Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan jamaah Masjid Nurul Huda Dasan Baru dalam menyusun perencanaan renovasi masjid berbasis partisipasi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam perencanaan renovasi yang sistematis, serta rendahnya pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Kondisi ini menyebabkan renovasi cenderung bersifat insidental, kurang tepat sasaran, dan belum berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Learning (PAL) melalui tahapan sosialisasi (21 Maret 2026), perencanaan (25 Maret 2026), dan pelatihan (28 Maret 2026) yang diikuti oleh 47 peserta. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui diskusi, praktik langsung, dan pendampingan penyusunan rencana renovasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep perencanaan renovasi, kemampuan menyusun skala prioritas dan rencana tindak lanjut, serta meningkatnya partisipasi aktif dalam proses musyawarah dan pengambilan keputusan. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan dokumen rencana renovasi yang realistis dan berkelanjutan sesuai kebutuhan jamaah. Kegiatan pengabdian ini berhasil mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih sistematis, partisipatif, dan berorientasi jangka panjang dalam pengelolaan fasilitas masjid. Dengan demikian, model pelatihan berbasis partisipasi ini efektif dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dan dapat direplikasi pada komunitas lain dengan karakteristik serupa untuk mendukung pembangunan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.Abstract: This community service program aims to enhance the capacity of mosque administrators and congregants of Nurul Huda Mosque, Dasan Baru, in developing participatory-based mosque renovation planning. The main problems faced by the community partner include limited knowledge and skills in systematic renovation planning, as well as low levels of structured community involvement in decision-making processes. These conditions have resulted in renovation activities being carried out in an incidental, unstructured manner, often lacking sustainability and alignment with the actual needs of the congregation. The method applied in this program is the Participatory Action Learning approach, implemented through three main stages: socialization (March 21, 2026), planning (March 25, 2026), and training (March 28, 2026), involving 47 participants. The activities were conducted using participatory techniques, including group discussions, hands-on practice, and guided assistance in preparing renovation plans. The findings indicate a significant improvement in participants’ understanding of renovation planning concepts, their ability to identify priorities and formulate actionable plans, as well as increased active participation in deliberation and decision-making processes. The program successfully produced a realistic and sustainable renovation plan aligned with the needs of the mosque community. In conclusion, this program effectively transformed the community’s mindset toward a more systematic, participatory, and long-term oriented approach in managing mosque facilities. Therefore, this participatory-based training model is proven to be effective in strengthening community independence and has strong potential to be replicated in similar community contexts to support sustainable community-based development.