Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Training Metode Tashil At-Thullab Cara Cepat Baca Kitab Kuning di Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek Samalanga Bireuen Abdullah Lawang, Karimuddin; Ismail, Diauddin; Subki, Subki
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jkdm.v2i2.691

Abstract

Metode Tashil at-Thullab merupakan suatu metode cepat bisa membaca kitab kuning. Tashil at-Thullab merupakan metode baru yang dikembangkan oleh Dayah Mudi Mesra yang bertujuan untuk memudahkan membaca kitab kuning khususnya bagi para santri yang baru belajar kitab. Training Tashil at-Thullab dilaksanakan terhadap guru muda sebagai calon pengajar di Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh. Pelaksanaan training ini dilaksanakan selama 3 hari mulai Tanggal 20-22 Mei 2023. Kegiatan training metode Tashil Al-Thullah sudah dilaksanakan sehingga dengan menggunakan metode cara cepat baca kitab kuning ini, para guru di Dayah Jamiah Al-Aziziyah nantinya dapat memperoleh manfaat maksimal dari pembacaan kitab kuning dalam waktu yang lebih efisien. Para guru diharapkan tetap konsisten dan disiplin dalam menerapkan metode ini agar pemahaman dan penghafalan menjadi lebih baik.
Ijtihad Intiqa’i dan Insya’i Sebagai Solusi Terhadap Penentuan Hukum Zakat Kekayaan Investasi Ar-Rahmany, Mursyidin; Sari Rahayu, Solihah; Bakry, Kasman; Kamsiah, Kamsiah; Yasir, Muhammad; Abdullah Lawang, Karimuddin
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 2 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i2.4417

Abstract

Kewajiban zakat didasarkan Al-Qur`an, al-Sunnah, dan Ijma`para ulama. Jenis-jenis harta yang wajib dikeluarkan zakat sudah disebutkan dalam dalil-dalil syar’i, namun seiring perkembangan zaman dan teknologi, harta dan kekayaan seseorang juga semakin berkembang sesuai dengan kebutuhan hidup manusia. Sekarang sudah muncul beberapa jenis harta dan kekayaan baru, karena pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Perkembangan ini melahirkan kreasi dan produk-produk baru, baik berupa penggalian hasil potensi alam, mengeksploitasi kekayaan maupun hasil potensi sumber daya manusia, bahkan mengalahkan pertumbuhan jenis-jenis harta kekayaan konvensional. Maka, dengan demikian, perlu ada sebuah penelitian untuk menemukan metode baru dan dalil-dalil yang dapat digunakan dalam menetapkan hukum zakat kekayaan investasi. Motode penelitian yagn diginakan dalam kajian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur berdasarkan bahan dokumen berupa buku atau kitab fikih. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penalaran dalam menginterpretasikan makna harta wajib zakat, perlu memasukkan kekayaan investasi. Ilat dan dalil-dalil yang digunakan dalam menetapkan kewajiban zakat kekayaan investasi mengacu pada ijtihad intiqa’i dan insya’i dengan membandingkan pendapat yang telah ada kemudian menganalogikannya dengan kekayaan investasi.
PENGARUH PENDAPAT IKHTIYĀRĀT IMAM AL-NAWAWῙ TERHADAP PENGEMBANGAN FIKIH SYĀFIʻIYYAH Imran, Helmi; Abdul Kadir, Muntasir; Abdullah Lawang, Karimuddin
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 002 (2024): Pena Justisia (Special Issue)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i3.5522

Abstract

This study aims to analyze the influence of Imam al-Nawawī's ikhtiyārāt (personal scholarly preferences) on the development of Shāfiʻī jurisprudence, particularly in altering the landscape of Shāfiʻī school thought, enriching the scholarly tradition, affirming the school’s opinions, and serving as a basis for legal fatwas. The research employed a qualitative method with a library research approach, involving an analysis of the book Rauḍat al-Ṭālibīn and other Shāfiʻī literature sources. Data were collected through document review and analyzed descriptively and analytically. The results indicate that al-Nawawī's ikhtiyārāt have reshaped the thought patterns of the Shāfiʻī school, establishing themselves as a primary reference in resolving disputed issues (khilafiyah). Furthermore, al-Nawawī’s innovations have enriched the intellectual heritage of the school and strengthened the affirmation of its opinions. These ikhtiyārāt have also become a crucial foundation in the issuance of legal fatwas. The implications of this research underscore al-Nawawī’s role as one of the leading scholars of the Shāfiʻī school, whose innovative thoughts and perspectives have significantly contributed to the development of Islamic jurisprudence.