Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Suami dengan Perilaku Teknik Menyusui pada Ibu Nifas di UPT Puskesmas Petir Kabupaten Serang Provinsi Banten Tahun 2022 Hadijah, Siti; Syarah, Maryam; Pangestu, Gaidha Khusnul
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 14 No 02 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Uni
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v14i02.2468

Abstract

Teknik menyusui merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pemberian ASI eksklusif. Teknik menyusui yang tidak benar akan menimbulkan beberapa permasalahan dalam kegiatan menyusui kedepannya. Kejadian tersedak biasanya terjadi pada bayi 0-12 bulan, dengan salah satu penyebab terbesarnya adalah teknik menyusui yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan perilaku teknik men,yusui pada ibu nifas di UPT Puskesmas Petir Kabupaten Serang Provinsi Banten Tahun 2022. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Sampel sebanyak 51 responden menggunakan teknik probality sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 37,3% responden melakukan teknik menyusui yang tidak tepat, 31,4% responden tidak memiliki pengetahuan teknik menyusui yang baik, 43,1% responden memiliki sikap negatif, 41,2% responden tidak memiliki dukungan suami. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (ρ=0,000), sikap (ρ=0,002), dan dukungan suami (ρ=0,007) terhadap ketepatan Teknik Menyusui pada Ibu Nifas Di UPT Puskesmas Petir Kabupaten Serang Provinsi Banten Tahun 2022. Ketepatan teknik menyusui pada ibu nifas dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dan dukungan suami. Diharapkan agar ibu dapat meningkatkan motivasi terkait dengan ketepatan dalam teknik menyusui dengan cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi bayi dengan benar. Ibu bisa menambah pengetahuan mengenai teknik menyusui dengan lebih mencari informasi dari tenaga kesehatan, internet, maupun keluarga dan orang terdekat. Mendapatkan dukungan yang maksimal dari setiap anggota keluarga serta sikap ibu yang positif mengenai teknik menyusui yang benar dan tepat
Efektivitas Pemberian Sari Kurma dan Metode Pijat Oksitosin dalam Meningkatkan Produksi ASI Ibu Pasca Melahirkan di Wilayah Kerja Imperium Rare Kumara, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan tahun 2024 Darmayanti, Fauzi; Darmi, Salfia; Pangestu, Gaidha Khusnul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10238

Abstract

Kualitas seseorang dapat dipengaruhi oleh kualitas pemberian Air Susu Ibu (ASI) yang diterima dari ibunya sejak awal kehidupannya. ASI bukan hanya penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan optimal, namun juga memberikan perlindungan dari berbagai penyakit. Langkah untuk meningkatkan kualitas produksi ASI diawali dengan praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD) kemudian diteruskan dengan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian sari kurma dan metode pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI ibu pasca melahirkan di wilayah kerja Imperium Rare Kumara, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan dua ibu pasca melahirkan yang dijadikan sebagai sampel dan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di wilayah tersebut. Mereka dibagi menjadi dua kelompok intervensi yang berbeda, yaitu kelompok yang diberi sari kurma dan kelompok yang menjalani pijat oksitosin. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI pada kedua kelompok intervensi. Pada kelompok yang diberi sari kurma, terdapat peningkatan jumlah ASI dari 7 ml menjadi 120 ml, sementara pada kelompok yang menjalani pijat oksitosin, jumlah ASI meningkat dari 9 ml menjadi 160 ml masing-masing di hari ketujuh. Ini mengindikasikan bahwa baik pemberian sari kurma maupun pijat oksitosin memiliki dampak positif dalam meningkatkan produksi ASI ibu pasca melahirkan yang mengalami masalah ketidaklancaran produksi ASI. Secara keseluruhan, baik pemberian sari kurma maupun pijat oksitosin dapat membantu meningkatkan produksi ASI ibu pasca melahirkan. Namun, terdapat variasi dalam hasil pencapaian produksi ASI antara kedua intervensi tersebut. Dari analisis, terlihat bahwa pijat oksitosin lebih efektif dalam membantu meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan pemberian sari kurma.
Pengaruh Pemberian Jus Wortel dan Jahe Merah Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Remaja Putri Di PMB Eti Winarti Tahun 2024 Hardiyanti, Eka Trisnawati; Apriyani, Magdalena Tri Putri; Pangestu, Gaidha Khusnul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10289

Abstract

Pendahuluan : Disminorea merupakan rasa nyeri pada perut khususnya perut bagian bawah yang dialami wanita sebelum atau selama menstruasi, hingga sampai akhir siklus menstruasi kualitas nyeri hilang timbul bahkan adapula yang terjadi terus-menerus. Disminorea sendiri memiliki sifat dan tingkat rasa nyeri berbeda, mulai dari nyeri ringan sampai berat. Menurut WHO (World Health Organization) kejadian disminorea sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenore dengan 10-15% mengalami dismenore berat. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian jus wortel dan jahe merah terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di PMB Eti Winarti Tahun 2024. Metode : Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Study Case Literature Review Hasil : Terdapat skor penurunan nyeri disminore sebelum dan sesudah diberikan Jus Wortel dan Jahe Merah, dengan Skor Pemberian Jus Wortel dari Nyeri Sedang skor 6 menjadi menjadi tidak nyeri dengan skor 0, sedangkan Pemberian Jahe Merah dari nyeri sedang dengan skor 6 menjadi nyeri ringan dengan skor 1. Kesimpulan : Remaja yang mengalami disminore yang diberikan Jus Wortel dan Jahe Merah sama-sama mengalami penurunan nyeri, namun, penurunan nyeri yang lebih cepat yaitu remaja yang diberikan Jus Wortel. Saran : Diharapkan remaja putri dapat menambah pengetahuannya sehingga remaja putri dapat secara mandiri untuk mengatasi nyeri menstruasinya tanpa meminum obat-obatan.
Pengaruh Pemberian Teh Bunga Rosella Dan Jus Jambu Biji Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Anemia di PMB “ M” Toboali Bangka Selatan Tahun 2024 Dahlia, Mira; Pangestu, Gaidha Khusnul; Ciptiasrini, Uci
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10671

Abstract

Masa remaja biasanya sangat memperhatikan bentuk badan, sehingga banyak yang mengkonsumsi makanan yang tidak adekuat. Akibatnya, remaja putri lebih rawan terkena anemia. Anemia pada remaja dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi, perkembangan motorik, dan kecerdasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh bunga rosella dan jus jambu biji terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja anemia di PMB “ M” Toboali Bangka Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah study case literatur review. Penelitian ini dilakukan di PMB “ M” Toboali Bangka Selatan pada bulan maret 2024. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang berkunjung di PMB “ M” Toboali Bangka Selatan. Besar sampel yang dibutuhkan pada penelitian ini yaitu 2 remaja yang mengalami masalah anemia ringan. Kedua sampel tersebut dilakukan intervensi masing masing diberikan teh rosela dan jus jambu biji. Teknik sampling pada penelitian adalah purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan responden pertama yang diberikan intervensi teh rosela mengalami peningkatan kadar hb dari 11 gr/dl menjadi 12,0 gr/dl selama 7 hari dan mengalami peningkatan sebesar 1,0 gr/dl. Sedangkan responden kedua yang diberikan intervensi jus jambu biji mengalami peningkatan kadar hb dari 11,1 gr/dl menjadi 12,5 gr/dl selama 7 hari dan mengalami peningkatan sebesar 1,4 gr/dl. Dapat disimpulkan bahwa pemberian jus jambu biji lebih baik dalam meningkatkan kadar hb dibandingkan teh rosela. Disarankan remaja dapat mengonsumsi teh rosela dan jus jambu biji untuk mengatasi anemia.
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai Dan Aromatherapi Mawar Terhadap Insomnia Pada Ibu Menopouse Di Wilayah Kerja Puskesmas Cikembar Tahun 2023 Nurawigati, Pini; Pangestu, Gaidha Khusnul; Putri, Magdalena Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh susu kedelai dan aromatherapy mawar terhadap tingkat insomnia pada ibu menopause di wilayah kerja Puskesmas Cikembar Tahun 2023. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi kualitatif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study) yaitu suatu serangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam tentang suatu program, peristiwa, dan aktivitas, baik pada tingkat perorangan, sekelompok orang, lembaga, atau organisasi untuk memperoleh pengetahuan mendalam tentang peristiwa tersebut. Hasil yang di dapatkan dalam asuhan yang di berikan adalah terdapat pengaruh terhadap tingkat insomnia, pada responden 1 yang di berikan intervensi berupa konsumsi susu kedelai, dan responden 2 yang di berikan intervensi berupa penggunaan aromatherapy mawar. Dari 2 intervensi yang telah diberikan, konsumsi susu kedelai lebih efektif menurunkan tingkat insomnia di bandingkan dengan penggunaan aromatherapy mawar
Pengaruh Pemberian Tablet Fe dan Jus Jambu Biji Merah terhadap Kadar HB pada Remaja Putri yang Sedang Menstruasi di PMB S Tahun 2024 Sopiah, Siti; Munawaroh, Madinah; Pangestu, Gaidha Khusnul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12265

Abstract

Anemia adalah keadaan dimana terjadi penurunan jumlah masa eritrosit yang ditunjukkan oleh penurunan kadar hemoglobin Anemia pada remaja di Indonesia masih tergolong tinggi 2019 berkisar sebanyak 29.9 % remaja.salah satu faktor penyebab terjadinya anemia pada remaja yaitu pada saat menstruasi. Dan anemia pada saat mentruasi dapat dicegah dengan mengkonsumsi jus jambu biji merah mengandung kalium dan flavonoid yang tinggi Vitamin C yang dapat membantu penyerapan kadar zat besi dalam darah dan mengkonsumsi TTD sehari sekali.Tujuan penelitian ini untuk memberikan asuhan kebidanan dan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Pemberian Tablet Fe Dan Jus Jambu Biji Merah Terhadap Kadar Hb Pada Remaja Putri Yang Sedang Menstruasi Di Pmb S Tahun 2024.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Hasil penelitian ini Ada peningkatan kadar Hb pada remaja sebelum dan sesudah pemberian jus jambu biji merah dan tablet Fe dengan peningkatan dari 10,6 gr%, 12,7 gr% dan 14,7 gr% jadi ada peningkatan sebanyak 4,1 gr%. Ada peningkatan kadar Hb pada remaja tablet Fe dengan peningkatan dari 10,9, 11,8 gr%, gr% ke 12,1 gr% jadi ada peningkatan sebanyak 1,2 gr%. Kesimpulannya bahwa ada pengaruh pemberian Pemberian Tablet Fe Dan Jus Jambu Biji Merah Terhadap Kadar Hb Pada Remaja Putri Yang Sedang Menstruasi Di Pmb S Tahun 2024. Saran untuk remaja putri yang sedang masa menstruasi sebaiknya mengkonsumsi tablet tambah darah sehari sekali selama 7 hari untuk mencegah terjadinya komplikasi anemia.
Efektivitas Posisi Miring Kiri Dan Penggunaan Birthball Dalam Mempercepat Persalinan Kala 1 Fase Aktif Pada Ibu Bersalin Di UPTD Puskesmas Rawat Inap Ciranjang Kabupaten Cianjur Dewi, Annisa Tania; Pangestu, Gaidha Khusnul; Febriyani, Putri Agus; Jubaedah, Dedah; Suhendi, Feby Pebryanti; Friasta, Intan; Siskanti, Siskanti; Yuliani, Yeli; Rosidah, Rose
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15279

Abstract

Latar Belakang : Partus lama menjadi salah satu penyebab kematian ibu, World Health Organization (WHO) mencatat 69.000 kasus persalinan lama di seluruh dunia pada tahun 2020. Persalinan lama menyebabkan 2,8% kematian ibu secara global dan menjadi penyebab utama komplikasi persalinan. Kejadian partus lama mengakibatkan munculnya berbagai komplikasi baik bagi ibu maupun janin sehingga, menimbulkan dampak kesakitan dan kematian bagi ibu dan bayi. Intervensi medis baik invasif maupun non-invasif, dilakukan untuk mempercepat kemajuan persalinan, salah satu metode non-invasif yang mudah dilakukan yaitu dengan posisi miring kiri dan penggunaan birthball pada proses persalinan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalaha untuk mengetahui efektivitas posisi miring kiri dan penggunaan birthball terhadap kemajuan kala 1 fase aktif pada ibu bersalin. Metode : Penelitian ini menggunakan metode SCLR (Study Case Literatur Review) dengan membandingkan 2 kelompok yaitu dengan jumlah responden 4 orang pada kelompok intervensi posisi miring kiri dan 4 orang pada kelompok penggunaan birthball, keduanya dilakukan intervensi dan di observasi terhadap kemajuan persalinan kala 1 pada ibu bersalin. Hasil : hasil penelitian pada kelompok posisi miring kiri lama persalinan kala 1 fase aktif berlangsung rata-rata selama 5,2 jam dan pada kelompok yang menggunakan birthball persalinan kala 1 fase aktif berlangsung rata-rata 4,5 jam. Kesimpulan : dapat disimpulkan posisi miring kiri dan penggunaan birthball efektif mempercepat kala 1 fase aktif pada ibu bersalin, jika dilihat dari rata-rata lama kala 1 fase aktif dapat disimpulkan penggunaan birthball lebih efektif dalam mempercepat persalinan kala 1 fase aktif pada ibu bersalin primigravida.
PERBANDINGAN PEMBERIAN SAYUR PEPAYA MUDA DAN SAYUR JANTUNG PISANG TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI DI TPMB E KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Saripah, Eneng; Ageng Septa Rini; Gaidha Khusnul Pangestu
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8829

Abstract

Latar Belakang : WHO dan UNICEF merekomendasikan bahwa bayi dilakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dalam satu jam pertama setelah lahir dan kemudian dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, karena ASI sudah memenuhi 100% kebutuhan nutrisi bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya. ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Tujuan : Mengkaji perbandingan efektivitas pemberian sayur pepaya muda dan sayur jantung pisang terhadap peningkatan produksi ASI di TPMB E Kabupaten Garut Tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan peneletian kualitatif dengan pendekatan studi kasus literatur review, yang dilakukan secara langsung kepada 2 orang Ibu menyusui yang ASI nya sedikit dimana 1 diberikan sayur pepaya muda dan 1 lagi diberikan sayur bening pepaya muda selama 7 hari. Hasil: Pemberian sayur pepaya muda terbukti efektif terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Produksi ASI meningkat dari 130 cc menjadi 400 cc dalam 7 hari artinya ada peningkatan sebesar 270 cc dan pemberian sayur jantung pisang terbukti efektif terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Produksi ASI meningkat dari 120 cc menjadi 350 cc dalam 7 hari artinya ada peningkatan sebesar 230 cc. Simpulan: Terdapat perbedaan peningkatan produksi ASI antara ibu nifas yang diberikan sayur pepaya muda dan sayur jantung pisang dimana peningkatan lebih banyak pada ibu nifas yang diberikan sayur pepaya muda dengan selisih 40 cc. Saran: diharapakan pada ibu nifas dapat mengimplementasikan penggunaan sayur pepaya muda untuk membantu kelancaran produksi ASI dengan benar sesuai anjuran yang diberikan.
PERBANDINGAN PEMBERIAN NUGGET TEMPE DAN PISANG AMBON TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN DI TPMB Ny. T KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Sundayani, Divyana Azhari; Gaidha Khusnul Pangestu; Shinta Mona Lisca
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8844

Abstract

Menurut laporan tahunan Puskesmas Karangpawitan tahun 2023, terdapat 481 kasus anemia dari 1.163 ibu hamil, atau sekitar 41,4%. Di TPMB Ny. T, dari 68 ibu hamil yang diperiksa, 32 di antaranya mengalami anemia. Dampak yang timbul akibat kurangnya kadar hemoglobin: keletihan, malas dan lemas, sesak nafas, jantung berdebar, mual, wajah pucat, penurunan daya sistem imun, mata pucat, sakit kepala dan pingsan serta dampak makro akibat kurangnya kadar hemoglobin adalah keguguran (abortus), kelahiran premature dan imatur. Salah satu upaya dalam penanganan anemia secara non farmakologis dapat pemberian nugget tempe dan pisang ambon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian nugget tempe dan pisang ambon terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Terdapat efektivitas pemberian nugget tempe terhadap kadar Hb dengan peningkatan dari kunjungan pertama 9,9 gr/dL menjadi 10,3 gr/dL pada kunjungan kedua dan menjadi 10,8 gr/dL pada kunjungan ketiga, juga terdapat efektivitas pemberian pisang ambon terhadap kadar Hb dengan peningkatan dari kunjungan pertama 9,9 gr/dL menjadi 10,2 gr/dL pada kunjungan kedua dan menjadi 10,6 gr/dL pada kunjungan ketiga sehingga terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian nugget tempe dan pisang ambon terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dimana pemberian nugget tempe 0,2 gr/dL sedikit lebih unggul dibandingkan pisang ambon. Disarankan kepada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara peningkatan kadar Hb serta dapat menggunakan tempe dan pisang ambon untuk mengatasi masalah anemia pada kehamilan.
PERBANDINGAN PEMBERIAN NUGGET TEMPE DAN PISANG AMBON TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN DI TPMB Ny. T KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Sundayani, Divyana Azhari; Gaidha Khusnul Pangestu; Shinta Mona Lisca
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8855

Abstract

Setiap ibu hamil akan mengalami perubahan fisik dan psikologis sehingga dapat memicu kecemasan pada ibu hamil. Kecemasan pada ibu hamil trimester III apabila tidak di tangani dengan baik dapat memberikan dampak buruk baik pada ibu maupun janin. Hipnoberting merupakan salah satu tehnik yang dapat menekan kecemasan pada ibu hamil. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahuai pengaruh hipnoberting terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja RSU Andhika. Metode penelitian yang dilakukan adalah yaitu dengan score kuisioner PASS pada responden 2 ibu hamil. Hasil intervensi yang dilakukan selama 7 hari didapatkan bahwa score kuisioner PASS pada kunjungan 1 ibu dalam kategori cemas berat dalam waktu 7 hari ibu dalam keadaan sudah tidak cemas. Sedangkan dan ibu tanpa hypnobirthing selama 7 hari didapatkan bahwa score kuisioner PASS pada kunjungan 1 ibu dalam kategori cemas berat dalam waktu 7 hari ibu dalam keadaan cemas. Kesimpulannya tingkat kecemasan ibu hamil trimester III pada ibu yang diberikan interviensi hypnobirthing berkurang dari cemas berat menjadi tidak cemas. Sedangkan ibu yang tidak diberikan interviensi hypnobirthing berkurang namun tidak terlalu signifikan dari cemas berat menjadi cemas sedang. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan dapat dilakukan lebih lanjut tentang pengaruh hipnoberting terhadap kecemasan pada ibu hamil trimester III dengan sampel lebih banyak dan variable-variabel lain yang belum dibahas pada penelitian ini.