Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Menuju Perfect Supplier Order Fulfillment sebagai Upaya Menghadapi Disrupsi Logistik Noviantoro, Ahmad Afifudin; Kusrini, Elisa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i6.15386

Abstract

Kinerja supply chain di PT. ABC masih perlu dilakukan pengembangan sebab seringkali disrupsi logistik yang dipengaruhi oleh pemasok masih terjadi sehingga isu ketahanan rantai pasok dalam memenuhi kebutuhan pelanggan menjadi perhatian yang perlu dicari solusinya. Analisa manajemen rantai pasok terutama pada aspek ketahanan (resilience) penting bagi PT. ABC yang terus berupaya untuk mengembangkan kinerja dan produktivitas perusahaannya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui sejauh mana ketahanan rantai pasokan di PT. ABC dalam memenuhi kebutuhan pelanggan serta menghasilkan strategi yang harus dilakukan untuk meningkatkan ketahanan rantai pasokan di PT. ABC. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan Model SCOR-DS (Digital Standard) dalam scope resilience dan reliability sebagai performance attribute-nya. Hasil analisis menunjukkan ketahanan rantai pasokan di PT. ABC masih belum stabil dengan persentase capaian leadtime supply oleh supplier hanya memperoleh nilai 67,29%, sedangkan target capaiannya adalah 90% yang berarti supplier belum mampu mensuplai dalam waktu maksimal 7 hari. Project improvement yang harus dilakukan meliputi procurement terms & conditions review, freight carrier delivery performance evaluation, dan regular reconciliation meetings sebagai prioritas pertama, lalu consignment inventory sebagai prioritas kedua.
The Moderating Role of Digital Culture in the Relationship between Physical Ergonomics and Organizational Culture in SMI Nurwildani, Mohammad Fajar; Hari Purnomo; Elisa Kusrini; Hartomo Soewardi
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): November - January
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i1.2666

Abstract

This study investigates the moderating role of digital culture in the relationship between physical ergonomics, organizational culture, and the performance of Small and Medium Industries (SMI). Using survey data from 123 manufacturing SME employees in Tegal, Indonesia, the analysis employed Structural Equation Modeling (SEM-AMOS). The findings reveal that digital culture significantly moderates the relationship between physical ergonomics and organizational culture (β = 0.083; CR = 12.126; p < 0.001). However, physical ergonomics demonstrated an unexpected negative effect (β = –1.031; CR = –5.958; p < 0.001). In addition, organizational culture was found to have no significant influence on performance (β = 0.113; CR = 1.038; p = 0.299). These counterintuitive results highlight digital culture as a key moderator that strengthens the adaptive role of ergonomics. The study contributes by demonstrating the complex interplay between ergonomics, organizational culture, and digitalization, offering practical insights for SME managers to integrate ergonomic practices with digital initiatives to enhance competitiveness.
Ergonomic Study in Developing The Organizational Culture to Improve SME's Performance Nurwildani, Mohammad Fajar; Purnomo, Hari; Soewardi, Hartomo; Kusrini, Elisa
Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/jaets.v7i1.8084

Abstract

In industrial companies, both large and small-scale, performance is the main indicator of organizational success. Optimal performance can be achieved if the organization implements a healthy and effective organizational culture. On the contrary, an improper organizational culture can lead to conflicts between employees and stakeholders. Conflicts often arise that can cause work discomfort. The impact is to reduce work morale, negatively impacting performance and leading to a decline. Therefore, organizations need to build a culture that considers the human factor. One approach that can be applied is the concept of ergonomics, which integrates physical, cognitive, and organizational aspects to create a comfortable work environment so that employees can work healthily and effectively. This study aims to analyze the role of ergonomics on organizational culture and its implications in improving worker performance in the SME environment. This study uses a quantitative approach, supported by field observations and structured interviews with workers and managers of SMEs. Data analysis was carried out using the Structural Equation Modeling (SEM) method. The results of the study show that ergonomic aspects that have a significant effect on the formation of organizational culture with a loading factor value greater than 0.7 include physical ergonomics through workload variables (with work duration indicators), work environment variables (with temperature, humidity, lighting, and noise indicators), and equipment and equipment variables (with indicators of tool and machine design conditions, cognitive ergonomics (with indicators of perception, logical reasoning, and working relationships); and organizational ergonomics through work system design variables (with communication indicators and task variations) and work organization variables (with organizational structure indicators). These findings confirm that improving ergonomics not only creates a healthier and more efficient work environment but also strengthens organizational cultural values, which ultimately positively impacts the overall performance of SMEs
Penguatan Budaya 5S di SMK X Pahang, Kuantan Untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah Bersih dan Tertib Kusrini, Elisa; Soewardi, Hartomo; A.P, Rezki Amelia Aminuddin.; Basumerda, Chancard; A.P., Rezki Amelia Aminuddin; Ardiansyah, Lalu Muhammad Davin; Rana, Zahid Anugrah Muzaffar
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol7.iss1.art6

Abstract

Lingkungan belajar yang bersih dan tertib menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan produktif. Namun, masih banyak sekolah yang belum memiliki budaya kerja yang terstruktur dalam menjaga kebersihan dan keteraturan. Program pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan dan menguatkan budaya 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) di Sekolah Menengah Kejuruan X Pahang, Kuantan. Metode kegiatan meliputi observasi awal, sosialisasi dan pelatihan 5S, implementasi lapangan, serta monitoring dan evaluasi.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kebersihan lingkungan sekolah sebesar 65% berdasarkan hasil observasi sebelum dan sesudah program, serta peningkatan partisipasi aktif warga sekolah hingga 80% dalam kegiatan rutin 5S. Selain itu, kesadaran siswa dan guru terhadap pentingnya kedisiplinan meningkat signifikan, yang terlihat dari konsistensi penerapan jadwal kebersihan dan keteraturan ruang kelas. Program ini juga membangun partisipasi aktif seluruh warga sekolah dan memperkuat rasa tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan belajar. Kendala yang dihadapi berupa kurangnya konsistensi awal dalam penerapan 5S, namun dapat diatasi melalui evaluasi dan pendampingan berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi awal terbentuknya budaya kerja bersih dan tertib yang berkelanjutan di lingkungan SMK X Pahang, Kuantan.
Penguatan Budaya Keselamatan Laboratorium Universitas X Malaysia melalui Identifikasi Risiko dan Penerapan K3 Soewardi, Hartomo; Kusrini, Elisa; Basumerda, Chancard; Gunawan, Azita Salsabiela; Parhan, Baiq Dewi Lestari; A.P., Rezki Amelia Aminuddin
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol7.iss1.art7

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di laboratorium universitas merupakan aspek penting yang harus diterapkan untuk mencegah kecelakaan dan menciptakan lingkungan kerja yang aman. Namun, kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur K3 di beberapa laboratorium pendidikan masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan menguatkan budaya keselamatan kerja di laboratorium Universitas X Malaysia. Metode kegiatan meliputi observasi risiko di laboratorium teknik dan kimia, pelaksanaan pelatihan K3, simulasi evakuasi darurat, serta implementasi penerapan K3 selama empat minggu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa potensi risiko utama meliputi bahaya listrik, bahaya kimia, serta kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD). Setelah pelatihan dan implementasi, terjadi peningkatan signifikan dalam penggunaan APD, kepatuhan terhadap SOP, serta kesadaran mahasiswa dalam melaporkan potensi bahaya. Lingkungan laboratorium menjadi lebih aman, tertib, dan terorganisir. Tim K3 laboratorium yang dibentuk berhasil menurunkan tingkat ketidakpatuhan dari 60% menjadi 10%. Kegiatan ini berkontribusi dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan di lingkungan laboratorium universitas.
Sustainable Supply Chain Management untuk UMKM Kusrini, Elisa; Prabaswari, Atyanti Dyah; Sutrisno, Wahyudhi; Fathurrohman, Mohammad Arsyad; Wigathie, Zahara Intan
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol7.iss1.art9

Abstract

Dalam upaya meningkatkan efisiensi sekaligus efektivitas pengelolaan logistik, pelaku usaha khususnya UMKM perlu membangun kapabilitas suistainable supply chain management. Merespons kebutuhan tersebut, diinisiasi pelatihan terstruktur mengenai Green Supply Chain Management (GSCM) yang berkembang menuju Sustainable Supply Chain Management (SSCM) dengan fokus penerapan pada empat ranah logistik hijau, yakni transportasi, pergudangan, kemasan, dan reverse logistics. Pelatihan diikuti oleh UMKM yang menangani operasi logistik dan distribusi untuk menilai penyerapan materi, serta dilengkapi latihan dan studi kasus yang merefleksikan kondisi lapangan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test, yang mengindikasikan pemahaman yang lebih baik atas praktik inti seperti optimasi rute dan muatan, efisiensi energi di gudang, perancangan kemasan berprinsip reduce–reuse–recycle, dan pengelolaan aliran balik produk. Selain peningkatan pengetahuan, peserta juga menyiapkan langkah pemantauan indikator sederhana yaitu energi, bahan bakar, limbah dan pengantar pelaporan keberlanjutan berbasis GRI yang proporsional bagi skala UMKM.
Desain Sistem Pengadaan Bahan Baku Berkelanjutan pada Produk Makanan Fitriani, Karina; Kusrini, Elisa; Soewardi, Hartomo
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5395

Abstract

This study aims to design a sustainable raw material procurement system for SMEs producing fish based food products, particularly otak-otak processors in Tanjungpinang, in response to declining fish supply and production instability that threaten business continuity. A quantitative descriptive approach was applied through benchmarking and SEM-PLS analysis to identify the most influential economic, social, and environmental factors in shaping the system design, referring to LKPP Regulation No. 157 of 2024. Data were obtained from 40 SMEs using questionnaires, interviews, and field observations. The results show that economic elements such as life cycle costing and production planning remain weak and therefore need to become priority components in the system design. In contrast, social and environmental dimensions perform well, particularly in community involvement, waste management, and eco friendly packaging, making them a strong foundation for developing the system. The analysis also highlights green suppliers and alternative sourcing as critical gaps that require strengthening through supplier evaluation mechanisms, long-term partnerships, and supply diversification. Based on these results, the study formulates a sustainable procurement system that aligns supplier selection, raw material planning, and environmental social compliance into one integrated framework. The design emphasizes clear procurement standards, measurable supplier performance indicators, and structured collaboration within the supply chain to secure raw material availability while minimizing environmental and social risks. This system provides a practical roadmap for SMEs to shift from reactive purchasing to strategic and sustainability-driven procurement, strengthening operational resilience and long term business viability.
Bibliometric Mapping and Narrative Review of Macroergonomics in Modern Industry Nurwildani, Mohammad Fajar; Purnomo, Hari; Soewardi, Hartomo; Kusrini, Elisa
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 18, No 1 (2026): Februari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/angkasa.v18i1.3887

Abstract

The rapid acceleration of modern industry driven by automation and AI requires a systematic approach to aligning workers, technology, and organizations, a role addressed by macro ergonomics. This study maps the intellectual structure and evolution of macro ergonomics in modern industrial contexts through a hybrid systematic literature review and bibliometric analysis of 233 Scopus-indexed documents. Using R-based bibliometric methods, key trends, collaboration networks, and thematic clusters were identified. The findings show that macro ergonomics has evolved into a critical sociotechnical framework for Industry 4.0/5.0, supporting organizational resilience, safe human–AI integration, and the reduction of systemic risks in automated environments. Three dominant research themes emerge: digital integration, organizational optimization, and human-centered design, alongside notable gaps in global collaboration and SME applications. Overall, this study consolidates the scientific landscape of macro ergonomics and provides guidance for future research and practical implementation of holistic, adaptive, and human-centric work systems.