Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

DEMONSTRASI PENGENALAN VARIASI MENU DIET DIABETES MELLITUS BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Ismawanti, Zuhria; Nurzihan, Nastitie Cinintya; Prastiwi, Nining
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i1.56-62

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a disease that can be caused by an unhealthy lifestyle. DM treatment has four pillars in its management, namely education, DM diet management, physical activity and drug management. The recommended DM dietary arrangement is almost the same as the recommended diet in general, namely balanced nutrition in accordance with calorie needs, however DM sufferers will emphasize eating regularity in terms of eating schedules, types of food and amount of food. Based on these problems, it is necessary to demonstrate the introduction of variations in the diabetes mellitus diet menu for type 2 diabetes mellitus sufferers.This activity is carried out to increase knowledge about the variety of diabetes mellitus diet menus in type 2 diabetes mellitus sufferers.Pre-test and post-test are carried out to determine the level of understanding of the demonstration which are given. The method used was to provide a demonstration of introduction to the variation of the diabetes mellitus diet menu for people with type 2 diabetes. As many as 25 people participated in this activity from beginning to end. Based on the results of the evaluation using the post test value, it shows that there is an increase in knowledge and skills regarding the variation of the type 2 DM diet, so as to prevent complications of type 2 DM.
PENINGKATAN STATUS GIZI DENGAN METODE EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA IBU RUMAH TANGGA GIZI LEBIH Kamaruddin, Iriyani; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita; Afiah, Nurul; Safika, Erri Larene; Nurzihan, Nastitie Cinintya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23334

Abstract

Abstrak: Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah penderita obesitas tertinggi. Prevalensi gizi lebih dan penyakit degeneratif lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Gizi berlebih yang tidak dikelola dengan baik perlu mendapat perhatian serius karena dapat menurunkan kesehatan, produktivitas kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu konsumsi sayur dan buah masih rendah yaitu 11,49%, dan di Kota Samarinda sebesar 11,59%. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah memberikan edukasi gizi seimbang untuk meningkatkan status gizi Ibu Rumah Tangga (IRT) menjadi status gizi baik Pengabdian ini menggunakan metode edukasi gizi dengan menggunakan modul gizi seimbang, template isi piringku, dan model makanan, sebelum diberikan edukasi gizi diberikan pre-test dan sesudah edukasi gizi diberikan post-test yang terdiri dari 15 pertanyaan pilihan ganda terkait dengan materi edukasi gizi seimbang Mitra pendukung pengabdian ini adalah Kelurahan Air Putih dan mitra peserta edukasi gizi sebanyak 21 orang. Hasil sudah terlaksana pengabdian dengan baik dan lancar, menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi gizi sebesar 28,20%.Abstract: East Kalimantan Province is one of the provinces in Indonesia with the highest number of obesity sufferers. The prevalence of overnutrition and degenerative diseases is more common in women than men. Excessive nutrition that is not managed properly needs serious attention because it can reduce health, work productivity and improve people's welfare. Apart from that, consumption of vegetables and fruit is still low, namely 11.49%, and in Samarinda City it is 11.59%. The aim of this service is to provide balanced nutrition education to improve the nutritional status of Housewives (IRT) towards good nutritional status. This service uses nutritional education methods using balanced nutrition modules, my plate contents templates, and food models. Before being given nutrition education, a pre-test is given and after being given nutrition education, a post-test is given which consists of 15 multiple choice questions related to balanced nutrition education materialPartners supporting this service are Air Putih District and 21 partners participating in nutrition education. The results of service that was carried out well and smoothly showed an increase in knowledge scores before and after nutrition education by 28.20%.
Penguatan Kapasitas Kader Posyandu melalui Program Sekolah Gizi Keluarga untuk Edukasi Gizi Tingkat Rumah Tangga Safika, Erri Larene; Megasari, Anitatia Ratna; Ginting, Riska Mayang Saputri; Nurzihan, Nastitie Cinintya; Fikri, Mohammad; Agustini, Rina Tri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25282

Abstract

ABSTRAK Stunting dan wasting pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kelurahan Mesjid, Mangkupalas, Samarinda. Kader posyandu menjadi garda terdepan dalam melakukan upaya promotif dan preventif pencegahan masalah gizi anak. Namun, keterbatasan pengetahuan dan kemampuan edukasi gizi menjadi penghalang kader posyandu untuk menjalankan tugasnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk model pemberdayaan kader yang dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap mengenai gizi keluarga, meningkatkan kemampuan mengukur antropometri, serta mampu memberikan edukasi gizi kepada keluarga. Pengabdian masyarakat ini bernama “Sekolah Gizi: Membangun Rumah Sehat dari Dapur Sendiri”, berupa kegiatan pelatihan dan pendampingan dengan sasaran 22 orang kader dari seluruh posyandu di Kelurahan Mesjid. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan tiga topik yang berbeda, yaitu Perilaku Bersih dan Sehat dan gizi keluarga, pengukuran antropometri dan edukasi gizi, serta simulasi kader posyandu mempraktikkan pengukuran antropometri dan edukasi gizi kepada keluarga. Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap kader posyandu mengenai PHBS, gizi keluarga, pengukuran antropometri, dan edukasi gizi. Seluruh kader posyandu dapat melakukan pengukuran antropometri dengan baik, serta memberikan edukasi dengan terampil. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader melalui pelatihan dan pendampingan secara berkala diperlukan untuk mendukung optimalisasi peran kader dalam edukasi gizi tingkat rumah tangga. Kata Kunci: Kader Posyandu, Edukasi Gizi, Sekolah Gizi Keluarga, Status Gizi.  ABSTRACT Stunting and wasting among children remain public health problems in Mesjid Subdistrict, Mangkupalas, Samarinda. Community Health Workers (CHWs) serve as the frontline in implementing promotive and preventive efforts to prevent child malnutrition. However, limited knowledge and skills in providing nutrition education hinder CHWs from performing their roles effectively. This community service program aimed to develop a CHWs empowerment model to improve knowledge and attitudes regarding family nutrition, enhance anthropometric measurement skills, and strengthen their ability to provide nutrition education to families. This community service program titled “Nutrition School: Building a Healthy Home from Our Own Kitchen,” consisted of training and mentoring activities involving 22 CHWs from all posyandu in Mesjid Subdistrict. The program was conducted over three days with three main topics: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and family nutrition, anthropometric measurement and nutrition education, and role-play sessions in which CHWs practiced anthropometric measurements and provided nutrition education to families. The program resulted in increased knowledge and improved attitudes of CHWs regarding PHBS, family nutrition, anthropometric measurement, and nutrition education. All CHWs were able to perform anthropometric measurements properly and deliver nutrition education effectively. Continuous improvement of CHWs knowledge and skills through regular training and mentoring is necessary to optimize their role of in delivering household-level nutrition education. Keywords: Community Health Workers, Nutrition Education, Family Nutrition School Program, Nutrition Status.