Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Konsep Mengajar Dalam Al-Qur’an Bagi Guru Muslim Damanik, Muhammad Zein; Batubara, Steffi Sukma; Febriyanti, Annisa
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini membahas konsep mengajar dalam Al-Qur’an sebagai landasan filosofis dan praktis bagi guru muslim. Mengajar dalam pandangan Al-Qur’an tidak hanya merupakan aktivitas intelektual, tetapi juga amanah spiritual yang menuntut keikhlasan, tanggung jawab, dan integritas moral. Melalui kajian ayat-ayat seperti QS. Al-‘Alaq: 1–5, QS. Yusuf: 3, dan QS. Luqman: 12–19, artikel ini menguraikan bahwa Allah sendiri memperkenalkan diri sebagai pengajar, dan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam mendidik umat. Metode pengajaran yang tercermin dalam Al-Qur’an, seperti kisah, perumpamaan, tanya jawab, serta pendekatan bertahap, menunjukkan pentingnya strategi yang sesuai dengan karakter peserta didik. Di samping itu, nilai-nilai etika seperti kelembutan, kesabaran, dan keteladanan moral menjadi dasar utama dalam proses pembelajaran. Tujuan utama mengajar dalam Islam adalah membentuk manusia yang cerdas secara akal, bersih jiwanya, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, guru muslim diharapkan mampu menjadi pewaris misi kenabian yang mengintegrasikan ilmu dan iman dalam pendidikan. Artikel ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman pendidikan berbasis wahyu sebagai fondasi bagi praktik pedagogis yang bermakna dan transformatif.
Persamaan Hak Pendidikan Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Islam Damanik, Muhammad Zein; Ajijah, Suvina
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan kesetaraan, serta mengandung prinsip-prinsip persamaan. Laki-laki dan perempuan sama-sama merupakan makhluk Allah, sebagai khalifah di bumi, dan memiliki potensi untuk mencapai kemampuan optimal. Kesetaraan gender merupakan agenda utama gerakan feminisme. Sejak masuknya wacana gender dalam agama Islam, beberapa pemikir.(Ardiyani, 2017) Muslim terpengaruh oleh konsep gender ini. Mereka beranggapan bahwa Islam yang datang pada masa Nabi memiliki kesamaan dengan konsep gender yang dibawa oleh feminisme. Akhirnya, banyak teks hukum dan ayat-ayat yang mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan ditinjau ulang agar sesuai dengan perspektif kesetaraan gender. Permasalahannya adalah banyak konsep yang tidak sejalan, bahkan bertentangan dengan konsep keadilan dalam Islam. Oleh karena itu, konsep kesetaraan gender dalam pendidikan agama Islam perlu diketahui agar tidak terjadi bias gender dalam pendidikan. Hak perempuan untuk memperoleh pendidikan dan meraih prestasi yang sama. (Hasyim, n.d.)
Penguatan Nilai Tauhid Dalam Pendidikan Remaja Islam Damanik, Muhammad Zein; Nasabilla, Tria Silvia; Zannah, Nurul
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai tauhid merupakan fondasi utama dalam ajaran Islam yang menekankan keesaan Allah sebagai pusat kehidupan spiritual dan sosial seorang Muslim. Dalam konteks remaja, masa transisi dari anak-anak menuju dewasa menjadi fase krusial dalam pembentukan identitas dan keyakinan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penguatan nilai tauhid dalam pendidikan remaja Islam serta strategi yang efektif dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap sumber-sumber literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan tauhid dapat menumbuhkan kesadaran spiritual, ketahanan moral, serta mendorong perilaku positif di kalangan remaja Muslim. Strategi penguatan nilai tauhid antara lain melalui keteladanan guru dan orang tua, integrasi nilai tauhid dalam kurikulum pendidikan, serta penguatan kegiatan keagamaan yang aplikatif dan kontekstual. Diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai tauhid secara komprehensif agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial.
Penerapan Metode Time Out Pada Penerapan Nilai Adab Pertemanan Berdasarkan Surat Al –Hujarat Ayat 11 – 12 Pada Siswa Kelas 3 SD IT Mazaya School Damanik, Muhammad Zein; Islamia, Nur Uzzla
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode timeout dalam penanaman nilai-nilai adab berteman pada siswa kelas 3 SD IT Mazaya School berdasarkan pendekatan tafsir tarbawi terhadap Surah Al-Hujurat ayat 11–12. Nilai-nilai yang terkandung dalam ayat tersebut, seperti larangan mengejek, mencela, dan bergunjing, menjadi dasar pendidikan karakter dalam pembinaan hubungan sosial anak usia sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas 3, dan data diperoleh melalui pengamatan langsung serta catatan reflektif guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode timeout, yang diterapkan secara konsisten dalam suasana pembelajaran Islami, mampu membantu siswa merefleksikan kesalahan sosial mereka secara mandiri. Implementasi ini tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya adab dalam berteman, tetapi juga membentuk perilaku positif seperti empati, saling menghargai, dan menghindari konflik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi tafsir tarbawi dalam strategi pembinaan karakter anak usia dasar di sekolah berbasis Islam.
Pembelajaran Akidah Akhlak Damanik, Muhammad Zein; Ningrum, Dwi Ananta Aura
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan bagian penting dalam pendidikan Islam yang bertujuan membentuk karakter peserta didik melalui penguatan keimanan dan pembiasaan perilaku mulia. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari metode yang belum inovatif hingga pengaruh negatif dari lingkungan digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak telah dilaksanakan secara terstruktur, namun masih terdapat keterbatasan dalam penggunaan metode yang kontekstual dan menyentuh aspek afektif siswa. Guru cenderung menggunakan pendekatan ceramah, namun mulai mengintegrasikan diskusi dan keteladanan sebagai strategi utama. Dampaknya terhadap siswa menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman nilai-nilai moral, meskipun internalisasi nilai belum merata. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi pembelajaran berbasis pengalaman, integrasi teknologi yang edukatif, serta keterlibatan orang tua dalam proses pembentukan akhlak siswa.
Tafsir Q.S. Al-‘Alaq: 1-5 Dalam Menjawab Tantangan Menuntut Ilmu Di Era Digital Damanik, Muhammad Zein; Azmi, Fauziah Nur
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas relevansi tafsir QS. Al-‘Alaq: 1-5 dalam menjawab tantangan menuntut ilmu di era digital. Ayat-ayat ini merupakan wahyu pertama yang menekankan pentingnya membaca, belajar, dan pengakuan terhadap Allah sebagai sumber ilmu pengetahuan. Dalam konteks era digital, perintah “Iqra” tidak hanya bermakna membaca secara tekstual, tetapi juga mengkaji, meneliti, serta memanfaatkan berbagai sumber ilmu pengetahuan yang tersedia melalui teknologi digital. Era digital membawa tantangan baru, seperti banjir informasi, hoaks, dan rendahnya literasi digital di kalangan pelajar. Melalui pendekatan tafsir, artikel ini menyoroti pentingnya integrasi nilai spiritual, literasi digital, dan etika dalam proses menuntut ilmu. Dengan demikian, QS. Al-‘Alaq: 1-5 dapat menjadi landasan normatif dan inspiratif bagi umat Islam untuk terus belajar secara adaptif, kritis, dan beretika di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Pemikiran Hukum Islam Abdurrahman Wahid: Harmonisasi Islam Dan Budaya Damanik, Muhammad Zein; Sitorus, Intan Lestari; Sintia, Winda Dwi
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 4 No. 2 (2024): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v4i2.2193

Abstract

This research discusses Abdurrahman Wahid's Islamic legal thinking, which is known for its harmonization approach between Islamic values ​​and local culture. The background of this research is rooted in the challenges of implementing Islamic law in Indonesia, where cultural plurality is an important factor in building justice and social harmony. Abdurrahman Wahid, or Gus Dur, offers a progressive view that prioritizes openness to local traditions as an integral part of the interpretation of Islamic law. This research uses library research methods by examining the works of Abdurrahman Wahid, academic literature and other relevant documents. A descriptive-analytical approach is applied to understand Gus Dur's ideas about the relationship between Islamic law and culture, as well as its significance in the Indonesian socio-political context. The research results show that the harmonization of Islam and culture according to Abdurrahman Wahid is an effort to bridge the universality of Islamic teachings with local diversity. This concept emphasizes the importance of inclusiveness and respect for culture in the application of Islamic law, which is relevant in realizing harmony and justice in a pluralistic society
Islamic Educational Values in Naqsyabandiyah Thoriqot Jabal Kubis Damanik, Muhammad Zein; Mukti, Abd; Arsyad, Junaidi
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.1721

Abstract

This study  investigates Thoriqot Naqsyabandiyah Jabal Kubis in Batu Bara, Indonesia, and current Islamic education. It addresses the shortcomings of modern education that prioritizes cognitive accomplishment over faith, ethics, and spirituality. The study examines how the thoriqot promotes morality and character development as a non-formal educational institution. In-depth interviews with congregants, firsthand observation of suluk ceremonies, and thoriqot documentation were used to obtain descriptive qualitative data. The findings show three educational dimensions: faith reinforcement through zikir and wirid, worship discipline through communal prayers, sunnah fasting, and suluk training, and moral development through humility, patience, and ukhuwah with mursyid guidance. These findings show that thoriqot institutionalizes spiritual activities as systematic education, transcending its status as a Sufi ritual tradition. Unlike previous studies that focused on Sufism's theology or history, this study emphasizes thoriqot's educational roles as an alternative character education paradigm. The study confirms its significance to national education goals, particularly in developing faith, piety, and noble values and building resilience to modern social issues. Thus, Thoriqot Naqsyabandiyah Jabal Kubis contributes uniquely to Islamic education studies by showing how regional Sufi traditions can be contextualized into a holistic character education model for modern society.
Jenis-Jenis Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) I: Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita, Tunadaksa, Tunalaras dan Tunawicara Damanik, Muhammad Zein; Irhamsyah, Tama; Anjarwati
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 5 No. 1 (2025): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v5i1.2259

Abstract

This article aims to describe various types of children with special needs (CwSN) along with their characteristics, needs, and appropriate educational approaches. Employing a library research method, this study analyzes scientific literature concerning six categories of CwSN: visual impairment, hearing impairment, intellectual disability, physical disability, emotional-behavioral disorders, and speech impairment. The findings reveal that each category possesses distinct challenges and potentials, requiring adaptive and comprehensive educational services. Children with visual impairment need alternative visual support, those with hearing impairment require communication aids such as sign language, children with intellectual disabilities need simplified and structured learning strategies, while those with physical disabilities require physical assistance and therapy. Meanwhile, children with emotional-behavioral disorders benefit from behavioral and emotional guidance, and children with speech impairment require speech therapy and communication aids. The study also emphasizes the importance of accurate assessment and the application of individualized, multisensory, therapeutic, and inclusive learning approaches to optimize students’ development. This article highlights that comprehensive understanding of CwSN diversity is essential for implementing effective and equitable inclusive education.