Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Tablet Fe dan Jus Jambu Biji Merah terhadap Kadar HB pada Remaja Putri yang Sedang Menstruasi di PMB S Tahun 2024 Sopiah, Siti; Munawaroh, Madinah; Pangestu, Gaidha Khusnul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12265

Abstract

Anemia adalah keadaan dimana terjadi penurunan jumlah masa eritrosit yang ditunjukkan oleh penurunan kadar hemoglobin Anemia pada remaja di Indonesia masih tergolong tinggi 2019 berkisar sebanyak 29.9 % remaja.salah satu faktor penyebab terjadinya anemia pada remaja yaitu pada saat menstruasi. Dan anemia pada saat mentruasi dapat dicegah dengan mengkonsumsi jus jambu biji merah mengandung kalium dan flavonoid yang tinggi Vitamin C yang dapat membantu penyerapan kadar zat besi dalam darah dan mengkonsumsi TTD sehari sekali.Tujuan penelitian ini untuk memberikan asuhan kebidanan dan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Pemberian Tablet Fe Dan Jus Jambu Biji Merah Terhadap Kadar Hb Pada Remaja Putri Yang Sedang Menstruasi Di Pmb S Tahun 2024.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Hasil penelitian ini Ada peningkatan kadar Hb pada remaja sebelum dan sesudah pemberian jus jambu biji merah dan tablet Fe dengan peningkatan dari 10,6 gr%, 12,7 gr% dan 14,7 gr% jadi ada peningkatan sebanyak 4,1 gr%. Ada peningkatan kadar Hb pada remaja tablet Fe dengan peningkatan dari 10,9, 11,8 gr%, gr% ke 12,1 gr% jadi ada peningkatan sebanyak 1,2 gr%. Kesimpulannya bahwa ada pengaruh pemberian Pemberian Tablet Fe Dan Jus Jambu Biji Merah Terhadap Kadar Hb Pada Remaja Putri Yang Sedang Menstruasi Di Pmb S Tahun 2024. Saran untuk remaja putri yang sedang masa menstruasi sebaiknya mengkonsumsi tablet tambah darah sehari sekali selama 7 hari untuk mencegah terjadinya komplikasi anemia.
Efektivitas Posisi Miring Kiri Dan Penggunaan Birthball Dalam Mempercepat Persalinan Kala 1 Fase Aktif Pada Ibu Bersalin Di UPTD Puskesmas Rawat Inap Ciranjang Kabupaten Cianjur Dewi, Annisa Tania; Pangestu, Gaidha Khusnul; Febriyani, Putri Agus; Jubaedah, Dedah; Suhendi, Feby Pebryanti; Friasta, Intan; Siskanti, Siskanti; Yuliani, Yeli; Rosidah, Rose
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15279

Abstract

Latar Belakang : Partus lama menjadi salah satu penyebab kematian ibu, World Health Organization (WHO) mencatat 69.000 kasus persalinan lama di seluruh dunia pada tahun 2020. Persalinan lama menyebabkan 2,8% kematian ibu secara global dan menjadi penyebab utama komplikasi persalinan. Kejadian partus lama mengakibatkan munculnya berbagai komplikasi baik bagi ibu maupun janin sehingga, menimbulkan dampak kesakitan dan kematian bagi ibu dan bayi. Intervensi medis baik invasif maupun non-invasif, dilakukan untuk mempercepat kemajuan persalinan, salah satu metode non-invasif yang mudah dilakukan yaitu dengan posisi miring kiri dan penggunaan birthball pada proses persalinan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalaha untuk mengetahui efektivitas posisi miring kiri dan penggunaan birthball terhadap kemajuan kala 1 fase aktif pada ibu bersalin. Metode : Penelitian ini menggunakan metode SCLR (Study Case Literatur Review) dengan membandingkan 2 kelompok yaitu dengan jumlah responden 4 orang pada kelompok intervensi posisi miring kiri dan 4 orang pada kelompok penggunaan birthball, keduanya dilakukan intervensi dan di observasi terhadap kemajuan persalinan kala 1 pada ibu bersalin. Hasil : hasil penelitian pada kelompok posisi miring kiri lama persalinan kala 1 fase aktif berlangsung rata-rata selama 5,2 jam dan pada kelompok yang menggunakan birthball persalinan kala 1 fase aktif berlangsung rata-rata 4,5 jam. Kesimpulan : dapat disimpulkan posisi miring kiri dan penggunaan birthball efektif mempercepat kala 1 fase aktif pada ibu bersalin, jika dilihat dari rata-rata lama kala 1 fase aktif dapat disimpulkan penggunaan birthball lebih efektif dalam mempercepat persalinan kala 1 fase aktif pada ibu bersalin primigravida.
PERBANDINGAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRIH MERAH DAN REBUSAN DAUN BINAHONG TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM DI TPMB D KABUPATEN GARUTTAHUN 2024 Priyanti, Decy; Hanifa, Fanni; Pangestu, Gaidha Khusnul
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 1 No. 10 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/chp46w35

Abstract

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, kejadian ruptur perineum mencapai 61% dari jumlah ibu yang melahirkan sementara di Puskesmas Citeras pada tahun 2022 terdapat 237 kasus ibu nifas (28,7%) yang mengalami luka perineum dari 823 ibu bersalin. Dampak yang terjadi apabila penyembuhan luka terhambat dapat menimbulkan banyak permasalahan diantaranya sub involusi uterus. Upaya untuk mencegah infeksi luka perineum dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemberian rebusan daun sirih merah dan rebusan daun binahong terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada 2 orang ibu nifas yang mengalami luka perineum. Pemberian rebusan sirih merah dan rebusan daun binahong sama-sama efektif dalam penyembuhan luka perineum dengan skor luka yang sama yaitu sebelum diberikan intervensi sebesar 6 menjadi 0 sesudah diberikan intervensi selama 5 hari sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan efektivitas antara rebusan daun binahong dan rebusan daun sirih merah yang sama-sama efektif terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu dalam meningkatkan pengetahuan keluarga atau masyarakat tentang pengobatan dan perawatan luka perineum dengan menggunakan air rebusan daun binahong dan daun sirih merah dengan cara membasuh atau membersihkan luka sehingga masyarakat dapat melakukannya secara mandiri sesuai dengan arahan