Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Study of The Effect of Leaching Time of Manganese Ore from Pujananting District, Barru Regency Using The Hydrometallurgical Method Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Muhammad Fajrul; Muhammad Idris Juradi; Mubdiana Arifin; Suriyanto Bakri
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v10i1.1584

Abstract

In the mining industry, increasing the content of valuable minerals in the ore levels needs to be done to add economic value. One of the methods to increase copper ore levels is leaching using a sulfuric acid solution. The purpose of this study is to determine the effect of leaching time variations on manganese gain. Lysis was carried out using a sulfuric acid solution of 30 ml per leach, a sample weight of 20 gr for each leach, a grain size of -150 mesh, a stirring speed of 200 rpm with variations in leaching time of 90 minutes, 120 minutes, 150 minutes, 180 minutes. The filtrate results from the leachate were then analyzed using the Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The results of this study obtained the dissolved Mn at a 90-minute runtime of 14.4045902%, at a 120-minute runtime of 14.4221077%, at a 150-minute runoff time of 14.4173441% and at a 180-minute runoff time of 14.4244638%. Based on the results of the study, the optimal time was obtained the highest dissolved Mn is at 180 minutes of leaching.
Benefisiasi Pasir Besi Pantai Karsut Daerah Jeneponto Dengan Metode Konsentrasi Magnetic Separator Bakri, Suriyanto; Mursit, Mursalat; Juradi, Muhammad Idris; Arifin, Mubdiana
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i1.53438

Abstract

Pasir besi pada umumnya merupakan pasir besi pantai yang banyak tersebar di Indonesia khususnya di Sulawesi selatan. Pasir besi yang mengandung persentase kadar besi yang memenuhi syarat dapat langsung digunakan sebagai bahan campuran, namun berbeda halnya pasir besi yang mengandung kadar besi yang kurang. Daerah sepanjang Pantai Karsut Daerah Jeneponto terdapat pasir besi dengan persentase kandungan Fe di bawah 45%. Kandungan besi yang rendah pada pasir besi dapat ditingkatkan kadarnya dengan pemisahan antara mineral magnetic dengan mineral non magnetiknya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kadar dan recovery besi pada bijih besi asal Pantai Karsut Daerah Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel awal dianalisis menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF). Percobaan konsentrasi pasir besi menggunakan magnetic separator dengan variasi kecepatan putar drum yaitu pada kecepatan 200 rpm, 250 rpm, 300 rpm. Produk berupa konsentrat dilakukan analisis XRF dan dilakukan perhitungan kadar dan recovery. Hasil penelitian terhadap sampel pasir besi asal Pantai Karsut Daerah Jeneponto menggunakan magnetic separator diperoleh peningkatan kadar mineral besi oksida Fe2O3 rata-rata sebesar 8,05% untuk masing-masing variasi kecepatan putar drum. Kadar Fe2O3 meningkat seiring meningkatnya nilai kecepatan putar drum, begitupun recovery yang diperoleh. Dihasilkan kadar Fe2O3 tertinggi pada kecepatan 300 rpm dengan recovery 80,88%.