Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

STUDI PENINGKATAN KADAR BIJIH MANGAN MENGGUNAKAN SHAKING TABLE PADA DAERAH PALUDDA KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN Bakri, Suriyanto; Fitria, Ade Nurul; Wakila, Muhammad Hardin; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Arifin, Mubdiana
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i1.769

Abstract

Bijih mangan kadar rendah di Indonesia sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama raw material hasil penambangan. Shaking table atau meja goyang merupakan pemisahan material dengan cara mengalirkan air yang tipis pada suatu meja bergoyang dengan menggunakan media aliran tipis dari air. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik dan kemiringan deck yang optimum meningkatkan kadar dan recovery bijih mangan. Pada pelaksanaannya, penelitian dimulai pada tahap pengambilan sampel, preparasi, karakterisasi sampel umpan, percobaan dengan shaking table, karakterisasi sampel produk, analisis dan perhitungan kadar dan recovery bijih mangan. Hasil penelitian diperoleh bahwa sampel bijih mangan asal daerah Palludda didominasi oleh mineral hematit, mangan, silika dan disusul oleh mineral-mineral minor dengan persentase di bawah 1%. Hasil pemisahan mineral MnO didapatkan Recovery optimum diperoleh pada kemiringan deck 9° sebesar 50,33%, persentase kadar MnO sebesar 35,68%.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Asam Organik Terhadap Nilai Recovery Nikel Pada Proses Leaching Nikel Laterit Arifin, Mubdiana; Bakhri, Syamsul; Juradi, Muhammad Idris; Bakri, Suriyanto; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Angga Mulia, Muhammad Ilham
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.624

Abstract

Nikel merupakan salah satu hasil pertambangan yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan. Nikel digunakan sebagai bahan paduan logam dan pelapis logam. Proses pengolahan nikel dari bijih nikel laterit jenis limonit dengan metode Atmospheric Pressure Acid Leaching (APAL) dinilai lebih murah dibandingkan metode hidrometalurgi lainnya, karena konsumsi energi dan biaya operasionalnya cukup rendah, sehingga dapat dijadikan salah satu metode pengolahan nikel alternatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi pelarut asam organik terhadap persen perolehan nikel. Media pelarut yang digunakan adalah larutan asam asetat (CH3COOH). Sebelum proses pelindian, dilakukan uji karakterisasi awal menggunakan analisis XRD, XRF dan AAS untuk mengetahui komposisi mineralogi dan kimia sampel bijih nikel yang akan digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan konsentrasi asam asetat yaitu 2,5, 5, 7,5, dan 10 M, ukuran partikel -200 mesh, suhu operasi 90°C, kecepatan pengadukan 200 rpm, dan waktu pelindian selama 120 menit. Analisa kandungan nikel setelah proses pelindian menggunakan analisis AAS, kemudian dihitung persen pereolehan nikelnya. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi asam asetat berpengaruh terhadap perolehan nikel. Peningkatan konsentrasi asam asetat juga meningkatkan persentase perolehan nikel. Hasil terbaik pada proses pelindian yaitu pada konsentrasi asam asetat 10 M dengan perolehan nikel sebesar 96,159%.
Pemberdayaan Warga Desa Dalam Pemetaan Potensi Pariwisata Nawir, Alfian; Yusuf, Firman Nullah; Arifin, Mubdiana; Jafar, Nurliah; Anggamulia, Muh. Ilham
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v8i1.4568

Abstract

Desa Pattappa merupakan Desa di bagian timur dari Kabupaten Barru. Topografi perbukitan sampai pegunungan adalah ciri khas Desa ini dan memiliki banyak potensi bahan galian atau sumberdaya mineral dan batubara. Permasalahan utama Desa ini adalah kurangnya sumberdaya penduduk usia produktif yang merantau karena kurangnya lapangan pekerjaan di Desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PAD), dan agen pembangunan desa dinilai kurang kreatif. Dari anggaran desa yang besar, sebagian besar digunakan untuk belanja aparatur. Tujuan kegiatan adalah untuk mengungkap potensi geowisata dan mengetahui tingkat partisipasi warga dalam pengembangan Desa menuju desa sejahtera dan mandiri. Metode pemberdayaan dengan mengadakan sosialisasi dan melakukan pelatihan pemetaan potensi desa. Hasil kegiatan, selain mengungkap sejumlah potensi geowisata yang terdiri atas air terjun, perkebunan nanas, dan panorama desa. Hasil pengabdian juga menunjukkan terjadinya perubahan paradigma pengembangan Desa menuju Desa Wisata, melalui partisipasi aktif masyarakat dalam menunjang kegiatan yang dilakukan dan terbentuknya Tim Pengurus Pengembangan Desa Wisata.
Karakteristik Jenis dan Geokimia Batugamping Formasi Wapulaka untuk Bahan Baku Industri di Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara Chalik, Citra Aulian; Januar, Rezki Reyditha; Arifin, Mubdiana
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v16i2.857

Abstract

© JGSM. This is an open access articleunder the CC-BY-NC license (https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/)Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 2 Mei 2025 hal. 77-85Abstrak- Daerah Buton Selatan memiliki prospek bahangalian batugamping yang cukup besar, hal ini ditunjukandari peta geologi lembar Buton bahwa daerah ButonSelatan terdapat Formasi Wapulaka yang merupakanformasi batugamping selain itu beberapa lokasi di ButonSelatan terdapat penambangan batugamping yang belumberkembang aktif. Penambangan batugamping masihmembutuhkan data-data eksplorasi dan pengembanganinfrastruktur di daerah tersebut. Oleh karena itu data tentangpotensi batugamping di Buton Selatan perlu ditingkatkanuntuk mendukung kebutuhan pemerintah dan masyarakat.Daerah penelitian berada di Kecamatan Sampolawa,Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristikjenis dan geokimia batugamping formasi Wapulaka sebagaiacuan karakteristik batugamping untuk bahan baku industri.Karakteristik jenis batugamping di daerah penelitian terdiridari jenis wackestone dan jenis packstone. Jenis yangberkembang di daerah penelitian terdiri grain: bioklas, mud:kalsit, pure: vug dan channel. Berdasarkan analisis geokimiabatugamping di daerah penelitian memiliki KandunganCaO hingga 99%, hal ini dipengaruhi oleh adanya cangkang-cangkang atau fosil pada batugamping. Karakteristik fasiesdan geokimia menunjukan karakteristik batugamping yangakan digunakan sebagai bahan baku industri seperti: semen,bahan bangunan, industri peleburan dan pemurnian baja.
The Leaching of Manganese Ore from Patappa, Barru Regency, South Sulawesi Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Jafar, Nurliah; Heriansyah, Andi Fahdli; Arifin, Mubdiana; Juradi, Muhammad Idris; Febrianty, Vanda; Utami, Hesti; Bakri, Suriyanto
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 13 No 2 (2025): Edition for September 2025
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2025.13-sit

Abstract

Manganese ores are considered economical and worth selling if they have a purity value above 40%. However, not all mined manganese metal minerals have the appropriate purity value. Manganese metal minerals can be processed using various hydrometallurgical methods to separate metal minerals from their associated minerals using solvents. The purpose of this study is to determine the results of manganese leaching recovery at each variation of temperature and percent solids and to determine the effect of both on manganese recovery. The findings of this study could significantly contribute to the field of metallurgy and mineral processing by providing a deeper understanding of the factors influencing manganese recovery. The method used in this study began with sample preparation. The results of sample preparation were analyzed using XRD (X-ray diffraction) and XRF (X-ray fluorescence). Some of the sample preparation results were leached with several variations in temperature; the leaching results were continued with analysis using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). The results showed that increasing the leaching temperature and percent solids would increase the leaching reaction rate, resulting in higher Mn recovery.
Benefisiasi Pasir Besi Pantai Karsut Daerah Jeneponto Dengan Metode Konsentrasi Magnetic Separator Bakri, Suriyanto; Mursit, Mursalat; Juradi, Muhammad Idris; Arifin, Mubdiana
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i1.53438

Abstract

Pasir besi pada umumnya merupakan pasir besi pantai yang banyak tersebar di Indonesia khususnya di Sulawesi selatan. Pasir besi yang mengandung persentase kadar besi yang memenuhi syarat dapat langsung digunakan sebagai bahan campuran, namun berbeda halnya pasir besi yang mengandung kadar besi yang kurang. Daerah sepanjang Pantai Karsut Daerah Jeneponto terdapat pasir besi dengan persentase kandungan Fe di bawah 45%. Kandungan besi yang rendah pada pasir besi dapat ditingkatkan kadarnya dengan pemisahan antara mineral magnetik dengan mineral non magnetiknya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kadar dan recovery besi pada bijih besi asal Pantai Karsut Daerah Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel awal dianalisis menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF). Percobaan konsentrasi pasir besi menggunakan magnetic separator dengan variasi kecepatan putar drum yaitu pada kecepatan 200 rpm, 250 rpm, 300 rpm. Produk berupa konsentrat dilakukan analisis XRF dan dilakukan perhitungan kadar dan recovery. Hasil penelitian terhadap sampel pasir besi asal Pantai Karsut Daerah Jeneponto menggunakan magnetic separator diperoleh peningkatan kadar mineral besi oksida Fe2O3 rata-rata sebesar 8,05% untuk masing-masing variasi kecepatan putar drum. Kadar Fe2O3 meningkat seiring meningkatnya nilai kecepatan putar drum, begitupun recovery yang diperoleh. Dihasilkan kadar Fe2O3 tertinggi pada kecepatan 300 rpm dengan recovery 80,88%.
Analisis Kualitas Batubara Berdasarkan Analisis Proksimat, Total Sulfur dan Kalori di Site Jhonlin Group PT Tribhakti Inspektama: Coal Quality Analysis Based on Proximate Analysis, Total Sulfur and Calories at the Jhonlin Group Site, PT Tribhakti Inspektama Bakri, Suriyanto; Widodo, Sri; Arifin, Mubdiana; Ardana, Rifal
Journal of Engineering Science and Technology Applications Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Engineering Science and Technology Applications
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jesta.v3i2.299

Abstract

Coal is one of the fossil energy sources that remains the backbone of national energy needs, especially in the power generation and processing industries. The quality of coal greatly determines its economic value and efficiency of use, so a comprehensive analysis of coal characteristics is needed to determine its suitability for industry specifications and end-user requirements. PT Tribhakti Inspektama, as an independent inspection agency operating in the Jhonlin Group's working area, plays an important role in testing and monitoring the quality of coal to be marketed. This study aims to analyze coal quality based on the results of proximate analysis, total sulfur content, and calorific value in the Jhonlin Group mining area. The research method was carried out by taking coal samples from the stock file, preparing them, and analyzing them in the laboratory. The results of the study show that the proximate analysis of the samples was 4.13% ash, 20.87% moisture content, 42.21% volatile matter, and 32.77% fixed carbon. The coal in the study area is categorized as lignite with a low to sub-bituminous rating, so it still has the potential to be used for the cement industry and coal-fired power plants.
Analisis Mineralogi Kaolin dari Dusun Salomoni Desa Lipukasi Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan Harwan, Harwan; Arifin, Mubdiana; Al Ghifari, Muh. Ghazy
Jurnal of Mining Insight Vol 3 No 4 (2025): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v3i4.311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik mineralogi dan kimia kaolin yang terdapat di Dusun Salomoni, Desa Lipukasi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan dengan metode grab sampling pada beberapa titik singkapan kaolin untuk memperoleh representasi yang akurat terhadap kondisi mineral di lapangan. Sampel yang diperoleh dianalisis menggunakan metode X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF) guna mengidentifikasi mineral penyusun serta menentukan komposisi kimianya. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa mineral utama penyusun kaolin adalah kuarsa (38,6%) dan kaolinit (33,6%), disertai mineral minor seperti bytonite (14,4%), albite (12,7%), dan magnetit (0,7%). Sementara itu, hasil analisis XRF menunjukkan kandungan utama aluminium oksida (Al₂O₃) sebesar 48,77% dan silika (SiO₂) sebesar 47,59% dengan rasio mendekati 1:1, yang mengindikasikan dominasi mineral kaolinit dan tingkat kemurnian tinggi. Kandungan Fe₂O₃ sebesar 1,8% menunjukkan adanya pengotor besi dalam jumlah terbatas yang masih dapat diturunkan melalui proses pemurnian. Berdasarkan karakteristik mineralogi dan kimianya, kaolin dari daerah penelitian dikategorikan sebagai kaolin sekunder yang terbentuk akibat proses alterasi hidrotermal pada batuan tuf Formasi Camba. Dengan kandungan mineral utama yang dominan serta pengotor yang rendah, kaolin ini memiliki potensi ekonomi tinggi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku industri keramik, kertas, cat, dan kosmetik. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi awal dalam pengembangan sumber daya mineral non-logam, khususnya kaolin di wilayah Sulawesi Selatan.
Effect of Drum Rotation Speed on Magnetic Separation Efficiency for Iron Grade Improvement of Galesong Beach Iron Sand Takalar Regency Suriyanto Bakri; Mubdiana Arifin; Aldi Suryadi; Arif Nurwaskito; Firdaus
Cognitia : International Engineering Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Cognitia : International Engineering Journal
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/ciej.v1i2.9

Abstract

Iron sand is a deposit along the coast formed from the weathering of rocks containing iron minerals, such as in Galesong Beach, Takalar, South Sulawesi. Its utilization is still minimal due to the lack of knowledge of its content and properties, so it is necessary to increase the content to obtain optimal recovery before being processed into useful products. This study aims to analyze the geochemistry of iron sand with XRF and XRD, determine the optimal recovery, and the best drum rotation speed on a magnetic separator for its processing. The method of increasing the content of iron sand uses magnetic concentration. The results of the XRD analysis show that the iron sand sample is composed of minerals such as Orthoclase (KALSi3O8), Magnetite (Fe3O4), Quartz (SiO2), Iron ore (Fe2O3), Kaolinite (Al2O9Si2). The results of the XRF analysis have Fe2O3 = 23.40%, SiO2 = 38.38%, Al2O3 = 25.92%, CaO = 7.16 %, TiO2 = 2.60 %, and K2O, MnO, V2O5, Cr2O3, ZrO, SrO, ZnO, P2O5 each below 1%. The iron ore (Fe2O3) content of the concentrate product at each drum rotation speed is 45.11 %, 43.06 % and 64.16 % with recovery values of 75.19 %, 69.18 % and 97.16 %. The percentage of Fe2O3 content and the most optimal recovery rate are obtained at a rotation speed of 600 rpm
Study of Coal Ash Content Separation in Mallawa Area using The Dense Medium Separation Method Arifin, Mubdiana; Bakri, Suriyanto; Juradi, Muhammad Idris; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Zulkarnaen, Dina
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 5, No 2 (February 2025)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v5i2.14029

Abstract

Coal remains a major energy source globally, particularly for power generation and industries like iron, steel, chemicals, and cement. Indonesia's coal reserves are widespread, spanning regions such as Aceh, South Sumatra, East Kalimantan, and South Kalimantan. The Mallawa Formation in South Sulawesi also has coal, but it is of low quality due to high ash content, which lowers the calorific value and increases environmental pollution. Therefore, beneficiation is necessary to reduce ash content. The Dense Medium Separation method effectively separates coal from impurity minerals based on density. This study aims to evaluate ash reduction and separation yield across various coal fraction sizes. The coal washing process was conducted on fractions -60+80, -80+100, -100+150, and -150+200 mesh, using a perchloroethylene solution with a density of 1.6 g/ml as the separation medium. Initial coal sample analyses included proximate, calorific value, total sulfur, and mineral matter. Results showed Mallawa coal has 2.94% moisture, 40.60% volatile matter, 47.39% fixed carbon, 9.07% ash, 2.41% total sulfur, and 7053 kcal/kg calorific value, containing quartz, pyrite, calcite, and chlorite minerals. The DMS process on the -150+200 mesh fraction gave the best outcomes, with 50.39% ash elimination and 30.7% yield, making it the optimum size for ash separation in Mallawa coal.