Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH JENIS PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH YANG DIPELIHARA PADA KERAMBA JARING TANCAP DI DESA RANDUSANGA WETAN Fatriyoko, Swi Juli Angga; Suyono; Sutaman
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 No.1 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.61

Abstract

Budidaya ikan kakap putih telah menjadi suatu usaha yang bersifat komersial (dalam budidaya) untuk dikembangkan, karena pertumbuhannya yang relatif cepat, mudah dipelihara dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh jenis pakan yang berbeda dan mengetahui jenis pakan manakah yang paling optimal terhadap pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcarifer) di Desa Randusanga Wetan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan data kuantitatif dengan model eksperimen untuk mengetahui akibat dari sebuah perlakuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian jenis pakan A (ikan rucah), B (keong sawah), C (pakan buatan) dan K (pellet komersil) memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcarifer). Uji tukey menunjukkan bahwa rata-rata laju pertumbuhan tertinggi pada benih ikan kakap putih terdapat pada perlakuan A (pakan ikan rucah) dibandingkan dengan perlakuan B (pakan keong sawah), C (pakan buatan), dan K (pakan pellet komersil). Kualitas air berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan benih kakap putih (Lates carcarifer). Hasil uji anova, menunjukkan nilai Sig. 0,012 < 0,05, sehingga data hasil perlakuan A, B, C dan K terdapat perbedaan yang nyata ( p< 0,05).
PENGARUH PERBEDAAN DOSIS PAKAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN CACING SUTRA (Tubifex sp) Mina Persila Rumfabe; Sutaman; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 No.1 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.62

Abstract

Cacing sutera (Tubifex sp) merupakan pakan alami alternatif yang dapat dikembangkan. Cacing sutra dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan karena mengandung nutrisi yang tinggi. pertumbuhan cacing sutra (Tubifex Sp) memerlukan nutrisi dan media hidup yang cocok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan limbah sawi, ampas tahu dan dedak padi sebagai media budidaya terhadap pertumbuhan dan populasi cacing sutra (Tubifex sp). Bahan dan alat yang digunakan diantaranya: cacing sutra, EM4, limbah sawi. dedak padi, dan ampas tahu. Alat : box plastik, alat ukur kualitas air pH, suhu,DO, dan alat tulis. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 1 kontrol, tiap perlakuan memiliki 3 ulangan yang setiap ulangan terdiri dari 10 gram cacing sutra. Sebagai perlakuan pemberian pakan organik cacing sutra. dengan dosis A (limbah sawi 50%, ampas tahu 15% dedak padi 35% ), B (limbah sawi 50%, ampas tahu 25% dedak padi 25%), C (limbah sawi 50%, ampas tahu 35% dedak padi 15%) dan D (kontrol 0,gr). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan populasi. Perlakuan C merupakan perlakuan terbaik dengan pertumbuhan bobot 16,45 gr dan populasi cacing sutra sebesar 3,757 gr, disusul perlakuan B dengan pertumbuhan bobot sebesar 13,13 gr dan populasi 3,126 ind/gr, kemudian perlakuan A dengan pertumbuhan sebesar 9,66 gr dan populasi 3,010 gr, dan perlakuan terendah D dengan pertumbuhan sebesar 7,24 gr dan populasi 2,965 ind/gr. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan cacing sutra (Tubifex sp).
KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DAN CADMIUM (CD) PADA IKAN LAYANG (Decapterus Russelli) DI PERAIRAN LOSARI KOTA MAKASSAR Ricky Indriawan Saputra; Nurjanah; Sutaman
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 No.1 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.63

Abstract

Kota Makassar adalah kota yang mempunyai beberapa pantai salah satunya adalah Pantai Losari. Letak Pantai Losari berada di Kecamatan Ujung Pandang di sebelah barat kota Makassar. Padatnya pemukiman dan aktivitas indsutri ataupun pergudangan membawa ciptakan di limbah sehingga pantai mengalami terjadinya pencemaran. Tujuan dari studi ini guna menganalisis kandungan logam berat Timbal (Pb) dan Cadmium (Cd) yang terkandung pada ikan layang di Pantai Losari kota Makassar. Pengambilan data dilakukan dengan purphosif sampling pada dua Lokasi dan uji laboratorium kandungan logam berat dilakukan dengan metode SSA. Studi ini merupakan penelitian deskriptif. Data penelitian di analisa menggunakan Standar Baku Mutu SNI 2009. Hasil studi mengindikasikan bahwasanya kadar Pb pada tubuh ikan layang di Lokasi 1 dan Lokasi 2 sebesar 0.385 mg/kg, sementara kadar Cd pada tubuhnya sebesar 0,026 mg/l. Kadar dari Pb dan Cd di kedua lokasi tersebut masih di bawah nilai ambang batas Standar Nasional Indonesia yaitu 2.0 mg/kg, maka aman untuk dikonsumsi.
PENGARUH KOMBINASI PAKAN PELET DAN Wolffia arrhiza TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) PENDEDERAN II Sony Wicaksono; Sutaman; Ninik Umi Hartanti
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i2.414

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pakan pelet komersial dan Wolffia arrhiza terhadap performa pertumbuhan benih ikan nila salin (Oreochromis niloticus) pendederan II. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan rasio pelet dan wolffia: Kontrol (100:0), A (85:15), B (75:25), dan C (65:35). Hasil menunjukkan bahwa pemberian pakan kombinasi berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan pertumbuhan panjang mutlak, namun tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR). Penurunan performa pertumbuhan pada pakan kombinasi dibandingkan kontrol diduga akibat hambatan serat kasar (selulosa) dinding sel wolffia serta pengalihan energi pakan untuk proses osmoregulasi di media payau (6 ‰) dan adaptasi terhadap fluktuasi amonia (0,4-0,8 mg/l). Rasio konversi pakan (FCR) cenderung meningkat seiring bertambahnya proporsi wolffia, dengan nilai terbaik pada Kontrol (1,5) diikuti Perlakuan A (2,4). Meskipun terjadi penurunan efisiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup tetap stabil dan tidak berbeda nyata pada kisaran 79-88%. Penelitian menyimpulkan bahwa Perlakuan A (substitusi 15% wolffia) merupakan dosis paling efektif yang mampu menyokong pertumbuhan dengan performa panjang mutlak yang secara statistik setara dengan kontrol, sehingga berpotensi sebagai alternatif pakan pendorong efisiensi biaya.