Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Integrasi Filsafat Pendidikan dengan Delapan Dimensi Profil Lulusan Guna Mewujudkan Generasi Emas: - Rakhmat; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i1.15522

Abstract

Artikel ini membahas integrasi filsafat pendidikan dengan delapan dimensi profil lulusan sebagai upaya strategis dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Filsafat pendidikan dipahami sebagai dasar konseptual yang memberikan arah, nilai, dan tujuan bagi praktik pendidikan, sebagaimana dipaparkan oleh tokoh-tokoh seperti John Dewey, Ki Hajar Dewantara, dan Al-Syaibani. Sementara itu, delapan dimensi profil lulusan—keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, berakhlak mulia, peduli lingkungan, dan komunikasi—menjadi kerangka karakter dan kompetensi yang perlu ditanamkan kepada peserta didik. Melalui kajian literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menemukan bahwa setiap dimensi profil lulusan memiliki titik temu dengan prinsip-prinsip filsafat pendidikan, mulai dari etika, humanisme, hingga konstruktivisme. Integrasi keduanya dapat diwujudkan melalui penguatan kurikulum berbasis nilai, pembelajaran berbasis proyek, kegiatan kokurikuler, serta peran guru sebagai philosophical practitioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan yang terintegrasi dengan nilai-nilai filosofis mampu memperkuat karakter, kecerdasan moral, dan kompetensi abad ke-21 peserta didik. Dengan demikian, integrasi filsafat pendidikan dan delapan dimensi profil lulusan merupakan langkah penting untuk membentuk sumber daya manusia yang berdaya saing, berkarakter Pancasila, serta siap menghadapi tantangan global menuju Generasi Emas 2045.
Optimalisasi Sudut Baca untuk Meningkatkan Literasi Bagi Siswa Sekolah Dasar Rakhmat; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i2.15524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana optimalisasi sudut baca mempengaruhi kemampuan literasi di kalangan siswa sekolah dasar. Latar belakang dari penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa tingkat literasi membaca di Indonesia masih tergolong rendah. Fenomena ini menjadi perhatian serius, mengingat literasi membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting dalam perkembangan pendidikan dan pengetahuan masyarakat. Rendahnya kemampuan membaca tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpengaruh pada kemajuan sosial dan ekonomi negara secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan optimalisasi sudut baca dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara terhadap siswa dan guru, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan minat baca meningkat sebesar 40% dan skor tes literasi naik 15 poin, dibandingkan kelompok kontrol yang hanya meningkat 10% dan 3 poin. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan tersebut meliputi ketersediaan buku yang beragam, desain sudut baca yang nyaman, serta kegiatan interaktif seperti membaca bersama dan diskusi buku. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi sudut baca dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan membangun budaya membaca di sekolah dasar.
Peran Filsafat Pendidikan dalam Kompetensi Profesional Guru: Suatu Tinjauan Literatur Handayani, Menik; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i2.15523

Abstract

Tuntutan guru pada saat ini harus seimbang antara mengajar dan administrasi. Sehingga membuat guru kurang maksimal dalam menjalankan tugasnya. Maka dari itu dibutuh adanya peran ilmu dasar yang bisa menjadi pedoman dalam menjalankan tugasnya secara profesional berupa peran filsafat pendidikan dan kompetensi profesional guru. Tujuan penelitian untuk menganalisis peran filsafat pendidikan dalam penguatan kompetensi profesional guru. Jenis penelitian yaitu kajian literatur. Metode penelitian tinjauan literature. Teknik pengumpulan data dengan mengambil data artikel, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian dari artikel. Objek kajian yaitu peran filsafat pendidikan dan kompetensi professional guru. Tipe data yang digunakan data artikel. Temuan diperoleh bahwa peran filsafat pendidikan sebagai dasar dalam pendidikan. Adanya dasar tersebut memerlukan kompetensi professional guru memberikan pembelajaran bermakna dan menyenangkan di dalam kelas sehingga anak mudah memahami inti materi yang disampaikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta mengaktualisasikan kemampuan dirinya untuk menghasilkan kepribadian yang baik. Implikasnya guru sudah mempersiapkan pembelajaran dan mengetahui dasar dari seorang guru dalam pendidikan sehingga mampu menerapkan dalam kelas, pengkondisian kelas, penyampaian materi, dan pengembangan kompetensi sesuai kualifikasi.
Transformasi Digital dan Rasionalitas Ilmiah: Analisis Filosofis Terhadap Metode Pembelajaran Modern Mardhiyah Indah Sulistiyani, Inayatul; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i2.15545

Abstract

Transformasi digital telah membawa dampak yang sangat signifikan dalam bidang pendidikan, memicu pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif, cepat, fleksibel, dan berorientasi pada teknologi. Namun, perubahan yang terjadi tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan yang cukup serius, baik dari segi epistemologis maupun etis. Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis kritis terhadap dinamika perubahan tersebut dengan menggunakan pendekatan filsafat ilmu, yang akan menyoroti aspek-aspek seperti rasionalitas ilmiah, validitas pengetahuan, serta integrasi nilai-nilai dalam proses pembelajaran. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan metode studi pustaka (library research) untuk mengkaji kontribusi filsafat dalam memahami perkembangan paradigma keilmuan, yang dimulai dari era positivisme hingga menuju konstruktivisme digital. Selain itu, artikel ini juga mengeksplorasi cara-cara yang etis dan rasional dalam merancang metode pembelajaran yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sambil tetap menjaga keabsahan dan kebenaran ilmiah. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa banyak metode pembelajaran modern saat ini cenderung terjebak dalam pendekatan efisiensi instrumental, tanpa disertai dengan kedalaman reflektif yang diperlukan. Hal ini berisiko menyebabkan hilangnya orientasi nilai dan tujuan pendidikan yang seharusnya bersifat humanistik. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengadopsi pendekatan filosofis yang komprehensif guna menyeimbangkan antara aspek teknis dan etis dalam sistem pembelajaran yang berbasis digital. Artikel ini juga merekomendasikan perlunya adanya integrasi yang harmonis antara teknologi, rasionalitas ilmiah, dan tanggung jawab etis sebagai landasan untuk menciptakan transformasi pendidikan yang tidak hanya berkelanjutan tetapi juga bermakna. Dengan demikian, pendidikan dapat tetap relevan dan mampu memenuhi kebutuhan zaman, sekaligus mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan yang esensial.
Relevansi Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam Pembentukan Karakter Siswa Indonesia Abad Ke-21 Pamungkas, Apit; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i2.15556

Abstract

Latar belakang kajian ini berangkat dari krisis moralitas siswa serta kesenjangan antara tujuan pendidikan karakter dalam kebijakan nasional dan praktik pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam pembentukan karakter siswa Indonesia pada abad ke-21. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif melalui analisis konten terhadap karya KHD, kebijakan nasional, dan literatur ilmiah tahun 2014–2024. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga nilai inti KHD keteladanan, pemberdayaan, dan pendampingan yang teroperasionalisasi dalam Trilogi Kepemimpinan, Tri Pusat Pendidikan, Tri Sakti Jiwa, dan konsep merdeka belajar. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut memiliki kompatibilitas tinggi dengan kompetensi abad ke-21, khususnya 4C (critical thinking, creativity, collaboration, communication), serta selaras dengan kerangka OECD Learning Compass 2030 dan teori pendidikan karakter global seperti Lickona dan UNESCO. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi hambatan berupa kapasitas guru, orientasi akademik kurikulum, dan lemahnya asesmen karakter. Kajian ini menghasilkan model konseptual integratif yang dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum dan strategi pedagogis berbasis nilai lokal. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya transformasi pedagogis, penguatan ekosistem pendidikan, dan penyediaan instrumen asesmen autentik untuk mewujudkan pendidikan karakter yang komprehensif dan berkelanjutan.
Implikasi Model Pembelajaran yang Selaras dengan Filsafat Pendidikan Kontemporer Tami Wuryanti, Siwi; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i2.15564

Abstract

Pendidikan kontemporer menghadapi kesenjangan signifikan antara tujuan ideal untuk menghasilkan lulusan yang bernalar kritis dan kreatif dengan praktik pembelajaran di kelas yang masih terjebak dalam rutinitas konvensional. Paradigma tradisional yang berpusat pada guru (teacher-centered) dinilai tidak lagi memadai untuk membekali siswa menghadapi tantangan abad ke-21. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana model pembelajaran yang selaras dengan filsafat pendidikan kontemporer yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari berbagai sumber pustaka seperti jurnal ilmiah dan buku, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) seperti Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), dan Inquiry Learning memiliki hubungan kuat dengan peningkatan hasil belajar siswa secara holistik dengan mengembangkan keterampilan abad ke-21. Meskipun demikian, implementasinya dihadapkan pada sejumlah tantangan fundamental , meliputi: kesenjangan antara teori dan praktik, kesiapan dan kompetensi guru yang belum merata, kurikulum yang padat, sistem evaluasi yang tidak selaras, keterbatasan sumber daya, serta budaya pendidikan dan harapan orang tua yang belum sepenuhnya mendukung. Kesimpulannya, penyelarasan model pembelajaran dengan filsafat pendidikan kontemporer adalah sebuah keharusan untuk menciptakan pembelajar seumur hidup yang relevan dengan zaman, namun keberhasilannya memerlukan upaya sistematis untuk mengatasi tantangan-tantangan praktis di lapangan.