Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perbedaan Nasehat Barat dan Nasehat Islam: The Difference Between Western Counsel and Islamic Counsel Ujang Sayuti; Gusril Kenedi; Ulfatmi; Afnibar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4881

Abstract

Bimbingan Konseling Islam adalah suatu proses pemberian bantuan secara terus menerus dan sistematis terhadap individu atau sekelompok orang yang sedang mengalami kesulitan lahir dan batin untuk dapat memahami dirinya dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. Dalam tulisan ini ingin diangkat permasalahan tentang perbedaan Konseling Islam dengan Konseling Barat, model aplikasi bimbingan Konseling Islam berdasarkan kajian teoretis, kreativitas konselor dalam mengambil keputusan, teknik-teknik konseling, konsep dasar kelompok dan dinamika kelompok, dan yang terakhir tentang kedudukan bimbingan individu dan kelompok. Tulisan ini menggunakan studi kepustakaan atau analisis dokumenter berkenaan dengan apa yang sudah dikemukakan oleh para ahli psikologi, lebih utama lagi oleh para ahli konseling Islam. Yang mana dari uraian data yang dikemukakan terkuak tentang makna Konseling dalam perspektif Islam, pada prinsipnya bukanlah teori baru, karena ajaran Islam tertuang dalam Alquran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW merupakan ajaran untuk manusia memperoleh kebahagian hidup di dunia dan akhirat.
Konseling di Sekolah Tinggi: Counciling in Higher Schools Zulfahman Siregar; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4882

Abstract

Pelayanan bimbingan dan konseling dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengajaran. Problem akademik merupakan hambatan atau kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam merencanakan rencana kedepannya. Ada beberapa problem sosial pribadi yang mungkin dihadapimahasiswa adalah sebagai berikut diantaranya :1) Kesulitan ekonomi / Biaya Kuliah, 2) Kesulitan berkenaan dengan masalah pemondokan, 3) Kesulitan menyesuaikan diri dengan teman sesame mahasiswa baik di lingkungan mahasiswa, khususnya mahasiswa pendatang, 4) Kesulitan menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar tempat tinggal mahasiswa khususnya mahasiswa pendatang, 5) Kesulitan karena masalah keluarga, 6) Kesulitan karena masalah pribadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka untuk menelaah pentingnya konseling di perguruan tinggi. Agar tujuan dari bimbingan dan konseling di perguruan tinggi tercapai, hal ini harus dilakukan oleh profesional agar bimbingan dan konseling mendapatkan hasil yang optimal. Bimbingan karir mempermudah mahasiswa memahami tentang dunia kerja dan tugas pekerjaan. Melalui bimbingan karir ini para mahasiswa tahun semester akhir, fresh graduate, para lulusan atau alumni yang tengah berada dalam masa penantian untuk memperoleh pekerjaan akan lebih siap menghadapi tuntutan untuk pekerjaan sehingga dapat meminimalisir masalah yang akan timbul berkaitan dengan kekhawatiran yang tidak siap memasuki dunia kerja.
Konsultasi Keluarga: Family Consulting Erwin; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4894

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses pelaksanaan konseling keluarga dalam mencegah perceraian, upaya yang dilakukan untuk mencegah perceraian, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan konseling keluarga dalam mencegah perceraian, dan hasil dari pelaksanaannya di Biro Konsultasi Hukum Islam dan Keluarga. Penelitian deskriptif kualiatif digunakan. Konselor dan klien adalah subjek data. Kebasahan data diuji dengan triangulasi sumber. Studi ini menemukan bahwa (1) unsur-unsur konseling belum terpenuhi dalam praktik konseling keluarga; (2) faktor yang mendukung adalah klien yang terbuka, adanya kedua klien (suami dan istri) lengkap, kerjasama yang baik antara konselor dan klien, dan konselor yang berpengalaman dalam menangani masalah; dan (3) faktor yang menghalangi adalah administrasi, ruang layanan yang tidak memadai, pasangan yang tidak lengkap, dan sebagainya.
Manajemen Diagnostik Kesulitan Belajar Berbasis Nilai Islam dalam Pembelajaran Remedial di Lembaga Pendidikan Islam Sartika; Afnibar; Ulfatmi
MANAGIERE: Journal of Islamic Educational Management Vol. 4 No. 2 (2025): MANAGIERE: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Published by the Postgraduate Program in Islamic Education Management, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/managiere.v4i2.2422

Abstract

This article explores the management of diagnostic assessment for learning difficulties integrated with Islamic values in the implementation of remedial learning within Islamic educational institutions. Using a library research approach, this study analyzes theoretical concepts, principles, and relevant scholarly findings from books and reputable journals. The results reveal that diagnostic management is essential for systematically identifying students’ learning barriers and determining appropriate remedial interventions. Integrating Islamic values into remedial learning not only supports cognitive improvement but also strengthens spiritual, moral, and emotional dimensions in accordance with the principle of rahmatan lil ‘alamin. Core values such as patience, trustworthiness, cooperation (ta‘awun), and excellence (ihsan) provide an ethical foundation for educators in conducting humanistic, fair, and transformative diagnostic and remedial processes. Artikel ini mengkaji manajemen diagnostik kesulitan belajar yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam dalam pelaksanaan pembelajaran remedial di lembaga pendidikan Islam. Melalui pendekatan penelitian kepustakaan, studi ini menganalisis konsep teoretis, prinsip, serta temuan ilmiah yang relevan dari buku dan jurnal bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen diagnostik berperan penting dalam mengidentifikasi hambatan belajar peserta didik secara sistematis dan menentukan intervensi remedial yang tepat. Integrasi nilai Islam dalam pembelajaran remedial tidak hanya mendorong perbaikan kognitif, tetapi juga penguatan spiritual, moral, dan emosional sesuai prinsip rahmatan lil ‘alamin. Nilai-nilai seperti sabar, amanah, ta‘awun, dan ihsan menjadi landasan etis bagi pendidik dalam menjalankan proses diagnosis dan remedial yang humanis, adil, dan transformatif. 
Tahap-Tahap dan Tugas Perkembangan Peserta Didik dalam Pandangan Islam Mona Eka Saputri; Afnibar; Ulfatmi
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.849

Abstract

Penelitian ini membahas tahap-tahap perkembangan manusia serta tugas perkembangan yang menyertainya dalam perspektif psikologi umum dan Psikopedagogik Islam. Setiap individu mengalami proses perkembangan sepanjang hayat yang mencakup aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, moral, dan spiritual. Mengacu pada teori perkembangan seperti Piaget, Erikson, Vygotsky, dan Havighurst, penelitian ini menjelaskan bahwa setiap tahap memiliki tugas spesifik yang memengaruhi keberhasilan individu pada fase berikutnya. Selain itu, penelitian ini menyoroti pandangan Islam tentang perkembangan manusia melalui konsep fitrah, tahap-tahap tanggung jawab dalam hadis, serta prinsip tarbiyah yang menekankan pengembangan holistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman komprehensif mengenai tahap dan tugas perkembangan sangat penting dalam merancang pendekatan pendidikan yang sesuai, baik pada aspek kurikulum, strategi pembelajaran, maupun pembinaan karakter. Implikasi teoritis dan praktis menegaskan pentingnya individualisasi pendidikan serta kolaborasi antara pendidik dan keluarga untuk mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
Classroom Teacher Collaboration Strategies in Guidance and Counseling Services in Elementary Schools: A Qualitative Study in Padang City and Solok Regency Susanti, Meri; Neviyarni; Jemkhairil; Afnibar
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.7981

Abstract

Guidance and counseling services in elementary schools are a crucial need because students are in a period of development. In elementary schools (SD), guidance and counseling services are carried out by class teachers. This condition requires class teachers to use the right strategy to establish collaboration with relevant elements, so that the services provided run effectively and efficiently. This study aims to identify and describe the collaboration strategies of classroom teachers in guidance and counseling services in elementary schools in the areas of personal, social, learning, and career development. The research method used is qualitative with a phenomenological approach, and in-depth interviews were conducted. The research informants were the head of the curriculum and elementary and secondary education students, the principal, and classroom teachers. The study found that guidance and counseling services in elementary schools were provided by classroom teachers. Various problems faced by students require intensive attention because they affect students' academic performance, especially those related to personal, social, and learning issues. To overcome these problems, appropriate strategies are needed that align with students' conditions and involve their families. Various problems faced by students require intensive attention because they affect students' academic performance, especially those related to personal, social, and learning issues. To overcome these problems, appropriate strategies are needed that align with students' conditions and involve good cooperation and mutual support among school personnel, principals, and parents. Keywords: collaboration strategies, guidance and counseling, classroom teachers, elementary schools Layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar merupakan sesuatu kebutuhan yang sangat krusial, karena mereka dalam masa perkembangan. Di Sekolah dasar (SD), layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan oleh guru kelas. Kondisi ini menuntut guru kelas menggunakan strategi yang tepat dalam menjalin kolaborasi dengan unsur terkait, agar layanan yang diberikan berjalan secara efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui wawancara secara mendalam. Informasi dikumpulkan pada Kasi kurikulum dan peserta didik pendidikan dasar dan menengah, kepala sekolah dasar, dan guru kelas. Dari hasil penelitian terungkap bahwa layanan bimbingan dan konseling disekolah dasar dilakukan oleh guru kelas. Berbagai persoalan yang dihadapi siswa memerlukan penanganan secara intensif karena berpengaruh terhadap akademik siswa, seperti masalah pribadi dan sosial. Untuk mengentaskan permasalahan ini diperlukan strategi yang tepat dan sesuai dengan kondisi siswa, dengan melibatkan kerjasama yang baik dan saling mendukung antar personal sekolah, kepala sekolah dan orang tua