Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Dampak Pemberitaan Pelecehan Seksual Media Online Terhadap Layanan Ojek Syar’i untuk Kebutuhan Berkendara Perempuan di Kabupaten Pesisir Selatan) Noprijon; Gusril Kenedi; Ulfatmi; Afnibar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.6545

Abstract

Tujuan penelitian ini membahas tentang “Dampak Pemberitaan Pelecehan Seksual Media Online Terhadap Layanan Ojek Syar’i untuk Kebutuhan Berkendara Perempuan di pesisir selatan”. Adapun sub permasalahan yaitu dampak pemberitaan media online terkait pelecehan seksual konsumen layanan ojek syar’i untuk kebutuhan berkendara perempuan, faktor keberhasilan ojek syar’i dalam menciptakan layanan yang aman dan nyaman untuk perempuan Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengambilan data dianalisis dengan cara induktif dalam hasil peneliti menggunakan metode yakni observasi, wawancara Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Pemberitaan media online terkait isu pelecehan seksual konsumen layanan ojek online cenderung berdampak terhadap layanan. Menimbulkan kekhawatiran dalam memesan jasa transportasi online khawatir mengendarai sepedah motor sendirian yang dapat memancing kejahatan jika pulang larut malam. Ada rasa cemas dalam menggunaan jasa transportasi online yang drivernya adalah laki-laki. Dampak inilah yang memicu ketakutan pada perempuan.Kurangnya kepercayaan pada mitra layanan transportasi online yang dirivernya adalah laki- laki. Faktor keberhasilan ojek syar’i dalam menciptakan layanan yang aman dan nyaman untuk perempuan. Jasa transportasi ojek syar’i ini mengedepankan metode “ yang kesemuanya masih menggunakan online dan masih bertahan hingga saat ini. Banyaknya perempuan-perempuan yang mensupport di buatnya layanan ojek syar’i khusus perempuan. Sulusi nya adalah dengan mecoba Layanan Well Sway yang sepenuhnya masih online, keunggulan dari layanan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu: Menggunakan sistem (Top Up) dan menggunakan sistem pemesanan.
Dampak Pemberitaan Pelecehan Seksual Media Online Terhadap Layanan Ojek Syar’i untuk Kebutuhan Berkendara Perempuan di kabupaten Pesisir Selatan) Noprijon; Gusril Kenedi; Ulfatmi; Afnibar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.6558

Abstract

Tujuan penelitian ini membahas tentang “Dampak Pemberitaan Pelecehan Seksual Media Online Terhadap Layanan Ojek Syar’i untuk Kebutuhan Berkendara Perempuan di pesisir selatan”. Adapun sub permasalahan yaitu dampak pemberitaan media online terkait pelecehan seksual konsumen layanan ojek syar’i untuk kebutuhan berkendara perempuan, faktor keberhasilan ojek syar’i dalam menciptakan layanan yang aman dan nyaman untuk perempuan Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengambilan data dianalisis dengan cara induktif dalam hasil peneliti menggunakan metode yakni observasi, wawancara Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Pemberitaan media online terkait isu pelecehan seksual konsumen layanan ojek online cenderung berdampak terhadap layanan. Menimbulkan kekhawatiran dalam memesan jasa transportasi online khawatir mengendarai sepedah motor sendirian yang dapat memancing kejahatan jika pulang larut malam. Ada rasa cemas dalam menggunaan jasa transportasi online yang drivernya adalah laki-laki. Dampak inilah yang memicu ketakutan pada perempuan.Kurangnya kepercayaan pada mitra layanan transportasi online yang dirivernya adalah laki- laki. Faktor keberhasilan ojek syar’i dalam menciptakan layanan yang aman dan nyaman untuk perempuan. Jasa transportasi ojek syar’i ini mengedepankan metode “ yang kesemuanya masih menggunakan online dan masih bertahan hingga saat ini. Banyaknya perempuan-perempuan yang mensupport di buatnya layanan ojek syar’i khusus perempuan. Sulusi nya adalah dengan mecoba Layanan Well Sway yang sepenuhnya masih online, keunggulan dari layanan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu: Menggunakan sistem (Top Up) dan menggunakan sistem pemesanan.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Student Team Achievement Division terhadap Hasil Belajar pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 27 Padang: Penelitian Rahmayani Nasution; Afnibar; Rozi Fitriza
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.990

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang pembelajarannya menggunakaan model Problem Based Learning dan Student Team Achievement Division di SMP Negeri 27 Padang. Penelitian ini merupakan Penelitian Kuantitatif Ekperimen, dengan Desain Penelitian yaitu one-group pretest posttest desagn. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 27 Padang tahun 2024/2025 semester ganjil. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII.1 (model pembelajaran PBL) dan VIII.2 (model pembelajaran STAD). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Analisis data menggunakan N-Gain dan Uji-t. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini, maka dapat diperoleh: (1) terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan model PBL dengan nilai rata-rata pretest adalah 57.86 dengan persentase pencapaian hasil belajar 34.48% dan nilai rata-rata posttest adalah 81.38 dengan persentase pencapaian hasil belajar 63.33% kemudian dilakukan analisis data dengan nilai N-Gain sebesar 0.56 (2) terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan model STAD dengan nilai rata-rata pretest adalah 58.28 dengan persentase pencapaian hasil belajar 34.48% dan nilai rata-rata posttest adalah 79.31 dengan persentase pencapaian hasil belajar 63.33% kemudian dilakukan analisis data dengan nilai N-Gain sebesar 0.56 (3) terdapat perbedaan pada hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan model PBL dan STAD. Perolehan nilai rata-rata PBL lebih tinggi dari pada STAD. Nilai statistik Uji-t terlihat bahwa nilai Thitung = 0.985 lebih kecil dari Ttabel= 1.67 sehingga Ho diterima dengan taraf signifikan 0.329 > 0,05.
Motivation to Learn from the Perspective of the Qur'an Salman Yafi; Ikhwan Rahman; Ramadhanul Ikhsan; Afnibar; Ulfatmi
Cigarskruie: Journal of Educational and Islamic Research Vol. 1 No. 1 (2023): September
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65190/636410

Abstract

Students' motivation to learn is currently declining. This can be seen from their low academic grades and their behavior in learning activities which is indicated by laziness and not paying attention to the teacher when teaching. This study uses the literature review method which allows a researcher to identify a theory or method, develop a theory or method, identify gaps that occur between a theory and the relevance in the field / against a research result.In the field of education, there is no doubt that the existence of the Qur'an has influenced the education system. By studying the Koran, it can provide inspiration and motivation in all aspects of life. Obtained Quranic verses related to motivation, namely QS. al-Mujadalah: 11, QS. al-Kahf: 66-67, QS. al-'Alaq: 1-5, QS. al-Nahl: 78, QS. al-Luqman: 17-19, and al-Ra'd: 11. By understanding the Quranic messages on motivation to learn, students can explore spiritual wisdom and apply it in their journey to learn and understand the universe.  
Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur'an melalui Metode Balai Gurah di TPA Minangkabau Saiyo Panyabungan: Improving Qur'an Reading Skills through the Balai Gurah Method at TPA Minangkabau Saiyo Panyabungan ferbiani; Afnibar; Batubara, Juliana
JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ) Vol. 3 No. 1 (2023): Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal- Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/tila.v3i1.1323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Balai Gurah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an di TPA Minangkabau Saiyo. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif, dengan pendekatan deskriptif yakni menggambarkan keadaan atau status suatu kejadian atau fenomena. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan 1) Perencanaan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan metode Balai Gurah dimulai dengan menyusun kurikulum yang mengadopsi sistem pembelajaran Balai Gurah. 2) Pelaksanaan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan metode Balai Gurah terdiri dari dua tahap, Tahap 1 adalah kegiatan belajar Al-Qur'an di TPA Minangkabau Saiyo yang dilaksanakan dari hari Senin hingga Sabtu, mulai pukul 14.00 hingga 17.30 WIB. Tahap 2 melibatkan materi pembelajaran sebanyak 46 materi, yang mencakup tajwid dasar seperti pengenalan huruf beserta hukum tajwid lainnya, serta materi fiqih. Tahap ini dapat diselesaikan dalam waktu 5 bulan pertama. Setelah itu, murid-murid akan diarahkan untuk mempraktikkan membaca Al-Qur'an mulai dari juz 1. 3) Evaluasi pembelajaran di TPA Minangkabau Saiyo terdiri dari evaluasi mingguan dan evaluasi tahunan. Penerapan metode Balai Gurah memiliki pengaruh yang positif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an anak-anak di TPA Minangkabau Saiyo.
Konseling di Perguruan Tinggi: Counseling in Higher Education Desman; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4844

Abstract

Konseling di perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam mendukung perkembangan akademik, emosional, dan karir mahasiswa. Abstrak ini membahas latar belakang, tujuan, dan pendekatan konseling di konteks perguruan tinggi. Konseling di tingkat perguruan tinggi bertujuan untuk membantu mahasiswa mengatasi tantangan akademik, mengelola stres, memahami diri sendiri, dan merencanakan masa depan karir mereka. Dengan memanfaatkan metode konseling yang holistik, konselor di perguruan tinggi membantu mahasiswa mengeksplorasi minat, bakat, dan nilai-nilai pribadi mereka. Selain itu, konseling juga berperan dalam memberikan dukungan terkait penyesuaian diri dengan lingkungan kampus, mengatasi masalah interpersonal, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Melalui kerja sama dengan fakultas dan staf, konselor di perguruan tinggi berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan mahasiswa. Dengan demikian, konseling di perguruan tinggi menjadi bagian integral dari upaya untuk meningkatkan pengalaman mahasiswa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan setelah lulus.
Konsep Dasar Konseling Pendidikan Islam: Basic Concepts of Islamic Education Counseling Al Ikhlas; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4858

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memahami konsep dasar konseling dalam Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis. Data-data terkait konseling dianalisa menggunakan teknik content analysis dan kemudian diinterpretasikan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Temuan dan simpulan dalam artikel ini adalah, konseling Islam merupakan aktivitas pemberian nasihat, bimbingan, pelajaran kepada individu yang membutuhkan yang aplikasinya didasarkan pada landasan ajara Islam, yaitu al-Qur’an dan al-Sunnah. Berdasarkan al-Qur’an, konseling Islam setidaknya harus memuat tiga konsep utama yaitu al-hikmah, al-mauidhah al-hasanah, dan almuajadalah bi al-ihsan. Sementara berdasarkan hadits, pelaksanaan konseling Islam mengedepankan konsep nasihat-menasihati dimana konselor harus menjadi teladan atau uswatun hasanah. Konseling Islam juga harus dielaborasi dengan landasan filosofis, psikologis, teologis, sufistik, sosial budaya, dan landasan pedagogis.
Konseling Traumatis: Traumatic Counselling Hendrayadi; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trauma adalah tingkah laku individu yang tidak normal karena mengalami suatu kejadikan yang sangat membekas sehingga menggangu psikis dan sulit untuk dilupakan. Trauma yang dialami sangatlah berpengaruh dengan kesehatan mental yang bisa mengakibatkan aktivitasnya terganggu. Ketika seseorang sudah mengalami trauma dibutuhkan menanganan oleh ahlinya seperti memberikan konseling psikologi yang diharapkan bisa membantu kesehatan jiwanya dan bisa pulih kembali. Jadi, individu yang mengalami trauma sangatlah membutuhkan penanganan seperti konseling psikologi yang diharapkan bisa membuat psikisnya bisa sehat kembali. Dalam trauma, tingkah laku yang tidak normal ditunjukkan oleh individu yang mengalami kejadian yang sangat membekas sehingga memengaruhi kesehatan mental dan sulit untuk dilupakan. Trauma yang dia alami sangat memengaruhi kesehatan mentalnya, yang dapat mengganggu aktivitasnya. Ketika seseorang mengalami trauma, mereka harus dirawat oleh profesionalnya, seperti konseling psikologi, yang diharapkan akan membantu kesehatan jiwa dan pemulihannya. Oleh karena itu, orang yang mengalami trauma sangat membutuhkan perawatan, seperti konseling psikologi, yang diharapkan dapat membantu mereka pulih secara mental. Luka fisik dan psikis sama pentingnya, dan keduanya akan berdampak buruk pada penderita jika tidak mendapat penanganan yang tepat karena luka akan semakin memburuk. Studi ini menemukan bahwa konseling traumatik adalah proses yang signifikan bagi klien yang mengalami trauma dan bagi konselor yang membantu mereka.
Nasehat Untuk Anak Usia Sekolah (SD/MI): Advice For School Age Children (SD/MI) Andi Fery; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya bimbingan konseling terhadap Anak di Sekolah Dasar. Peserta didik merupakan individu yang sangat membutuhkan bimbingan untuk tercapainya keinginan minat bakat, cita-cita dan kepribadiannya dalam pembentukan sikap dan moralnya siswa diarahkan untuk mendapatkan bimbingan dari sekolah, dalam usia nya anak masih diarahkan dalam kemandiriannya, pemahaman dirinya, serta pengendalian dirinya. Bimbingan bisa mengarahkan anak-anak kepada aspek akademik, emosional, minat bakat, dan sosialnya. Bimbingan dan Konseling adalah suatu layanan pemberian bantuan yang dilakukan konselor kepada peserta didik, agar peserta didik dapat memahami dirinya sendiri, membuat keputusan, memahami potensi dirinya yang dimiliki, mengetahui bagaimana mengembangkan potensinya, dan memiliki sifat tanggung jawab atas keputusan-keputusan yang diambilnya
Konseling Untuk Remaja: Counseling for Teenagers Izzi Fekrat; Lisa Candra Sari; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi; Sisri Wahyuni
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4864

Abstract

Anak usia sekolah menengah, SMP/MTs, SMA/MA, atau SMK/MAK, adalah siswa yang berumur 13-19 tahun dan merupakan utama yang dimilki adalah setia, cinta, peduli dan bijak dengan isu dan tugas perkembangan antara peranan identitas lawan peranan kebingungan. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR), sebuah metode penelitian yang merangkum hasil penelitian primer untuk menyajikan fakta-fakta yang lebih komprehensif dan berimbang. Hasil dari penulisan ini menunjukkan bahwa keadaan remaja dari dulu hingga sekarang problematika yang dihadapinya tidak terlalu jauh berbeda, namun yang membedakannya adalah faktor penyebabnya, dan dimungkinkanpada masa-masa yang akan datang pastinya lebih kompleks lagi. Untuk mencegah problematika yang dihadapi para remaja tersebut maka hal-hal yang dapat dilakukan adalah seperti: menciptakan keluarga yang harmonis, tidak menyamaratakan antara remaja satu dengan lainnya, pengembangan remaja melalui pendidikan, mendorong remaja agar aktif di organisasi, pengembangan remaja melalui minat dan bakat. Selanjutnya, apabila remaja sudah terkena masalah yang berat maka cara penanganannya melalui pertama, penanganan individual semisal remaja ditangani sendiri dalam tatap muka empat mata dengan psikolog atau konselor, kedua, penanganan keluarga semisal menangani masalah remaja sekaligus terhadap seluruh atau sebagian anggota keluarga (ayah, ibu dan anak-anak), ketiga, penanganan kelompok hampir sama dengan penangan keluarga dan keempat, penanganan pasangan. Semisal klien ditangani berdua dengan temannya, sahabatnya atau salah satu anggota keluarganya dan sebagainya.