucheuma cottonii yang selama ini hanya menjual hasil panen dalam bentuk rumput laut kering kepada pengepul dengan harga jual rendah, tanpa pengolahan lanjutan dan tanpa akses pemasaran yang luas. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah rumput laut menjadi produk jelly drink dan kripik bernilai jual, serta memperkuat manajemen promosi dan pemasaran berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap yaitu inception, elaboration, construction, dan transition, mencakup sosialisasi dan pendampingan pembuatan jelly dan kripik rumput laut serta pelatihan strategi pemasaran memanfaatkan e-commerce dan media sosial. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman mitra pada kedua aspek tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memproduksi jelly dan kripik rumput laut yang siap dipasarkan, serta kemampuan mitra memasarkan produk secara daring sehingga jangkauan pasar tidak lagi terbatas pada pengepul setempat. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal tumbuhnya unit usaha kecil berbasis olahan jelly dan kripik rumput laut yang berkelanjutan di Desa Lamasi Pantai.
Implementasi Teknologi dan Inovasi Produk Olahan Sagu Berbasis Preferensi Pasar Modern pada Kelompok Pengolah Sagu di Desa Barammamase Kabupaten Luwu Iriansa Iriansa; Nurasia Nurasia; Akramunnisa Akramunnisa; Ni Kadek Rianti Dewi; Tasya Saputri
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.863

Abstract

Kelompok Usaha Bersama Sagu Tori Hafidza di Desa Barammamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, mengolah pati sagu menjadi dange dan kue tori dengan umur simpan hanya dua hingga tiga hari, kemasan sederhana, serta pemasaran yang terbatas pada warung dan pasar lokal. Kondisi tersebut menahan pendapatan anggota pada kisaran Rp1.000.000-Rp1.500.000 per bulan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan nilai tambah usaha mitra melalui transfer teknologi tepat guna dan diversifikasi produk olahan sagu yang berorientasi pasar modern. Kegiatan dilaksanakan bersama 13 anggota kelompok melalui lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perancangan keberlanjutan. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, observasi lapangan, daftar periksa kompetensi, serta rekapitulasi produksi dan penjualan selama satu bulan pelaksanaan. Skor rata-rata pengetahuan dan keterampilan mitra naik dari 48,5 menjadi 88,4 atau meningkat 82,3% secara relatif. Lini produk bertambah dari dua menjadi lima jenis dengan hadirnya gula sagu cair, keripik sagu tiga varian rasa, dan dange tiga varian rasa, yang dipasarkan melalui tiga merek baru, yaitu SAGULA, KISAGU, dan DANGE SAGU. Produksi dange original meningkat 25% menjadi 500 lembar per minggu, sedangkan proporsi produk berkemasan modern naik dari 10% menjadi 94% dan seluruh produk baru telah berlabel. Mitra mulai mengoperasikan akun Instagram dan Facebook bisnis, dan jumlah transaksi naik 30%, dari 60 menjadi 78 per bulan, dengan 12 di antaranya dari kanal digital. Temuan pada satu kelompok mitra ini mengindikasikan bahwa kombinasi transfer teknologi, perbaikan kemasan, dan digitalisasi pemasaran dapat memperluas basis produk sekaligus jangkauan pasar usaha mikro berbasis sagu.