Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Tablet Fe dan Jus Jambu Biji Merah terhadap Kadar HB pada Remaja Putri yang Sedang Menstruasi di PMB S Tahun 2024 Sopiah, Siti; Munawaroh, Madinah; Pangestu, Gaidha Khusnul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12265

Abstract

Anemia adalah keadaan dimana terjadi penurunan jumlah masa eritrosit yang ditunjukkan oleh penurunan kadar hemoglobin Anemia pada remaja di Indonesia masih tergolong tinggi 2019 berkisar sebanyak 29.9 % remaja.salah satu faktor penyebab terjadinya anemia pada remaja yaitu pada saat menstruasi. Dan anemia pada saat mentruasi dapat dicegah dengan mengkonsumsi jus jambu biji merah mengandung kalium dan flavonoid yang tinggi Vitamin C yang dapat membantu penyerapan kadar zat besi dalam darah dan mengkonsumsi TTD sehari sekali.Tujuan penelitian ini untuk memberikan asuhan kebidanan dan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Pemberian Tablet Fe Dan Jus Jambu Biji Merah Terhadap Kadar Hb Pada Remaja Putri Yang Sedang Menstruasi Di Pmb S Tahun 2024.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Hasil penelitian ini Ada peningkatan kadar Hb pada remaja sebelum dan sesudah pemberian jus jambu biji merah dan tablet Fe dengan peningkatan dari 10,6 gr%, 12,7 gr% dan 14,7 gr% jadi ada peningkatan sebanyak 4,1 gr%. Ada peningkatan kadar Hb pada remaja tablet Fe dengan peningkatan dari 10,9, 11,8 gr%, gr% ke 12,1 gr% jadi ada peningkatan sebanyak 1,2 gr%. Kesimpulannya bahwa ada pengaruh pemberian Pemberian Tablet Fe Dan Jus Jambu Biji Merah Terhadap Kadar Hb Pada Remaja Putri Yang Sedang Menstruasi Di Pmb S Tahun 2024. Saran untuk remaja putri yang sedang masa menstruasi sebaiknya mengkonsumsi tablet tambah darah sehari sekali selama 7 hari untuk mencegah terjadinya komplikasi anemia.
Efektivitas Posisi Miring Kiri Dan Penggunaan Birthball Dalam Mempercepat Persalinan Kala 1 Fase Aktif Pada Ibu Bersalin Di UPTD Puskesmas Rawat Inap Ciranjang Kabupaten Cianjur Dewi, Annisa Tania; Pangestu, Gaidha Khusnul; Febriyani, Putri Agus; Jubaedah, Dedah; Suhendi, Feby Pebryanti; Friasta, Intan; Siskanti, Siskanti; Yuliani, Yeli; Rosidah, Rose
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15279

Abstract

Latar Belakang : Partus lama menjadi salah satu penyebab kematian ibu, World Health Organization (WHO) mencatat 69.000 kasus persalinan lama di seluruh dunia pada tahun 2020. Persalinan lama menyebabkan 2,8% kematian ibu secara global dan menjadi penyebab utama komplikasi persalinan. Kejadian partus lama mengakibatkan munculnya berbagai komplikasi baik bagi ibu maupun janin sehingga, menimbulkan dampak kesakitan dan kematian bagi ibu dan bayi. Intervensi medis baik invasif maupun non-invasif, dilakukan untuk mempercepat kemajuan persalinan, salah satu metode non-invasif yang mudah dilakukan yaitu dengan posisi miring kiri dan penggunaan birthball pada proses persalinan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalaha untuk mengetahui efektivitas posisi miring kiri dan penggunaan birthball terhadap kemajuan kala 1 fase aktif pada ibu bersalin. Metode : Penelitian ini menggunakan metode SCLR (Study Case Literatur Review) dengan membandingkan 2 kelompok yaitu dengan jumlah responden 4 orang pada kelompok intervensi posisi miring kiri dan 4 orang pada kelompok penggunaan birthball, keduanya dilakukan intervensi dan di observasi terhadap kemajuan persalinan kala 1 pada ibu bersalin. Hasil : hasil penelitian pada kelompok posisi miring kiri lama persalinan kala 1 fase aktif berlangsung rata-rata selama 5,2 jam dan pada kelompok yang menggunakan birthball persalinan kala 1 fase aktif berlangsung rata-rata 4,5 jam. Kesimpulan : dapat disimpulkan posisi miring kiri dan penggunaan birthball efektif mempercepat kala 1 fase aktif pada ibu bersalin, jika dilihat dari rata-rata lama kala 1 fase aktif dapat disimpulkan penggunaan birthball lebih efektif dalam mempercepat persalinan kala 1 fase aktif pada ibu bersalin primigravida.
PERBANDINGAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRIH MERAH DAN REBUSAN DAUN BINAHONG TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM DI TPMB D KABUPATEN GARUTTAHUN 2024 Priyanti, Decy; Hanifa, Fanni; Pangestu, Gaidha Khusnul
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 1 No. 10 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/chp46w35

Abstract

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, kejadian ruptur perineum mencapai 61% dari jumlah ibu yang melahirkan sementara di Puskesmas Citeras pada tahun 2022 terdapat 237 kasus ibu nifas (28,7%) yang mengalami luka perineum dari 823 ibu bersalin. Dampak yang terjadi apabila penyembuhan luka terhambat dapat menimbulkan banyak permasalahan diantaranya sub involusi uterus. Upaya untuk mencegah infeksi luka perineum dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemberian rebusan daun sirih merah dan rebusan daun binahong terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada 2 orang ibu nifas yang mengalami luka perineum. Pemberian rebusan sirih merah dan rebusan daun binahong sama-sama efektif dalam penyembuhan luka perineum dengan skor luka yang sama yaitu sebelum diberikan intervensi sebesar 6 menjadi 0 sesudah diberikan intervensi selama 5 hari sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan efektivitas antara rebusan daun binahong dan rebusan daun sirih merah yang sama-sama efektif terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu dalam meningkatkan pengetahuan keluarga atau masyarakat tentang pengobatan dan perawatan luka perineum dengan menggunakan air rebusan daun binahong dan daun sirih merah dengan cara membasuh atau membersihkan luka sehingga masyarakat dapat melakukannya secara mandiri sesuai dengan arahan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif: Literature Review Hanifa, Fanni; Putri, Magdalena Tri; Pangestu, Gaidha Khusnul; Hidayani, Hidayani
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.448

Abstract

ASI eksklusif merupakan praktik memberikan ASI tanpa memberikan cairan tambahan seperti susu formula, jus, madu, air, teh, atau air putih, serta tanpa memberikan makanan padat tambahan seperti buah-buahan, bubur susu, biskuit, bubur nasi, atau makanan tim, mulai dari usia 0 hingga 6 bulan. Bayi yang diberikan ASI memiliki keadaan kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula, karena risiko kematian akibat diare pada bayi yang diberi susu formula mencapai 3,94 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang menerima ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemberian asi eksklusif pada bayi 0-6 bahkan dilakukan hinga usia 2 tahun. Metode yang dilakukan pada penelitian ini desain atau model yang digunakan adalah tinjauan pustaka, juga dikenal sebagai tinjauan literatur. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tujuh hambatan terbesar terhadap lamanya ibu menyusui adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang menyusi, masalah laktasi, masalah sosial ekonomi dan kurangnya dukungan sosial, budaya, pekerjaan dan perawatan anak, dan layanan kesehatan. Peran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi terkait dengan pentingnya pemberian asi eksklusif, edukasi mengelola laktasi sehingga para ibu akan lebih termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif. Ibu yang memahami apa itu ASI eksklusif, manfaatnya, faktor-faktor yang memengaruhi volume ASI, dan zat gizi yang terkandung di dalamnya tentunya akan lebih percaya diri dalam memberikan ASI kepada bayinya. Kata kunci: asi eksklusif, pengetahuan, sikap, perilaku, pekerjaan.
NUTRITIONAL INTERVENTION USING CHICKEN EGGS AND ZINC TO ENHANCE GROWTH IN STUNTED CHILDREN AGED 6–72 MONTHS Putri, Rizkiana; Pangestu, Gaidha Khusnul
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v15i1.9601

Abstract

The results of the 2023 Indonesian Health Survey showed that the prevalence of stunting and wasting in toddlers was 21.5% and 8.5%. The stunting rate in Central Java Province was 20.7%, while wasting was 7.1%. Toddlers who experience growth retardation as a result of poor nutritional intake or repeated infections have a high risk of death and illness. This study aims to determine the effect of providing chicken eggs and zinc to improve growth of children with stunting. The study used Quase-Experiment one group pre-posttest design with 30 respondent for 90 days of intervention. The results showed that 86.67% of toddlers were stunted and 13.33% were severely stunted. The analysis test showed a significant difference and there was an effect of providing chicken eggs and zinc on increasing toddler weight (p-value 0.00). Likewise, for height, the p-value was 0.00, indicating that there was an effect of providing chicken eggs and zinc on increasing toddler height. Providing chicken eggs and zinc can be considered as an intervention to improve toddler nutritional status.