Articles
EDUKASI PENTINGNYA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN ANAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Simamora, Marthalena;
Sinaga, Janno;
Silitonga, Rosita
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stunting or short is a condition of failure to thrive in children under five years of age (toddlers) due to chronic malnutrition and repeated infections, especially in the first 1,000 days of life (HPK), from fetus to child aged 23 months. Children are classified as stunted if their length or height is below minus two standard deviations of length or height of children their age. Stunting is a major threat to the quality of Indonesia's Human Resources (HR), as well as a threat to the nation's competitiveness. This is because children who fail to grow are not only disturbed by their physical growth, but also have impaired brain development, which of course will greatly affect their ability and achievement in school, as well as productivity and creativity in productive ages. The purpose is to prevent an increase in the incidence of stunting in toddlers. This activity is carried out in the form of health promotion through education about the first 1000 days of a child's life using the lecture method. The target of this activity is pregnant women. This activity was attended by 33 pregnant women and mother of toddler. The results of the evaluation showed that the knowledge of the activity participants increased after the education was carried out. Increased knowledge is in line with increasing public awareness of the importance of the 1000 HPK period so that it is expected that the prevalence of stunting increases can be prevented.
Pendidikan Kesehatan Tentang Praktek Pemberian Makan Yang Benar Pada Batita
Simamora, Marthalena;
Damanik, Rani Kawati;
Sipayung, Normi;
Zandroto, Jurham
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masa batita merupakan usia penting untuk tumbuh kembang secara fisik. Untuk mencapai tumbuh kembang anak optimal maka dibutuhkan gizi yang baik pada masa tumbuh kembangnya. Pemenuhuan kebutuhan gizi pada anak sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang praktek pemberian makan yang benar pada anak. Pemberian makanan yang benar merupakan bagian penting dari kehidupan batita dan sebagian besar interaksi orangtua dan anak terjadi pada saat pemberian makan. Ibu sangat mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan Batita. Khususnya pengetahuan ibu memiliki pengaruh kepada pola pikir dan tingkat kepedulian untuk memberikan asupan makan yang tepat untuk anaknya. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu batita tentang pemberian makan yang benar pada batita. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk promosi kesehatan dengan metode ceramah. Sasaran kegiatan ini adalah ibu yang memiliki anak batita usia 6-24 bulan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan peserta kegiatan meningkat setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Meningkatnya pengetahuan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pemberian makan yang benar pada anak sehingga diharapkan prevalensi peningkatan kejadian stunting dapat dicegah.
Generasi Muda Bebas HIV AIDS Pada Remaja SMP Madya Utama Di Kecamatan Medan Perjuangan
Barus, Darwita Juniwati;
Simamora, Marthalena;
Simanjuntak, Galvani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kasus HIV AIDS diyakini seperti fenomena gunung es karena laporan resmi jumlah kasus tidak mencerminkan masalah yang sebenarnya. Angka kasus juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, bahkan saat ini secara kumulatif jumlah mencapai 20.000 kasus di Suamtera Utara. Penderita HIV AIDS di kota Medan berada pada angka 5.573 kasus, dari jumlah tersebut didapatkan 55 orang (2,2%) diantaranya merupakan Pelajar/ Mahasiswa. Untuk itu diperlukan penanganan serius, terutama dalam upaya pencegahannya. Hal ini perlu didukung semua pihak yang terkait, pertama yang perlu dilakukan adalah pencegahan. Hal tersebut bisa dilakukan dalam bentuk sosialisasi pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya dari HIV AIDS. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahun remaja tentang pecegahan dan penularan HIV/AIDS. Dengan menggunakan metode yang memberikan informasi kepada remaja melalui penyuluhan dan memberikan kesempatan kepada remaja untuk memberikan umpan balik. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat berupa Penyuluhan HIV-AIDS pada usia remaja di SMP Madya Utama yang berada ditengah kota Medan Perjuangan, berlangsung pada tanggal 3 Juli 2020 di kelas 8 dan 9. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 17 orang pelajar SMP Madya Utama. Walaupun dalam komunitas yang kecil namun diharapkan dapat dishare oleh peserta ke sekililingnya
Skrining dan Pemeriksaan Kesehatan dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi
Simamora, Marthalena;
Taruli Rohana Sinaga;
Johansen Hutajulu
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling sering terjadi dan menjadi faktor risiko kematian utama. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan mengetahui secara dini faktor risiko yang ada. Sehingga perlu dilakukan suatu kegiatan skrining faktor risiko penyakit hipertensi sebagai suatu upaya pencegahan timbulnya penyakit ini. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat mengetahui tekanan darah serta meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi secara dini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dengan menggunakan media leaflet dan pengukuran tekanan darah. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat di Desa Kramat Gajah Kecamatan Galang sebanyak 35 orang. Hasil pengukuran tekanan darah didapatkan sebagian besar tekanan darah dalam kategori normal 48.6%, namun ada sebagian kecil peserta yang mengalami pre hipertensi sebanyak 25,8%, hipertensi grade 1 sebanyak 11,4% serta hipertensi grade 2 sebanyak 14,2%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuan utama yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit hipertensi dan bagaimana tatalaksana non farmakologi penyakit ini, sehingga harapannya terdapat perubahan perilaku terhadap faktor risiko yang dapat diubah.
Edukasi Kesehatan Pentingnya Sarapan Bagi Anak Sekolah di SD Negeri 173328 Kec. Pangasean Lintongnihuta, Kab. Humbahas
Marbun, Agnes Silvina;
Marthalena Simamora;
Lasma Rina Sinurat
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sarapan pagi merupakan asupan makanan pertama yang masuk ke dalam tubuh setelah puasa saat tidur di malam hari. Saat sarapan, otak kembali mendapatkan asupan nutrisi. Sarapan yang sehat harus memenuhi sekurangnya seperempat dari kebutuhan nutrisi harian. Jadi, setidaknya menu sarapan pagi harus mengandung karbohodrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat, serta air yang cukup untuk membantu proses pencernaan, meningkatkan energi juga konsentrasi dan daya ingat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada siswa tentang sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah agar pada saat proses pembelajaran siswa dapat berkonsentrasi penuh dalam menerima pelajaran yang ditujukan kepada siswa/i. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian edukasi kesehatan bagi siswa/i kelas V dan VI SD Negeri 173328 Kec. Pangasean Lintongnihuta, Kabupaten Humbahas dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 orang. Kegiatan dilaksanakan pada 10 November 2023. Hasil pre test sebelum edukasi kesehatan didapatkan bahwa tingkat pengetahuan pentingnya sarapan pagi mayoritas kurang yaitu sebanyak 90%, dan setelah diberikan edukasi kesehatan didapatkan bahwa tingkat pengetahuan pentingnya sarapan pagi mayoritas baik yaitu sebanyak 80%.
Edukasi Latihan Senam Kaki untuk Mencegah Komplikasi Ulkus Diabetikum
Simamora, Marthalena;
Normi Parida Sipayung;
Rosetty Sipayung
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang pada saat ini merupakan penyakit yang lazim dijumpai pada lanjut usia dan insidennya setiap tahun mengalami peningkatan. Diabetes melitus dapat dicegah dengan menggunakan beberapa cara agar tidak menimbulkan komplikasi yang serius seperti kerusakan atau kegagalan fungsi organ tubuh. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan diet, edukasi serta latihan fisik. Salah satu latihan fisik yang dapat dilakukan penderita diabetes mellitus adalah dengan melakukan senam kaki diabetes melitus Senam kaki dapat membantu memperbaiki terjadinya kelainan bentuk kaki . Tujuan dari kegiatan poengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat di desa Tanjung Gusta dalam mencegah terjadinya komplikasi ulkus diabetikum dengan melakukan senam kaki. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi, simulasi senam kaki, dan pengukuran kadar gula darah. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat di Desa Tanjung Gusta sebanyak 15 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuan utama yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pencegahan komplikasi lanjut diabetes melitus diantaranya ulkus diabetikum melalui latihan senam kaki.
BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA PERLIS
Simamora, Marthalena;
Lasma Rina Efrina Sinurat;
Rani Kawati Damanik
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada anak. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi yang tidak memadai, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Bayi dengan BBLR memiliki cadangan nutrisi yang lebih rendah dan sistem imun yang belum berkembang optimal, sehingga rentan terhadap infeksi dan hambatan pertumbuhan. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara BBLR dan stunting, di mana bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting di usia balita. Faktor penyebab BBLR meliputi status gizi ibu yang kurang baik, komplikasi kehamilan, serta faktor sosial ekonomi dan lingkungan. Pencegahan stunting pada anak dengan riwayat BBLR memerlukan intervensi holistik yang mencakup pemantauan pertumbuhan, pemberian nutrisi yang adekuat, serta edukasi bagi ibu dan keluarga. Upaya pencegahan dan penanganan BBLR perlu mendapatkan perhatian serius untuk menekan angka kejadian stunting dan mendukung tumbuh kembang optimal anak.
Pengabdian Masyarakat Tentang Pertolongan Pertama Kasus Kegawatdaruratan Tersedak Di Kelurahan Gaharu Dengan Metode Simulasi
Galvani Volta Simanjuntak;
Marthalena Simamora;
Lasma Rina Efrina Sinurat
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kasus gawat darurat akibat tersedak merupakan salah satu kondisi medis yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi serius, termasuk risiko henti napas atau kematian. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis mengenai pelaksanaan pertolongan pertama pada kasus tersedak di wilayah Kelurahan Gaharu. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan simulasi teknik pertolongan pertama, seperti manuver Heimlich dan tindakan penanganan lainnya yang sesuai dengan usia korban, baik pada dewasa maupun anak-anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Gaharu memiliki pemahaman yang meningkat terkait identifikasi gejala tersedak dan keterampilan memberikan pertolongan pertama secara efektif. Kesimpulannya, pelatihan dan edukasi mengenai pertolongan pertama pada kasus tersedak berperan penting dalam meningkatkan kesiapan masyarakat untuk menghadapi situasi gawat darurat, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif dan menyelamatkan nyawa korban.
Edukasi Diet Anak Dengan Luekimia
Marthalena Simamora;
Nandang DD Khairari;
Saragih, Masri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Leukemia atau kanker darah adalah sekelompok penyakit neoplastik yang beragam, ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid. Malnutrisi pada penderita kanker dapat menurunkan angka toleransi kemoterapi serta dapat meningkatkan potensi terjadinya komplikasi. Pengobatan untuk penderita leukemia juga dapat dilakukan dengan cara menjalani hidup sehat melalui makanan yang dikonsumsi serta menghindari zat beradiasi atau karsinogenik. Pola hidup sehat serta pola makan dengan mengonsumsi makanan yang sehat serta bergizi secara teratur merupakan bagian penting dalam pengobatan penyakit leukemia. Tujuan dari kegiatan poengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman orangtua tentang pemberian diet dan cara pengolahannya pada anak dengan leukimia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi. Kegiatan ini diikuti oleh orangtua anak dengan diagnosa leukimia sebanyak 15 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuan utama yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orangtua tentang diet pada anak dengan leukimia.
UPAYA PENGENALAN BAHAYA RABIES MELALUI EDUKASI INTERAKTIF PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Simanjuntak, Edriyani Yonlafado;
Novita Aryani;
Marthalena Simamora;
Rahmad Siswanto;
Semangat Zalukhu;
Elvin Zendrato;
Cintya Magdalena Ritonga
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51544/jam.v6i2.6284
Latar belakang: Rabies merupakan salah satu virus yang menyebabkan kematian bagi manusia maupun hewan. Penularan virus rabies dapat melalui gigitan binatang peliharaan kepada manusia seperti kucing, anjing, kera dan binatang peliharaan lainnya. Tujuan: Memberikan pengetahuan terkait pengenalan bahaya rabies melalui edukasi interaktif sebagai upaya pencegahan terjadinya rabies dikalangan siswa sekolah dasar. Metode: Metode yang digunakan dengan pemberian edukasi interaktif sebagai upaya pengenalan bahaya rabies pada anak sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Swasta Kartika I.1 yang dihadiri Siswa kelas 1-5 dan guru-guru dan serta didampingi kepala sekolah. Kegiatan yang dilakukan pada tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi pemahaman siswa. Hasil: Hasil yang diperoleh pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar, siswa aktif bertanya dan berespon ketika ditanya, waktu yang digunakan sesuai dengan yang ditentukan, serta jumlah peserta memenuhi target yang diinginkan. Kesimpulan: Siswa memiliki pemahaman baru terkait bahaya rabies sehingga kelak mampu menghidari kemungkinan terpapar dengan virus rabies.