Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Konseling Karir di Sekolah dan Dunia Kerja: Career Counseling in School and the World of Work Tabrani; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4880

Abstract

Bimbingan karir di sekolah sangat membantu siswa untuk mempunyai keterampilan dalam mengambil keputusan dengan karirnya, keberadaan nya tidak secara langsung membantu peserta didik dalam berkarir, namun lebih banyak bersifat memberi informasi, Supaya peserta didik bisa memahami potensi dirinya dengan baik dan mengetahui pekerjaan dan persyaratan yang harus dipenuhi agar terbentuk kecocokan dengan potensi minat dan kemampuan yang dimiliki nya. Tidak hanya di sekolah, di dunia kerjapun, kebutuhan akan konseling juga semakin meningkat dan sangat di butuhkan ke-eksistensi nya, tentu nya itu akibat dari semakin beragamnya dan konflek nya masalah-masalah yang dihadapi di dunia kerja. Konselor diharapkan dapat membantu menangani masalah atau kondisi tersebut, dengan cara memberi bantuan berupa bimbingan agar individu menjadi pribadi yang lebih baik, sehat, puas dalam pekerjaannya serta efektif dalam bekerja.
Perbedaan Nasehat Barat dan Nasehat Islam: The Difference Between Western Counsel and Islamic Counsel Ujang Sayuti; Gusril Kenedi; Ulfatmi; Afnibar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4881

Abstract

Bimbingan Konseling Islam adalah suatu proses pemberian bantuan secara terus menerus dan sistematis terhadap individu atau sekelompok orang yang sedang mengalami kesulitan lahir dan batin untuk dapat memahami dirinya dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. Dalam tulisan ini ingin diangkat permasalahan tentang perbedaan Konseling Islam dengan Konseling Barat, model aplikasi bimbingan Konseling Islam berdasarkan kajian teoretis, kreativitas konselor dalam mengambil keputusan, teknik-teknik konseling, konsep dasar kelompok dan dinamika kelompok, dan yang terakhir tentang kedudukan bimbingan individu dan kelompok. Tulisan ini menggunakan studi kepustakaan atau analisis dokumenter berkenaan dengan apa yang sudah dikemukakan oleh para ahli psikologi, lebih utama lagi oleh para ahli konseling Islam. Yang mana dari uraian data yang dikemukakan terkuak tentang makna Konseling dalam perspektif Islam, pada prinsipnya bukanlah teori baru, karena ajaran Islam tertuang dalam Alquran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW merupakan ajaran untuk manusia memperoleh kebahagian hidup di dunia dan akhirat.
Konseling di Sekolah Tinggi: Counciling in Higher Schools Zulfahman Siregar; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4882

Abstract

Pelayanan bimbingan dan konseling dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengajaran. Problem akademik merupakan hambatan atau kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam merencanakan rencana kedepannya. Ada beberapa problem sosial pribadi yang mungkin dihadapimahasiswa adalah sebagai berikut diantaranya :1) Kesulitan ekonomi / Biaya Kuliah, 2) Kesulitan berkenaan dengan masalah pemondokan, 3) Kesulitan menyesuaikan diri dengan teman sesame mahasiswa baik di lingkungan mahasiswa, khususnya mahasiswa pendatang, 4) Kesulitan menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar tempat tinggal mahasiswa khususnya mahasiswa pendatang, 5) Kesulitan karena masalah keluarga, 6) Kesulitan karena masalah pribadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka untuk menelaah pentingnya konseling di perguruan tinggi. Agar tujuan dari bimbingan dan konseling di perguruan tinggi tercapai, hal ini harus dilakukan oleh profesional agar bimbingan dan konseling mendapatkan hasil yang optimal. Bimbingan karir mempermudah mahasiswa memahami tentang dunia kerja dan tugas pekerjaan. Melalui bimbingan karir ini para mahasiswa tahun semester akhir, fresh graduate, para lulusan atau alumni yang tengah berada dalam masa penantian untuk memperoleh pekerjaan akan lebih siap menghadapi tuntutan untuk pekerjaan sehingga dapat meminimalisir masalah yang akan timbul berkaitan dengan kekhawatiran yang tidak siap memasuki dunia kerja.
Konsultasi Keluarga: Family Consulting Erwin; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4894

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses pelaksanaan konseling keluarga dalam mencegah perceraian, upaya yang dilakukan untuk mencegah perceraian, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan konseling keluarga dalam mencegah perceraian, dan hasil dari pelaksanaannya di Biro Konsultasi Hukum Islam dan Keluarga. Penelitian deskriptif kualiatif digunakan. Konselor dan klien adalah subjek data. Kebasahan data diuji dengan triangulasi sumber. Studi ini menemukan bahwa (1) unsur-unsur konseling belum terpenuhi dalam praktik konseling keluarga; (2) faktor yang mendukung adalah klien yang terbuka, adanya kedua klien (suami dan istri) lengkap, kerjasama yang baik antara konselor dan klien, dan konselor yang berpengalaman dalam menangani masalah; dan (3) faktor yang menghalangi adalah administrasi, ruang layanan yang tidak memadai, pasangan yang tidak lengkap, dan sebagainya.
Manajemen Diagnostik Kesulitan Belajar Berbasis Nilai Islam dalam Pembelajaran Remedial di Lembaga Pendidikan Islam Sartika; Afnibar; Ulfatmi
MANAGIERE: Journal of Islamic Educational Management Vol. 4 No. 2 (2025): MANAGIERE: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Published by the Postgraduate Program in Islamic Education Management, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/managiere.v4i2.2422

Abstract

This article explores the management of diagnostic assessment for learning difficulties integrated with Islamic values in the implementation of remedial learning within Islamic educational institutions. Using a library research approach, this study analyzes theoretical concepts, principles, and relevant scholarly findings from books and reputable journals. The results reveal that diagnostic management is essential for systematically identifying students’ learning barriers and determining appropriate remedial interventions. Integrating Islamic values into remedial learning not only supports cognitive improvement but also strengthens spiritual, moral, and emotional dimensions in accordance with the principle of rahmatan lil ‘alamin. Core values such as patience, trustworthiness, cooperation (ta‘awun), and excellence (ihsan) provide an ethical foundation for educators in conducting humanistic, fair, and transformative diagnostic and remedial processes. Artikel ini mengkaji manajemen diagnostik kesulitan belajar yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam dalam pelaksanaan pembelajaran remedial di lembaga pendidikan Islam. Melalui pendekatan penelitian kepustakaan, studi ini menganalisis konsep teoretis, prinsip, serta temuan ilmiah yang relevan dari buku dan jurnal bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen diagnostik berperan penting dalam mengidentifikasi hambatan belajar peserta didik secara sistematis dan menentukan intervensi remedial yang tepat. Integrasi nilai Islam dalam pembelajaran remedial tidak hanya mendorong perbaikan kognitif, tetapi juga penguatan spiritual, moral, dan emosional sesuai prinsip rahmatan lil ‘alamin. Nilai-nilai seperti sabar, amanah, ta‘awun, dan ihsan menjadi landasan etis bagi pendidik dalam menjalankan proses diagnosis dan remedial yang humanis, adil, dan transformatif. 
Tahap-Tahap dan Tugas Perkembangan Peserta Didik dalam Pandangan Islam Mona Eka Saputri; Afnibar; Ulfatmi
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.849

Abstract

Penelitian ini membahas tahap-tahap perkembangan manusia serta tugas perkembangan yang menyertainya dalam perspektif psikologi umum dan Psikopedagogik Islam. Setiap individu mengalami proses perkembangan sepanjang hayat yang mencakup aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, moral, dan spiritual. Mengacu pada teori perkembangan seperti Piaget, Erikson, Vygotsky, dan Havighurst, penelitian ini menjelaskan bahwa setiap tahap memiliki tugas spesifik yang memengaruhi keberhasilan individu pada fase berikutnya. Selain itu, penelitian ini menyoroti pandangan Islam tentang perkembangan manusia melalui konsep fitrah, tahap-tahap tanggung jawab dalam hadis, serta prinsip tarbiyah yang menekankan pengembangan holistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman komprehensif mengenai tahap dan tugas perkembangan sangat penting dalam merancang pendekatan pendidikan yang sesuai, baik pada aspek kurikulum, strategi pembelajaran, maupun pembinaan karakter. Implikasi teoritis dan praktis menegaskan pentingnya individualisasi pendidikan serta kolaborasi antara pendidik dan keluarga untuk mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.