Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Evaluasi Kualitas Protein Biskuit Asin Substitusi Tepung Ayam Berdasarkan Profil Asam Amino dan Analisis Proksimat Baihaqi Baihaqi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/5cb1hh19

Abstract

Pengembangan produk biskuit tinggi protein memerlukan peningkatan kualitas protein melalui substitusi bahan baku yang memiliki komposisi asam amino lebih lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas protein biskuit asin substitusi tepung ayam berdasarkan analisis proksimat, profil asam amino, dan uji organoleptik. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat tingkat substitusi tepung ayam (0%, 5%, 10%, dan 15%). Analisis proksimat meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat, sedangkan profil asam amino dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC). Uji organoleptik dilakukan dengan metode hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan substitusi tepung ayam meningkatkan kadar protein biskuit dari 8,12% menjadi 15,21% serta meningkatkan kandungan asam amino esensial, khususnya lisin dan branched-chain amino acids (BCAA). Sebaliknya, kandungan karbohidrat mengalami penurunan seiring meningkatnya substitusi tepung ayam. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa biskuit dengan substitusi tepung ayam hingga 10% masih dapat diterima dengan baik oleh panelis dari segi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi tepung ayam dapat meningkatkan kualitas protein biskuit asin berdasarkan profil asam amino tanpa menurunkan penerimaan sensori secara signifikan pada tingkat substitusi moderat.
ANALYSIS OF VITAMIN C CONTENT AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF GREEN COCONUT (Cocos nucifera L) USING THE DPPH METHOD: ANALISIS VITAMIN C DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDANT PADA KELAPA HIJAU (Cocos nucifera L) MENGGUNAKAN METODE DPPH Baihaqi; Fatahu; Ika Rezvani; Sri Agustina; Sakir
ROCE : Jurnal Pertanian Terapan Vol. 3 No. 2 (2026): JPT ROCE 6, 2026
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/roce.v3i2.235

Abstract

Green coconut (Cocos nucifera L.) is one of the tropical horticultural commodities widely consumed by Indonesian people and is empirically believed to have health benefits due to its vitamin C and antioxidant compounds. This study aims to analyze the levels of vitamin C and antioxidant activity in water and green coconut meat using the 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) method. Vitamin C levels were determined using the iodimetric titration method, while antioxidant activity was measured based on the percentage inhibition of DPPH radicals at five concentration series (1,000-5,000 ppm) using a UV-Vis spectrophotometer, then expressed as an IC50 value through a linear regression equation. The results showed that the average vitamin C levels in coconut water were 29.35 ± 5.08 mg/100 g and in coconut meat were 28.48 ± 4.93 mg/100 g. The IC50 value of coconut water was 5,824.52 ppm and coconut meat was 5,423.78 ppm, both well above the 200 ppm threshold, so both samples were classified as having very weak antioxidant activity based on the DPPH test. Coconut meat showed a slightly lower IC50 than coconut water, but the difference was not substantial. The low levels of vitamin C in both parts of the green coconut fruit are suspected to be one of the main factors in the weak antioxidant activity detected. This study provides baseline data on the antioxidant potential of fresh green coconut without further extraction treatment, which can be a reference for future research on the processing or fortification of coconut-based food products.
PROXIMATE ANALYSIS AND VITAMIN C CONTENT IN GREEN COCONUT (Cocos Nucifera L): ANALISIS PROKSIMAT DAN KANDUNGAN VITAMIN C PADA KELAPA HIJAU (Cocos Nucifera L) Baihaqi; Fatahu; Ika Rezvani; Sri Agustina
ROCE : Jurnal Pertanian Terapan Vol. 3 No. 2 (2026): JPT ROCE 6, 2026
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/roce.v3i2.236

Abstract

This study analyzes the proximate composition, vitamin C content, and antioxidant activity of the water and flesh of young green coconuts (Cocos nucifera L.). Coconut water contains 7.19–8.20% carbohydrates, 29.35 mg/100g vitamin C, and 0.068–0.163% protein. The flesh contains 5.56–6.44% fat, higher protein levels, an average moisture content of 87.50%, and 0.88% ash. Antioxidant activity increases linearly in the water and fluctuates in the flesh. The results highlight coconut water's potential as an antioxidant source and the nutritional value of the flesh for food and health applications.  
Penerapan PM-AAS sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan untuk Peningkatan Produktivitas Padi Santty Fuji Pomalingo; Rina Astarika; Baihaqi Baihaqi
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/1sq88578

Abstract

Padi merupakan komoditas strategis dalam ketahanan pangan nasional Indonesia, sehingga peningkatan produksinya menjadi prioritas utama. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah sistem PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agricultural System), yang mengintegrasikan mekanisasi presisi, penanaman rapat, serta manajemen air dan nutrisi berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem PM-AAS terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PM-AAS secara konsisten meningkatkan pertumbuhan tanaman, jumlah anakan produktif, efisiensi penggunaan pupuk, serta hasil panen dibandingkan sistem konvensional. Selain itu, sistem ini juga mendukung efisiensi penggunaan air dan keberlanjutan lingkungan lahan sawah. Dengan demikian, PM-AAS berpotensi menjadi inovasi penting dalam pengembangan budidaya padi modern yang produktif dan berkelanjutan di Indonesia.
Transformasi Mata Pencaharian Masyarakat Pascatambang Menuju Agribisnis dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan di Kabupaten Kutai Timur Ardessius Sinaga; Rina Astarika; Baihaqi Baihaqi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/83eyf562

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses peralihan mata pencaharian masyarakat dari sektor pertambangan ke sektor pertanian berbasis agribisnis serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 informan yang terdiri atas petani eks pekerja tambang, penyuluh pertanian, dan aparat desa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya aktivitas pertambangan menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat beralih ke sektor pertanian, didukung oleh ketersediaan lahan, program pemerintah, dan penyuluhan pertanian. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan modal, minimnya pengalaman bertani, dan rendahnya akses terhadap teknologi. Penyuluhan pertanian berperan penting dalam meningkatkan keterampilan, memperkuat kelembagaan kelompok tani, serta mendukung pengembangan usaha agribisnis. Secara keseluruhan, peralihan ke sektor pertanian berbasis agribisnis memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat melalui terciptanya sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan dan meningkatnya ketahanan ekonomi rumah tangga.
Sensory Quality Characteristics of Fermented Arabica Coffee (Coffea arabica L.) Fruit Liquid as a Potential Functional Beverage Syahirman Hakim; Masrura Hayati; Irwansyah; Akmal Izwar; Baihaqi
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 3: October, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/tdh0t188

Abstract

Arabica coffee fermentation liquid is a by-product of coffee processing with considerable potential to be developed as a functional beverage because it contains bioactive compounds produced through microbial metabolism during fermentation. However, information regarding the optimum fermentation duration to achieve the best sensory quality remains limited. This study aimed to evaluate the effect of fermentation duration on the sensory characteristics of Arabica coffee fermentation liquid. A Completely Randomized Design (CRD) with three fermentation periods (5, 10, and 15 days), each conducted in triplicate, was employed. Sensory quality was evaluated using a hedonic test covering color, aroma, taste, acidity, body, aftertaste, clarity, and overall acceptability. Data were analyzed using one-way analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. Fermentation duration significantly affected (p<0.05) all sensory attributes. The 10-day fermentation produced the highest scores for color (7.63), aroma (7.81), taste (7.74), acidity (7.42), body (7.39), aftertaste (7.54), clarity (7.48), and overall acceptability (7.68). It can be concluded that a 10-day fermentation period is the optimum condition for producing Arabica coffee fermentation liquid with superior sensory quality. These findings provide scientific evidence supporting the utilization of coffee fermentation liquid as a value-added functional beverage and offer practical insights for product diversification and sustainable development of the Arabica coffee industry.
Peningkatan Kompetensi dan Kelembagaan UMKM Ahbab Maju Melalui Penerapan Teknologi Pembuatan VCO Berbasis Ragi Tempe dan Bromelin Rina Astarika; Baihaqi Baihaqi; Anfas Anfas
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1137

Abstract

Kabupaten Konawe Kepulauan memiliki potensi kelapa (Cocos nucifera L.) yang melimpah, namun pemanfaatannya oleh UMKM Ahbab Maju masih terkendala metode produksi Virgin Coconut Oil (VCO) konvensional yang membutuhkan waktu lama, menghasilkan rendemen rendah, serta tata kelola kelembagaan yang belum tertata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi produksi VCO metode enzimatis berbasis ragi tempe (Rhizopus oligosporus) dan ekstrak bromelin bonggol nanas, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan mitra. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action research melalui lima tahapan: persiapan dan koordinasi, sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi teknologi, pendampingan kelembagaan dan legalitas usaha, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan terhadap 15 peserta menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji N-Gain, serta terhadap kinerja produksi UMKM sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan rata-rata N-Gain 0,67 (kategori sedang menuju tinggi), tertinggi pada aspek teknik fermentasi ragi tempe (0,76) dan ekstraksi bromelin (0,71). Penerapan teknologi enzimatis meningkatkan rendemen VCO dari 18% menjadi 32%, menurunkan kadar air produk dari 0,35% menjadi 0,19% (memenuhi SNI 7381:2008), mempersingkat waktu produksi dari 72 jam menjadi 20–24 jam, serta meningkatkan kapasitas produksi (+200%), harga jual (+41,6%), dan omzet usaha (+325%). Jumlah anggota aktif UMKM juga bertambah dari 5 menjadi 12 orang. Kegiatan ini membuktikan bahwa kombinasi transfer teknologi tepat guna dan penguatan kelembagaan mampu memberikan dampak ganda terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan keberlanjutan usaha mitra.
KARAKTERISTIK SINOLE HASIL MODIFIKASI MELALUI FORMULASI TEPUNG SAGU (Metroxylonsagu) DENGAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) Dewi Rahmawati; Sri Wahyuni; Baihaqi
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 4 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/hqr2qw18

Abstract

Sinole merupakan makanan tradisional Papua yang dibuat dari tepung sagu dan parutan kelapa. Tekstur sinole dapat menjadi keras setelah  mengalami pendinginan sehingga diperlukan modifikasi formulasi untuk memperbaiki karakteristik produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh formulasi tepung sagu dan tepung labu kuning terhadap karakteristik sinole berdasarkan uji organoleptik dan karakteristik kimia. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan berdasarkan perbandingan tepung sagu dan tepung labu kuning, yaitu R0 (100:0), R1  (90:10), R2 (80:20), R3 (70:30), R4 (60:40), dan R5 (50:50), dengan empat kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi karakteristik organoleptik secara  hedonik dan deskriptif terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur, serta karakteristik kimia yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan R5 menghasilkan tingkat kesukaan tertinggi terhadap warna, aroma, rasa, dan  tekstur. Perlakuan R5 memiliki kadar air sebesar 30,93%, kadar abu 2,35%, kadar lemak 10,54%, kadar protein 2,52%, dan kadar karbohidrat 53,67%.  Formulasi dengan perbandingan 50% tepung sagu dan 50% tepung labu kuning merupakan perlakuan yang paling disukai berdasarkan karakteristik  organoleptik dan menghasilkan karakteristik kimia sesuai hasil analisis penelitian.
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR NASA TERHADAP PERTUMBUHAN STEK LADA (Piper Nigrum L.) Uchti Nuzul Qhinanti Lubis; Ajmir Akmal; Baihaqi Baihaqi; Almuna Ramadhani; Mira Humaira; Wahyu Isnanda Nasution
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4858

Abstract

Abstract: This study was conducted to compare the growth of pepper cuttings following the application of liquid organic fertilizer (POC) through the soil and leaves. The study took place at the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, Malikussaleh University, from May to August 2024, using a factorial Randomized Block Design (RAK). The results showed that the application technique and concentration of POC significantly affected shoot length and number of leaves in the early growth phase, but did not affect several other parameters such as the age of shoot emergence and root length. The best treatment was at a concentration of 4.5 ml/L. Keywords: Pepper, liquid, organic, cuttings Abstrak: Penelitian dilakukan untuk menguji efektivitas pupuk organik cair NASA terhadap pertumbuhan stek tanaman lada. Penelitian berlangsung di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh dari Mei hingga Agustus 2024 dengan metode penelitian aplikasi POC NASA di tanah dan daun dengan 4 taraf yaitu: 0; 1,5; 3; 4,5 ml/L. Penelotian menggunakan RAK faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik dan konsentrasi POC NASA berpengaruh signifikan terhadap panjang tunas dan jumlah daun pada fase awal pertumbuhan, tetapi tidak memengaruhi beberapa parameter lain seperti umur muncul tunas dan panjang akar. Konsentrasi POC NASA 4,5 ml/L menunjukkan hasil lebih baik di beberapa parameter pengamatan. Kata kunci: Lada, cair, organik, stek
KONSENTRASI RAGI TEMPE DAN EKSTRAK BROMELIN NENAS TERHADAPRENDEMEN DAN KARAKTERISTIK MUTU VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Baihaqi
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 3 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/5xbqn860

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa murni yang banyak diminati karena kandungan asam lauratnya yang tinggi serta manfaatnya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi ragi tempe dan ekstrak bromelin nenas serta variasi pH terhadap rendemen dan karakteristik mutu VCO yang dihasilkan melalui metode kombinasi fermentasi dan enzimatis. Krim santan kelapa diberi perlakuan penambahan 0,5 g ragi tempedengan ekstrak nenas pada konsentrasi 6%, 8%, 10%, dan 12% (kode sampel A6, A8, A10, A12) serta blanko tanpa penambahan (A0), masing-masing pada pH 3, pH 4, dan pH 5, kemudian diinkubasi pada tempat gelap selama 24 jam pada suhu ruang. Parameter mutu yang diamati meliputi rendemen, kadar air, kadar asam lemak bebas (ALB), danbilangan iodin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh pada perlakuan A10 pH 5 (30,5%) dan terendah pada A0 pH 3 (4,7%). Kadar air terendah diperoleh pada A6 pH 5 (0,095%) dan seluruh perlakuan pada pH 3 serta sebagian besar perlakuan lain masih memenuhi ambang SNI 7381:2008 (maksimal 0,2%), kecuali pada A10 dan A12 pH 4 dan pH 5 yang melebihi batas tersebut. Kadar ALB berkisar antara 0,07-0,23%, seluruhnya masih memenuhi syarat mutu SNI (maksimal 0,2%) kecuali A12 pH 5. Bilangan iodin berkisar antara 7,0-9,1 g I2/100 g dan cenderung menurun seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak nenas. Secara umum, kombinasi penambahan ragi tempe dan ekstrak bromelin nenas pada pH 4-5 memberikan rendemen yang lebih tinggi dibandingkan pH 3, namun perlu dikendalikan agarkadar air dan ALB tetap memenuhi standar mutu VCO.