Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Perilaku Konsumen Dewasa Muda dalam Pembelian Kaos Polo, Kemeja, dan Celana Jeans di Kota Malang dan Surabaya Putrianto, Novenda Kartika; Arianto, Rivaldo Irfan; Amalia, Kartika Shafira
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Vol. 3 (2023): Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri: Inovasi Sistem Manufaktur
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sektor industri yang membantu dalam pertumbuhan dan mencatatkan pertumbuhan terbesar di Indonesia adalah industri garmen. faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah kebudayaan, kelas sosial, keluarga, dan kelompok. dalam membeli pakaian terdapat empat faktor yang digunakan yaitu tampilan fisik, performa fisik, ekspresif dan ekstrinsik. Selain mengetahui dimensi-dimensi yang dimiliki pakaian, pola hubungan antara tiap jenis pakaian juga perlu diperhatikan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pola pembelian pakaian yang dilakukan, dimensi apa saja yang diiginkan responden pada pakaian yang diteliti dan pola hubungan pada jenis pakaian yang diteliti oleh responden. Metode asosiasi digunakan untuk mencari pola yang sering terlihat di antara banyak transaksi, setiap transaksi akan terdiri dari berberapa item. Klasifikasi data mining merupakan metode yang digunakan untuk menemukan model yang digambarkan dengan perbedaan kelas data atau konsep yang berfungsi untuk memprediksi kelas dari objek yang sudah diketahui. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner secara online. Objek dalam penelitian ini adalah pria dan dewasa yang berusia antara 18-25 tahun Jenis pakaian yang diteliti adalah kaos polo, kemeja, dan celana jeans. Jenis pakaian yang paling sering dibeli oleh responden laki-laki dan perempuan adalah kaos lengan pendek dan kemeja lengan pendek. jumlah dimensi penting dan sangat penting pada celana jeans menurut responden laki laki dan perempuan sebanyak 19 dimensi, dimensi untuk kemeja terdapat 15 dimensi dan untuk dimensi kaos polo terdapat 14 dimensi. Jenis pakaian yang memiliki pola hubungan adalah kaos lengan pendek, kemeja lengan pendek, kemeja lengan panjang, celana jeans, celana panmjang kain, dan rok kain.
Proses Pengendalian Kualitas Tobacco Finish Blend pada PT PID Ongkowidjojo Prameswari, Maria Immaculata; Amalia, Kartika Shafira; Adinda, Morizka Surya; Noya, Sunday; Putrianto, Novenda Kartika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Vol. 4 (2024): Prosiding SENAM 2024: Seminar Nasional Teknik Industri Universitas Ma Chung
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT PID Ongkowidjojo, yang lebih dikenal dengan sebutan “Oepet,” adalah perusahaan manufaktur yang telah beroperasi di industri rokok sejak tahun 1946. Kantor pusat perusahaan terletak di Jalan Raya Gadang 22 Kota Malang, Indonesia. Penelitian pada PT PID Ongkowidjojo berfokus pada pengendalian kualitas tembakau pada tahap proses 1 (satu). Tahap ini terjadi pada bagian pertama dari proses produksi tembakau yang berada di gudang work in process. Pengendalian kualitas tembakau ini bertujuan untuk memastikan bahwa rokok yang dihasilkan memenuhi standar rasa dan sensasi yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan untuk pengendalian kualitas adalah pengendalian kualitas statistik. Pengumpulan data inspeksi harian dilakukan oleh Quality Control (QC) Inspector pada tahap 1 proses utama. QC Inspector memeriksa berbagai parameter, termasuk kandungan air, ukuran tembakau, kebersihan, aroma, impact, rasa, dan tingkat iritasi dari setiap tobacco finish blend yang telah digiling pada hari tersebut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa maksimal penyimpanan tembakau saosan adalah satu minggu; lebih dari itu, kualitas tembakau mengalami penurunan. Perbedaan antara hasil lapangan dan teori perkuliahan terutama terlihat pada penilaian rencana sampling. Pada bulan Agustus 2023, penilaian rancangan sampling menunjukkan nilai Operating Characteristic Curve (OCC), yang menggambarkan probabilitas kesalahan atau cacat sebesar 1% hingga 5%. Nilai penerimaan dalam hal ini adalah 100%. Selain itu, kurva Average Outgoing Quality Inspection (AOQ) menunjukkan nilai Average Outgoing Quality Level (AOQL) sebesar 0,06, yang berarti peluang menghasilkan kualitas terburuk adalah 6%. Sebagai usulan saran pada PT PID Ongkowidjojo dapat mempertimbangkan peninjauan kembali kualitas atau rencana sampling tembakau saosan yang diproses pada tahap utama, mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi kualitas tembakau saosan, terutama pada suhu tinggi, dan menggunakan alat pengukur kandungan air yang sesuai dengan tembakau saosan.
Perancangan Bill of Material Minibus Tipe J pada Departemen Pendukung PT XYZ Yulianto, Marcelino Alexander; Djatmiko, Samgar Yedija; Margaretha, Sintikhe Puja; Kusuma, Royce Pratma; Hadi, Yuswono; Putrianto, Novenda Kartika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Vol. 4 (2024): Prosiding SENAM 2024: Seminar Nasional Teknik Industri Universitas Ma Chung
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari, dan minibus adalah solusi transportasi publik yang populer karena kapasitas angkut yang besar dan fleksibilitasnya. PT XYZ adalah perusahaan yang memproduksi kendaraan minibus dan bus karoseri, dengan fokus pada kualitas produksi yang tinggi. Namun, perusahaan ini menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas tersebut, khususnya dalam manajemen material di departemen pendukung. Departemen ini bertanggung jawab memproduksi komponen yang kemudian dirakit di departemen lain. Ketiadaan data Bill of Material (BOM) menyebabkan berbagai hambatan dalam produksi, termasuk kesalahan pengerjaan dan administrasi keuangan, serta ketidakpastian dalam pengeluaran produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang timbul akibat ketiadaan BOM, mengembangkan dan mengimplementasikan sistem BOM yang efektif, serta meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses produksi di PT XYZ. BOM akan menjadi referensi bagi operator dan administrasi untuk proses produksi dan pencatatan keuangan, mencakup 95 komponen barang jadi dan 513 komponen bahan mentah. Bahan mentah ini dikirim dari departemen plat, gudang komponen, dan gudang pipa, sementara barang jadi dikirimkan ke departemen pengelasan, perlengkapan, dan fiber. Dengan menerapkan BOM, diharapkan operator dapat memahami bahan yang dibutuhkan untuk produksi, dan admin keuangan dapat merekap kebutuhan setiap operator dengan lebih akurat, mengurangi kesalahan dalam perhitungan pengeluaran. PT XYZ juga harus terus mengupdate BOM setiap kali ada perubahan desain barang atau penambahan bahan mentah yang dibutuhkan. Penerapan data operation process chart (OPC) dan BOM diharapkan dapat membantu PT XYZ mengatasi masalah ini dan meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan.
Perancangan Bill of Material pada Proses Produksi Minibus di Departemen Perlengkapan Karoseri PT X Gunawan, John Nicholas Christian; Hermawandiny, Vania Christy; Riswandana, Vitorio; Sibunay Tjian, Jonathan Nathaniel; Hadi, Yuswono; Putrianto, Novenda Kartika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Vol. 4 (2024): Prosiding SENAM 2024: Seminar Nasional Teknik Industri Universitas Ma Chung
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk merancang pembuatan sistem Bill of Material departemen perlengkapan untuk mengatasi keterlambatan selama proses produksi. Proses produksi mengalami keterlambatan hingga 5-6 hari karena terdapat idle oleh operator yang disebabkan karena menunggu unit minibus yang belum datang dan menunggu datangnya komponen dari gudang. Pemesanan komponen hanya dapat dilakukan oleh operator karena hanya operator yang mengetahui kebutuhan apa saja yang akan digunakan dalam proses produksi. Tidak adanya data Bill of Material pada proses produksi akan membuat proses produksi tersebut menjadi tidak efektif karena perusahaan hanya bergantung pada operator untuk melakukan proses pemesanan. Pembuatan SOP baru juga diperlukan untuk memandu karyawan bisa mengikuti prosedur sistem Bill of Material yang baru. Tujuan studi ini adalah merancang Bill of Material yang efektif dan efisien. Hasil perancangan Bill of Material yaitu admin departemen perlengkapan dapat mengetahui keseluruhan kebutuhan proses produksi sehingga keterlambatan diestimasi berkurang menjadi 3 hari. Admin departemen perlengkapan harus mampu memahami Bill of Material yang telah dibuat agar membantu dalam proses pemesanan material. Dengan adanya Bill of Material proses produksi dapat menjadi efektif dan efisien dengan mengurangi kesalahan dalam pemesanan material ke gudang, baik kesalahan material yang harus dikirim maupun kesalahan dalam hal jumlah. Usulan Standard Operating Procedure (SOP) yang baru juga dapat membantu jika terjadi kekurangan material untuk proses produksi maka operator tidak perlu mengambil material ke gudang sendiri, melainkan akan dilakukan pemesanan material yang kurang oleh admin.
Analisis Proses Pengiriman Material Antar Cabang menggunakan Ekspedisi Eksternal di PT Sutindo Raya Mulia Gunawan, Evelyn; Ardianto, Dony; Santoso, Jose Alfonso; Mukti, Badrus Sururi; Oktiarso, Teguh; Putrianto, Novenda Kartika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Vol. 4 (2024): Prosiding SENAM 2024: Seminar Nasional Teknik Industri Universitas Ma Chung
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menganalisis proses pengiriman material antar cabang menggunakan ekspedisi eksternal di PT Sutindo Raya Mulia pada rute Jakarta-Surabaya. PT Sutindo Raya Mulia memiliki masalah berupa material rusak dan cacat dalam proses pengiriman rute Jakarta-Surabaya. Dengan demikian, PT Sutindo Raya Mulia ingin menyelesaikan masalah utama dalam proses pengiriman dan distribusi material. Tujuan studi ini adalah menganalisis proses pengiriman material menggunakan ekspedisi eksternal di PT Sutindo Raya Mulia. Penelitian ini dilakukan di Departemen Pembelian dengan pengamatan khusus pada pengiriman material dan asuransi dari bulan Juli hingga Desember 2022. Pengumpulan data primer didapatkan dari observasi dan wawancara dengan Staf Ekspedisi dan Asuransi. Untuk data sekunder adalah data historis pengiriman material antar cabang dan data ekspedisi. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis pengiriman material antar cabang menggunakan 4 elemen: order completeness, timeliness, condition dan documentation. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa dalam sebulan jumlah pengiriman material antar cabang sebanyak 48 kali, dengan rincian pengiriman material gabungan sebanyak 43 kali dan pengiriman material terpisah sebanyak 5 kali. Tingkat akurasi proses pengiriman sebesar 97,91% dengan average time per delivery membutuhkan waktu 3 hari. Umumnya dalam dokumen pengiriman, pihak pembelian belum memiliki rekapan tanggal material dimuat, durasi pengiriman, dan tanggal material dibongkar. Dilihat segi kondisi, vehicle capacity ekspedisi tidak pernah mengalami overload dengan available capacity sekitar 25 s/d 45 ton. Selama periode tersebut, material yang mengalami kerusakan adalah pipa sebanyak 159 batang. Dari hasil analisis, maka perusahaan perlu membuat rekap pengiriman yang lebih terperinci dan evaluasi kinerja ekspedisi demi meningkatkan efisiensi pengiriman material antar cabang rute Jakarta-Surabaya.
Analisis Kualitas Menggunakan Metode Statistical Process Control (SPC) pada Berat Timbang Rokok Per Kotak Siap Kirim: Studi Kasus pada PT PID Ongkowidjojo Pramono, Elvina; Enrico, Steven; Rengganis, Mufidah; Fegeler, Sando; Noya, Sunday; Purnomo, Purnomo; Putrianto, Novenda Kartika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Vol. 4 (2024): Prosiding SENAM 2024: Seminar Nasional Teknik Industri Universitas Ma Chung
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada setiap produksi rokok di PT PID Ongkowidjojo, pasti terdapat produk yang tidak lolos uji kualitas. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya berat timbang penggunaan tembakau dalam rokok per kotak yang berbeda-beda atau tidak berada pada batasannya. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis berat timbang rokok per kotak dalam kemasan yang sudah siap didistribusikan dengan metode SPC. Metode SPC (Statistical Process Control) dipilih untuk menilai kemampuan proses dan variasi dari data berat timbang rokok SKM dengan menghitung nilai kapabilitas proses (CP dan CPK). Dari hasil pengumpulan data, ditemukan bahwa nilai CP=0,4561 dan CPK=0,12251. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan proses PT PID Ongkowidjojo dalam memenuhi spesifikasi berat timbang rokok kurang baik karena nilai CP dan CPK kurang dari 1. Faktor yang mempengaruhi keterbatasan kemampuan proses antara lain bahan baku material yaitu material yang tidak sesuai dan tekstur serta kelembapan tembakau tidak mencapai standar, faktor manusia yaitu kurangnya pengalaman operator baru dan ketidaktelitian pada proses produksi, faktor mesin seperti kurangnya maintenance mesin dan penggunaan mesin yang sudah tua, dan faktor lingkungan seperti cuaca dan iklim tidak stabil sehingga mempengaruhi suhu dalam ruang produksi dan gudang tembakau. Kemampuan proses pada PT PID Ongkowidjojo bisa ditingkatkan bila berfokus pada perbaikan faktor-faktor yang ikut mempengaruhi proses produksi itu sendiri.
Pembaharuan Dokumen Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015: Studi Kasus di PT X Yolanda, Metta; Sasmitha, Cendana Anggun; Tawiri, Ndeva Helmi; Oxamudra, Levana; Ekawati, Yurida; Purnomo, Purnomo; Putrianto, Novenda Kartika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Vol. 4 (2024): Prosiding SENAM 2024: Seminar Nasional Teknik Industri Universitas Ma Chung
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT X merupakan perusahaan manufaktur karoseri bus dan minibus di Malang, Jawa Timur. Perusahaan dapat terus bersaing dengan perusahaan lain dengan salah satu caranya, yaitu melakukan perbaikan kualitas dari suatu barang yang diproduksi. Selain itu agar dapat terus bersaing, PT X juga perlu memperhatikan kegiatan ekspor yang bertujuan untuk memperluas akses pasar dan juga adanya perusahaan karoseri lain yang sudah memasarkan produknya ke luar negeri. Oleh karena itu, kegiatan ekspor dapat berjalan dengan lancar dan kualitas dari suatu produk yang diproduksi dapat terjamin, PT X harus mempunyai standarisasi sistem manajemen mutu internasional di perusahaannya. Salah satu standar internasional untuk menjamin sistem manajemen mutu adalah ISO 9001. Sertifikasi ini akan kedaluwarsa pada Desember 2022, sehingga perlu diperbarui dan dilengkapi dokumennya. Dokumen yang diperbaharui pada Klausul 5 (Kebijakan Mutu) adalah kebijakan mutu, struktur organisasi, job description, dan job specification. Dokumen baru yang dibuat pada Klausul 6 (Perencanaan) adalah analisis risiko dan sasaran mutu. Dokumen yang diperbaharui pada Klausul 7 (Dukungan) adalah form kalibrasi alat ukur dan form penilaian kepala bagian. Dokumen baru yang dibuat adalah SOP, instruksi kerja, dan induk internal. Upaya pembaruan dan pelengkapan dokumen ini bertujuan untuk menjaga mutu produk dan kelancaran ekspor PT X sesuai standar internasional ISO 9001:2015.
PEMETAAN MASALAH UMKM DI DESA PETUNGSEWU MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS DATA MINING Novenda Kartika Putrianto; Rida Arofah; Novyantika Alfarizi; Zakinah Mutiara Syahfarini
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM di Desa Petungsewu berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah. Dengan meningkatnya pendapatan ekonomi daerah maka kesejahteraan masyarakat juga mengalami peningkatan. Setiap UMKM tidak lepas dari permasalahan yang sedang dihadapi. Penting untuk menyelesaikan permasalahan tersebut agar tidak menghambat pertumbuhan dari UMKM itu sendiri. Diperlukan strategi yang efisien untuk mengidentifikasi segala permasalahan dari pelaku UMKM sebelum nantinya menyelesaikan permasalahan tersebut. Tujuan dari studi ini adalah melakukan identifikasi masalah yang dialami oleh pelaku UMKM di Desa Petungsewu, melakukan pengelompokan masalah UMKM dengan algoritma K-Means, dan mencari keterkaitan masalah UMKM dengan algoritma Asosiasi. Responden yang digunakan adalah para pelaku UMKM di Desa Petungsewu yang berjumlah 50. Hasil studi menunjukkan bahwa permasalahan yang dialami UMKM antara lain masalah air, bahan baku, bantuan desa, usaha baru, dagangan basi, cuaca, dagangan seragam, distribusi, durasi dagang, harga, hasil panen, hutang, ijin usaha, karyawan, kehilangan, marketing atau pemasaran, modal, pelanggan, pendapatan, rasa, sepi, sewa, sisa, supplier, target harian, dan tempat sempit. Proses clustering terbagi menjadi 3 klaster. Klaster 1 merupakan kelompok masalah operasional UMKM, klaster 2 merupakan kelompok masalah dari Pemerintah Daerah, dan klaster 3 merupakan kelompok masalah dari mitra atau sumberdaya manusia bisa dari supplier dan pelanggan.
Promoting Indonesian Culinary Art Pocong Pancong Malang through Social Media Content Hellyani, Catharina Aprilia; Adriana, Erica; Putrianto, Novenda Kartika
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social media content has become a global phenomenon, offering a unique platform for users worldwide to share information, entertainment, and engage with others. Creative and engaging content has the potential to capture attention and even go viral. In Indonesia, one such trend gaining significant attention is 'Pocong Pancong.' This community engagement initiative aims to promote Indonesian culinary arts, specifically Pocong Pancong from Malang, through social media content. The success of this engagement is determined by the engagement rate, which serves as an indicator of effectiveness. The engagement process consists of three phases: preparation, execution, and evaluation. In the preparation phase, the engagement team plans and discusses the profile of Pocong Pancong, formulates the project's vision and mission, and collaborates with the Pocong Pancong MSME (Micro, Small, and Medium Enterprise) partner. The execution phase forms the core of the project. During this phase, the team creates diverse social media content about Pocong Pancong, including product introductions, flavor variations, information on booth locations, the history of pancong cake, and interactive Q&A sessions. These efforts aim to provide valuable insights, educate the public, and engage consumers. The effectiveness of the engagement is measured by the increase in the Instagram account engagement rate, which rises from 1.046 to 1.148 by June 23, 2023. This positive change reflects the favorable community response to the content shared by the engagement team.
Penerapan System Development Life Cycle untuk Perancangan Sistem Pemenuhan Material pada Proses Produksi Minibus (Studi Kasus pada Departemen Perlengkapan Karoseri PT X) Gunawan, John Nicholas Christian; Hadi, Yuswono; Putrianto, Novenda Kartika
Jurnal Tekstil Vol 7 No 1 (2024): Vol 7 No 1 Juni 2024
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v7i1.96

Abstract

Departemen perlengkapan PT X menghadapi beberapa masalah dalam proses produksi minibus tipe B, termasuk keterlambatan produksi sekitar 12 jam, penundaan proses produksi dari target 3-4 hari menjadi 5-6 hari, ketiadaan standard operating procedure (SOP) dalam pemenuhan material, dan ketidaksesuaian komponen yang dipesan dengan kebutuhan produksi. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan perancangan sistem pemenuhan material yang efektif. Tujuan studi ini adalah merancang sistem pemenuhan material yang mampu mengatasi masalah-masalah tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis System Development Life Cycle (SDLC). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan staf terkait, dan analisis dokumen produksi. Hasil analisis SDLC menunjukkan bahwa untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan beberapa langkah: pengelompokan komponen menjadi kitting material, pembuatan program sistem pemenuhan material, perbaikan alur sistem pemenuhan material, dan pembuatan SOP untuk setiap tahap proses pemenuhan material. Implementasi sistem ini menghasilkan 35 paket kitting material, program sistem yang dapat dioperasikan dalam waktu kurang dari 10 menit, serta alur sistem baru yang mampu mengurangi keterlambatan pengiriman komponen menjadi 1-2 jam kerja. Produksi sesuai target dapat tercapai, tidak ada kesalahan pengiriman komponen, dan SOP yang telah diimplementasikan membantu semua pihak yang terlibat dalam proses produksi. Dengan perbaikan ini, proses produksi berjalan lebih lancar dan sesuai dengan target perusahaan, sehingga menghindari gangguan dalam produksi.