Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Iklan Obat Flu di Televisi Terhadap Pemilihan Obat Secara Swamedikasi di Apotek Medical Farma Kecamatan Mesjid Raya Marniati, Marniati; Rahmawati, Rahmawati; Kulla, Periskila Dina Kali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3667

Abstract

Latar Belakang: Televisi adalah salah satu media yang digunakan sebagai alat komunikasi. Iklan dapat mempengaruhi pola pilihan kebutuhan masyarakat dan pilihan obat yang digunakan untuk meningkatkan, merawat atau menjaga kesehatan. Menurut hasil penelitian Untari dkk (2023) tentang paparan media informasi dengan perilaku swamedikasi pada masyarakat di kota Yogyakarta menyatakan bahwa terdapat hubungan antara paparan media informasi dengan perilaku swamedikasi di masyarakat. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh iklan obat flu di televisi terhadap pemilihan obat secara swamedikasi di apotek Medical Farma Kecamatan Mesjid Raya. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik, total sampel dalam penelitian ini berjumlah 86 responden. Tehnik pengambilan sampel adalah purposive Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023. Cara pengumpulan data dengan cara membagikan kuisioner. Analisis data menggunakan korelasi, regresi sederhana dan uji T (parsial). Hasil Penelitian: Analisis regresi sederhana nilai Sig. 0,001< 0,05 yang artinya terdapat pengaruh iklan obat flu di televisi terhadap pemilihan obat secara swamedikasi. Hasil uji korelasi nilai signifikansi 0,001< 0,05 artinya bahwa ada hubungan yang signifikan (berarti) antara variabel iklan obat flu di televisi dengan tindakan swamedikasi masyarakat. Hasil uji T (parsial) Sig. 0,001 < 0,05 pada kategori “tidak menyesatkan” berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat dalam melakukan tindakan swamedikasi. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh iklan obat flu di televisi terhadap pemilihan obat secara swamedikasi di apotek Medical Farma Kecamatan Mesjid Raya secara signifikan.Kata kunci: Iklan obat flu, swamedikasi, televisiBackground: Television is one of the media used as a means of communication. Advertising can influence the pattern of people's needs and the choice of drugs used to improve, treat, or maintain health. According to the results of research by Untari et al. (2023) concerning exposure to information media and self-medication behavior in the community in the city of Yogyakarta, there is a relationship between exposure to information media and self-medication behavior in society. Research Objectives: To determine the effect of cold medicine advertisements on television on self-medication drug selection at the Medical Farma pharmacy, Mesjid Raya District. Research Methods: This research is descriptive and analytical in nature; the total sample in this study amounted to 86 respondents. The sampling technique is purposive sampling. The research was conducted in July 2023. The data collection method was by distributing questionnaires. Data analysis using correlation, simple regression, and the partial T test. Research Results: A Simple regression analysis of Sig. 0.001 < 0.05 indicates that there is an influence of cold medicine advertisements on television on self-medication drug selection. The results of the correlation test with a significance value of 0.001 < 0.05 mean that there is a significant relationship between the variables of cold medicine advertisements on television and community self-medication. T test results (partial) Sig. 0.001 < 0.05 in the "not misleading" category have an effect on people's knowledge of self-medication. Conclusions: It can be concluded that there is a significant influence of cold medicine advertisements on television on self-medication drug selection at the Medical Farma pharmacy, Mesjid Raya District.Keywords : Cold medicine advertisement, self-medication, television
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Seledri (Apium Graveolens L.) Dan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Bacilicum L.) Sebagai Antihiperuricemia Akmadia, Nur; Meilina, Rulia; Kulla, Periskila Dina Kali; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3363

Abstract

Asam urat merupakan penyakit yang menyerang persendiaan tubuh, seperti jari tangan, tumit, jari kaki, lutut, hingga pergelangan tangan. Penyakit timbul karena adanya penumpukan zat purin yang kemudian berubah menjadi asam urat. Tumbuhan seledri dan kemangi berpotensi sebagai obat tradisional dalam menurunkan kadar asam urat. Karena tumbuhan tersebut mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antihiperurisemia dalam menurunkan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian kombinasi ekstrak etanol daun seledri dengan daun kemangi dan dosis efektif terhadap penurunan kadar asam urat. Metode penelitian ini eksperimental laboratorium. Kelompol pengujian terdiri dari kelompok perlakuan kontrol negatif (Na-CMC 5%), kontrol positif (allopurinol), kelompok 1dosis 75:25mg/kgBB, kelompok 2 dosis 50 : 50 mg/kg BB dan kelompok 3 dosis 25 : 75 mg/kg BB. Analisis menggunakan kompurisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi mampu menurunkan kadar asam urat pada mencit. Perlakuan kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi menunjukkan penurunan kadar asam urat sejak H-9 hingga H-15. Kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar asam urat mencit karena nilai sig > 0,05. Kesimpulan kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi efektif dalam menurunkan kadar asam urat sekitar 21 % hingga 27% dan dosis yang paling efektif yaitu kombinasi dosis 50 : 50 mg/kg BB.Kata Kunci : Asam Urat, Antihiperurisemia, Allopurinol, Kemangi, SeledriGout is a disease that attacks the body's joints, such as the fingers, heels, toes, knees and wrists. The disease arises due to a buildup of purine substances which then turn into uric acid. Celery and basil plants have potential as traditional medicines for lowering uric acid levels. Because this plant contains flavonoid compounds which have the potential to act as antihyperuricemia in reducing uric acid levels. This study aims to determine the effect of giving a combination of ethanol extract of celery leaves with basil leaves and the effective dose on reducing uric acid levels. This research method is laboratory experimental. The testing group consisted of negative control treatment group (Na-CMC 5%), positive control (allopurinol), group 1 dose 75: 25 mg/kg BW, group 2 dose 50: 50 mg/kg BW and group 3 dose 25: 75 mg/kg BW. Analysis using compurization. The research results showed that the combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves was able to reduce uric acid levels in mice. The combination treatment of ethanol extract of celery leaves and basil leaves showed a decrease in uric acid levels from D-9 to D-15. The combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves had a significant effect on reducing uric acid levels in mice because the sig value was > 0.05. The conclusion is that the combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves is effective in reducing uric acid levels by around 21% to 27% and the most effective dose is a combination dose of 50:50 mg/kg BW.Keywords :Antihyperuricemia Apium graveolens, Ocimum bacilicum
Studi Crossectional Status Gizi Remaja Putri di SMAN 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Rahmi, Nuzulul; Husna, Asmaul; Kulla, Periskila Dina Kali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.3011

Abstract

Masalah yang sering terjadi pada remaja yang mengalami pubertas salah satunya terkait dengan status gizi. Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami masalahan gizi yang dapat diakibatkan oleh diet yang ketat, kebiasaan makan yang buruk, gaya hidup (life style), penyakit infeksi, penilaian pada diri sendiri (citra tubuh), aktivitas fisik yang dilakukan, kualitas tidur serta pengetahuan tentang gizi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan durasi tidur dengan status gizi remaja putri di SMAN 1 Baitussalam. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain crosssectional study, populasi adalah remaja putri berjumlah 232 orang kemudian sampel dikecilkan dengan menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 10%  sehingga sampel menjadi 70 orang. Penelitian dilakukan dari tanggal 02 s/d 16 Desember 2022. Analisa data ini menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan komputerisasi nilai kemaknaan (a) 0,05 dengan nilai keyakinan 0,95. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara durasi tidur (p value 0,009) dan pola makan (p value 0,01) dengan status gizi remaja putri di SMAN 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar.Kata Kunci : Status gizi, durasi tidur, pola makanOne of the problems that often occur in adolescents who are experiencing puberty is related to nutritional status. Adolescent girls are a group that is vulnerable to nutritional problems which can be caused by strict diets, poor eating habits, lifestyle, infectious diseases, self-assessment (body image), physical activity carried out, sleep quality and knowledge. about balanced nutrition. This study aims to determine the relationship between sleep duration and nutritional status of young women at SMAN 1 Baitussalam. This research is descriptive analytic with a cross-sectional study design, the population is 232 young women, then the sample is reduced using the Slovin formula with a margin of error of 10% so that the sample becomes 70 people. The research was conducted from 02 to 16 December 2022. This data analysis used the Chi Square statistical test with the help of a computerized significance value (a) of 0.05 with a confidence value of 0.95. The results showed that there was a relationship between sleep duration (p value 0.009) and diet (p value 0.01) with the nutritional status of young women at SMAN 1 Baitussalam, Aceh Besar District.Keywords: Nutritional status, sleep duration, dietary habit
Efektivitas Ekstrak Daun Gelinggang (Cassia alata L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Gram Positif Staphylococcus aureus Kulla, Periskila Dina Kali; Qhamal, Syamsul; Zulwanis, Zulwanis; Meilina, Rulia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2875

Abstract

Daun gelinggang (Cassia alata L.) sering digunakan masyarakat sebagai obat tradisional untuk penyembuhan penyakit kulit dan luka infeksi dengan adanya senyawa fitokimia yang terkandung   pada daun gelinggang yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan daya hambat ekstrak daun gelinggang terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental. Objek yang diteliti adalah daun gelinggang yang dibuat dalam bentuk ekstrak menggunakan metode maserasi dengan pelarut 96%. Konsentrasi ekstrak etanol daun gelinggang yang digunakan sebesar 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% dengan kontrol positif eritromisin dan kontrol negatif DMSO. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan melihat zona hambat yang terbentuk disekitar kertas cakram. Berdasarkan hasil penelitian uji aktivitas antibakteri menunjukkan ekstrak etanol daun gelinggang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% secara berurutan zona hambat yang terbentuk adalah 8,58 mm, 9,62 mm, 10,92 mm, 12,27 mm dan 14,46 mm. Pada penelitian ini dapat disimpulkan ekstrak etanol daun gelinggang dengan pelarut etanol 96% efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak etanol daun gelinggang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 10% dan 20% dengan kategori sedang, sedangkan pada konsentrasi 30%, 40%, dan 50% dengan kategori kuat.Kata kunci: Antibakteri, Daya hambat, Gelinggang (Cassia alata L.), Staphylococcus aureusGelinggang leaves (Cassia alata L.) are often used by the public as a traditional medicine for healing skin diseases and infectious wounds in the presence of phytochemical compounds contained in the leaves, namely alkaloids, flavonoids, phenolics, saponins and steroids. This study aims to determine the effectiveness and inhibition of Gelinggang leaf extract against the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The research conducted was experimental. The object studied was the Gelinggang leaf which was made in the form of an extract using the maceration method with 96% solvent. The concentrations of ethanol extract of Gelinggang leaves used were 10%, 20%, 30%, 40% and 50% with Erythromycin positive control and DMSO negative control. The antibacterial activity test used the disc diffusion method by looking at the zone of inhibition that was formed around the disc paper. Based on the research results, the antibacterial activity test showed that the ethanol extract of the leaves of Ge;inggang had antibacterial activity against Staphylococcus aureus. With a concentration of 10%, 20%, 30%, 40% and 50% respectively the inhibition zone formed is 8.58 mm, 9.62 mm, 10.92 mm, 12.27 mm and 14.46 mm. In this study, it can be concluded that the ethanol extract of Gelinggang leaves with 96% ethanol solvent is effective in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria. Gelinggang leaf ethanol extract can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria at concentrations of 10% and 20% in the moderate category, while at concentrations of 30%, 40%, and 50% in the strong category.Keywords: Antibacterial, Inhibition, Cassia alata L. (Gelinggang), Staphylococcus aureus.
Determinan Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Glumpang Tiga Rezeki, Sahbainur; Meilina, Rulia; Hikmah, Naziah; Kulla, Periskila Dina Kali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2861

Abstract

ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan tanpa makanan tambahan sekurang-kurangnya sampai usia 4 bulan dan jika mungkin sampai usia 6 bulan. Pemberian ASI Eksklusif sejak lahir pada anak mempengaruhi masukan zat gizi anka sehingga pertumbuhan anak juga akan terpengaruh karena itu status gizi pertumbuhan dapat dipakai sebagai ukuran untuk memantau kecukupan ASI pada bayi. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengetahui determinan faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Glumpang Tiga tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 28 September di wilayah kerja Puskesmas Glumpang Tiga Kabupaten Aceh Besar tahun 2020 Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0 – 6 bulan pada 13 desa di Wilayah Kerja Puskesmas Glumpang Tiga tahun 2020 yaitu berjumlah 228 orang. Kriteria inklusi sampel adalah ibu yang memiliki anak terakhir berusia 0-6 bulan yang bersedia menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan dengan caramembagikan kuesioner. Uji statistic yang dilakukan uji chi square. Hasil analisa data menunjukkan bahwa tidak ada hubungan sikap dengan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p value 0.151. Ada hubungan dukungan keluarga dengan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p value 0.013. Ada hubungan peran budaya dengan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p value 0.032 di wilayah kerja Puskesmas Glumpang Tiga Aceh Besar. Ada hubungan dukungan keluarga, dan peran budaya dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Glumpang Tiga. Diharapkan ibu menyusui bayi <6 bulan ebaiknya memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sampai usia 6 bulan, serta menghindari pemberian susu formula dan makanan atau minuman lain selama ASI masih mencukupi kebutuhan bayi.Kata Kunci: Pemberian ASI EksklusifExclusive breastfeeding is breast milk that is given without additional food at least until the age of 4 months and if possible until the age of 6 months. Exclusive breastfeeding from birth to children will affect the child's intake of nutrients so that the child's growth will also be affected. Therefore, the nutritional status of growth can be used as a measure to monitor the adequacy of breast milk in infants. The purpose of this study is to know the determinants of factors related to exclusive breastfeeding in the working area of Glumpang Three Health Center in 2020. This research is observational analytical research with cross sectional approach. This research was conducted in the working area of Glumpang Three Aceh Besar District in 2020 and is planned to be conducted in August 2020. Collection is done by sharing questionnaires. Statistical test conducted by chi square test. Bivariate analysis of maternal attitudes with exclusive breastfeeding has no relationship p value =0.203, family support with exclusive breastfeeding there is a relationship p value = 0.021, cultural role with exclusive breastfeeding there is a relationship p value = 0.000. There is a relationship of family support, and cultural role with the provision of exclusive breastfeeding in the Working Area of Glumpang Tiga Health Center. It is expected for health officials to periodically evaluate the success of health workers in counseling, counseling and reporting on breastfeeding.Keywords: Breastfeeding
Hubungan Pengetahuan dan Media Informasi dengan Penerapan Protokol Kesehatan di Masa Pandemi covid-19 Pada Pengunjung Wisata di Kafe Pantai Riting Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Tahun 2021 Mauliati, Desria; Kulla, Periskila Dina Kali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1935

Abstract

Virus Corona paling terbaru yang ditemuka nadalah virus Corona Covid-19. Virus ini termasuk penyaki tmenular dan baru ditemukan di Wuhan, Semua orang diwajibkan menerapkan protocol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak fisik dengan orang lain. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan media informasi pengunjung wisata terhadap protocol kesehatan dimasa pandemic Covid 19 di Cafe Pantai Riting Kabupaten Aceh Besar Tahun 2021. Metode Penelitian: penelitian ini mengguanakan metode analitik dengan pendekatan Kuantitatif yang dilakukan pada tanggal 2-5 september 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengujung wisata café riting pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling sebanyak 50 orang. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan metode chi-square .Hasil penelitian: Hasil uji statistic dengan Chi Square di peroleh nilai p Value=0.000 (p<0.05) berarti ada hubungan pengetahuan dengan penerapan protocol kesehatan. Sedangkan hasil uji statistic dengan Chi Square di peroleh nilai p Value=0.000 (p<0.05) berarti ada hubungan media informasi dengan penerapan protocol kesehatan. Kata Kunci: Pengetahuan, Informasi, Protokol kesehatan, Covid-19  The most recent Corona virus discovered is the Corona Covid-19 virus. This virus is an infectious disease and was only discovered in Wuhan. Everyone is required to apply the 3M health protocol, which is to wear a mask, wash hands with soap, and maintain physical distance from others. Research Objectives: To determine the relationship between knowledge and information media of tourist visitors to health protocols during the Covid 19 pandemic at the PantaiRiting Cafe, Aceh Besar Regency in 2021. Research Methods: This study used an analytical method with a quantitative approach which was carried out on 2-5 September 2021. The population in this study were all visitors to the cafe rite tour. The sample used was Accidental Sampling as many as 50 people. Data analysis used univariate and bivariate analysis with chi-square method. Research results: The results of statistical tests with Chi Square obtained p value = 0.000 (p <0.05) meaning that there is a relationship between knowledge and the application of health protocols. While the test results The results of statistical tests with Chi Square obtained p value = 0.000 (p <0.05) meaning that there is a relationship between information media and the application of health protocols. Keywords: Knowledge, Information, Health protocol, Covid-19
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Kulla, Periskila Dina Kali; Aldafi, Daevanul Aslam; Meilina, Rulia; Zulwanis, Zulwanis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3562

Abstract

Ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan tanaman obat tradisional dari famili solanaceae sering dimanfaatkan dalam penyembuhan gangguan penyakit infeksi kulit. Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) memiliki Aktivitas sebagai antimikroba pada pencegahan jerawat. Kandungan flavonoid dan saponin dalam daun ciplukan berperan penting sebagai permeabilitas dinding sel dan menimbulkan kematian sel. Daun ciplukan juga telah terbukti memiliki kandungan senyawa Flavonoid, saponin, tanin, dan glikosida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat aktivitas antibakteri dan kadar hambat minimum (KHM) dan kadar bunuh minimum (KBM) ekstrak etanol daun ciplukan terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode difusi dan dilusi menggunakan kertas cakram dengan beberapa konsentrasi ekstrak etanol daun ciplukan yaitu 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Tetrasiklin 0,25% sebagai kontrol positif dan Dimetil sulfoksida (DMSO) 1% sebagai kontrol negatif. Data hasil penelitian dianalisis dengan program elektrik computer yang dianalisis menggunakan komputerisasi sistem data (KSD) dengan hasil penelitian Diameter zona hambat serta kadar zona hambat minimum (KHM) dan kadar bunuh minimum (KBM) yang dihasilkan pada pengujian ekstrak daun ciplukan terhadap Staphylococcus epidermidis dengan konsentrasi 25 % mendapatkan nilai rata-rata sebesar 11,62 mm sebagai aktivitas antibakteri dan kadar hambat minimum (KHM). kesimpulan bahwa ekstrak daun ciplukan memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermis dengan kekuatan zona hambat dalam (kategori kuat), Namun kadar bunuh minimum (KBM) pada konsentrasi 25% belum mampu membunuh bakteri Staphylococcus epidermidis dengan pengujian >25% agar ekstrak mampu membunuh bakteri. Kata kunci: Daun Ciplukan, antibakteri, aktivitas, Staphylococcus epidermidisCiplukan (Physalis angulata L.) is a traditional medicinal plant from the solanaceae family often used in healing skin infection diseases. Ciplukan leaves (Physalis angulata L.) have antimicrobial activity in the prevention of acne. The flavonoids and saponins in ciplukan leaves play an important role as cell wall permeability and cause cell death. Ciplukan leaves have also been shown to contain flavonoids, saponins, tannins, and glycosides. The purpose of this study was to see the antibacterial activity and minimum inhibitory levels (KHM) and minimum kill levels (KBM) of ciplukan leaf ethanol extract against Staphylococcus epidermidis bacteria. This study uses diffusion and dilution methods using disc paper with several concentrations of ethanol extract of ciplukan leaves, namely 5%, 10%, 15%, 20% and 25%. Tetracycline 0.25% as positive control and Dimethyl sulfoxide (DMSO) 1% as negative control. The research data were analyzed with an electric computer program analyzed using a computerized data system (KSD) with the results of the study The diameter of the inhibition zone and the minimum inhibitory zone level (KHM) and the minimum kill level (KBM) produced in testing ciplukan leaf extracts against Staphylococcus epidermidis with a concentration of 25% getting an average value of 11.62 mm as antibacterial activity and minimum inhibitory levels.Keywords: Ciplukan leaves, antibacterial, activity, Staphylococcus epidermidis
UJI EFEK KOMBINASI EKSTRAK DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) DAN EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum bacilicum L.) TERHADAP KADAR ASAM URAT DARAH PADA MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI KALIUM OKSONAT Lestari, Widya; Meilina, Rulia; Kulla, Periskila Dina Kali; Safitri, Faradilla; Akmadia, Nur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.4192

Abstract

Latar Belakang : Asam urat merupakan penyakit yang menyerang persendiaan tubuh, seperti jari tangan, tumit, jari kaki, lutut, hingga pergelangan tangan. Penyakit timbul karena adanya penumpukan zat purin yang kemudian berubah menjadi asam urat. Tumbuhan seledri dan kemangi berpotensi sebagai obat tradisional dalam menurunkan kadar asam urat. Karena tumbuhan tersebut mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antihiperurisemia dalam menurunkan kadar asam urat.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui efek pemberian kombinasi ekstrak etanol daun seledri dengan daun kemangi dan dosis efektif terhadap penurunan kadar asam urat.Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat eksperimental dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yang terdiri dari kelompok perlakuan kontrol negatif (Na-CMC 5%), kontrol positif (allopurinol), kelompok 1 dosis 75 : 25 mg/kg BB, kelompok 2 dosis 50 :50 mg/kg BB dan kelompok 3 dosis 25 : 75 mg/kg BB. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi mampu menurunkan kadar asam urat pada mencit. Perlakuan kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi menunjukkan penurunan kadar asam urat sejak H-9 hingga H-15. Kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar asam urat mencit karena nilai sig > 0,05. Kesimpulan : Kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi efektif dalam menurunkan kadar asam urat sekitar 21 % hingga 27% dan dosis yang paling efektif yaitu kombinasi dosis 50 :50 mg/kg BB. Kata Kunci : Asam Urat, Antihiperurisemia, Allopurinol, Kemangi, SeledriBackground : Gout is a disease that attacks the joints of the body, such as fingers, heels, toes, knees, to the wrists. The disease arises due to a buildup of purine substances which then turn into uric acid. Celery and basil plants have potential as traditional medicines for lowering uric acid levels. Because this plant contains flavonoid compounds which have the potential to act as antihyperuricemia in reducing uric acid levels. Research Objectives : To determine the effect of giving a combination of ethanol extract of celery leaves with basil leaves and the effective dose on reducing uric acid levels.Research Methods : This study was an experimental study with a purposive sampling technique consisting of a negative control group (Na-CMC 5%), positive control (allopurinol), group 1 dose 75: 25 mg/kg BW, group 2 dose 50 : 50 mg/kg BW and group 3 dose 25 : 75 mg/kg BW. This research was conducted from July to August 2023. Results : The results showed that the combination of ethanol extracts of celery leaves and basil leaves was able to reduce uric acid levels in mice. The combination treatment of ethanol extract of celery leaves and basil leaves showed a decrease in uric acid levels from D-9 to D-15. The combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves had a significant effect on The combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves had a significant effect on reducing uric acid levels in mice because the sig value was > 0.05. Conclusion : The combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves is effective in reducing uric acid levels around 21% to 27% and the most effective dose is the combined dose of 50:50 mg/kg BW.Keywords    : Uric Acid, Antihyperuricemia, Allopurinol, Basil, Celery
Efektivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Delima (Punica Granatum L.) pada Mencit (Mus Musculus L.) Meilina, Rulia; Izzah, Nuril; Kesumawati, Kesumawati; Safitri, Faradilla; Rezeki, Sahbainur; Kulla, Periskila Dina Kali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2870

Abstract

Daun delima (Punica granatum L.) secara tradisional telah banyak digunakan untuk berbagai penyakit salah satunya untuk demam. Berbagai senyawa terdapat dalam daun delima yaitu flavonoid, tanin dan saponin, dimana senyawa flavonoid berfungsi sebagai antipiretik. Metode penelitian ini Eksperimental Laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antipiretik dan dosis efektif ekstrak etanol daun delima pada penurunan suhu mencit. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Sebanyak 25 ekor dengan berat badan 20- 30 gram dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok perlakuan kontrol negatif diberikan na-CMC 0,5%, perlakuan positif diberikan paracetamol dan 3 kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak daun delima dosis bertingkat yaitu 100 mg/g BB, 150 mg/g BB, 200 mg/g BB. Untuk menaikkan suhu rektal, mencit diberikan suspensi pepton 5% secara oral kemudian diukur dengan menggunakan termometer digital setiap 30 menit hingga menit ke 120. Data hasil penelitian dianalisis dengan program SPSS yang dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis Of Varian) dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa daun delima memiliki efektivitas antipiretik. Data yang dihasilkan berdistribusi normal (p>0,05). ekstrak etanol daun delima yang paling efektif sebagai antipiretik yaitu pada dosis 150 mg dan 200 mg/g BB. Kesimpulan penelitian daun delima memiliki aktivitas antipiretik.Kata kunci : Daun Delima, Antipiretik, PeptonPunica granatum L. have traditionally been used for various diseases, one of which is fever. Various compounds are found in pomegranate leaves, namely flavonoids, tannins and saponins, where flavonoid compounds function as antipyretics. This research method is Experimental Laboratory. This study aims to determine the effectiveness of antipyretics and effective doses of ethanol extract of pomegranate leaves in reducing the temperature of mice. The research method used is laboratory experimental. This study aims to determine the effectiveness of antipyretics and effective doses of ethanol extract of pomegranate leaves in reducing the temperature of mice. The research method used is laboratory experimental. Twenty five individuals weighing 20-30 grams were divided into 5 treatment groups consisting of a negative control group given 0.5% na-CMC, positive treatment given paracetamol and 3 treatment groups with graded doses of pomegranate leaf extract, namely 100 mg/day. g BW, 150 mg/g BW, 200 mg/g BW. To raise the rectal temperature, the mice were given orally 5% peptone suspension and then measured using a digital thermometer every 30 minutes until the 120th minute. Pomegranate has antipyretic effectiveness. The resulting data is normally distributed (p>0.05). The most effective ethanol extract of pomegranate leaves as an antipyretic is at doses of 150 mg and 200 mg/g BW. The conclusion of this study is that pomegranate leaves have antipyretic activity.Keywords : Punica granatum, Antipyretic, Pepton
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DAN POSYANDU MELALUI DIVERSIFIKASI HERBAL TRADISIONAL MAKJUN UNTUK PENANGANAN PASCA-MELAHIRKAN Mutiawati Mutiawati; Fauziah Andika; Periskila Dina Kali Kulla; Zumaidar Zumaidar; Saudah Saudah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Mahasiswa Berdampak di Desa Blang Tingkeum, Kabupaten Aceh Besar, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi tanaman herbal tradisional menjadi produk inovatif Teh Herbal Makjun. Desa yang berada di wilayah dataran tinggi dengan tanah pertanian subur ini memiliki potensi besar dalam budidaya tanaman herbal seperti kunyit (Curcuma longa) dan jahe (Zingiber officinale), namun belum dikelola secara optimal dan bernilai tambah ekonomi. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya kuantitas produksi herbal organik, lemahnya manajemen usaha dan pemasaran, kurangnya pemahaman pelestarian Makjun sebagai warisan budaya Aceh, serta belum terstrukturnya tata kelola usaha herbal. Program ini melibatkan dua mitra sasaran, yaitu kelompok tani “Indatu Agro Tani” dan kelompok Posyandu, yang didampingi secara komprehensif dari hulu hingga hilir melalui pendekatan kolaboratif berbasis riset. Intervensi pada kelompok tani difokuskan pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran, meliputi pelatihan budidaya, penyediaan bibit unggul, penyusunan business plan, penguatan kelembagaan, strategi branding, digital marketing, hingga fasilitasi legalitas usaha (BPOM dan PIRT). Sementara itu, pada kelompok Posyandu, kegiatan diarahkan pada penguatan aspek sosial kemasyarakatan dan manajemen usaha, termasuk pelatihan kesehatan berbasis tanaman obat lokal, produksi herbal Makjun, kampanye edukasi, serta penguatan administrasi dan kepemimpinan organisasi. Metode pelaksanaan menggunakan Project Based Learning (PjBL) dan kolaborasi interdisipliner, dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Luaran program mencakup karya audio-visual, publikasi media massa, poster edukasi, serta peningkatan keberdayaan mitra dalam aspek produksi, manajemen, pemasaran, dan sosial kemasyarakatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi produk herbal lokal, memperkuat pelestarian Makjun sebagai kearifan lokal Aceh, serta mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat Desa Blang Tingkeum.
Co-Authors Akbar, Riski Muna Akmadia, Nur Aldafi, Daevanul Aslam Alfitri Wahyuni Aminuyati Andika, Fauziah Anggraini, Bunge Septiana Ardhana Yulisma Armia Armia Arpaini Bako Asmaul Husna Asmaul Husna Azkia, Hanin Cut Deli Ecie Kesumawati Elda Maisy Rahmi Eva Nadilla Eva Rosdiana Eva Susanna Evi Afriana Fadia Aisya Fajriati, Rafni Faradilla Safitri, Faradilla Fauziah, Nurna Fazlina, Putri Fhonna, Putrya Finaul Asyura Fitra Alvionida Fitria Fitria Fitria Henni Putri Henny Umaya Fitri Herawati Herawati Herawati Herawati Herrani, Retno Hikmah, Naziah Husda, Azkia Husna, Zainatul Ida Mukhlisa Ilhamsyah, Putra Indah Amelia Putri Indah Amelia Putri Irza Mazinatul Ula Ismail Ismail Ismayukha, Noerma Ismiati Ismiati Izzah, Nuril Jumianita, Novida Junaidi Junaidi Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati, Kesumawati Lena Hati Lestari, Soraya Lestari, Widya Maharani, Septia Marniati Marniati Marniati Marniati, Marniati Masthura Sianipar Mastura Sianipar Mauliati, Desria Meilina, Rulia Melda Sofia Muhammad Faisal Muhammad Naufal Muhammad Salman Alfarisi Murnia Suri Mutiawati Mutiawati Mutiawati Mutiawati Nur Maida Nurfatin Nisa Nasri Nurul Hamdi Nurul Wardah Nuzulul Rahmi, Nuzulul Pardi Pardi Pardi Pardi, Pardi Putra Ilhamsyah Putri Kurniawati, Putri Qhamal, Syamsul Rafni Fajriati Rahma Dewi Rahmat Fajri Rahmawati, Rahmawati Rahmi, Elda Maisy Ramadhania, Alya ratna willis Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rezeki, Sahbainur Rika Novita Safrizan Safrizan Safrizan, Safrizan Sahbainur Rezeki Sahbainur Rezeki Said Ashlan, Said SAUDAH SAUDAH Saulie, Diffa Aprilydia Sianipar, Mastura Siti Samaniyah Sitti Dwi Maulina Sri Mutia Suri, Murnia Suryani Musa Syafriadi Syafriadi Syarifah Asyura Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Syarifah Yanti Astryna TB, Desita Ria Yusian Yusra Meiduri Yustika Wirda Ningsih Yustika Wirda Ningsih Zulia Ananda Zulwanis Zulwanis Zulwanis, Zulwanis Zumaidar Zumaidar