Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur'an melalui Metode Balai Gurah di TPA Minangkabau Saiyo Panyabungan: Improving Qur'an Reading Skills through the Balai Gurah Method at TPA Minangkabau Saiyo Panyabungan ferbiani; Afnibar; Batubara, Juliana
JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ) Vol. 3 No. 1 (2023): Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal- Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/tila.v3i1.1323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Balai Gurah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an di TPA Minangkabau Saiyo. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif, dengan pendekatan deskriptif yakni menggambarkan keadaan atau status suatu kejadian atau fenomena. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan 1) Perencanaan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan metode Balai Gurah dimulai dengan menyusun kurikulum yang mengadopsi sistem pembelajaran Balai Gurah. 2) Pelaksanaan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan metode Balai Gurah terdiri dari dua tahap, Tahap 1 adalah kegiatan belajar Al-Qur'an di TPA Minangkabau Saiyo yang dilaksanakan dari hari Senin hingga Sabtu, mulai pukul 14.00 hingga 17.30 WIB. Tahap 2 melibatkan materi pembelajaran sebanyak 46 materi, yang mencakup tajwid dasar seperti pengenalan huruf beserta hukum tajwid lainnya, serta materi fiqih. Tahap ini dapat diselesaikan dalam waktu 5 bulan pertama. Setelah itu, murid-murid akan diarahkan untuk mempraktikkan membaca Al-Qur'an mulai dari juz 1. 3) Evaluasi pembelajaran di TPA Minangkabau Saiyo terdiri dari evaluasi mingguan dan evaluasi tahunan. Penerapan metode Balai Gurah memiliki pengaruh yang positif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an anak-anak di TPA Minangkabau Saiyo.
Tahap-Tahap dan Tugas Perkembangan Peserta Didik dalam Pandangan Islam Mona Eka Saputri; Afnibar; Ulfatmi
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.849

Abstract

Penelitian ini membahas tahap-tahap perkembangan manusia serta tugas perkembangan yang menyertainya dalam perspektif psikologi umum dan Psikopedagogik Islam. Setiap individu mengalami proses perkembangan sepanjang hayat yang mencakup aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, moral, dan spiritual. Mengacu pada teori perkembangan seperti Piaget, Erikson, Vygotsky, dan Havighurst, penelitian ini menjelaskan bahwa setiap tahap memiliki tugas spesifik yang memengaruhi keberhasilan individu pada fase berikutnya. Selain itu, penelitian ini menyoroti pandangan Islam tentang perkembangan manusia melalui konsep fitrah, tahap-tahap tanggung jawab dalam hadis, serta prinsip tarbiyah yang menekankan pengembangan holistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman komprehensif mengenai tahap dan tugas perkembangan sangat penting dalam merancang pendekatan pendidikan yang sesuai, baik pada aspek kurikulum, strategi pembelajaran, maupun pembinaan karakter. Implikasi teoritis dan praktis menegaskan pentingnya individualisasi pendidikan serta kolaborasi antara pendidik dan keluarga untuk mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
STRATEGI KURIKULUM CINTA DALAM MENGUKUHKAN LITERASI DAN AKHLAK ANAK DI RUANG VIRTUAL Lasmi Anisa Putri; Afnibar; Ulfatmi; Martin Kustati; Bashori
Al Irfan : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Penelitian Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : IAI Sunan Giri Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64877/alirfan.v1i2.43

Abstract

Children's ethical and character development is increasingly undermined by digital-era challenges, including misinformation, cyberbullying, and polarization. This conceptual review proposes the Love Curriculum as an ethical framework grounded in compassion to address this gap. It aims to enhance digital literacy and character formation by integrating spiritual values into digital education. Drawing from Islamic heritage, particularly Al-Ghazali's thought, and humanistic psychology, the curriculum is built on four pillars: love for God, fellow humans, the environment, and the nation. These pillars provide a moral lens for navigating contemporary digital landscapes. Employing a library research method, this study synthesizes literature from Islamic education, humanistic perspectives, and digital ethics. Key classical and modern sources were selected through purposive sampling, systematically reviewed, and analyzed via thematic synthesis. The findings indicate that the Love Curriculum serves as a moral filter that fosters a holistic "love literacy" integrating spiritual, emotional, and cognitive dimensions. This approach complements Indonesia's Merdeka Curriculum by aiming to cultivate a tolerant and empathetic insan paripurna (holistic individual) in virtual spaces, offering practical implications for inclusive education rooted in rahmatan lil 'alamin (mercy for all creation). The study contributes an adaptive conceptual model that underscores the urgency of infusing spirituality into digital literacy education from early childhood through adolescence. Future research should empirically validate the Love Curriculum's effectiveness on children's digital behavior and character across various settings. Exploring specific pedagogical strategies for its four pillars in digital education is also encouraged
Konseling Islam di Luar Sekolah: Optimalisasi Peran dalam Pendidikan Islam pada Lembaga Sosial, Keagamaan, dan Kesehatan Zulkifli, Zulkifli; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi; Gusmaweti
Mauriduna : Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2024): Mauriduna : Journal of Islamic Studies, May 2024
Publisher : Institut Muslim Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.477

Abstract

This study aims to examine the role and optimization of Islamic counseling in social, religious, and health institutions within the context of Islamic education in society. Using a literature review approach, this research identifies various forms of counseling services implemented in these institutions, such as individual counseling, group counseling, and community empowerment programs in social institutions, as well as religious value-based counseling in religious and health institutions. The findings indicate that Islamic counseling plays a significant role in strengthening religious identity, improving quality of life, reducing social stigma, and fostering solidarity and cooperation among individuals in society. The study also offers recommendations for the development of more integrated counseling services, including enhancing counselor training and developing programs based on Islamic values that support the development of character and spirituality. Overall, this research contributes significantly to the understanding of the importance of integrating Islamic counseling into the Islamic education system outside of schools and its relevance in creating a more harmonious and morally upright society.