Claim Missing Document
Check
Articles

UJI EFEK KOMBINASI EKSTRAK DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) DAN EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum bacilicum L.) TERHADAP KADAR ASAM URAT DARAH PADA MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI KALIUM OKSONAT Lestari, Widya; Meilina, Rulia; Kulla, Periskila Dina Kali; Safitri, Faradilla; Akmadia, Nur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.4192

Abstract

Latar Belakang : Asam urat merupakan penyakit yang menyerang persendiaan tubuh, seperti jari tangan, tumit, jari kaki, lutut, hingga pergelangan tangan. Penyakit timbul karena adanya penumpukan zat purin yang kemudian berubah menjadi asam urat. Tumbuhan seledri dan kemangi berpotensi sebagai obat tradisional dalam menurunkan kadar asam urat. Karena tumbuhan tersebut mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antihiperurisemia dalam menurunkan kadar asam urat.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui efek pemberian kombinasi ekstrak etanol daun seledri dengan daun kemangi dan dosis efektif terhadap penurunan kadar asam urat.Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat eksperimental dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yang terdiri dari kelompok perlakuan kontrol negatif (Na-CMC 5%), kontrol positif (allopurinol), kelompok 1 dosis 75 : 25 mg/kg BB, kelompok 2 dosis 50 :50 mg/kg BB dan kelompok 3 dosis 25 : 75 mg/kg BB. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi mampu menurunkan kadar asam urat pada mencit. Perlakuan kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi menunjukkan penurunan kadar asam urat sejak H-9 hingga H-15. Kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar asam urat mencit karena nilai sig > 0,05. Kesimpulan : Kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi efektif dalam menurunkan kadar asam urat sekitar 21 % hingga 27% dan dosis yang paling efektif yaitu kombinasi dosis 50 :50 mg/kg BB. Kata Kunci : Asam Urat, Antihiperurisemia, Allopurinol, Kemangi, SeledriBackground : Gout is a disease that attacks the joints of the body, such as fingers, heels, toes, knees, to the wrists. The disease arises due to a buildup of purine substances which then turn into uric acid. Celery and basil plants have potential as traditional medicines for lowering uric acid levels. Because this plant contains flavonoid compounds which have the potential to act as antihyperuricemia in reducing uric acid levels. Research Objectives : To determine the effect of giving a combination of ethanol extract of celery leaves with basil leaves and the effective dose on reducing uric acid levels.Research Methods : This study was an experimental study with a purposive sampling technique consisting of a negative control group (Na-CMC 5%), positive control (allopurinol), group 1 dose 75: 25 mg/kg BW, group 2 dose 50 : 50 mg/kg BW and group 3 dose 25 : 75 mg/kg BW. This research was conducted from July to August 2023. Results : The results showed that the combination of ethanol extracts of celery leaves and basil leaves was able to reduce uric acid levels in mice. The combination treatment of ethanol extract of celery leaves and basil leaves showed a decrease in uric acid levels from D-9 to D-15. The combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves had a significant effect on The combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves had a significant effect on reducing uric acid levels in mice because the sig value was > 0.05. Conclusion : The combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves is effective in reducing uric acid levels around 21% to 27% and the most effective dose is the combined dose of 50:50 mg/kg BW.Keywords    : Uric Acid, Antihyperuricemia, Allopurinol, Basil, Celery
Efektivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Delima (Punica Granatum L.) pada Mencit (Mus Musculus L.) Meilina, Rulia; Izzah, Nuril; Kesumawati, Kesumawati; Safitri, Faradilla; Rezeki, Sahbainur; Kulla, Periskila Dina Kali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2870

Abstract

Daun delima (Punica granatum L.) secara tradisional telah banyak digunakan untuk berbagai penyakit salah satunya untuk demam. Berbagai senyawa terdapat dalam daun delima yaitu flavonoid, tanin dan saponin, dimana senyawa flavonoid berfungsi sebagai antipiretik. Metode penelitian ini Eksperimental Laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antipiretik dan dosis efektif ekstrak etanol daun delima pada penurunan suhu mencit. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Sebanyak 25 ekor dengan berat badan 20- 30 gram dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok perlakuan kontrol negatif diberikan na-CMC 0,5%, perlakuan positif diberikan paracetamol dan 3 kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak daun delima dosis bertingkat yaitu 100 mg/g BB, 150 mg/g BB, 200 mg/g BB. Untuk menaikkan suhu rektal, mencit diberikan suspensi pepton 5% secara oral kemudian diukur dengan menggunakan termometer digital setiap 30 menit hingga menit ke 120. Data hasil penelitian dianalisis dengan program SPSS yang dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis Of Varian) dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa daun delima memiliki efektivitas antipiretik. Data yang dihasilkan berdistribusi normal (p>0,05). ekstrak etanol daun delima yang paling efektif sebagai antipiretik yaitu pada dosis 150 mg dan 200 mg/g BB. Kesimpulan penelitian daun delima memiliki aktivitas antipiretik.Kata kunci : Daun Delima, Antipiretik, PeptonPunica granatum L. have traditionally been used for various diseases, one of which is fever. Various compounds are found in pomegranate leaves, namely flavonoids, tannins and saponins, where flavonoid compounds function as antipyretics. This research method is Experimental Laboratory. This study aims to determine the effectiveness of antipyretics and effective doses of ethanol extract of pomegranate leaves in reducing the temperature of mice. The research method used is laboratory experimental. This study aims to determine the effectiveness of antipyretics and effective doses of ethanol extract of pomegranate leaves in reducing the temperature of mice. The research method used is laboratory experimental. Twenty five individuals weighing 20-30 grams were divided into 5 treatment groups consisting of a negative control group given 0.5% na-CMC, positive treatment given paracetamol and 3 treatment groups with graded doses of pomegranate leaf extract, namely 100 mg/day. g BW, 150 mg/g BW, 200 mg/g BW. To raise the rectal temperature, the mice were given orally 5% peptone suspension and then measured using a digital thermometer every 30 minutes until the 120th minute. Pomegranate has antipyretic effectiveness. The resulting data is normally distributed (p>0.05). The most effective ethanol extract of pomegranate leaves as an antipyretic is at doses of 150 mg and 200 mg/g BW. The conclusion of this study is that pomegranate leaves have antipyretic activity.Keywords : Punica granatum, Antipyretic, Pepton
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DAN POSYANDU MELALUI DIVERSIFIKASI HERBAL TRADISIONAL MAKJUN UNTUK PENANGANAN PASCA-MELAHIRKAN Mutiawati Mutiawati; Fauziah Andika; Periskila Dina Kali Kulla; Zumaidar Zumaidar; Saudah Saudah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Mahasiswa Berdampak di Desa Blang Tingkeum, Kabupaten Aceh Besar, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi tanaman herbal tradisional menjadi produk inovatif Teh Herbal Makjun. Desa yang berada di wilayah dataran tinggi dengan tanah pertanian subur ini memiliki potensi besar dalam budidaya tanaman herbal seperti kunyit (Curcuma longa) dan jahe (Zingiber officinale), namun belum dikelola secara optimal dan bernilai tambah ekonomi. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya kuantitas produksi herbal organik, lemahnya manajemen usaha dan pemasaran, kurangnya pemahaman pelestarian Makjun sebagai warisan budaya Aceh, serta belum terstrukturnya tata kelola usaha herbal. Program ini melibatkan dua mitra sasaran, yaitu kelompok tani “Indatu Agro Tani” dan kelompok Posyandu, yang didampingi secara komprehensif dari hulu hingga hilir melalui pendekatan kolaboratif berbasis riset. Intervensi pada kelompok tani difokuskan pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran, meliputi pelatihan budidaya, penyediaan bibit unggul, penyusunan business plan, penguatan kelembagaan, strategi branding, digital marketing, hingga fasilitasi legalitas usaha (BPOM dan PIRT). Sementara itu, pada kelompok Posyandu, kegiatan diarahkan pada penguatan aspek sosial kemasyarakatan dan manajemen usaha, termasuk pelatihan kesehatan berbasis tanaman obat lokal, produksi herbal Makjun, kampanye edukasi, serta penguatan administrasi dan kepemimpinan organisasi. Metode pelaksanaan menggunakan Project Based Learning (PjBL) dan kolaborasi interdisipliner, dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Luaran program mencakup karya audio-visual, publikasi media massa, poster edukasi, serta peningkatan keberdayaan mitra dalam aspek produksi, manajemen, pemasaran, dan sosial kemasyarakatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi produk herbal lokal, memperkuat pelestarian Makjun sebagai kearifan lokal Aceh, serta mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat Desa Blang Tingkeum.
EDUKASI PENGGUNAAN KOSMETIK YANG AMAN BAGI REMAJA DI SMK FARMASI CUT MEUTIA BANDA ACEH Rulia Meilina; Sahbainur Rezeki; Fauziah Andika; Siti Samaniyah; Periskila Dina Kali Kulla; Kesumawati Kesumawati; Syarifah Yanti Astryna; Indah Amelia Putri; Ecie Kesumawati; Nurfatin Nisa Nasri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan bertujuan memberikan edukasi penggunaan kosmetik yang aman bagi remaja kepada siswa-siswi di SMK Farmasi Cut Meutia Kota Banda Aceh. Metode kegiatan pengabdian pada masyarakat  berupa sosialisasi edukasi penggunaan kosmetika pada remaja oleh tim pelaksana kegiatan. Hasil kegiatan sosilisasi ini memberikan pengetahuan kepada peserta tentang bahan kosmetika yang berbahaya dan bagaimana penggunaan kosmetika yang aman bagi remaja. Diharapkan melalui kegiatan ini remaja dapat bijak dalam memilih dan menggunakan kosmetik secara tepat.Kata Kunci: Edukasi, Kosmetika, Remaja.  The community service activities carried out aim to provide training on how to make dishwashing soap using lime to the community in Geudong Village, Delima subdistrict, Pidie Regency. This method of community service activities is a direct demonstration of how to make dishwashing soap from lime extract. As a result of this activity, the community will gain skills in making dishwashing soap using limes and it is hoped that with this skill, the community will be able to produce dishwashing soap and produce dishwashing soap to improve the family economy.Keyword: Education, Cosmetics, Youth.
SOSIALISASI DAN EDUKASI MANFAAT TEMPE SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL UNTUK MENCEGAH ANEMIA GIZI PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 3 BANDA ACEH Pardi Pardi; Herawati Herawati; Junaidi Junaidi; Muhammad Salman Alfarisi; Lena Hati; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia gizi, merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja putri di Indonesia terutama di usia sekolah. Anemia pada remaja putri dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, produktivitas, serta perkembangan kognitif dan fisik mereka. Salah satu penyebab utama anemia pada remaja adalah asupan zat besi yang tidak mencukupi dari pola makan sehari-hari. Tempe, sebagai salah satu pangan tradisional Indonesia, memiliki potensi besar sebagai makanan fungsional yang dapat membantu mencegah anemia. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat tempe sebagai pangan fungsional untuk mencegah anemia sangat penting untuk dilakukan. Program ini ditujukan kepada remaja putri di SMK Negeri 3 Banda Aceh, mengingat pentingnya meningkatkan kesadaran akan gizi pada kelompok usia ini. Adapun metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. Hasil pelaksanaan sosialisasi di SMK Negeri 3 Banda Aceh ini menunjukkan (1) adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman remaja putri di SMK Negeri 3 Banda Aceh yang lebih baik tentang pentingnya asupan zat besi dan cara mencegah anemia gizi dengan konsumsi makanan bergizi terutama tempe; (2) adanya peningkatan konsumsi tempe di kalangan siswa dan menjadikan tempe sebagai bagian dari pola makan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah guna mencegah anemia; (3) adanya perubahan perilaku positif dan pola makan remaja yang lebih sadar akan pentingnya memilih makanan sehat dan bergizi; dan (4) terjadinya penurunan angka anemia dengan peningkatan asupan zat besi dan gizi dari tempe di kalangan remaja putri SMK Negeri 3 Banda Aceh.Kata Kunci: Sosialisasi, Anemia Gizi, Tempe Pangan Tradisional Indonesia, dan Remaja Putri.Nutritional anemia is a health problem that commonly occurs in young women in Indonesia, especially at school age. Anemia in adolescent girls can have a negative impact on their health, productivity, and cognitive and physical development. One of the main causes of anemia in teenagers is insufficient iron intake from daily diet. Tempe, as one of Indonesia's traditional foods, has great potential as a functional food that can help prevent anemia. Therefore, community service in the form of outreach and education regarding the benefits of tempeh as a functional food to prevent anemia is very important to do. This program is aimed at young women at SMK Negeri 3 Banda Aceh, considering the importance of increasing awareness of nutrition in this age group. The method for implementing this socialization activity follows the technical implementation of the action which consists of 4 stages, consisting of: preparation or planning, implementation of socialization, evaluation and reflection. The results of the outreach at SMK Negeri 3 Banda Aceh show (1) an increase in awareness and better understanding of young women at SMK Negeri 3 Banda Aceh about the importance of iron intake and how to prevent nutritional anemia by consuming nutritious foods, especially tempeh; (2) there is an increase in tempeh consumption among students and making tempeh a part of their daily diet, both at home and at school to prevent anemia; (3) there is a change in positive behavior and eating patterns of teenagers who are more aware of the importance of choosing healthy and nutritious food; and (4) a decrease in anemia rates with increased intake of iron and nutrients from tempeh among young women at SMK Negeri 3 Banda Aceh.Keywords: Socialization, nutritional anemia, traditional Indonesian food tempe, and young women.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG FOOD BORNE DISEASES DI SMA NEGERI 9 BANDA ACEH Periskila Dina Kali Kulla; Zulwanis Zulwanis; Desita Ria Yusian TB
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kegiatan wajib yang dilakukan oleh seorang dosen dalam memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi selain penelitian dan pengajaran. Dalam proses pelaksanaan pengabdian, dosen membagikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mayarakat tersebut. Pelaksanaan pengabdian kali ini berlokasi di sekolah SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh, Aceh. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu bentuk pengabdian untuk memberikan informasi kepada siswa tentang kesehatan. Salah satu bentuk pola hidup sehat tersebut adalah cara persiapan dan penyiapan makanan dengan baik dan benar agar terhindar dari food-borne disease atau keracunan makanan akibat bakteri dan virus.Kata Kunci: Penyuluhan, food-borne disease, keracunan makanan, kesehatanCommunity service is one of the mandatory activities carried out by a lecturer in fulfilling the Tridharma of Higher Education, besides research and teaching. In the process of implementing community service, lecturers share their knowledge with the community with the aim of increasing the community's knowledge. The implementation of the service this time is located at SMA Negeri 9, Banda Aceh City, Aceh. Health education is a form of service that provides information to students about health. One of the forms of a healthy lifestyle is knowing how to properly and correctly prepare food to avoid food-borne disease or food poisoning caused by bacteria and viruses.Keywords: Counseling, food-borne disease, food poisoning, health
EDUKASI KESEHATAN PADA LANSIA DI DESA TIBANG KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH Eva Rosdiana; Desita Ria Yusian TB; Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Finaul Asyura; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan penduduk yang beresiko mengalami berbagai gangguan kesehatan karena menurunnya status kesehatan lansia disebabkan dengan bertambahnya usia. Sehingga lansia memerlukan pemeriksaan dan pemantauan secara rutin. Namun Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2023 jumlah lansia di kota Banda Aceh yang melakukan skrining kesehatan menurun menjadi 97,2% dari data tahun sebelumnya  yaitu 98,15%. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan ke pada lansia tentang kesehatan pada lansia dan juga pentingnya melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan pada lansia yang dapat dilakukan di posyandu lansia desa Tibang. Kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 10 Oktober 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari perangkat desa, kader posyandu, lansia dan pendamping (keluarga). Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan sukses dan mendapatkan perhatian yang baik dari seluruh peserta sekaligus mendapatkan apresiasi dari perangkat desa. Kesimpulannya pelaksanaan edukasi kesehatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan ke pada peserta dan meningkatkan minat peserta untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan secara rutin ke pada lansia.Kata Kunci: Lansia, Pemantauan KesehatanThe elderly are a population at risk of experiencing various health problems due to the decline in the health status of the elderly due to increasing age. So the elderly need regular examination and monitoring. However, based on data obtained in 2023, the number of elderly people in the city of Banda Aceh who underwent health screening decreased to 97.2% from the previous year's data, namely 98.15%. The aim of this service activity is to provide knowledge to the elderly about the health of the elderly and also the importance of carrying out health checks and monitoring of the elderly which can be carried out at the Posyandu for the elderly in Tibang village. This activity was carried out on October 10 2024 with a total of 30 participants consisting of village officials, posyandu cadres, elderly people and companions (families). This service activity was successful and received good attention from all participants as well as appreciation from village officials. In conclusion, the implementation of this health education can provide additional knowledge to participants and increase participants' interest in carrying out routine health checks and monitoring for the elderly.Keywords: Elderly, Health Monitoring
PENYULUHAN TENTANG CEGAH STUNTING MENUJU DESA SEHAT Finaul Asyura; Safrizan Safrizan; Rafni Fajriati; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di desa Surien Kecamatan Meuraxa Kabupaten Banda Aceh masih ada ditemukan stunting. Stunting menjadi penting untuk ditangani karena menyangkut kualitas sumber daya manusia. Stunting selain bereziko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan terhadap penyakit, juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Faktor penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi, penyakit infeksi, kurangnya pengetahuan ibu tentang stunting, pola asuh yang salah, sanitasi dan hygiene yang buruk dan rendahnya pelayanan kesehatan. Selain itu masyarakat belum menyadari anak stunting sebagai suatu masalah, karena anak stunting ditengah-tengah masyarakat terlihat sebagai anak dengan aktivitas yang normal. Dengan melihat permasalahan mitra ini, maka program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat agar dapat mencegah dan mengatasi masalah stunting. Hasil yang dicapai pada kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini, yaitu, peserta memiliki pengetahuan tentang: (a) pengertian stunting dan ciri-cirinya; (b) penyebab terjadinya stunting; (c) dampak stunting; (d) cara mencegah dan mengatasi stunting; dan (e) cara meningkatkan kualitas pelayanan gizi pada anak. Kata Kunci: Pengetahuan, Penyuluhan. Stunting Abstract In Surien Village, Meuraxa District, Banda Aceh Regency, stunting is still found. Stunting is important to handle because it concerns the quality of human resources. Stunting, apart from having the risk of hampering physical growth and susceptibility to disease, also causes barriers to cognitive development which will affect the level of intelligence and productivity of children in the future. The causative factors are lack of nutritional intake, infectious diseases, lack of maternal knowledge about stunting, wrong parenting patterns, poor sanitation and hygiene and poor health services. Apart from that, the community is not yet aware of stunted children as a problem, because stunted children in society are seen as children with normal activities. By looking at the problems of these partners, the Community Partnership program aims to provide knowledge and information to the community so they can prevent and overcome the problem of stunting. The results achieved in this Community Partnership Program activity are that participants have knowledge about: (a) the meaning of stunting and its characteristics; (b) causes of stunting; (c) impact of stunting; (d) how to prevent and overcome stunting; and (e) how to improve the quality of nutrition services for children Keywords: Knowledge, Extension. Stunting.
UBUDIYAH COMMUNITY SERVICE INTERNASTIONAL (UCoSI) BERSAMA UNIMAP GLOBAL OUTREACH PROGRAMME (UnigO) : UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI PADA BAYI DI POSYANDU UPTD JAYA BARU, LAMTEUMEN, BANDA ACEH Marniati Marniati; Sahbainur Rezeki; Fauziah Andika; Rulia Meilina; Asmaul Husna; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) mendata bahwa pada tahun 2019 kasus campak meningkat tiga kali lebih tinggi dai 2018. Sementara itu, data program imunisasi nasional menunjukkan penurunan cakupan vaksinasi, seperti vaksin MR yang menurun 13% antara Januari sampai Maret 2020 jika dibandingkan dengan tahun lalu. Metode pelaksanaan pengabdian ini secara garis besar menggunakan konsep sosialisasi. Solusi          terbaik yang diambil adalah buat target dan tujuan masa depan, cepat melihat peluang, rutin melakukan inovasi, kreatif, dan fokus pada tujuan dengan mengadakan seminar terkait dengan pembahasan peningkatan pengetahuan dan motivasi dalam kepatuhan imunisasi dasar lengkap pada bayi dan balita kegiatan pembekalan.Kata Kunci : imunisasi dasar lengkapThe World Health Organization (WHO) records that in 2019 measles cases increased three times higher than 2018. Meanwhile, national immunization program data shows a decrease in vaccination coverage, such as the MR vaccine which decreased by 13% between January to March 2020 when compared to last year. the method of implementing this service in outline uses the concept of socialization. the best solution taken is to set future targets and goals, quickly see opportunities, learn other people’s success stories, routinely innovate, be creative, and focus on goals by holding seminars related to discussing increasing knowledge and motivation in complete basic immunization compliance in infants and toddles debriefing activities.Keywords : complete basic immunization
EDUKASI KESEHATAN TENTANG POLA HIDUP SEHAT CARA MENCUCI TANGAN YANG BAIK DAN BENAR PADA SISWA DI SIT FAJAR HIDAYAH INTEGRATED BOARDING SCHOOL BLANG BINTANG ACEH BESAR Periskila Dina Kali Kulla; Herawati Herawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kegiatan wajib yang dilakukan oleh seorang dosen dalam memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi selain penelitian dan pengajaran. Dalam proses pelaksanaan pengabdian, dosen membagikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mayarakat tersebut. Pelaksanaan pengabdian kali ini berlokasi di sekolah SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School, beralamat di Blang Bintang Aceh Besar. Edukasi Kesehatan merupakan salah satu bentuk pengabdian untuk mengedukasi siswa tentang pola hidup sehat. Salah satu bentuk pola hidup sehat tersebut adalah cara mencuci tangan yang baik dan benar. Pola mencuci tangan adalah dasar Kesehatan yang paling penting dan utama yang harus diajarkan kepada siswa sejak dini.Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan, Pola hidup sehat, Mencuci tanganCommunity service is one of the mandatory activities carried out by a lecturer in fulfilling the Tridharma of Higher Education besides research and teaching. In the process of implementing community service, lecturers share their knowledge with the community with the aim of increasing the community's knowledge. The service this time is located at the SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School school, having its address at Blang Bintang Aceh Besar. Health Education is a form of service to educate students about healthy lifestyles. One form of a healthy lifestyle is how to wash your hands properly and correctly. The pattern of hand washing is the most important and primary health basis that must be taught to students from an early age.Keywords: Education, Health, Healthy lifestyle, Hand washing
Co-Authors Akbar, Riski Muna Akmadia, Nur Aldafi, Daevanul Aslam Alfitri Wahyuni Alvionida, Fitra Aminuyati Andika, Fauziah Anggraini, Bunge Septiana Ardhana Yulisma Armia Armia Arpaini Bako Asmaul Husna Asmaul Husna Astryna, Syarifah Yanti Azkia, Hanin Cut Deli Ecie Kesumawati Elda Maisy Rahmi Eva Nadilla Eva Rosdiana Eva Susanna Evi Afriana Fadia Aisya Fajriati, Rafni Faradilla Safitri, Faradilla Fauziah, Nurna Fazlina, Putri Fhonna, Putrya Finaul Asyura Fitria Henni Putri Herawati Herawati Herawati Herawati Herrani, Retno Hikmah, Naziah Husda, Azkia Husna, Zainatul Ida Mukhlisa Ilhamsyah, Putra Indah Amelia Putri Ismail Ismail Ismayukha, Noerma Ismiati Ismiati Izzah, Nuril Jumianita, Novida Junaidi Junaidi Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati, Kesumawati Lena Hati Lestari, Soraya Lestari, Widya Maharani, Septia Marniati Marniati Marniati Marniati, Marniati Masthura Sianipar Mastura Sianipar Mauliati, Desria Meilina, Rulia Melda Sofia Muhammad Faisal Muhammad Naufal Muhammad Salman Alfarisi Murnia Suri Musa, Suryani Mutiawati Mutiawati Mutiawati Mutiawati Ningsih, Yustika Wirda Nur Maida Nurfatin Nisa Nasri Nurul Hamdi Nurul Wardah Nuzulul Rahmi, Nuzulul Pardi Pardi Pardi Pardi, Pardi Putra Ilhamsyah Putri Kurniawati, Putri Putri, Indah Amelia Qhamal, Syamsul Rafni Fajriati Rahma Dewi Rahmat Fajri Rahmawati, Rahmawati Rahmi, Elda Maisy Ramadhania, Alya Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rezeki, Sahbainur Rika Novita Rosdiana, Eva Safrizan Safrizan Safrizan, Safrizan Sahbainur Rezeki Sahbainur Rezeki Said Ashlan, Said SAUDAH SAUDAH Saulie, Diffa Aprilydia Sianipar, Mastura Siti Samaniyah Sri Mutia Suri, Murnia Syafriadi Syafriadi Syarifah Asyura Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Syarifah Yanti Astryna TB, Desita Ria Yusian Ula, Irza Mazinatul Willis, Ratna Yusra Meiduri Zulia Ananda Zulwanis, Zulwanis Zumaidar Zumaidar