Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Reinventing Islamic Education Paradigms: A Case Study of IMTAK–IPTEK Integration in the Era of Artificial Intelligence Ningsih, Arum Gati; Hai, Kemas Abdui; Sanusi, Anwar; Harianto, Neldi; Al-Rawafi, Abdulkhaleq
Indonesian Journal of Islamic Religious Education Vol. 3 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Islamic Religious Education (INJIRE)
Publisher : ADPISI (Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Se-Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63243/Injire.v3i2.07

Abstract

This study explores the integration of IMTAK (Faith and Piety) and IPTEK (Science and Technology) in Islamic higher education, focusing on how lecturers combine spiritual values and Technology to enhance learning outcomes. Using a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews, participatory observations, and document analysis involving three lecturers and their students. Findings indicate that the integration of IMTAK and IPTEK creates a holistic learning experience, in which students not only acquire academic knowledge but also internalize the principles of faith and piety through personal reflection, ethical decision-making, and respectful social interaction. The use of digital platforms and AI facilitates interactive learning, critical thinking, and responsible academic practice, ensuring that Technology supports rather than replaces reflection and ethical behavior. This integrative approach also enhances students' understanding, intrinsic motivation, and social responsibility, producing learners who are academically competent, character-driven, and spiritually grounded. The study highlights a contemporary paradigm in Islamic education, where mastery of knowledge and Technology aligns with the development of faith, piety, and student character.
KESANTUNAN BERBAHASA PENUTUR JAWA DI SUNGAI RAMBAI TANJUNG JABUNG BARAT Setiti, Diyah; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Ningsih, Arum Gati
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i1.130-140

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa oleh penutur bahasa Jawa di Desa Sungai Rambai, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Latar belakang penelitian ini adalah masih kuatnya penggunaan bahasa Jawa, khususnya ragam ngoko, dalam interaksi sosial masyarakat serta pentingnya memahami penerapan prinsip kesantunan di tengah perubahan sosial dan perkembangan era digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori kesantunan Geoffrey Leech yang meliputi enam maksim, yaitu kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati. Data diperoleh melalui teknik simak libat cakap, rekam, dan catat terhadap tuturan masyarakat dalam komunikasi sehari-hari. Analisis data dilakukan dengan metode padan ekstralingual melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menurut Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutur bahasa Jawa di Desa Sungai Rambai, menerapkan prinsip kesantunan berbahasa dalam interaksi sehari-hari, tercermin melalui bentuk pematuhan dan pelanggaran terhadap maksim kesantunan yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati. Pematuhan maksim tampak pada tuturan yang santun, menghargai mitra tutur, dan menumbuhkan empati, sedangkan pelanggaran ditandai tuturan yang kasar, mementingkan diri sendiri, serta kurang menunjukkan empati.
The Effectiveness of Reading to Learn (R2L) Pedagogy in Teaching News Text Writing at MTsN 3 Jambi City Saputra, Rangga; Priyanto, Priyanto; Ningsih, Arum Gati
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 02 (2026): Maret: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v5i02.2598

Abstract

The Reading to Learn (R2L) pedagogy, consisting of preparatory reading, in-depth reading, collaborative construction, and independent construction, was developed in Australia with the aim of helping students understand academic texts and find useful information within them. This study was designed using a quasi-experimental method with a control group design aimed at testing the extent to which the Reading to Learn (R2L) pedagogy is able to improve students' ability to write well-structured news texts. This study involved 74 seventh-grade students from MTsN 3 Kota Jambi. The research participants were divided into two groups, namely the experimental class (grades VII-9) which consisted of 37 students and the control class (grade VII-4) which also consisted of 37 students. Students in the experimental class were given learning based on the Reading to Learn (R2L) pedagogy, while students in the control class used conventional learning methods. The results of the analysis showed a significance value of 0.000 (Sig. <0.05), which indicates that the Reading to Learn (R2L) pedagogy provides improvements to students' news text writing skills compared to conventional methods. The Reading to Learn (R2L) pedagogy has high flexibility and adaptability to be applied across cultures and languages as a strategic approach, because it is able to bridge the literacy gap while strengthening students' academic text construction skills in various international educational contexts.
Kesantunan Berbahasa Masyarakat Batak Toba di Desa Pardomuan Nauli Pangururan Kabupaten Samosir Simarmata, Feronika; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Ningsih, Arum Gati; Andiopenta, Andiopenta
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7001

Abstract

Kesantunan merupakan salah satu kajian penting dalam bidang pragmatik karena pada dasarnya persoalan kesantunan berbahasa berkaitan erat dengan cara bahasa digunakan sebagai alat komunikasi yang selalu terikat oleh konteks sosial, budaya, dan situasional. Dalam praktiknya, kesantunan tidak hanya mencerminkan pilihan kata, tetapi juga menunjukkan nilai, norma, serta sistem budaya yang dianut oleh suatu masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi kesantunan berbahasa masyarakat Batak Toba di Desa Pardomuan Nauli Pangururan, Kabupaten Samosir, dengan menggunakan teori kesantunan Leech (1983) serta fungsi kesantunan menurut Chaer (2010) sebagai landasan analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pragmatik dengan data berupa tuturan lisan yang diperoleh melalui teknik simak, catat, dan rekam dalam interaksi kehidupan sehari-hari masyarakat Batak Toba. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menerapkan triangulasi teori sehingga hasil analisis memiliki validitas yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesantunan berbahasa yang dominan ditemukan dalam beberapa maksim, yaitu: (1) maksim kebijaksanaan, (2) maksim kedermawanan, (3) maksim penghargaan, (4) maksim kesederhanaan, (5) maksim pemufakatan, dan (6) maksim kesimpatian. Sementara itu, fungsi kesantunan berbahasa yang teridentifikasi meliputi: (1) fungsi menyatakan, (2) fungsi menanyakan, (3) fungsi menyuruh, (4) fungsi meminta maaf, dan (5) fungsi mengkritik. Temuan ini memperkaya kajian sosiopragmatik bahasa daerah sekaligus mendukung pelestarian kearifan lokal Batak Toba di tengah dinamika dan pengaruh perkembangan bahasa yang semakin pesat.