Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan penyusunan RPP berbasis kurikulum cinta sebagai upaya peningkatan kompetensi guru madrasah ibtidaiyah Aqodiah, Aqodiah; Said, Khaeruddin; Ali, Mustapa; Astini, Baiq Ida; Zaenudin, Zaenudin; Muhiburrahman, Muhiburrahman; Dewi, Novi Yanti Sandra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38936

Abstract

AbstrakTransformasi pendidikan madrasah menuntut penguatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi kognitif, tetapi juga mengintegrasikan nilai karakter secara sistematis dalam perencanaan pembelajaran. Namun, pada praktiknya, penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) masih cenderung bersifat administratif dan belum mengakomodasi integrasi nilai secara operasional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun RPP berbasis Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqomah dengan melibatkan 15 orang guru sebagai mitra sasaran. Metode yang digunakan meliputi workshop konseptual, pelatihan teknis penyusunan RPP, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, observasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dengan rata-rata skor dari 54,3 menjadi 83,4 serta peningkatan keterampilan penyusunan RPP dari 53,2 menjadi 85,0. Secara kualitatif, terjadi perubahan paradigma guru dalam merancang pembelajaran dari yang berorientasi administratif menuju pembelajaran yang lebih holistik dengan integrasi nilai panca cinta dalam tujuan, kegiatan, dan asesmen. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kompetensi guru serta dapat menjadi model penguatan pembelajaran berbasis nilai di madrasah. Kata kunci: kurikulum berbasis cinta; rencana pelaksanaan pembelajaran; kompetensi guru; pendidikan karakter; madrasah ibtidaiyah AbstractThe transformation of madrasah education requires strengthening learning processes that are not only cognitively oriented but also systematically integrate character values into lesson planning. However, in practice, lesson plans tend to be administrative in nature and have not yet accommodated the operational integration of values. This community service activity aims to improve teachers’ understanding and skills in developing lesson plans based on the Love-Based Curriculum. The activity was conducted at Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqomah, involving 15 teachers as target participants. The methods employed included conceptual workshops, technical training on lesson plan development, mentoring, and evaluation through pre-tests and post-tests, observation, and reflection. The results indicate a significant improvement in teachers’ understanding, with average scores increasing from 54.3 to 83.4, as well as an improvement in lesson plan development skills from 53.2 to 85.0. Qualitatively, there was a shift in teachers’ perspectives from administrative-oriented planning to more holistic learning design, integrating the five core values of love into learning objectives, activities, and assessment. This activity demonstrates that practice-based training is effective in enhancing teacher competence and can serve as a model for strengthening value-based learning in madrasahs. Keywords: love-based curriculum; lesson plan; teacher competence; character education; madrasah ibtidaiyah
PELATIHAN PERENCANAAN RENOVASI MASJID BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS FASILITAS DAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT Nasarudin, Nasarudin; Said, Khaeruddin; Masykur, Muhammad Zakki
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.39609

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan jamaah Masjid Nurul Huda Dasan Baru dalam menyusun perencanaan renovasi masjid berbasis partisipasi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam perencanaan renovasi yang sistematis, serta rendahnya pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Kondisi ini menyebabkan renovasi cenderung bersifat insidental, kurang tepat sasaran, dan belum berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Learning (PAL) melalui tahapan sosialisasi (21 Maret 2026), perencanaan (25 Maret 2026), dan pelatihan (28 Maret 2026) yang diikuti oleh 47 peserta. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui diskusi, praktik langsung, dan pendampingan penyusunan rencana renovasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep perencanaan renovasi, kemampuan menyusun skala prioritas dan rencana tindak lanjut, serta meningkatnya partisipasi aktif dalam proses musyawarah dan pengambilan keputusan. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan dokumen rencana renovasi yang realistis dan berkelanjutan sesuai kebutuhan jamaah. Kegiatan pengabdian ini berhasil mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih sistematis, partisipatif, dan berorientasi jangka panjang dalam pengelolaan fasilitas masjid. Dengan demikian, model pelatihan berbasis partisipasi ini efektif dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dan dapat direplikasi pada komunitas lain dengan karakteristik serupa untuk mendukung pembangunan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.Abstract: This community service program aims to enhance the capacity of mosque administrators and congregants of Nurul Huda Mosque, Dasan Baru, in developing participatory-based mosque renovation planning. The main problems faced by the community partner include limited knowledge and skills in systematic renovation planning, as well as low levels of structured community involvement in decision-making processes. These conditions have resulted in renovation activities being carried out in an incidental, unstructured manner, often lacking sustainability and alignment with the actual needs of the congregation. The method applied in this program is the Participatory Action Learning approach, implemented through three main stages: socialization (March 21, 2026), planning (March 25, 2026), and training (March 28, 2026), involving 47 participants. The activities were conducted using participatory techniques, including group discussions, hands-on practice, and guided assistance in preparing renovation plans. The findings indicate a significant improvement in participants’ understanding of renovation planning concepts, their ability to identify priorities and formulate actionable plans, as well as increased active participation in deliberation and decision-making processes. The program successfully produced a realistic and sustainable renovation plan aligned with the needs of the mosque community. In conclusion, this program effectively transformed the community’s mindset toward a more systematic, participatory, and long-term oriented approach in managing mosque facilities. Therefore, this participatory-based training model is proven to be effective in strengthening community independence and has strong potential to be replicated in similar community contexts to support sustainable community-based development.