Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD), DUKUNGAN BIDAN, DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDAR JAYA LAMPUNG TENGAH TAHUN 2022 Gaidha Khusnul Pangestu
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54444/jik.v13i2.140

Abstract

Berdasarkan data WHO di Indonesia terdapat 1 dari 2 bayi berusia kurang dari 6 bulan yang diberikan ASI secara eksklusif dan kurang dari 5% anak di Indonesia yang masih diberikan ASI eksklusif pada usia 23 bulan. Dampak tidak diberikan ASI eksklusif bayi tidak memperoleh nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, Dukungan suami memberikan ketenangan psikologis ibu sehingga kerja otak yang memberikan stimulus pada organ pembentuk ASI dapat menjadi lancar. Rendahnya tenaga kesehatan khususnya bidan dalam pemberian edukasi terhadap pentingnya ASI eksklusif. Desain penelitian kuantitatif, pendekatan cross-sectional, Populasinya ibu yang mempunyai bayi usia 6 – 7 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah yaitu 45 bayi. Menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya pada Agustus-Desember 2022. Hasil penelitian, ibu yang tidak melakukan Pemberian ASI Ekslusif berjumlah 60,0% ibu yang tidak melakukan IMD berjumlah 53,3%, ibu yang tmendapat dukungan Bidan 60,0%, ibu yang tidak mendapat dukungan keluarga 53,3%, Berdasarkan analisa Chi-square menunjukkan bahwa nilai p=0,011, ada hubungan antara IMD terhadap pemberian ASI eksklusif, nilai p=0,004, ada hubungan antara dukungan bidan terhadap pemberian ASI eksklusif, dan nilai p=0,011, ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif. IMD adalah memberikan kesempatan bayi memulai atau inisiasi menyusu sendiri segera setelah lahir atau dini dengan membiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu setidaknya satu jam atau lebih sampai menyusu pertama selesai. Tenaga kesehatan menjadi acuan bagi perilaku kesehatan masyarakat agar masyarakat memiliki perilaku yang baik mengenai pandangan Kesehatan. Seorang ibu yang kurang mendapatkan dukungan dari keluarganya menjadi tidak percaya diri dan kurang motivasi untuk memberikan ASI eksklusif.
Pengaruh Ekstrak Daun Kelor dan Buah Pepaya Terhadap Peningkatan Produksi Asi di Puskesmas Majasari Pandeglang Tahun 2024 Yanti Dwi Rahmawati; Fanni Hanifa; Gaidha Khusnul Pangestu
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i1.1330

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan alami yang paling utama serta paling baik untuk bayi. Penyebab produksi ASI rendah karena dapat dari faktor nutrisi gizi seimbang yang kurang, adanya masalah pada kesehatan mental seperti stress atau depresi sehingga merasa cemas, trauma setelah memakai kontrasepsi hormonal serta perawatan payudara yang tidak dilakukan dengan benar. Produksi ASI rendah disebabkan juga oleh kurang stimulasi hormon oksitosin pada hari pertama setelah persalinan. Dampak dari produksi ASI rendah yakni ibu tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Penatalaksanaan produksi ASI rendah dapat dengan cara pemenuhan gizi yang cukup pada ibu masa menyusui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kelor dan buah pepaya terhadap peningkatan produksi ASI di Puskesmas Majasari tahun 2023. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian terdapat peningkatan produksi ASI pada ibu masa menyusui yang diberikan ekstrak daun kelor dan buah pepaya muda. Pemberian ekstrak daun kelor lebih banyak 10 ml dibandingkan yang diberikan buah pepaya muda. Diharapkan ibu menyusui dapat mengimplementasikan pemberian ekstrak daun kelor dan buah pepaya muda untuk meningkatkan produksi ASI.
Studi Eksplorasi Dampak Model PJJ Selama Masa Pandemi terhadap Pola Asuh Orang Tua pada Usia 4 – 6 Tahun Sugesti, Retno; Sumanti, Nurwita Trisna; Hidayani, Hidayani; Pangestu, Gaidha Khusnul
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 12 No 04 (2022): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Uni
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v12i04.2225

Abstract

Pada masa ini perkembangan anak sangat penting karena merupakan dasar bagi anak untuk ke tahapan selanjutnya dalam kehidupan seorang anak. orang tua. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui studi ekspolasi dampak model pembelajaran jarak jauh selama pandemi covid 19 terhadap pola asuh orang tua pada anak usia 4-6 tahun. Penelitian ini dilakukan karena metode yang dilakukan saat ini PJJ pada masa pandemi. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplorasi yaitu penelitian yang dilakukan untuk masalah yang belum dipelajari dengan lebih jelas. Total Sampel pada penelitian ini berjumlah 6 orang yang tinggal di D’palm Resedence kota Depok Tahun 2021. Hasil penelitian didapatkan Model pembelajaran tersebut memberikan respon negatif: orang tua merasa pekerjaannya tertunda dikarenakan harus mendampingi anak ketika sekolah dirumah, sulit dalam pemahaman guru yag disampaikan dan mesti mengulang kembali pelajaran yang berlangsung, Harus menyiapkan bahan yang dibutuhkan ketika pelajaran berlangsung dan harus mencari cara agar anak tidak bosan dan fokus saat pelajaran berlangsung. Kendala yang dialami oleh respon adalah kendala kuota dan jaringan yang dibutuhkan selama proses pembelajaran jarak jauh sehingga dapat mempengaruhi proses pembelajaran tersebut. Pola asuh yang dimiliki pada penelitian ini pola asuh otoriter ; Pola asuh demokratis; Pola Asuh Penelatar; orang tua mendampingi anak belajar, namun sambil mengerjakan pekerjaan rumah. Maka dapat disimpulkan memiliki dampak metode pembelajaran jarak jauh terhadap pola asuh orang tua selama mendampingi anak dalam proses belajar di rumah. Saran ditujukan kepada pihak sekolah untuk dapat beerja sama dengan petugas kesehatan dalam memberikan pemahaman untuk metode PJJ untuk meminimalkan dampak kesehatan bagi anak.
Efektivitas Telur Rebus dan Pisang Ambon terhadap Peningkatan Kadar HB pada Ibu Hamil Trimester III dengan Anemia Ringan di BPM A Kabupaten Bekasi Tahun 2022 Pangestu, Gaidha Khusnul
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 12 No 03 (2022): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Uni
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v12i03.3056

Abstract

Anemia merupakan kekurangan zat besi dalam darah, anemia sering terjadi pada ibu hamil khususnya di negara berkembang. Telur rebus mengandung protein zat besi sedangkan pisang ambon mengandung kalium dan zat vitamin C yang dapat mempercepat penyerapan zat besi dalam tubuh. Sehingga kedua makanan tersebut dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian telur rebus dan pemberian pisang ambon terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III dengan anemia ringan di BPM A Kabupaten Bekasi tahun 2022. Metodologi penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan quasy eksperimen. Populasi penelitian ini adalah 60 ibu hamil trimester III mengalami anemia, dan sampelnya adalah ibu hamil trimester III dengan anemia kategori ringan dengan jumlah 40 dengan 20 wanita hamil diberikan telur rebus dan 20 wanita hamil diberikan pisang ambon. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa 40 responden baik yang diberikan telur rebus maupun pisang ambon mengalami kenaikan kadar HB, dan dari paired t test ditemukan bahwa adanya ke efektifitasan dari kedua intervensi tersebut. Telur rebus rebus lebih unggul daripada pisang ambon walaupun perbedaannya tidak signifikan yaitu 0.04 g/dl. Diharapkan tenaga kesehatan dapat membantu ibu dalam memotivasi dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi salah satunya telur rebus dan jus buah pisang ambon agar dapat meningkatkan kadar Hb ibu hamil anemia.
Pengaruh Pemberian Puding Jagung Kurma terhadap Kadar Hb pada Ibu Hamil Anemia Apriliyanti, Evie; Pangestu, Gaidha Khusnul; Ginting, Agus Santi Br
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.3218

Abstract

Anemia pada ibu hamil menjadi isu serius karena berbagai dampaknya terhadap kesehatan ibu dan janin. Anemia pada ibu hamil disebut juga sebagai potential danger to mother and children karena dapat membahayakan ibu dan anaknya. Anemia pada ibu hamil sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia yang akan dilahirkan dan generasi yang akan datang. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh puding jagung kurma terhadap kadar HB pada ibu hamil anemia di PMB Evie Apriliyanti. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan study case literatur review. Penelitian ini dilakukan di PMB Evie Apriliyanti pada bulan januari 2024. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang berkunjung di PMB Evie Apriliyanti. Besar sampel yang dibutuhkan pada penelitian ini yaitu 2 ibu hamil yang mengalami masalah anemia ringan. Teknik sampling pada penelitian adalah purposive sampling. Adapun kriteria inklusi sampel adalah sebagai berikut Bersedia menjadi responden dan Ibu menderita anemia ringan (10,0-10,9 g/dl). Hasil penelitian ditemukan ada pengaruh pemberian tablet Fe dan puding jagung kurma terhadap kadar HB pada ibu hamil anemia di PMB Evie Apriliyanti dengan peningkatan Hb 0,6 gr/dl selama 7 hari pada ibu hamil. Ada pengaruh pemberian tablet Fe dan konseling terhadap kadar HB pada ibu hamil anemia di PMB Evie Apriliyanti dengan peningkatan Hb sebesar 0,2 gr/dl pada ibu hamil.
GAMBARAN KEJADIAN STUNTING BERDASARKAN KARAKTERISTIK IBU PADA BALITA USIA 24-59 BULAN PARAMITHA, INTAN AZKIA; ARIFIANA, RATNA; PANGESTU, GAIDHA KHUSNUL; RAHAYU, NOVA AVIANTI; ROSIDI, AHYAR
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i1.2736

Abstract

Based on data on the prevalence of stunted toddlers collected by WHO, in 2020 as many as 22% or around 149.2 million toddlers in the world experienced stunting. The prevalence of stunting in Indonesia fell from 24.4% in 2021 to 21.6% in 2022. In the same year the stunting rate in Central Java also decreased to 26.21%. Even though there seems to be a decrease in the prevalence rate, stunting is considered to still be a serious problem in Indonesia because the prevalence rate is still above 20%. The aim of this research is to determine the description of the incidence of stunting based on the characteristics of mothers among toddlers at the Kedungwuni II Community Health Center. The research method used is observational research with a descriptive approach to determine the description of the mother's age, education, occupation and income. The research was conducted at the Kedungwuni II Community Health Center, Pekalongan Regency in August 2023. The population in this study were all mothers with 211 children under five. The sample in this study consisted of 35 respondents. The instrument used in this research was a questionnaire. Primary data in this study came from questionnaires distributed and direct measurements to toddlers regarding weight and height. The analysis used uses univariate analysis, which is presented in the form of tables and narratives. The results of this research show that the majority of toddlers who experience stunting come from mothers aged 31-35 years (43%), high school/vocational school education (49%), family income < IDR 2,334,886 (100%), work as a housewife (94%). Meanwhile, the majority of toddlers who experience stunting are boys (66%). The incidence of stunting at the Kedungwuni II Community Health Center is related to maternal education and income. ABSTRAKBerdasarkan data prevalensi balita stunting yang dikumpulkan oleh WHO, pada tahun 2020 sebanyak 22% atau sekitar 149,2 juta balita di dunia mengalami kejadian stunting. Prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022. Pada tahun yang sama angka stunting di Jawa Tengah juga mengalami penurunan menjadi 26,21%. Meski terlihat ada penurunan angka prevalensi, tetapi stunting dinilai masih menjadi permasalahan serius di Indonesia karena angka prevalensinya yang masih di atas 20%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian stunting berdasarkan karakteristik ibu pada balita di Puskesmas Kedungwuni II. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui gambaran usia, pendidikan, pekerjaan dan status ekonomi ibu. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan pada bulan Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak balita yang berjumlah 211 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Data primer dalam penelitian ini dari kuesioner yang dibagikan dan pengukuran langsung kepada balita terkait berat badan dan tinggi badan. Analisis yang digunakan menggunakan analisis univariat, yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa balita yang mengalami stunting sebagian besar berasal dari kelompok ibu berusia 31-35 tahun sebanyak (43%), berpendidikan tinggi SMA/SMK sebanyak (49%), status ekonomi keluarga < Rp 2.334.886 sebanyak (100%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (94%). Sedangkan balita yang mengalami stunting sebagian besar pada kelompok laki-laki (66%). Kejadian stunting di Puskesmas Kedungwuni II berkaitan dengan pendidikan ibu dan pendapatan.
Pengaruh Pijat Oketani dan Rolling Massage terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Post Partum Yanasari, Novi; Susaldi, Susaldi; Khusnul Pangestu, Gaidha
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol. 5 No.2 - Desember 2023)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pemberian ASI eksklusif yang tidak berlangsung secara sempurna dikarenakan adanya hambatan yang bisa disebabkan karena ibu ataupun bayinya. Salah satu hambatan yang terjadi karena ibu yaitu ketidaklancaran produksi ASI akibat kurangnya perawatan payudara. Penurunan produksi ASI pada hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat oketani dan rolling massage terhadap peningkatan produksi ASI pada Ibu Post partum di wilayah kerja Puskesmas Jawilan Kabupaten Serang Tahun 2023. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan quasi eksperimen, dengan rancangan pretest and post-test design with control group yang menggunakan teknik pengambilan sampel teknik simple random sampling dengan besar sampel 36 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok control (pijat oketani) dan kelompok intervensi (rolling massage). Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan hasil hasil uji normalitas Shapiro Wilk. Pengujian intervensi terhadap produksi ASI menggunakan uji Wilcoxon, menunjukan terdapat Rata-rata produksi ASI pada kelompok intervensi 6,26 ml dan kelompok kontrol 6,40 ml pada ibu menyusui, Terdapat perbedaan produksi ASI pada ibu menyusui antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada ibu menyusui. Kesimpulan: Ada pengaruh pijat oketani dan rolling massage terhadap peningkatan produksi ASI pada Ibu Post partum di wilayah kerja Puskesmas Jawilan.
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Dan Tablet Tambah Darah Terhadap Kadar Hemoglobin Remaja Putri Usia 12-15 Tahun Dengan Anemia Sedang Di SMP Plus Assyifa Cibeber Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2024 Rosidah, Dadah; Sugesti, Retno; Pangestu, Gaidha Khusnul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15443

Abstract

Angka kejadian anemia di Indonesia terbilang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32 %, artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian Sari kacang Hijau dan Tablet Tambah Darah terhadap Kadar Hemoglobin Remaja Putri Usia 12-15 Tahun dengan Anemia Sedang. Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Eksperimen dengan rancangan Two Group Pree dan Post Test. Populasi dalam penelitian adalah remaja yang mengalami anemia sedang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Purposive Sampling yang berjumlah 34 sampel yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 17 kelompok intervensi dan 17 kelompok kontrol. Data di analisa secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wicolxon untuk perbedaan kadar haemoglobin, didapatkan p value = 0,01 (p < 0,05), terdapat perbedaan yang signifikan kadar hemoglobin sebelum dan setelah pemberian sari kacang hijau dan tablet tambah darah. Terdapat pengaruh pemberian sari kacang hijau dan tablet tambah darah terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri Usia 12-15 Tahun dengan anemia sedang. Diharapkan tempat penelitian dapat memberikan sosialisasi melalui penyuluhan tentang penggunaan sari kacang hijau sebagai pencegahan anemia pada remaja putri.
Efektivitas Pemberian Pisang Ambon (Musa Acuminata Cavendish) Dan Buah Pepaya (Carica Papaya) Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester III Dengan Anemia Ringan Di Puskesmas Haurpanggung Kabupaten Garut Tahun 2024 Susanti, Susanti; Pangestu, Gaidha Khusnul; Uci Ciptiasrini
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15445

Abstract

Anemia merupakan masalah nutrisi yang paling sering ditemukan dan resikonya meningkat pada kehamilan. Penyebabnya karena kurangnya sumber makanan yang mengandung zat besi. Penanganan anemia dapat dilakukan dengan memberikan alternatif salah satunya dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi dan membantu kadar hemoglobin meningkat contohnya Pisang Ambon dan buah pepaya. Pisang mengandung vitamin C yang dapat meningkatkan absorbsi besi. Begitu pula dengan buah pepaya yang memiliki vitamin C dan A bantu penyerapan zat besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang efektifitas pisang Ambon dan buah pepaya pada ibu hamil Trimester III dengan anemia ringan. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan membandingkan 2 ibu hamil Trimester III yang mengalami anemia ringan. Salah satu diberikan intervensi pemberian 2 buah pisang Ambon dan satu lagi pemberian buah pepaya 100 gram. Hasilnya Pisang Ambon dan Buah Pepaya efektif meningkatkan Hemoglobin selama kehamilan dan buah pisang Ambon lebih efektif dibandingkan dengan buah pepaya
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PMB RINI KABUPATEN PANDEGLANG ANGGRAENI, RINI; PANGESTU, GAIDHA KHUSNUL; MUNAWAROH, MADINAH
Journal Of Midwifery Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyusui adalah interaksi yang khas dan bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan anak. “Namun, menyusui sejak saat pertama kali tidak selalu mudah, banyak wanita kesulitan dalam melakukannya.” “Keadaan yang sering terjadi pada hari-hari pertama menyusui adalah masalah ASI yang keluar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh pemberian susu kedelai terhadap produksi ASI. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus, dimana penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada suatu objek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus. Penelitian ini dilakukan di PMB Rini Kampung Kapinango Kabupaten Pandeglang selama 11 hari pada ibu nifas yang mengeluh produksi ASI sedikit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien yang diberikan susu kedelai didapatkan hasil produksi ASI mengalami peningkatan sebanyak 250 ml. kesimpulan: Dari asuhan yang diberikan dan dapat diketahui bahwa pemberian intervensi suus kedelai pada responden mengalami peningkatan produksi ASI yang signifikan.