Articles
Beban Keluarga sebagai Caregiver Orang dengan HIV/AIDS
Darwita Juniwati Barus;
Marthalena Simamora;
Jek Amidos Pardede;
Galvani Volta Simanjuntak
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26630/jk.v11i3.2278
The role of the family as a caregiver of people living with HIV/AIDS can cause a lot of stress. The purpose of this study was to explore the family burden as a caregiver of people living with HIV/AIDS. This research is qualitative research with a descriptive phenomenology approach. This research was conducted at RSUP H. Adam Malik in Medan City. Participants in this study were 4 family members who care for family members infected with HIV who were taken by purposive sampling technique. Participants' inclusion criteria were ≥17 years of age who were able to speak Indonesian and were able to tell about the burdens experienced while caring for people living with HIV/AIDS. The themes found included psychological burdens, social burdens, family problems, and role conflicts. The research conclusions illustrate that families who are caregivers in carrying out their roles are not easy because they cause psychological burdens, social burdens, economic burdens, family problems, and role conflicts. Nurses can provide nursing interventions to increase caregiver coping to reduce the burden they experience.
Lama menderita diabetes mellitus tipe 2 sebagai faktor risiko neuropati perifer diabetik
Galvani Volta Simanjuntak;
Marthalena Simamora
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.707 KB)
|
DOI: 10.33024/hjk.v14i1.1810
Sensory neuropathy in type 2 diabetes mellitus and its correlation with duration of diseaseBackground: Diabetic peripheral neuropathy is a complication of type 2 diabetes mellitus (T2DM) that results in harm to the nervous system. It is a progressive disease, and symptoms get worse over time.Purpose: To exploration the sensory neuropathy in type 2 diabetes mellitus and its correlation with duration of disease.Method: An observational analytic with cross sectional design with population was patients with T2DM without diabetic ulcers in diabetic clinic Sari Mutiara Hospital. The number of samples was 86 respondents by a simple random sampling. Measuring the risk of diabetic peripheral neuropathy used 10 gram monofilament.Results: Showed the majority of the duration of T2DM >5 years (53,5%) and the majority of respondents had neuropathy (54,7%). The results of the Spearman rank correlation test showed that there was a significant correlation between duration of T2DM and risk of diabetic peripheral neuropathy (p-value = 0,023 and r= -0,438). Conclusion: The majority respondents has a diabetic peripheral neuropathy and also has a risk of diabetic peripheral neuropathy who are suffering >5 years. It is recommended that they need a regularly asses and educate to prevent further complication.Keywords: Sensory neuropathy; Type 2 diabetes mellitus; Duration of diseasePendahuluan: Neuropati perifer diabetes adalah komplikasi diabetes yang mengakibatkan kerusakan sistem saraf. Ini adalah penyakit progresif, dan gejalanya bertambah buruk seiring waktu.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lama menderita dengan risiko neuropati pada pasien DM tipe 2.Metode: Desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional dan populasinya seluruh pasien DM tipe 2 yang tidak memiliki ulkus diabetik di klinik diabetes RSU Sari Mutiara. Sampelnya sebanyak 86 yang diambil dengan teknik simple random sampling. Risiko neuropati perifer diabetik diukur menggunakan monofilament 10 gram.Hasil: Analisis data menunjukkan mayoritas pasien menderita DM tipe 2 yang >5 tahun (53,5%) dan mayoritas pasien telah mengalami neuropati (54,7%). Hasil uji statistik menggunakan korelasi spearman menunjukan adanya hubungan lama menderita DM tipe 2 dengan risiko neuropati (p-value = 0,023<0,05 dan nilai r = -0,438).Simpulan: Mayoritas responden yang mengalami Neuropati perifer diabetes maupun resiko terjadinya Neuropati perifer diabetes pada mereka kelompok yang menderita DM tipe 2 yang >5 tahun. Sangat dianjurkan pada pasien tersebut untuk dilakukan pengkajian secara teratur dan pendidikan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Pemberian Terapi Minyak Jahe Merah Dalam Mengurangi Intensitas Nyeri Sendi Pada Lansia
Siska Evi Martina;
Janno Sinaga;
Marthalena Simamora
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4323
ABSTRAK Lansia merupakan populasi yang mayoritas memiliki masalah nyeri sendi. Proses penuaan dan penyakit penyerta membuat lansia mengalami nyeri sendi yang tidak dapat menggangu aktifitas harian dan pergerakan. Selama ini lansia mengatasi nyeri sendi dengan terapi famakologi atau terapi obat pengurang nyeri. Masih sedikit yang mengetahui bahwa terapi komplementer seperti jahe merah dapat membantu menguragi nyeri sendi. Jahe merah mempunyai kandungan minyak atsiri yang digunakan sebagai pengurang rasa nyeri. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengidentifikasi efektifitas terapi jahe merah terhadap intensitas nyeri sendi pada lansia. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dan demonstrasi terapi minyak jahe merah pada lokasi nyeri sendi. Sebanyak 25 lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Sebelum terapi minyak jahe merah ditemukan 90 % lansia dengan instensitas nyeri 6-7 (nyeri berat). Setelah dilakukan terapi minyak jahe merah 95 % lansia dengan intensitas nyeri menjadi skala 4-5 (nyeri ringan). Hal ini menunjukan bahwa terapi minyak jahe merah efektif mengurangi intensitas nyeri sendi. Kesimpulan pemberian minyak jahe merah pada lansia dengan intensitas nyeri sendi merupakan salah satu terapi yang efektif untuk menurunkan intensitas nyeri sendi. Kata Kunci: Jahe Merah; Lansia; Nyeri ABSTRACT The elderly are the majority of the population with joint pain problems. The aging process and concomitant diseases make the elderly experience joint pain that cannot interfere with daily activities and movements. During this time the elderly overcome joint pain with pharmacology therapy or pain reduction drug therapy. Few know that complementary therapies such as red ginger can help reduce joint pain. Red ginger has an essential oil content that is used as a pain reduction. The purpose of this community service activity is to identify the effectiveness of red ginger therapy on the intensity of joint pain in the elderly. This method of community service activity is socialization and demonstration of red ginger oil therapy at the site of joint pain. A total of 25 seniors actively participated in this activity. Before red ginger oil therapy found 90 % elderly with pain intensity 6-7 (severe pain). After therapy red ginger oil 95 % elderly with pain intensity to a scale of 4-5 (mild pain). This indicates that red ginger oil therapy effectively reduces the intensity of joint pain. The conclusion of giving red ginger oil to the elderly with the intensity of joint pain is one of the effective therapies to lower the intensity of joint pain. Keyword: Red Ginger; Elderly; Pain
Caring Perawat Berhubungan dengan Kecemasan Orangtua yang Anaknya Hospitalisasi
Jek Amidos Pardede;
Marthalena Simamora
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 2 No 2 (2020): Mei 2020, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v2i2.93
Caring dalam keperawatan merupakan hal yang mendasar. Fenomena dilapangan adanya perawat tidak caring dalam memberikan asuhan keperawatan, dimana terlihat sebagian perawat masih ada yang kurang caring, terlihat ketika perawat memberikan tindakan keperawatan dan tidak menerapkan senyum, sapa, sentuh, sehingga anak tampak menangis setiap perawat melakukan tindakan dan menarik tangannya karena takut disuntik. Perawatan dirumah sakit bagi anak merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan sehingga menimbulkan kecemasan bagi anak dan orangtua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui caring perawat dengan kecemasan orangtua yang anaknya hospitalisasi di ruang rawat inap delima lantai IV Rumah Sakit Sari Mutiara Medan Tahun 2017. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu orangtua yang mendampingi anak yang dirawat berjumlah 116 orang dan sampel penelitian ini berjumlah 54 orang dengan tehnik pengambilang sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisia data menggunakan uji statistik chi-square dengan nilai standar alpha a < 0,05. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa caring perawat manyoritas baik sebesar 51,9 % dan kecemasan orangtua manyoritas cemas sedang sebesar 61.1% dengan pvalue < 0,03 sehingga dapat disimpulkan caring perawat dengan kecemasan orangtua yang anaknya hospitalisasi di ruang rawat inap delima lantai IV Rumah Sakit Sari Mutiara Medan ada hubungan yang signifikan. Kata kunci: caring perawat, hospitalisasi, kecemasan orang CARING NURSES RELATED TO PARENTAL ANXIETY THE CHILDREN OF HOSPITALIZATION ABSTRACT Caring in nursing is a fundamental thing. The phenomenon in the field of the presence of nurses are not caring in providing nursing care, which is seen some nurses are still less caring, seen when the nurse gave nursing action and did not apply a smile, Sapa, touch, so the child appears to cry every nurse took action and pulled her hand for fear of being injected. Hospital care for children is an unpleasant experience that raises anxiety for children and parents. The purpose of the study is to know the caring nurses with the anxiety of the parents whose children are hospitalized in the room of Pomegranate Sari Mutiara Hospital in Medan year 2017. Design research is a descriptive correlation using the cross sectional approach. The population in this study is the parents who accompany the child who is treated for 116 people and the sample of this research amounted to 54 people with the technique of the sampling. Data collection is performed using questionnaires. Data analysis using the Chi-square statistical test with a standard value of alpha a < 0.05. The results of this study was obtained that the caring nurse good manyoritas at 51.9% and the anxiety of elderly manyoritas anxious at 61.1% with a pvalue of < 0.03 so that the care can be concluded nurse with the anxiety of parents whose children are hospitalized in the inpatient room of hospital Sari Mutiara Medan There is a significant relationship. Keywords: caring nurses, hospitalization, parental anxiety
Self Management Berhubungan dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di Unit Hemodialisa
Lasma Rina Efrina Sinurat;
Darwita Barus;
Marthalena Simamora;
Henny Syapitri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 1 (2022): Februari 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v4i1.804
Gagal ginjal kronik dapat berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir, dimana ginjal tidak mampu lagi mempertahankan zat-zat tubuh sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut sebagai terapi pengganti ginjal berupa dialysis / cuci darah atau transplantasi ginjal. Dalam hal ini, pasien gagal ginjal kronis dapat bertahan hidup dengan menjalani pengobatan hemodialisis. Pasien GGK hidup dengan pengalaman yang berbeda dan banyak rasa sakit, hidup dalam ketakutan dan ancaman kematian, dan terus-menerus bergantung pada peralatan dialisis dan petugas kesehatan, yang berdampak negatif pada kualitas hidup pasien. Salah satu upaya dalam mengelola penderita GGK adalah dengan meningkatkan manajemen diri (self management). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self management dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis di unit hemodialisa Rumah Sakit Ginjal Rasyida Medan. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 165 responden. Teknik pengambilan sampel mengunakan metode Non probabality sampling (purposive Sampling). Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan uji spearman. Hasil penelitian didapatkan self management mayoritas kurang baik yaitu 53,9%, kualitas hidup mayoritas kurang baik yaitu 51,5% dan hasil uji spearman correlation p value 0,000 < α 0,05 r = 0,880 yang menunjukkan bahwa keeratan hubungan sangat kuat. Semakin tinggi self management pasien GGK, maka akan semakin tinggi pula kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis.
Pengaruh Permainan Papan Pintar terhadap Tingkat Perkembangan Kognitif Anak Kelas 1-3
Rani Kawati Damanik;
Marthalena Simamora;
Jek Amidos Pardede;
Puja Utami Nainggolan
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.181-190
Pemanfaatan barang limbah menjadi alat permainan papan pintar bagi anak kelas 1-3, tentu saja tidak lepas dari kreativitas para pendidik dalam mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya. Maka, akan jauh lebih mudah dan efisien dalam mengenalkan lambang bilangan kepada anak usia enam sampai delapan tahun melalui kegiatan bermain dengan menggunakan media yang konkret, beragam dan sesuai dengan minat anak. Kegiatan ini merupakan aset pertama dalam mengembangkan keterampilan anak berdasarkan imajinasi, ide, emosi, dan aspek fisik yaitu penggunaan koordinasi tangan sebagai alat bantu saat bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh permainan papan pintar terhadap tingkat perkembangan kognitif anak kelas 1-3 di SD Kabupaten Toba. Desain penelitian ini adalah desain penelitian one group pretest-post test design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas 1-3 yang ada di SD 176373 Narumambing Porsea Kabupaten Toba yang berjumlah 31 siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan setelah mendapatkan surat ijin penelitian dikeluarkan kemudian menentukan sampel penelitian. Setelah dilakukan Pre test dilakukan yaitu setelah membagi kelas sesuai tingkatan yaitu kelas I, II dan III. Kemudian diberikan intervensi selama 20 menit, Mulai kegiatan bermain dengan waktu 5 menit tiap anak dihitung menggunakan stopwatch. Tiap anak memiliki kesempatan melakukan lempar dadu untuk soal penjumlahan, pengurangan dan perkalian dengan jumlah 6 soal yaitu 2 soal penjumlahan, 2 soal perkalian dan 2 soal pengurangan. Dampingi anak dalam bermain papan pintar. Kemudian melakukan Post test dilakukan yaitu setelah membagi kelas sesuai tingkatan yaitu kelas I, II dan III. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon test menunjukkan mayoritas reponden yang mengalami perkembangan sebelum dilakukan permainan papan pintar yaitu kelas II dan III (16,3%), dan untuk minoritas yang mengalami perkembangan kelas I (9,7%). Sedangkan mayoritas responden yang mengalami perkembangan sesudah dilakukan permainan papan pintar yaitu kelas II (39%), dan untuk minoritas yang mengalami perkembangan kelas I (26%). Dan terdapat perbedaan perkembangan kognitif sebelum dan sesudah dilakukan permainan papan pintar dengan (Pvalue = 0,000 <0.05).
Caring Perawat Berhubungan dengan Kecemasan Orangtua yang Anaknya Hospitalisasi
Jek Amidos Pardede;
Marthalena Simamora
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 2 No 2 (2020): Mei 2020, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v2i2.93
Caring dalam keperawatan merupakan hal yang mendasar. Fenomena dilapangan adanya perawat tidak caring dalam memberikan asuhan keperawatan, dimana terlihat sebagian perawat masih ada yang kurang caring, terlihat ketika perawat memberikan tindakan keperawatan dan tidak menerapkan senyum, sapa, sentuh, sehingga anak tampak menangis setiap perawat melakukan tindakan dan menarik tangannya karena takut disuntik. Perawatan dirumah sakit bagi anak merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan sehingga menimbulkan kecemasan bagi anak dan orangtua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui caring perawat dengan kecemasan orangtua yang anaknya hospitalisasi di ruang rawat inap delima lantai IV Rumah Sakit Sari Mutiara Medan Tahun 2017. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu orangtua yang mendampingi anak yang dirawat berjumlah 116 orang dan sampel penelitian ini berjumlah 54 orang dengan tehnik pengambilang sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisia data menggunakan uji statistik chi-square dengan nilai standar alpha a < 0,05. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa caring perawat manyoritas baik sebesar 51,9 % dan kecemasan orangtua manyoritas cemas sedang sebesar 61.1% dengan pvalue < 0,03 sehingga dapat disimpulkan caring perawat dengan kecemasan orangtua yang anaknya hospitalisasi di ruang rawat inap delima lantai IV Rumah Sakit Sari Mutiara Medan ada hubungan yang signifikan. Kata kunci: caring perawat, hospitalisasi, kecemasan orang CARING NURSES RELATED TO PARENTAL ANXIETY THE CHILDREN OF HOSPITALIZATION ABSTRACT Caring in nursing is a fundamental thing. The phenomenon in the field of the presence of nurses are not caring in providing nursing care, which is seen some nurses are still less caring, seen when the nurse gave nursing action and did not apply a smile, Sapa, touch, so the child appears to cry every nurse took action and pulled her hand for fear of being injected. Hospital care for children is an unpleasant experience that raises anxiety for children and parents. The purpose of the study is to know the caring nurses with the anxiety of the parents whose children are hospitalized in the room of Pomegranate Sari Mutiara Hospital in Medan year 2017. Design research is a descriptive correlation using the cross sectional approach. The population in this study is the parents who accompany the child who is treated for 116 people and the sample of this research amounted to 54 people with the technique of the sampling. Data collection is performed using questionnaires. Data analysis using the Chi-square statistical test with a standard value of alpha a < 0.05. The results of this study was obtained that the caring nurse good manyoritas at 51.9% and the anxiety of elderly manyoritas anxious at 61.1% with a pvalue of < 0.03 so that the care can be concluded nurse with the anxiety of parents whose children are hospitalized in the inpatient room of hospital Sari Mutiara Medan There is a significant relationship. Keywords: caring nurses, hospitalization, parental anxiety
Self Management Berhubungan dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di Unit Hemodialisa
Lasma Rina Efrina Sinurat;
Darwita Barus;
Marthalena Simamora;
Henny Syapitri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 1 (2022): Februari 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v4i1.804
Gagal ginjal kronik dapat berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir, dimana ginjal tidak mampu lagi mempertahankan zat-zat tubuh sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut sebagai terapi pengganti ginjal berupa dialysis / cuci darah atau transplantasi ginjal. Dalam hal ini, pasien gagal ginjal kronis dapat bertahan hidup dengan menjalani pengobatan hemodialisis. Pasien GGK hidup dengan pengalaman yang berbeda dan banyak rasa sakit, hidup dalam ketakutan dan ancaman kematian, dan terus-menerus bergantung pada peralatan dialisis dan petugas kesehatan, yang berdampak negatif pada kualitas hidup pasien. Salah satu upaya dalam mengelola penderita GGK adalah dengan meningkatkan manajemen diri (self management). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self management dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis di unit hemodialisa Rumah Sakit Ginjal Rasyida Medan. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 165 responden. Teknik pengambilan sampel mengunakan metode Non probabality sampling (purposive Sampling). Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan uji spearman. Hasil penelitian didapatkan self management mayoritas kurang baik yaitu 53,9%, kualitas hidup mayoritas kurang baik yaitu 51,5% dan hasil uji spearman correlation p value 0,000 < α 0,05 r = 0,880 yang menunjukkan bahwa keeratan hubungan sangat kuat. Semakin tinggi self management pasien GGK, maka akan semakin tinggi pula kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis.
Edukasi Kesehatan pada Keluarga tentang Enchepalitis Autoimun pada Anak
Marthalena Simamora;
Jek Amidos Pardede;
Ranikawati Damanik
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v2i2.117
Enchephalitis autoimun merupakan suatu kondisi dimana kekebalan tubuh salah menyerang sel-sel otak yang sehat dan menyebabkan peradangan otak. Encephalitis autoimun dikenal dengan sebutan encephalitis anti reseptor NMDA. Gejala dari encephalitis anti reseptor antara lain halusinasi, psikosis, perubahan kepribadian, dan iritabilitas, sehingga masyarakat yang tidak mengenal penyakit ini sering menganggap penyakit ini dengan gangguan jiwa. Prognosis dari encephalitis anti reseptor NMDA bergantung pada seberapa cepat diagnosis dan terapi diberikan. Diperlukan pengetahuan yang cukup terutama pada gejala dan terapi pada encephalitis anti reseptor NMDA agar pasien bisa memperoleh penanganan yang tepat sasaran. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengedukasi keluarga di RSUP H. Adam Malik Medan tentang encephalitis Autoimun dan bagaimana perawatan pada anak dengan encephalitis autoimun. Hasil pengabdian kepada masyarakat adalah terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang memahami tentang encephalitis autoimun dan bagaiman perawatan pada anak dengan encephalitis autoimun. Kesimpulan edukasi kesehatan telah meningkatkan pengetahuan keluarga dalam merawat anak dengan diagnosis encephalitis autoimun. Kata kunci: encephalitis autoimun; pendidikan kesehatan HEALTH EDUCATION IN THE FAMILY ABOUT AUTOIMMUNE ENCEPHALITIS IN CHILDREN ABSTRACT Autoimmune encephalitis is a condition in which the body's immune system attacks healthy brain cells and causes inflammation of the brain. Autoimmune encephalitis is known as anti-NMDA receptor encephalitis. Symptoms of anti-receptor encephalitis include hallucinations, psychosis, personality changes, and irritability, so people who are not familiar with this disease often assume this disease with mental disorders. The prognosis of NMDA anti-receptor encephalitis depends on how quickly the diagnosis and treatment is given. Sufficient knowledge is needed, especially on symptoms and therapy in NMDA anti-receptor encephalitis so patients can get the right treatment. Community Service aims to educate families at H. Adam Malik General Hospital Medan about Autoimmune encephalitis and how to care for children with autoimmune encephalitis. The result of community service is an increase in the knowledge of participants who understand about autoimmune encephalitis and how to care for children with autoimmune encephalitis. Conclusion Health education can increase family knowledge in caring for children with a diagnosis of autoimmune encephalitis. Keywords: autoimmune encephalitis; health education
Self-Efficacy, Self-Compassion, and Dietary Compliance Of Diabetes Mellitus Patients
Jek Amidos Pardede;
Galvani Volta Simanjuntak;
Marthalena Simamora;
Melda Parapat
TOUR HEALTH JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2022): TOUR HEALTH JOURNAL
Publisher : Akupun Tour Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Background: Diabetes Mellitus is a disease that cannot be cured, but it can be controlled so that patients can live their lives well. One of the ways to control this is by adjusting the diet. Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and self-compassion with dietary compliance of diabetes mellitus patients. Method: The research method used was correlation analytic with a cross sectional approach. The population of this study is diabetes mellitus outpatients at RSUD Dolok Sanggul. Sample was taken by accidental technique of 50 people. Data collection using a questionnaire and data analysis using spearman correlation test with a significance level of 0.05. Result: The results showed that the majority of respondents had low self-efficacy as many as 33 people (66%), the majority of respondents had low self-compassion as many as 38 people(76%) and the majority of respondents diet compliance was low as many as 35 people (70%). The results of the Spearman correlation test between self-efficacy (p0,001; r 0,625) and self-compassion (p0.001 ; r 0,734) with dietary compliance of diabetes mellitus patients. Conclusion: There is a strong relationship between self-efficacy and self-compassion witt dietary compliance of diabetes mellitus patients. The better the self-efficacy and self-compassion, the more obedient the diabetic patient will be in implementing the diet program.