Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANKLE BRACHIAL INDEX DAN SENSITIFITAS KAKI PADA PASIEN DM TIPE II Simanjuntak, Galvani Volta; Sinaga, Janno; Simamora, Marthalena
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3 No 2 (2020): JURNAL MUTIARA NERS
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ankle brachial Index (ABI) is an examination to determine of vascularization in the lower leg in T2DM patients. Vascular disorders in the lower legcan predicted nerve function problem in the legs (peripheral diabetic neuropathy). The purpose study was to exploration the ankle brachial index in T2DM patiens and its correlation with foot sensory. This study was an observational analytic with cross sectional design with population was type II DM patients in diabetic clinic Sari Mutiara Hospital. The number of samples was 65 respondents taken by accidental sampling with inclusion criteria did not have diabetic ulcers, heart or kidney disease and exclusion criteria were ABI values> 1.3. Conclusion: The lower of ABI values indicate a problem of foot sensory in T2DM patients.It is recommended for T2DM patients to routinely to assest of ABI and leg sensitivity and control glikemic levels.
BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA PERLIS Simamora, Marthalena; Lasma Rina Efrina Sinurat; Rani Kawati Damanik
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada anak. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi yang tidak memadai, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Bayi dengan BBLR memiliki cadangan nutrisi yang lebih rendah dan sistem imun yang belum berkembang optimal, sehingga rentan terhadap infeksi dan hambatan pertumbuhan. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara BBLR dan stunting, di mana bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting di usia balita. Faktor penyebab BBLR meliputi status gizi ibu yang kurang baik, komplikasi kehamilan, serta faktor sosial ekonomi dan lingkungan. Pencegahan stunting pada anak dengan riwayat BBLR memerlukan intervensi holistik yang mencakup pemantauan pertumbuhan, pemberian nutrisi yang adekuat, serta edukasi bagi ibu dan keluarga. Upaya pencegahan dan penanganan BBLR perlu mendapatkan perhatian serius untuk menekan angka kejadian stunting dan mendukung tumbuh kembang optimal anak.
Pengabdian Masyarakat Tentang Pertolongan Pertama Kasus Kegawatdaruratan Tersedak Di Kelurahan Gaharu Dengan Metode Simulasi Galvani Volta Simanjuntak; Marthalena Simamora; Lasma Rina Efrina Sinurat
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus gawat darurat akibat tersedak merupakan salah satu kondisi medis yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi serius, termasuk risiko henti napas atau kematian. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis mengenai pelaksanaan pertolongan pertama pada kasus tersedak di wilayah Kelurahan Gaharu. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan simulasi teknik pertolongan pertama, seperti manuver Heimlich dan tindakan penanganan lainnya yang sesuai dengan usia korban, baik pada dewasa maupun anak-anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Gaharu memiliki pemahaman yang meningkat terkait identifikasi gejala tersedak dan keterampilan memberikan pertolongan pertama secara efektif. Kesimpulannya, pelatihan dan edukasi mengenai pertolongan pertama pada kasus tersedak berperan penting dalam meningkatkan kesiapan masyarakat untuk menghadapi situasi gawat darurat, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif dan menyelamatkan nyawa korban.
Edukasi Diet Anak Dengan Luekimia Marthalena Simamora; Nandang DD Khairari; Saragih, Masri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leukemia atau kanker darah adalah sekelompok penyakit neoplastik yang beragam, ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid. Malnutrisi pada penderita kanker dapat menurunkan angka toleransi kemoterapi serta dapat meningkatkan potensi terjadinya komplikasi. Pengobatan untuk penderita leukemia juga dapat dilakukan dengan cara menjalani hidup sehat melalui makanan yang dikonsumsi serta menghindari zat beradiasi atau karsinogenik. Pola hidup sehat serta pola makan dengan mengonsumsi makanan yang sehat serta bergizi secara teratur merupakan bagian penting dalam pengobatan penyakit leukemia. Tujuan dari kegiatan poengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman orangtua tentang pemberian diet dan cara pengolahannya pada anak dengan leukimia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi. Kegiatan ini diikuti oleh orangtua anak dengan diagnosa leukimia sebanyak 15 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuan utama yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orangtua tentang diet pada anak dengan leukimia.
UPAYA PENGENALAN BAHAYA RABIES MELALUI EDUKASI INTERAKTIF PADA ANAK SEKOLAH DASAR Simanjuntak, Edriyani Yonlafado; Novita Aryani; Marthalena Simamora; Rahmad Siswanto; Semangat Zalukhu; Elvin Zendrato; Cintya Magdalena Ritonga
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6284

Abstract

Latar belakang: Rabies merupakan salah satu virus yang menyebabkan kematian bagi manusia maupun hewan. Penularan virus rabies dapat melalui gigitan binatang peliharaan kepada manusia seperti kucing, anjing, kera dan binatang peliharaan lainnya. Tujuan: Memberikan pengetahuan terkait pengenalan bahaya rabies melalui edukasi interaktif sebagai upaya pencegahan terjadinya rabies dikalangan siswa sekolah dasar. Metode: Metode yang digunakan dengan pemberian edukasi interaktif sebagai upaya pengenalan bahaya rabies pada anak sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Swasta Kartika I.1 yang dihadiri Siswa kelas 1-5 dan guru-guru dan serta didampingi kepala sekolah. Kegiatan yang dilakukan pada tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi pemahaman siswa. Hasil: Hasil yang diperoleh pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar, siswa aktif bertanya dan berespon ketika ditanya, waktu yang digunakan sesuai dengan yang ditentukan, serta jumlah peserta memenuhi target yang diinginkan. Kesimpulan: Siswa memiliki pemahaman baru terkait bahaya rabies sehingga kelak mampu menghidari kemungkinan terpapar dengan virus rabies.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIDUP SEHAT ORANG DENGAN HIV AIDS (ODHA) PADA MASA PANDEMI COVID 19 Barus, Darwita Juniwati; Simamora, Marthalena; Simanjuntak, Galvani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV merupakan suatu virus yang dapat melemahkan imunitas tubuh manusia. Setiap golongan usia memiliki resiko yang sama untuk tertular virus HIV. Penyakit HIV AIDS masih menjadi permasalahan yang besar di masyarakat Indonesia. Karena kasus HIV AIDS terus mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya. Virus HIV yang ada pada tubuh manusia yang hidup yang dalam istilah asingnya adalah ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) memiliki ancaman yang besar terhadap status kesehatannya. Gejala fisik, psikis dan psikososial yang terjadi pada ODHA mengharuskan ODHA tersebut harus menjaga status kesehatannya terutama pada masa pandemi covid saat ini. Dengan melakukan pengabdian masyarakat ini maka pengetahuan ODHA dapat ditingkatkan dan dapat melaksanakan peningkatan perilaku hidup sehat dan cermat dalam menjaga status kesehatan agar tetap sehat dan produktif dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari. Metoda pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendidikan kesehatan dengan sasaran para ODHA dan pendamping sejumlah 12 orang. Hasil kegiatan ada perubahan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang perawatan kesehatan dimasa pandemik C o v i d 1 9 . K egiatan pengabdian masyarakat ini cukup efektif dalam meingkatkan pengetahuan peserta tentang perawatan kesehatan di masa pandemik covid 19 bagi Orang Hidup Dengan HIV
Identifikasi Budaya Makan dan Pengetahuan Ibu Selama Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Simamora, Marthalena; Annisa; Taruli Rohana Sinaga; Rani Kawati Damanik
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting also known as stunted, is a condition of failure to grow in children due to chronic malnutrition and recurrent infections, especially during pregnancy. One of the factors for the high incidence of stunting in children is a lack of maternal knowledge. Cultural influences greatly determine the health status of children where there is a direct link between culture and knowledge. The Purpose of this research is to identification of eating culture in society and mother's knowledge during pregnancy on stunting children in the Working Area of the Bebesen Health Center, Central Aceh District. This study uses mixed method, quantitative with cross sectional design and qualitative with phenomenological design. Sampling used a purposive sampling technique with a population of 210 people with a sample size of 62 people with quantitative details of 62 people and qualitative details of 5 people with inclusion criteria. Data collection quantitative instruments used questionnaires and for qualitative used voice recorders as well as interview guides. Data analyzed using Chi square test and the N-vivo Version 12. The results of the quantitative reasearch is showed that there was a significant relationship between knowledge and the incidence of stunting in toddlers with a p value of 0.001. qualitative research obtained 4 themes, namely 1.) cultural practices carried out; 2.) trousers during pregnancy; 3.) habits during pregnancy; 4.) the impact of the restrictions implemented. The conlusion for quantitative is the better knowledge the smaller the incidence of stunting and For qualitative was found that there are several food cultures and taboos that exist in culture society.
Gambaran Psychologycal Wellbeing Pada Pasien Stroke Di RSUD dr. Rm. Djoelham Binjai Evarina Sembiring; Amila; Simamora, Marthalena
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke can affect the sufferer's life, including physically, emotionally, psychologically, cognitively and socially. The physical and psychological problems of stroke sufferers are factors that cause disruption to quality of life. Psychological well-being or psychological well-being is a condition where a person can accept one's own strengths and weaknesses as well as satisfaction from a psychological perspective. The aim of this study was to identify a clearer picture of the psychological well-being of stroke patients treated at RSUD Dr. RM Djoelham, Binjai City. This research is a descriptive study using a cross sectional approach. The respondents for this study were 40 patients, the sampling technique used was purposive sampling. Data collection uses a questionnaire or questionnaire. The statistical test used is frequency distribution. Psychological well-being was high at 72.5%. It is recommended that further research be conducted regarding factors that can influence psychological well-being in stroke patients.
ANALISIS AKURASI DAN EFISIENSI SISTEM PENILAIAN LUKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN WOUND ASSESMENT DIGITAL Syapitri, Henny; Ginting, Riah Ukur; Simamora, Marthalena; Sembiring, Rinawati; Asrizal, Asrizal
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v9i2.6545

Abstract

Latar belakang: Penilaian luka secara manual masih menghadapi tantangan berupa variasi subjektivitas antar penilai yang dapat memengaruhi akurasi dan konsistensi hasil evaluasi klinis. Seiring meningkatnya beban penanganan luka kronis dan kebutuhan transformasi digital layanan kesehatan, sistem penilaian luka berbasis teknologi menjadi alternatif yang berpotensi meningkatkan ketepatan dan efisiensi kerja tenaga kesehatan. Namun, efektivitas implementasi teknologi ini masih bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor pengguna, kondisi klinis, serta karakteristik luka. Tujuan: menganalisis akurasi, konsistensi, dan efisiensi penilaian luka digital serta memahami pengalaman tenaga kesehatan dalam menggunakannya dalam praktik klinis. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik di Asri Wound Care Center Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tenaga medis luka dan dokter, serta observasi langsung terhadap penggunaan aplikasi penilaian luka digital. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola pengalaman dan persepsi terkait akurasi, alur kerja, dan aspek subjektif klinis. Hasil: menunjukkan bahwa penilaian luka digital memberikan akurasi dan konsistensi yang lebih tinggi dibandingkan metode manual, terutama dalam pengukuran ukuran luka dan identifikasi jaringan. Digital wound assessment juga meningkatkan efisiensi waktu melalui proses dokumentasi otomatis yang mempercepat alur kerja klinis. Meskipun demikian, beberapa aspek subjektif seperti bau luka, nyeri, dan penilaian kedalaman luka tetap membutuhkan pemeriksaan manual. Kesimpulan: bahwa teknologi penilaian luka digital merupakan alat bantu yang efektif dalam meningkatkan kualitas evaluasi luka, tetapi belum dapat sepenuhnya menggantikan peran klinis tenaga kesehatan. Pendekatan hibrid yang menggabungkan kemampuan teknologi dengan keahlian klinis tetap menjadi strategi terbaik untuk menghasilkan penilaian luka yang komprehensif dan akurat