Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis dan Perancangan Sistem Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Metode Klasifikasi – Decision Tree Efri Yulistika; Muhammad Rahmad Ramadhan; Desta Ria Erika; Baihaqi Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15414

Abstract

Klasifikasi kualitas hasil pengolahan limbah cair tahu sangat dibutuhkan untuk memudahkan proses pemantauan pengolahan limbah cair tahu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komponen dan pemodelan sistem guna membantu pengambilan keputusan akhir dari limbah cair tahu yang telah diolah dengan pendekatan Model Base System Engineering (MBSE) serta mengembangkan desain sistem klasifikasi untuk standar kualitas akhir limbah industri tahu menggunakan algoritma Decision Tree–ID3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan limbah cair yang diterapkan pada penelitian ini terdiri dari empat tahapan utama, yaitu pre-treatment, proses anaerobik, proses aerobik, dan proses kontrol (biotope pond). Pada proses kontrol di kolam biotop akan dipasang sensor untuk mengukur atribut BOD, COD, TSS, dan pH. Data sensor ini akan digunakan untuk membuat keputusan berdasarkan standar kualitas limbah industri, guna menentukan apakah hasil pengolahan limbah sudah "layak" untuk dibuang ke lingkungan atau "tidak layak" sehingga perlu diproses ulang di kolam anaerobik. Berdasarkan pemodelan dengan metode klasifikasi Decision Tree-ID3, atribut yang paling berpengaruh adalah COD dengan nilai (<301), diikuti oleh BOD dengan nilai (<150), kemudian decision pH dengan nilai (≥5,5), dan TSS dengan nilai (<100). Nilai variabel penting masing-masing adalah atribut COD sebesar 27,11, atribut BOD sebesar 19,17, atribut pH sebesar 16,12, dan atribut TSS sebesar 9,32. Hasil perhitungan dalam penelitian ini menunjukkan nilai akurasi sebesar 90%, presisi 87%, sensitivitas/recall 100%, dan spesifisitas 67%, dengan predikat klasifikasi yang sangat baik.
Eksplorasi Potensi Cascara (Cascara) terhadap Kesehatan: Kajian Pustaka Willy Wijayanti; Dian Rosalina; Andi Dahlan; Baihaqi Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15679

Abstract

Cascara, kulit ceri kopi kering, telah menarik minat sebagai makanan fungsional potensial karena konsentrasi senyawa bioaktifnya yang kaya dan manfaat kesehatan yang terkait. Cascara mengandung kadar asam klorogenat, flavonoid, kafein, dan berbagai senyawa fenolik yang signifikan, yang telah dikaitkan dengan sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan pengatur metabolisme. Selain itu, cascara mengandung serat larut yang meningkatkan kesehatan usus dengan meningkatkan pencernaan dan bertindak sebagai prebiotik, yang mendorong mikrobioma usus yang seimbang. Penelitian-penelitian mengenai pemanfaatan cascara, khususnya dalam pembuatan minuman seperti kombucha cascara, menyoroti keserbagunaannya sebagai bahan makanan fungsional. Proses fermentasi ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan hayati senyawa-senyawa bermanfaatnya, tetapi juga menciptakan profil rasa yang unik, menarik bagi konsumen yang peduli kesehatan. Selain itu, aspek keberlanjutan dalam memanfaatkan cascara, produk sampingan dari pengolahan kopi, berkontribusi pada pengurangan limbah dalam industri kopi sekaligus memberikan nilai gizi. Meningkatnya minat pada produk alami dan peningkat kesehatan membuka jalan baru bagi cascara, menekankan potensi perannya dalam strategi kesehatan preventif. Dengan demikian, cascara merupakan tambahan yang berharga bagi praktik diet, menawarkan manfaat lingkungan dan sifat-sifat yang signifikan untuk meningkatkan kesehatan. Oleh karena itu, cascara muncul sebagai kandidat yang menjanjikan untuk eksplorasi lebih lanjut dalam penelitian klinis dan nutrisi, yang memerlukan minat lebih besar untuk aplikasinya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,
Peningkatan Pemahaman UMKM Melalui Sertifikasi Halal Produk Perikanan di Kabupaten Muara Enim Willy Wijayanti; Ali Mas'ud Dwi Cahyo; Eka Rizki Meiwinda; Andi Dahlan; Periansya Periansya; Baihaqi Baihaqi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.862

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produk perikanan mengenai pentingnya sertifikasi halal, prosedur pengajuannya, serta manfaatnya dalam meningkatkan daya saing produk. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, melalui metode sosialisasi, ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, dan edukasi menggunakan media presentasi serta leaflet. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi dan pemahaman peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi halal pada pelaku UMKM yang sebelumnya menganggap produk perikanan secara otomatis halal. Peserta memahami bahwa kehalalan produk dipengaruhi oleh bahan tambahan, proses produksi, sanitasi, penyimpanan, dan dokumentasi pendukung. Selain itu, kegiatan berhasil mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi UMKM dalam pengajuan sertifikasi halal, seperti keterbatasan dokumen legal usaha, pencatatan bahan baku, serta pemanfaatan sistem digital SIHALAL. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesiapan UMKM menuju sertifikasi halal.
Dealkoholisasi Minuman Fermentasi Kopi Cherry Arabika (Coffea arabica) Melalui Metode Pemanasan Serta Pengaruhnya Terhadap Karakteristik Kimia Syahirman Hakim; Irwansyah; Akmal Izwar; Baihaqi
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 1: February, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v9i1.3047

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Menentukan pengaruh lama pemanasan melalui pemanasan terhadap karaketertik kimia minuman fermentasi kopi wine arabika (Kadar Alkohol, Total Padatan Terlarut dan Total Asam. 2) Menentukan lama pemanasan terbaik untuk mendapatkan produk minuman kopi wine rendah alkohol dengan varian rasa baru dan layak untuk dikonsumsi. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, adapun perlakuanya sebagai berikut; P0= kontrol (tanpa pemanasan), P1= Lama pemanasan 15 menit, P2= Lama pemanasan 25 menit dan P3= Lama pemanasan 35 menit. Data karakteristik kimia yang diperoleh diolah menggunakan analisis keragaman ANOVA. Kriteria berbeda nyata yang digunakan pada penelitian ini adalah pada tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan bantuan sofware SPSS 25. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa lama waktu pemanasan minuman fermentasi kopi cherry arabika berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap kadar alkohol, total padatan terlarut dan total asam. Semakin lama waktu pemanasan maka dapat menurunkan kandungan kadar alkohol dan total asam serta meningkatkan nilai total padatan terlarut minuman fermentasi kopi cherry arabika.
EVALUATION OF ANTIOXIDANT ACTIVITY OF YELLOW COCONUT (Cocos nucifera L) USING THE DPPH METHOD: EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KELAPA KUNING (Cocos Nucifera L) DENGAN METODE DPPH Baihaqi; Fatahu; Sakir; Andi Laila Nugrawati; Ika Rezvani Aprita; Sri Agustina
ROCE : Jurnal Pertanian Terapan Vol. 3 No. 1 (2026): JPT ROCE 5, 2026
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/roce.v3i1.171

Abstract

Yellow coconut (Cocos nucifera L) is an underexplored variety with significant potential in the agricultural and food sectors. Unlike regular coconuts, yellow coconuts have a distinct yellow skin and sweeter water. This study evaluates the antioxidant activity of yellow coconut water and flesh using the DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl) method, which measures the ability to neutralize free radicals. Results indicate that both yellow coconut water and flesh contain bioactive compounds with notable antioxidant properties, though their activities vary depending on concentration. The water showed significant antioxidant activity at higher concentrations, whereas the flesh showed better activity at lower concentrations. The IC50 values for yellow coconut water and flesh were 900.6 ppm and 1342 ppm, respectively, showing that while both parts have promising antioxidant potential, higher concentrations are needed for more effective results. This research provides valuable insights into the potential of yellow coconut as a natural antioxidant source and its implications for food and health product development.  
PROXIMATE ANALYSIS AND VITAMIN C CONTENT IN YELLOW COCONUT (Cocos Nucifera L): ANALISIS PROKSIMAT VITAMIN C DAN ANTIOKSIDAN PADA SAMPEL KELAPA KUNING (Cocos Nucifera) Fatahu; Baihaqi; Ekacahyana Mandasari; Wa Ode Mulyana; Andi Laila Nugrawati
ROCE : Jurnal Pertanian Terapan Vol. 3 No. 1 (2026): JPT ROCE 5, 2026
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/roce.v3i1.172

Abstract

This study aims to analyze the nutritional composition and antioxidant activity of yellow coconut (Cocosnucifera), focusing on both the flesh and water parts. The analyzed parameters include vitamin C, protein, carbohydrate, fat, moisture, ash content, and antioxidant activity using the DPPH method. The results showed that yellow coconut flesh contains more nutrients than its water, with a vitamin C content of 237.67 mg/100g, protein at 1566 ppm, and fat at 93.67%. Moisture and ash contents were 91.33% and 0.82%, respectively. These findings suggest that yellow coconut, particularly its flesh, has significant potential as a functional food to support health and warrants further development in the natural food industry
TRAINING AND COMMUNITY MENTORING ON THE PRODUCTION OF VIRGIN COCONUT OIL (VCO) AND NATA DE COCO IN PADALEU SUBDISTRICT, KENDARI CITY: PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN NATA DE COCO DI KELURAHAN PADALEU KOTA KENDARI Baihaqi; Sakir; Fatahu; Windayani; Ika Rezvani Aprita; Sri Agustina
WISDOM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Wisdom Vol. 3 No. 1 (2026): JPKM WISDOM 5, 2026
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/wisdom.v3i1.181

Abstract

Padaleu Subdistrict, Kendari City, has significant potential for coconut resources, yet its utilization remains limited to low-value-added products. This community service activity aims to enhance the local community’s knowledge and skills through training and mentoring in producing Virgin Coconut Oil (VCO) and nata de coco as value-added coconut products with economic potential. The implementation method includes preparation, training through lectures and hands-on practice, production mentoring, and evaluation using pretest-posttest, skill assessments, and production outcomes. The results show an increase in participants’ knowledge, with an average pretest score of 52.44 rising to 72.88 in the posttest. Participants’ skills also improved, with the average score increasing from 2.15 to 3.31 on a 1–4 scale. The production success rate for VCO was 84%, while for nata de coco it was 56%, with a contamination rate of 20%. The difference in success rates indicates that VCO technology is easier to adopt than nata de coco, which requires stricter sanitation controls and fermentation processes. The activity is considered effective in enhancing the community’s capacity for coconut processing, given its local potential. Further mentoring is needed to improve product quality consistency, especially nata de coco, to ensure its sustainability and competitiveness as a household-based business.
Pelatihan Pengolahan Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Tridama Mulya Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan Baihaqi Baihaqi; Asrul Asrul; Windayani Windayani; Harmiati Bahar; Ade Putra; Abdi Juryan Ladianto; Amniar Ati; Muhammad Saleh Qadri
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i1.244

Abstract

Desa Tridama Mulya terletak di Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki potensi kelapa yang sangat melimpah. Namun, pemanfaatan oleh masyarakat masih terbatas, karena sebagian besar hanya digunakan untuk konsumsi rumah tangga atau dijual dalam kondisi mentah tanpa melalui proses pengolahan lanjutan. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan warga desa dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), sebuah produk bernilai ekonomi tinggi dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Pelatihan ini diselenggarakan dengan menggunakan metode penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung yang mengedepankan pendekatan partisipatif. Kegiatan tersebut melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kalangan pemuda, dan anggota kelompok tani. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang signifikan dalam pembuatan VCO, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test sebesar rata-rata 81,9%. Dari enam kelompok peserta, lima diantaranya berhasil memproduksi VCO dengan kualitas yang baik. Mayoritas peserta peserta juga memperlihatkan antusiasme tinggi untuk melanjutkan usaha pengolahan VCO secara individu maupun kelompok. Namun beberapa tantangan masih dihadapi seperti keterbatasan peralatan, minimnya pengalaman dalam pemasaran, serta belum terbentuknya kelembagaan usaha. Oleh karena itu, dibutuhkan tindak lanjut berupa pelatihan kewirausahaan, pembekalan strategi pemasaran, dan pengembangan kelembagaan lokal.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Mahasiswa dalam Menyusun Proposal Penelitian Skripsi Universitas Halu Oleo Amniar Ati; Andrias Andrias; Septianto Aldiansyah; Fitriyani Saudi; Nur Hasanah; Andi Sulia Sudirman; Baihaqi Baihaqi; Asrul Asrul; La Ode Nursalam
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i2.319

Abstract

Keterbatasan pemahaman mahasiswa terhadap konsep penelitian dan teknik penyusunan proposal menyebabkan mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Geografi, Administrasi Bisnis, dan Teknologi Pangan mengalami kesulitan dalam menyusun proposal skripsi secara mandiri. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1) mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami mahasiswa dalam menyusun proposal penelitian skripsi dan; 2) memberikan pelatihan peningkatan kompetensi mahasiswa dalam menyusun proposal penelitian skripsi Universitas Halu Oleo. Kegiatan ini melibatkan 30 mahasiswa semester VII dan VIII dari tiga jurusan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam beberapa sesi yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik penyusunan proposal, serta sesi konsultasi individu. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa hambatan utama mahasiswa bersifat internal meliputi: (1) kesulitan merumuskan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian; (2) keterbatasan dalam memahami konsep dasar metodologi penelitian; dan (3) ketidakmampuan menentukan pendekatan penelitian yang sesuai dengan topik kajian. Selain itu, kemampuan penulisan ilmiah mahasiswa yang masih rendah juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menyusun latar belakang, tinjauan pustaka, dan kerangka teoritis secara runtut dan logis. Sedangkan hambatan eksternalnya mencakup keterbatasan akses terhadap referensi ilmiah terbaru seperti jurnal terakreditasi dan buku-referensi sehingga menghambat penyusunan landasan teori dan kajian pustaka. Meskipun demikian, selama proses pelatihan, mahasiswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam pemaparan materi dan diskusi, yang berdampak pada peningkatan pemahaman konseptual serta keterampilan teknis dalam menyusun proposal skripsi. Ke depan, program pelatihan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat budaya riset di kalangan mahasiswa.
Isolation and Identification of Microorganisms During the Spontaneous Fermentation Process of Cassava into Kabuto, a Traditional Food from Muna, Southeast Sulawesi Ilian Elvira; Baihaqi; Mariani L; Andi Dahlan; Nur Suci; Agry Anugrah Pertiwi
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 6 No. 1 (2026): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v6i1.8043

Abstract

Kabuto is a traditional fermented food originating from Muna Regency, Southeast Sulawesi, Indonesia, made from cassava through a spontaneous fermentation process. The presence of microorganisms during fermentation plays an important role in the development of sensory characteristics such as flavor, aroma, texture, and ultimately determines the final quality of the product. This study aimed to isolate and identify microorganisms involved in the fermentation process of kabuto. Microbial isolation was conducted on days 0, 2, 4, and 6 of fermentation using the pour plate and spread plate methods on de Man, Rogosa and Sharpe Agar (MRSA), followed by incubation at 37 °C for 48 hours. The resulting colonies were enumerated using the Total Plate Count (TPC) method, and Gram staining was performed to determine the characteristics of bacteria present during fermentation. The results showed that the microbial population increased gradually throughout the fermentation process, reaching the highest count on day 6 at 1.68 × 10^8 CFU/g. Gram staining results indicated that the microbial population was dominated by Gram-positive bacteria, suggesting the presence of lactic acid bacteria as the primary microorganisms involved in fermentation. Gram-negative bacteria were detected at the early stage, likely originating from raw materials and the surrounding environment. The dominance of lactic acid bacteria has positive implications for product safety due to pH reduction and inhibition of pathogenic microorganisms. However, the presence of Gram-negative bacteria in the early stage indicates a potential risk of contamination if proper sanitation is not maintained. Therefore, process control and hygienic practices are essential to ensure the safety of kabuto. Further studies are recommended to perform molecular identification and evaluate food safety parameters. Keywords: lactic acid bacteria, fermentation, Kabuto