Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Identifikasi, Penilaian, dan Pengendalian Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pembuatan Tahu. Teguh Irawan; Yulis Indriyani; Wafiq Zidna Amaliya; Rizqiani Karimah; Dyah Fauziah Fitriyani; Naila Salsabila; Haritsah Baihaqi; Tri Nugroho Kuncoro
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v7i2.664

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) is an essential aspect in production processes, especially in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) which are vulnerable to various workplace hazards. In tofu production industries, workers are often exposed to physical, chemical, mechanical, and ergonomic risks that can impact productivity and health. This study aims to analyze the types of occupational hazards and determine appropriate control measures using the HIRARC method. A qualitative descriptive approach was employed through a case study in one tofu-producing MSME in Batang Regency. Data collection methods included direct observation, semi-structured interviews with 15 workers, and documentation. Hazard identification, risk assessment, and risk control were conducted using the HIRARC method based on severity and likelihood. The study found multiple risks ranging from low to high levels, such as musculoskeletal disorders, burns, hearing loss, skin irritation, and respiratory issues. Proposed control strategies included the use of personal protective equipment (PPE), engineering controls such as ventilation and insulation, and administrative interventions. The findings indicate that the HIRARC method is effective for evaluating and managing OHS risks in MSMEs. This approach can support the implementation of a safer and healthier work environment in informal food production sectors.
Kajian Partisipasi Remaja dan Lansia Pada Posyandu Integrasi Layanan Primer di Wilayah Kerja Puskesmas Buaran Firda Dini Maulida; Laili Firmayanti; Agisca Ramadhani; Fadhila Mayasya Fani; Salsa Diva Az Zahra; Yulis Indriyani; Teguh Irawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1336

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui posyandu siklus hidup bertujuan memperluas jangkauan layanan dasar, namun tingkat kunjungan kelompok remaja dan lanjut usia (lansia) terpantau masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan dinamika serta akar penyebab rendahnya partisipasi aktif kelompok remaja dan lansia di wilayah kerja Puskesmas Buaran menggunakan perspektif Teori Tangga Partisipasi Arnstein. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-komparatif melalui teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap informan remaja, lansia, kader, serta petugas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakselarasan (mismatch) antara manajemen operasional posyandu dengan karakteristik kebutuhan khas kedua kelompok sasaran. Rendahnya keterlibatan remaja didominasi oleh hambatan struktural berupa benturan jadwal sekolah, ketiadaan dukungan kelompok sebaya, dan minimnya jaminan kerahasiaan privat dalam ruang pelayanan harian. Di sisi lain, suboptimalnya kunjungan lansia sangat dipengaruhi oleh kemunduran kapasitas fisik biologis yang diperparah oleh hambatan jarak geografis ke lokasi pelayanan, buruknya saluran komunikasi publik, serta keterbatasan logistik obat-obatan dan stik tes laboratorium lengkap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program transformasi kesehatan primer ini sangat bergantung pada rekonstruksi tata kelola pelayanan publik yang inklusif melalui desentralisasi pos pelayanan bagi lansia serta penyediaan ruang privat dan optimalisasi promosi digital bagi kelompok remaja.
Study of Predisposing, Enabling, Reinforcing Factors: Adolescent Participation in the Integrated Primary Care Program Yulis Indriyani; Teguh Irawan; Afrida Isnania Khoiro; Imelia Febriliyanti; Andini Hidayah Fajriyah; Safira Imelda Sari; Muhammad Shodiqul ‘Amali; Muhammad Aulia Shidiq Nugroho; Anggita Dias Nurfandila
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v5i3.552

Abstract

Adolescent participation in the Integrated Primary Care (ILP) Program remains low in many rural areas in Indonesia, despite national efforts to strengthen primary health care as part of the Healthy Indonesia 2045 agenda. Limited studies have examined the determinants of adolescent engagement, as previous research has predominantly focused on ILP implementation among mothers, toddlers, and health cadres. This study aims to analyze the predisposing, enabling, and reinforcing factors influencing adolescents participation in ILP activities using Lawrence Green’s PRECEDE-PROCEED Model. A descriptive qualitative design was employed, involving 10 adolescents aged 10-24 years registered in the ILP Posyandu of Karanganyar Village, Tirto District, Pekalongan Regency. Additional triangulation informants included one village midwife, two ILP cadres, and two policy makers, all selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and analyzed thematically. The findings indicate that predisposing factors, particularly adolescents limited understanding of ILP objectives and benefits, contribute to low engagement, with some expressing fear of examination results. Enabling factors show that facilities, equipment, and financing are adequate, yet participation is hindered by scheduling conflicts with school hours, despite the close proximity of ILP locations to adolescents homes. Reinforcing factors emerged as the strongest influence, with active communication from health workers, moral encouragement from families, and strong peer support playing crucial roles in motivating adolescents to attend ILP activities. Overall, the study reveals that low participation is shaped by interacting barriers across cognitive, structural, and social domains. Strengthening adolescent health literacy, adjusting activity schedules, and enhancing family and peer-based reinforcement are essential to improving sustainable adolescent engagement in ILP services. These findings highlight the importance of community-centered strategies and cross-sector collaboration to support the on going transformation of primary health care at the village level.
Strategi Promosi Kesehatan Menuju Kawasan Tanpa Asap Rokok Di Wilayah Kampus Universitas Pekalongan Yulis Indriyani; Teguh Irawan; Fadia Hami Putri; Zuhaira Nabila; Dimas Tsani Laila Syaharani; Alya Nasya Nabila; Deska Ayunda Cahyarani; Sri Rakhmah Hidayati; Tsania Anna Imania
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.21812

Abstract

Masalah merokok tetap menjadi tantangan dalam pelaksanaan Kebijakan Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) di Universitas Pekalongan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan yang mendukung kebijakan KTR dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam serta observasi terhadap mahasiswa, dosen, staf, dan pejabat kampus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi advokasi telah mulai diimplementasikan, tetapi belum merata di setiap unit kampus. Bina suasana dilakukan dengan pemasangan media sosialisasi KTR, namun belum maksimal dan kurang luas. Masyarakat telah bergerak, terutama berkat peran aktif mahasiswa dalam organisasi kesehatan, namun masih terhambat oleh rendahnya kesadaran individu. Di sisi lain, kolaborasi dengan pemerintah daerah telah berlangsung dengan adanya dukungan peraturan daerah mengenai KTR. Masalah utama mencakup kebiasaan merokok yang sudah mandarah daging, kurangnya pengawasan, serta sanksi yang belum tegas. Dengan demikian, diperlukan peningkatan strategi promosi kesehatan yang lebih menyeluruh dan kolaboratif dengan melibatkan seluruh anggota civitas akademika untuk mewujudkan lingkungan kampus yang sehat serta bebas dari asap rokok.  
Identifikasi Manajemen Pengendalian Penyakit ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Purwoharjo Kabupaten Pemalang Dewi Nugraheni; Yulis Indriyani; Arifah Mutiara Sabila; Adelia Solecha Putri; Anis Tiara Sari Wihar
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6015

Abstract

Acute Respiratory Tract Infection (ARI) is one of the significant health challenges that still occurs frequently, especially in children aged 0 to 5 years. This study aims to understand how ARI disease control is managed in the Purwoharjo Health Center work area, Pemalang Regency. The method used in this research is qualitative with a case study approach and descriptive analysis. Data was collected through in-depth interviews with health workers directly involved in the implementation of the ARI control program. Findings from the study show that the incidence of ARI, including pneumonia in children under five, is still quite high due to the limited number of health workers, low public awareness, and unfavorable environmental conditions. ARI control has been carried out in two ways, namely activities within health facilities (examination and hospitalization) and activities outside facilities (home visits, posyandu, and counseling). Periodic evaluations conducted every three months show a 25% reduction in ARI incidence,p although further efforts are needed to reach the target of eliminating cases. The conclusion of this study highlights the importance of inter-sectoral cooperation, public health education, and routine monitoring in reducing ARI incidence. It is hoped that the ARI prevention and control program can be continuously improved through
Evaluation of the Multiple Micronutrient Supplement (MMS) program to prevent anemia in pregnant women at public health center x Adib Maulana Pratama; Vanessa Zaskia Putri; Siti Purwitasari; Nasya Andini Wahda; Era Febriana Rahmadhani; Teguh Irawan; Yulis Indriyani
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 3 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i3.2281

Abstract

Anemia in pregnant women remains a significant health issue that requires attention, as it can affect the health of both the mother and the fetus. In the service area of the X Community Health Center, the prevalence of anemia among pregnant women remains quite high, necessitating effective preventive measures, one of which is the Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) program. This study aims to evaluate the implementation of the MMS program in preventing anemia among pregnant women at the X Community Health Center. The study employed a qualitative method using the Input, Process, and Output (IPO) evaluation approach. The input aspects examined included policies, human resources, facilities and infrastructure, logistics, funding, and the knowledge of pregnant women. Process aspects included MMS administration, education, consumption compliance, monitoring, side effects, and family support, while output aspects included MMS coverage, changes in pregnant women’s hemoglobin levels, perceived benefits, and satisfaction among pregnant women. The primary informants in this study were 10 pregnant women in the service area of the X Community Health Center, while the triangulation informants consisted of 2 health center staff members from the X area who were selected using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed thematically. The results of the study indicate that the MMS program is functioning fairly well, with a consistent supply of supplements and easily accessible services. However, challenges remain, including the absence of specific standard operating procedures (SOPs), suboptimal compliance monitoring, and uneven education. Therefore, improvements are needed in monitoring, record-keeping, and education so that the MMS program can operate more effectively in helping to prevent anemia in pregnant women.
Tingkat Stres dan Intensitas Penggunaan Smartphone terhadap Risiko Insomnia pada Mahasiswa Fadhila Zahara Silaen; Habib Maulana; Liza Romadhatul Azahra; Risna Amelia; Shafira Laela Zulfa; Teguh Irawan; Yulis Indriyani
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/bt4df731

Abstract

Tingginya tekanan akademik pada mahasiswa sering kali memicu respons maladaptif dalam bentuk penggunaan smartphone sebagai sarana pelarian diri, yang berpotensi menurunkan kualitas tidur. Fenomena ini kian mengkhawatirkan dengan prevalensi insomnia pada mahasiswa yang mencapai 63,3% serta intensitas penggunaan gadget tinggi yang meningkatkan risiko gangguan tidur hingga 4,5 kali lipat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengelolaan stress terhadap intensitas penggunaan smartphone dan risiko insomnia pada mahasiswa Universitas Pekalongan. Studi kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan Cross-Sectional yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2026. Penelitian ini melibatkan 100 responden mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pekalongan angkatan 2024  yang dipilih melalui metode proportional random sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang meliputi Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk tingkat stress, Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) untuk kecanduan gawai,  serta Insomnia Severity Index (ISI) untuk tingkat keparahan insomnia. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara tingkat stres dengan intensitas penggunaan smartphone (rs = 0,383; p < 0,001), serta hubungan signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dengan risiko insomnia (rs = 0,251; p = 0,012). Namun, tidak ditemukan hubungan langsung yang signifikan antara tingkat stres dengan risiko insomnia (p = 0,054). Tingkat stres berkaitan dengan peningkatan intensitas penggunaan smartphone, sedangkan intensitas penggunaan smartphone berkaitan dengan risiko insomnia pada mahasiswa. Edukasi mengenai kebersihan digital dapat dipertimbangkan sebagai upaya pendukung untuk membantu menjaga kualitas tidur mahasiswa.
Studi Case-Control Pengaruh Stres dan Pola Tidur terhadap Kejadian Hipertensi Usia Produktif (35- 64 Tahun) di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan Fadhilla Anisa Nur A’ini; Ardiana Priharwanti; Nur Lu’Lu Fitriyani; Yulis Indriyani
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 3 (2026): JUPIN Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2663

Abstract

Latar belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat pada kelompok usia produktif akibat berbagai faktor risiko, seperti stres dan gangguan pola tidur. Rendahnya cakupan pelayanan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II juga menunjukkan perlunya kajian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif. Metode : kuantitatif dengan desain case-control.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden yang terdiri dari 32 kelompok kasus dan 32 kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) untuk mengukur tingkat stres dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur pola tidur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05.Tujuan : Mengetahui Pengaruh tingkat stres dan pola tidur usia produktif tehadap hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II. Hasil : menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara stres terhadap kejadian hipertensi pada usia produktif dengan nilai p value = 0,002 (<0,05) dan Odds Ratio (OR) sebesar 9,000, dengan nilai 95% Confidence Interval (CI) sebesar 1,735-46,676, menunjukkan responden yang mengalami stres memiliki risiko 9 kali lebih besar mengalami hipertensi dibandingkan responden yang tidak mengalami stres. Selain itu, pola tidur dengan nilai p value = 0,076  (>0,05) dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,493, dengan 95% Confidence Interval (CI) 0,899-6,916 menunjukkan bahwa pola tidur bukan merupakan faktor risiko kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan stres berpengaruh terhadap hipertensi sedangkan pola tidur tidak berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan, meskipun pola tidur memiliki nilai OR sebesar 2,493, hubungan tersebut tidak mencapai signifikansi statistic sehingga tidak dapat dinyatakan sebgai factor yang berpengaruh pada penelitian ini.
Co-Authors Abidah, Qonita Adelia Solecha Putri Adelia Solecha Putri Adib Maulana Pratama Adinda Ismail Putri AFISKA ALFERA FEBIA EL SYANI Afrida Isnania Khoiro Afrida Isnania Khoiro Agisca Ramadhani Agustin, Andintya Aini, Fadhilla Anisa Nur Akmala, Nisrina Zulfa ALDY SANY SYAHPUTRA Alya Nasya Nabila Amalia, Putri Rika Amalia, Salsabila Ananda Putri Amalia Andieta Firly Ceciliane Andini Hidayah Fajriyah Anggi Setianingsih Anggita Dias Nurfandila Anggitta Nur Haliza Angraeni, Diva Alya Anis Tiara Sari Wihar Anis Tiara Sari Wihar Anisa , Fadhilla Aqila, Hasna Labibah Ardiana Priharwanti Ardiana Priharwanti Ardiana Priharwanti Arifah Mutiara Sabila Athaya Azka Miladya Athaya, M Hanan Aulia, Mahda Aulia, Mahda Ridhotul Aulia, Sabrina Putri Azmi, Zubaidah Tsania Ulul CAHYA KAMILATUS ZAHRAH Chelsy Rachel Dwindasari Chosyiyah, Atut Indah Deska Ayunda Cahyarani Devi Liani Putriandi Dewi Nugraheni Dewi Nugraheni Restu Mastuti Dimas Tsani Laila Syaharani DINDA AMELIA Dwi Kafita Maryam Dyah Fauziah Fitriyani Eko Budi Prasetyo Era Febriana Rahmadhani Erinda Keysha Mardiarini Evia Fardiana Fadhila Mayasya Fani Fadhila Zahara Silaen Fadhilla Anisa Nur A’ini Fadia Hami Putri Faiqi, Muhammad Nasyith Falla, Aisya Nurul Falujatunnisa, Nirmala Farah Angelina Pratiwi Fauziah Rayani Mahardika Fazaira, Sabrina Amna Febi Dwirahmadi Febrymellinia, Karine Laurenza Aulia Firda Dini Maulida Firmansyah, M. Rifki Habib Maulana Hairil Akbar Hamdan, Muhamad Haritsah Baihaqi Hasbibie, Caesar Thoriq Kemal Imelia Febriliyanti Intan Purnamasari Intan Purnamasari Irena Tri Hawa IRENE SURYAKUNISA Irine Dwitasari Wulandari Isrofah Jauzatu Nasywa Khairunnisa Zhahiirah Kusumaningtyas, Dwi Laili Firmayanti Liza Romadhatul Azahra Luthfiyatul Karimah Malika Sabina Meiarisanti Maryam, Dwi Kafita Mastuti, Dewi Nugrahaeni Restu Mochammad Hilmy Muh. Zuhad Mahya Raul Muhammad Aulia Shidiq Nugroho Muhammad Shodiqul ‘Amali Muhammad Syaikhon Yahya Mutiafani, Amelia Mutiara Nadzifa Ziada Amalia Naila Rochvika Wati Naila Salsabila Nasya Andini Wahda Nasywa, Jauzatu Navisa, Dita khafka NAYLA AZ ZAHRA Novalista Ananda Putri Nur Lu’Lu Fitriyani Nur Susanti Nurul Falla, Aisya Paramitha, Dhiya Ayu Pramesti, Syecha Ardia Pramudhia, Cita Windu Prasyanti, Agustina Ayu Pratama, Adib Maulana Pratiwi, Farah Angelina Pusparita, Sonia Putri Helmania Putri Stevany Agustin Putri, Elsa Cornelia Putri, Soffy Aura Qhotriena, Elica Rahmatika, Shilnia Rindhasari, Amelia Risna Amelia Rizqiani Karimah Rizqiyyah, Maya Fathiyyatur Rr. Vita Nurlatif Sa'adah, Lailis Sabrina Amna Fazaira Sabrina Nisa Anfalla Safira Imelda Sari Safira Salsabilah Sajidan, Muhammad Naja Salsa Diva Az Zahra Salsabilla Dwi Ramadhani Salsabilla, Salsabilla Salwa Hasna Fadila Sary Sari, Alya Amelia Setiawan, Bagas Budi Shafira Laela Zulfa Sifa Fauzia, Sifa Siti Purwitasari Siyam, Sania Rahmawati Laili Sofa Fuadiya Sofa Fuadiya Sofiana Nabila Soluna Faizal Riski Sri Rakhmah Hidayati Sukma Berlian Asri Syah Fahlevi, Moch Fikri Syamkan Fatkhu Dinov TEGUH IRAWAN Teguh Irawan Teguh Irawan Teguh Irawan Tri Nugroho Kuncoro Tsania Anna Imania Vanessa Zaskia Putri Wafiq Zidna Amaliya Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih, Ita Wati, Naila Rochvika Yakzhan, Ahrenza Yuniarti Yuniarti Yusuf, Muhammad Lutfi Zahra, Gisya Ainnaya Zahro, Fatimata Zuhaira Nabila