Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penyuluhan Pengelolaan Sampah sebagai Upaya Mewujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat di Kelurahan Babakan Asih Bandung Maryani, Lidya; Sianipar, Imelda MG; Sinaga, Anni; Siagian, Ira Ocktavia; Widawati, Widawati; Utari, Ardini Dwi; Uhnana, Iren Sany; Nassa, Natasia joan
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.413

Abstract

Pengelolaan sampah perkotaan merupakan isu lingkungan dan kesehatan yang semakin mendesak, terutama di kota-kota besar seperti Bandung. Sampah organik, terutama sisa makanan, menyumbang lebih dari 65% dari total limbah perkotaan, apabila tidak ditangani dengan baik akan terjadi pencemaran lingkungan dan berisiko membahayakan kesehatan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan peran penyuluhan pengelolaan sampah sebagai strategi edukatif sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat perkotaan. Metode penyuluhan yang diterapkan meliputi sesi ceramah, diskusi interaktif, serta tanya jawab yang didukung oleh media PowerPoint dan leaflet sebagai alat bantu edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan di RW 02, Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler Bandung, yang melibatkan 28 peserta dari masyarakat setempat. Untuk mengukur efektivitas program penyuluhan, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test guna mengetahui sejauh mana pemahaman peserta tentang pengelolaan sampah. Hasil analisis didapatkan peningkatan yang signifikan dari pengetahuan peserta, dibuktikan dengan nilai rata-rata post-test yang lebih tinggi dibandingkan pre-test, serta adanya perubahan positif dalam pemahaman tentang jenis sampah dan cara pengelolaannya. Program pengabdian Masyarakat ini membuktikan bahwa edukasi yang efektif dapat mendorong perubahan pengetahuan yang berkontribusi pada terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan sehat. Diperlukan program edukasi berkelanjutan dengan metode yang lebih interaktif dan memperkuat kerja sama pemerintah dan institusi pendidikan untuk meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.
Iridocorneal Endothelial Syndrome Tasya Rahma, Fanni; Nasrudin, Nasrudin; Nassa Mokoginta, Saskia
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i3.31977

Abstract

Salah satu gangguan endotel kornea yang langka terjadi adalah sindrom ICE yang merupakan kelompok penyakit yang ditandai dengan sel-sel endotel kornea abnormal pada stroma iris dan sudut bilik mata anterior. Etiologi sindrom ini belum jelas. Penanganan sindrom ini sulit dilakukan karena bersifat progresif. Melakukan diagnosis dan manajemen multidisiplin yang cepat dan tepat dapat meminimalisir risiko fatal. Laporan kasus ini bertujuan untuk menganilisis kasus seorang perempuan yang mengalami gangguan pada endotel kornea mata kanannya disertai dengan glaukoma primer sudut tertutup. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menganalisis kasus seorang perempuan 51 tahun yang mengalami penurunan penglihatan pada mata kanan yang telah dirasakan kurang lebih 2 tahun. Makalah ini mencakup analisis seorang perempuan berusia 51 tahun yang datang dengan keluhan penurunan penglihatan pada mata kanan yang telah dirasakan kurang lebih sejak 2 tahun yang lalu. Keluhan diawali oleh rasa nyeri kepala hingga ke mata kanan selama 1 bulan dan hilang timbul. Pasien sempat diperiksakan dengan tonometri dengan hasil TIO OD 61.0 mmHg. Pada pemeriksaan oftalmologi didapatkan penurunan visus OD 6/25, distrofi endotel kornea OD, sinekia anterior perifer pada COA OD, loss of pattern dan atrofi pada iris OD yang menyebar, pupil OD semi-midriatik dengan pseudopolycoria, serta dispersi pigmen pada endotel dan kapsul anterior lensa OD. Lalu pada pemeriksaan funduskopi menunjukkan peningkatan cup disc ratio. Kemudian pada pemeriksaan OCT didapatkan peningkatan cup disc ratio 0.73 dan tampak kelainan pada RNFL kuadran superior dan inferior. Pasien sudah melakukan pemeriksaan gonioskopi dan hasilnya menunjukkan glaukoma primer sudut tertutup. Tata laksana farmakologis pada pasien ini berupa timolol maleate 0.5% (beta-blocker), latanoprost 0.05% (analog prostaglandin), pilocarpine 2% (agonis kolinergik) dan sodium hyaluronate. Kemudian tata laksana non-farmakologis yang direncakan adalah tindakan trabekulektomi. Prognosis pasien ini adalah dubia ad bonam. Sindrom ICE adalah gangguan endotel kornea yang menyebabkan edema kornea, atrofi iris, dan glaukoma sudut tertutup sekunder. Etiologi sindrom ini belum sepenuhnya diketahui, tetapi ada kaitannya dengan infeksi HSV. Tiga varian klinis utama sindrom ICE meliputi atrofi iris esensial progresif, sindrom Chandler, dan sindrom Cogan-Reese. Diagnosis sering kali sulit karena perjalanan penyakit yang progresif, dengan banyak kasus mengalami salah diagnosis. Oleh karena itu, pemeriksaan gonioskopi penting untuk konfirmasi. Pengobatan bertujuan mencegah komplikasi, dengan obat antiglaukoma sebagai lini pertama. Pengobatan tambahan meliputi agen antifibrotik yang masih kontroversial. Pengelolaan glaukoma sering memerlukan intervensi bedah, seperti trabekulektomi dan keratoplasti.
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar bagi Guru SMP Se-Kabupaten Belu Bani, Marsi; Ly, Petrus; Uf, Soleman Nub; Nassa, Daud; Lobo, Leonard; Masi, Thomas Kemil; Kollo, Fredik
KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2023): KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/kangmas.v4i3.1499

Abstract

Kurikulum merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan. Kurikulum yang akan dilibatkan dalam pendidikan ialah kurikulum merdeka, bersamaan dengan teknik pembuatan modul ajar. Perlunya kegiatan pendampingan ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh mitra, yakni para guru di Kabupaten Belu yang belum memahami konsep kurikulum merdeka dan teknik pembuatan modul ajar berbasis kurikulum merdeka. Metode pelaksanaan yang digunakan ialah melakukan studi pendahuluan, sosialisasi, dan pelatihan. Adapun dengan menggunakan metode melakukan studi pendahuluan untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh mitra. Selanjutnya, metode sosialisasi dilakukan oleh kepala sekolah dan Tim Kurikulum Sekolah serta Tim Pengabdian Masyakarat, dan diadakannya pembuatan modul bahan ajar dengan memaparkan teori terkait kurikulum merdeka dan modul ajar kurikulum merdeka dalam menggunakan metode pelatihan. Melalui tiga metode tersebut, kegiatan yang dilaksanakan ialah menyebarkan pemahaman mengenai kurikulum merdeka dan pembuatan modul ajar. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan pendampingan, menunjukkan bahwa semua peserta sudah memahami konsep kurikulum merdeka dan teknik menyusun modul ajar berbasis kurikulum merdeka.
Optimalisasi Hasil Belajar IPA Berbasis Problem Based Learning (PBL) Melalui Lesson Study Amrilizia, Nassa; Yusro, Andista Candra; Tamami, Muhammad Dafiq
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/natural.v10i2.14828

Abstract

The role of the science teacher in the learning process is as a facilitator in achieving learning objectives. Teachers are involved in the process of planning, implementing and reflecting. This is a challenge for teachers in managing their classes and enhancing their professional identity. Implementation of lesson study can be used as an alternative for school-based teacher professional development so as to improve the performance of science learners. This research is a classroom action research by implementing the Problem Based Learning (PBL) learning model through lesson study with the stages of plan, do see. This research collaborated with 4 PPG students and science expert teachers. Student learning outcomes show that 75% of students complete above KKM 75 so that there are only 25% of other students who have not completed. However, the results of the percentage of students' classical completeness only reached 63% so that in one class they had not achieved optimal learning mastery.
Sentiment Analysis of Shopee App User Reviews Based on Naïve Bayes Classifier Asmiran, Atika Andrian; Nassa, Azzka Farikatun; Layinah, Ayuni; warto, Warto
Jurnal Surya Informatika Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Surya Informatika, Vol 15. No. 2, November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryainformatika.v15i2.2181

Abstract

Technological developments have made various activities easier, including shopping. Through applications, users can make transactions without having to meet face-to-face with sellers. Although it provides convenience, this service does not always run perfectly. One example of a well-known e-commerce application in Indonesia is Shopee. This study analyzes the Shopee application because it significantly supports the Indonesian economy through digitizing trade. Data from 3,000 Shopee reviews obtained from the Google Play Store website in 2025 were analyzed using Natural Language Processing with the Naïve Bayes method, classifying reviews into positive and negative sentiment categories. From the labeling results, text from each sentiment category was extracted to generate essential and valuable information for decision-making. The sentiment classification using the Naïve Bayes Classifier achieved an accuracy rate of 81.30%. The findings of this study can serve as a foundation for enhancing customer satisfaction and comfort, as well as improving the quality of Shopee’s products and services, in line with consumer expectations.
URGENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA YANG TANGGUH DI ERA DIGITAL Dorkas Yufice Ariyanti Kale; Fadil Mas'ud; Daud Yefkanius Nassa
Media Sains Vol. 25 No. 1 (2025): Terbitan Juni 2025
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/54ce0473

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembentukan karakter bangsa. Tantangan globalisasi, kemudahan akses informasi, serta arus budaya yang serba cepat menuntut generasi muda untuk memiliki karakter bangsa yang kuat, berakhlak mulia, dan berwawasan kebangsaan. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memegang peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, toleransi, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa yang tangguh di era digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk karakter bangsa yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, ditemukan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya berfungsi sebagai wahana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai media pembelajaran kritis yang membekali peserta didik dengan keterampilan literasi digital, berpikir kritis, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Urgensi tersebut mencakup upaya mitigasi pengaruh negatif digitalisasi, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan degradasi moral. Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan perlu diintegrasikan dengan pendekatan kontekstual dan berbasis teknologi agar relevan dengan kebutuhan generasi muda di era digital. Implikasi dari kajian ini menunjukkan bahwa penguatan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi bangsa yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu menghadapi dinamika global dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. 
Narasi Lingkungan di Media Digital dan Pembentukan Kesadaran Kewarganegaraan Ekologis Fadil Mas'ud; Izhatullaili Izhatullaili; Yosep Copertino Apaut; Irham Wibowo; Daud Yefkanius Nassa
Media Sains Vol. 25 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/f7yv8614

Abstract

Isu lingkungan semakin menjadi perhatian publik seiring meningkatnya krisis ekologis dan peran media digital dalam membentuk opini serta partisipasi warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi lingkungan di media digital serta kontribusinya terhadap pembentukan kesadaran kewarganegaraan ekologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis narasi dan analisis wacana kritis terhadap konten media digital yang mengangkat isu lingkungan, dengan fokus konteks lokal Nusa Tenggara Timur. Data dikumpulkan melalui observasi digital dan dokumentasi pada platform media sosial dan portal berita daring, kemudian dianalisis secara tematik dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi lingkungan di media digital membentuk tiga pola utama, yaitu narasi krisis ekologis, narasi tanggung jawab moral warga negara, dan narasi aksi kolektif berbasis komunitas. Narasi tersebut berkontribusi pada pembentukan kesadaran kewarganegaraan ekologis melalui dimensi kognitif, afektif, dan konatif. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa narasi lingkungan masih cenderung menekankan perubahan perilaku individual dan belum secara optimal mengintegrasikan dimensi struktural, seperti kebijakan publik dan tata kelola lingkungan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan narasi lingkungan yang kontekstual, kritis, dan partisipatif dalam membangun kewarganegaraan ekologis yang berkelanjutan di era digital. 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CANVA PADA MATERI KEBINEKAAN INDONESIA KELAS VII DI SMP MUHAMMADIYAH KUPANG Dorkas Yufice Ariyanti Kale; Fadil Mas'ud; Daud Yefkanius Nassa; Meryana Micselen Doko
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i1.21204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Canva pada materi Kebinekaan Indonesia untuk siswa kelas VII di SMP Muhammadiyah Kupang. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli materi dan ahli media, dengan skor rata-rata masing-masing sebesar 91,2% dan 88,5%. Uji coba terbatas menunjukkan respon positif dari siswa, di mana 85% menyatakan media menarik dan mudah dipahami, serta 90% menyatakan media membantu pemahaman konsep kebinekaan. Media pembelajaran berbasis Canva terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mendukung pembelajaran nilai-nilai kebangsaan secara visual, interaktif, dan kontekstual. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif strategis dalam pembelajaran PPKn, khususnya pada materi yang berorientasi pada penguatan karakter kebangsaan.
Implementasi Deep Learning dalam Penguatan Karakter Murid pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kupang Yuvenalis Peka; Meryana Micselen Doko; Daud Yefkanius Nassa; Fredik Lambertus Kollo; Anif Istianah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i6.4310

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan deep learning sebagai pendekatan pembelajaran mendalam berbasis (student-centered, higher-order thinking) melalui inquiry-based learning dan problem-based learning yang berfokus pada isu sosial lokal dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas. Menggunakan metode kualitatif desain studi kasus, subjek penelitian adalah guru dan murid dan data diperoleh dari observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis dokumen, dengan pengukuran pemahaman konseptual murid melalui rubrik kualitatif yang dikonversi menjadi persentase. Pendekatan teacher-centered konvensional yang hafalan-oriented memperlemah internalisasi nilai Pancasila, menyebabkan rendahnya disiplin, intoleransi, dan berpikir kritis. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual dari 78% (deskriptif surface learning) ke 82% (holistik sintetik), partisipasi murid dari 20-30% menjadi 70-80%, serta penguatan karakter integritas, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi lewat kerangka deep learning. Kendala meliputi keterbatasan internet, kesiapan guru, ketergantungan pada Artificial Intelligence, dan variasi motivasi. Deep learning terbukti transformatif untuk Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka, dengan rekomendasi pelatihan guru, infrastruktur, dan kolaborasi sekolah-orang tua.
Reconstructing Indonesian Nationalism: From the Youth Pledge to the Digital Age Beatrix Nino Funay Funay; Rosalinda Ina Tulit Tulit; Maria Felisitas Suan Suan; Yohanes Pemandi Banase Banase; Bakic Imanuel Aleut Aleut; Anjulin Y. Kamlasi Kamlasi; Daud Y. Nassa Nassa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v10i1.9830

Abstract

This study examines the reconstruction of Indonesian nationalism within the framework of historical dialectics, spanning from the 1928 Youth Pledge to the dynamics of the contemporary digital era. Drawing on the concept of imagined communities, nationalism is understood as a social construct that undergoes continuous reformulation in tandem with political, cultural, and technological transformations. Through a historical-critical approach and critical discourse analysis, this study identifies three main dialectical phases: (1) the pre-independence phase of national identity formation, characterized by a collective consciousness that transcends ethnicity and language; (2) the post-independence consolidation phase, characterized by tensions between primordialist nationalism and civic nationalism; and (3) the recontextualization phase in the digital era, presenting a paradox between the strengthening of virtual solidarity and the fragmentation of identity. The research findings indicate that contemporary Indonesian nationalism requires a paradigmatic reconstruction grounded in the values of Bhinneka Tunggal Ika as an epistemological foundation, while also being responsive to the disruptive pressures of digital globalization. The theoretical implications of this study enrich the study of nationalism in postcolonial developing countries and provide practical relevance for the formulation of policies to strengthen national identity.