Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengabdian Masyarakat: Edukasi dan Skrining Hemoglobin-Hematokrit sebagai Deteksi Dini Anemia pada Usia Produktif Herdiman, Julia; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Setia, Nicholas; Rayhan, Naufal
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 07 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i07.2418

Abstract

Anemia is a health condition characterized by low hemoglobin or hematocrit levels, which affects the blood's ability to carry oxygen, resulting in a decrease in quality of life. This condition is common in the productive and elderly population, and has the potential to cause physical and cognitive disorders. This Community Service Activity aims to conduct early detection of anemia in the adult population in Sunter, North Jakarta through screening of hemoglobin and hematocrit levels using the Plan-Do-Check-Action (PDCA) method. Hemoglobin and hematocrit measurements were carried out using the Point of Care Testing (POCT) tool. The results showed that 5 men (22.73%) and 17 women (77.27%) had hemoglobin levels below normal. Increasing public awareness of adequate nutritional intake and healthy eating patterns, especially those rich in iron and vitamin B12, can prevent anemia. Early detection of anemia is very important to identify individuals at risk, so that timely intervention can be given. This is expected to reduce the prevalence of anemia and improve the quality of life of the community
Kegiatan Penapisan Kadar Hemoglobin untuk Mencegah Kejadian Anemia pada Populasi Lanjut Usia di Gereja St. Fransiskus Asisi Wijaya, Christian; Setia, Nicholas; Alvianto, Fidelia; Kurniawan, Joshua; Nathaniel, Fernando; Santoso, Alexander Halim
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 2 (2024): Juni Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i2.1623

Abstract

The World Health Organisation (WHO) estimates that the global population aged over 60 years will increase from 900 million in 2015 to 2 billion in 2050. This demographic is particularly vulnerable to disease and disability, with declining haemoglobin levels long considered a consequence of aging. Nutritional deficiencies, chronic diseases, kidney disease, haematological malignancies, and anemia of unknown cause can all contribute to anemia in the elderly. This significantly impacts physical performance, cognitive function, and overall health. We carried out this activity at St. Francis Assisi, Jakarta, with 36 participants. We perform a physical examination and a complete blood count, including haemoglobin and hematocrit levels, to detect nemia. Among the 36 participants, 18 people (50%) had mild anaemia, 6 people (16.7%) had moderate anaemia, and 1 person (2.8%) had very severe anaemia. Anaemia in the elderly can cause severe health consequences, including physical and cognitive decline, increased hospitalisations, and death. Routine screening for haemoglobin and hematocrit levels is essential for early detection and intervention, improving quality of life and health outcomes for older adults.
KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT MENGENAI EDUKASI DAN DETEKSI DINI GULA DARAH DAN ANEMIA DALAM RANGKA MENJAGA KESEHATAN HIDRASI KULIT PADA POPULASI DEWASA DI SMP KALAM KUDUS, JAKARTA Tan, Sukmawati Tansil; Satyanegara, William Gilbert; Wijaya, Dean Ascha; Edbert, Bruce; Kasvana, Kasvana; Setia, Nicholas
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27423

Abstract

Xerosis kutis (kulit kering) merupakan kondisi kulit yang disebabkan oleh berkurangnya hidrasi pada stratum korneum dan ditandai dengan gejala klinis seperti kulit yang kasar, bersisik, dan terkelupas. Penyebabnya melibatkan 2 faktor, yaitu faktor internal seperti penuaan, penyakit internal (diabtes dan anemia) dan faktor eksternal seperti paparan sinar matahari, durasi mandi yang lama, cuaca, dehidrasi, serta penggunaan obat tertentu. Diabetes melitus dapat meningkatkan risiko terjadinya kulit kering dan pruritus kronik. Kadar glukosa yang tidak terkontrol dengan baik dapat merusak barrier kulit dan menyebabkan kerusakan saraf yang berdampak pada hidrasi dan kelembaban kulit. Anemia defisiensi zat besi juga dapat menyebabkan kulit kering dan gatal. Kulit kering dapat meningkatkan risiko gatal, yang memicu tindakan menggaruk sehingga menyebabkan kulit menjadi luka dan rentan terhadap infeksi, yang mempengaruhi kualitas hidup individu. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah masalah kulit kering dengan memberikan edukasi dan skrining kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga hidrasi kulit. Kegiatan yang dilakukan di SMP Kalam Kudus ini diikuti oleh 127 peserta dengan rerata usia 39 tahun. Rerata kadar gula darah sewaktu, hemoglobin, hematokrit, kadar hidrasi tangan kanan dan tangan kiri peserta masing-masing adalah 90 mg/dL, 12,9 g/dL, 38%, 40%, dan 45%. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami faktor risiko kulit kering, terutama dampak gula darah dan anemia terhadap kulit kering, serta memahami cara merawat kulit agar tetap terhidrasi dengan baik.
KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM RANGKA EDUKASI DAN SKRINING OBESITAS, DIABETES MELLITUS TIPE II, DAN HIPERURISEMIA PADA MASYARAKAT DI COMMUNITY CENTER RW 08, CIPONDOH TANGERANG METABOLIK PADA LANJUT USIA Santoso, Alexander Halim; Setia, Nicholas; Jaya, I Made Satya Pramana; Setiawan, Fiona Valencia; Fransisco, Melkior Michael
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29756

Abstract

Obesitas, Diabetes Mellitus tipe 2 (DM II), dan hiperurisemia merupakan penyakit tidak menular yang umum dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan secara global. Obesitas dapat diukur menggunakan indeks massa tubuh (BMI) dan persentase lemak tubuh, dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. DM II ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang berhubungan erat dengan gaya hidup tidak sehat dan obesitas, serta memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia. Hiperurisemia, yang disebabkan oleh kadar asam urat tinggi, terkait dengan konsumsi makanan tinggi purin dan dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan disfungsi ginjal. Kegiatan pengabdian masyarakat di Community Center RW 08, Cipondoh, Tangerang menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA) untuk edukasi dan skrining kesehatan. Hasil skrining menunjukkan prevalensi obesitas sebesar 61%, diabetes 9%, dan hiperurisemia 4% di antara 100 peserta. Program ini menekankan pentingnya edukasi dan skrining kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, deteksi dini, dan pengelolaan efektif kondisi ini. Inisiatif ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan dengan menyediakan layanan kesehatan yang sesuai budaya dan mempromosikan perubahan perilaku positif.