Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Metode Pelaksanaan Pemasangan dan Perhitungan Struktur Tower Crane Pada Proyek Pembangunan Living Plaza Medan Pilihan Agus Ndruru; Melloukey Ardan; Syafiatun Siregar
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Arsitektur (JITAS) Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Arsitektur (JITAS)
Publisher : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Arsitektur (JITAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jitas.v2i1.1953

Abstract

Konstruksi bangunan bertingkat memerlukan alat berat untuk menaikkan dan menurunkan serta memindahkan material dari bawah ke atas, yaitu tower crane. Pada suatu pekerjaan proyek konstruksi gedung bertingkat penggunaaan tower crane sangatlah membantu dalam penyelesaiaan pekerjaan. Setiap penggunaan alat berat seperti tower crane memerlukan pelaksanaan pemasangan di tempat yang sudah direncanakan dan dipertimbangkan. Berdasarkan uraian bangunan konstruksi bertingkat tersebut dan spesifikasi alat berat berupa tower crane beserta observasi di lapangan akan ditinjau pelaksanaan pemasangan tower crane pada proyek bangunan bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pelaksanaan pemasangan tower crane, mendapatkan hasil perhitungan struktur komponen-komponen tower crane dan memperoleh hasil perhitungan jarak yang diperbolehkan pada lengan tower crane pada waktu pengangkatan material serta hasil analisis pada pondasi tower crane dalam mengangkat dan memindahkan material. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan survei di lapangan untuk memproleh data penelitian dan mengambil data dari tim engineering proyek untuk dilakukan analisis dan perhitungan secara manual. Hasil dari perhitungan ini meliputi analisis metode pelaksanaan pemasangan tower crane menggunakan metode kerja dalam memasangkan setiap komponen-komponen tower crane. Selanjutnya hasil perhitungan pada setiap komponennya dan pondasi tower crane baik pada waktu operasional maupun tidak operasional menunjukkan aman untuk digunakan serta hasil analisis pada jib diperoleh jarak maksimum untuk mengangkat beban maksimum sebesar 10 ton agar tidak terjadi patah pada lengan tower crane yaitu sejauh 17 meter. Serta hasil perhitungan ФMn =11882.030817 kNm 2159.751284 kNm . ФMn (momen nominal tulangan pile cap D25) Mu (Momen ultimit Tower Crane) aman untuk digunakan. Dengan hasil perhitungan tersebut tower crane aman untuk digunakan untuk mengangkat, memindahkan dan menurunkan material bangunan.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PELAKSANAAN PROYEK EPC PLTM PARMONANGAN II – 2X5 MW TAPANULI UTARA Sijabat, Winarjo; Siregar, Syafiatun; Siregar, Batumahadi
Jurnal Insinyur Profesional Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v3i2.37703

Abstract

ABSTRAKPandemi COVID-19 memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek bidang kehidupan manusia, termasuk pada sektor industri konstruksi baik dampak secara finansial maupun terhadap operasional proyek,  kondisi pandemi mengakibatkan terjadinya perpanjangan waktu pelaksanaan dan peningkatan biaya proyek (cost overrun) secara keseluruhan akibat  adanya pembatasan mobilisasi pekerja hingga terganggunya rantai pasok material dan peralatan,  termasuk  terganggunya kesehatan pekerja akibat penularan virus COVID-19 yang terjadi di lokasi  maupun diluar area proyek. Studi ini dikembangkan dari pengalaman penulis yang terlibat langsung dalam pengelolaan proyek studi kasus yang dibahas, yang selanjutnya dikembangkan berdasarakan kajian - kajian literatur yang sudah ada.  Studi ini bertujuan menganalisa dampak COVID-19 pada pelakasanan Proyek PLTM Parmonangan II – 2x5 MW, Dari hasil studi ini disimpulkan bahwa kondisi pandemi COVID -19 telah mengakibatkan terjadinya perpanjangan waktu pelaksanaan proyek akibat adannya pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penetapan wilayah zona merah dan adanya kebijakan lock down beberapa negara di dunia, sedangkan pembengkakan biaya (cost overrun)  diakibatkan adanya penambahan biaya pada faktor  tenaga kerja, material, peralatan, overhead dan provisi.Kata Kunci: Pandemi COVID – 19, Dampak, Waktu, Cost OverRun ABSTRACTThe COVID-19 pandemic has had a huge impact on various aspects of human life, including the construction industry sector, both financially and on project operations. mobilization of workers to disruption of the supply chain of materials and equipment, including disruption of workers' health due to the transmission of the COVID-19 virus that occurred at or outside the project area. This study was developed from the experience of the author who was directly involved in managing the case study project discussed, which was further developed based on existing literature reviews. This study aims to analyze the impact of COVID-19 on the implementation of the Parmonangan II MHPP – 2x5 MW Project. From the results of this study it is concluded that the COVID-19 pandemic conditions have resulted in an extension of the project implementation time due to the implementation of Large-Scale Social Restrictions policies, regional determination red zones and lock down policies in several countries in the world, while cost overruns are caused by additional costs for labor, materials, equipment, overhead and provisions.Keywords: COVID-19 Pandemic, Impact, Time, Cost Over Run
IDENTIFIKASI POTENSI PENURUNAN AKIBAT BERAT SENDIRI BUKIT KERANG Solahuddin, Ahmad Andi; Wijaya, Kinanti; Siregar, Syafiatun; Simatupang, Defri Elias
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 9, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i1 JUN.59455

Abstract

Situs cagar budaya Bukit Kerang merupakan salah satu dari peninggakan purbakala yang berlokasi Pulau Bintan.   Bukit kerang merupakan bukit yang tersusun dari lapisan-lapisan kerang yang berada di tengah perkebunan sawit. Menurut para ahli arkeologi, Bukit Kerang tersebut sudah terbentuk dari ratusan tahun yang lalu dan sampai saat ini masih terus di teliti penyebab terbentuknya.  Banyaknya aktifitas pengunjung disekitar bukit kerang mengakibatkan Bukit Kerang tersebut mengalami penurunan. Pihak management cagar budaya setempat ingin mengidentifikasi besarnya potensi penurunan yang terjadi agar dapat dilakukan pembatasan jumlah pengunjung yang naik ke bukit kerang tersebut.  Identifikasi penurunan bukit dilakukan menggunakan pendekatan finite element. Pemodelan dilakukan menggunakan aplikasi PLAXIS, v.8.2. Aplikasi ini cukup handal untuk mengukur deformasi yang terjadi pada tanah akibat pembebanan. Kebutuhan data tanah didapat dari pengujian soil property. Sample diambil di lokasi bukit kerang, kemudian dilakukan pengujian di Laboratorium. Hasil analisa finite element menunjukkan bahwa, tanah dasar yang menerima berat sendiri (tidak ada beban orang) bukit kerang berpotensi mengalami penurunan sebesar 1.683 cm. Tanah masih cukup baik dalam menerima berat sendiri. Simulasi penambahan beban pada bukit kerang menunjukkan peningkatan penurunan hanya 1% sampai 2%, artinya penurunan masih relatif kecil. Peningkatan beban berupa adanya orang naik ke bukit kerang dengan berat 50 kg sepanjang bukit menunjukkan terjadinya penurunan sebesar 1.71 cm, yang artinya adalah meningkat 2%. Dan penurunan juga meningkat bila dilakukan penambahan sebesar 100 kg, yaitu sebesar 1.736 cm. Hubungan antara penambahan beban dan penurunan berlaku linear dan mendekati persamaan    y = 0.0005x + 1.6847.Kata Kunci: Bukit Kerang, Cagar Budaya, Penurunan Tanah ABSTRACT The Bukit Kerang cultural heritage site is one of the ancient remains located on Bintan Island. A Shell hill is a hill composed of layers of shells in the middle of a palm oil plantation. According to archaeologists, Shell Hill formed hundreds of years ago and now the cause of its formation is still being investigated. The large number of visitor activities around the shell hill has resulted in a decline in the shell hill. The management of the local cultural heritage wants to identify the magnitude of the potential for a decrease that has occurred so that they can limit the number of visitors who climb the shell hill. Identification of hill decline was carried out using the finite element approach. Modeling is done using the PLAXIS application, v.8.2. This application is reliable enough to measure the deformation that occurs in the soil due to loading. Soil data requirements are obtained from soil property testing. Samples were taken at the location of the clam hill, then tested in the laboratory. The results of the finite element analysis show that the subgrade which receives its own weight (no human load) the shell hill has the potential to decrease by 1,683 cm. The soil is still quite good at accepting its own weight. The simulation of increasing the load on the shell hills shows an increase in settlement of only 1% to 2%, meaning that the decrease is still relatively small. The increase in the load in the form of people climbing the clam hill with a weight of 50 kg along the hill shows a decrease of 1.71 cm, which means an increase of 2%. And the decrease also increases when an addition of 100 kg is made, which is equal to 1,736 cm. The linear relationship between the increase in load and decrease approaches the equation y = 0.0005x + 1.6847.Keywords: Bukit Kerang, Land Subsidence, Cultural Heritage
ANALYSIS OF THE FEASIBILITY OF WOOD WORKSHOP FACILITIES AND INFRASTRUCTURE THROUGH THE VIRTUAL LABORATORY CONCEPT IN PREPARING EMPLOYABILITY SKILLS FOR PROSPECTIVE VOCATIONAL SCHOOL TEACHERS Atika, Liana; Khairuni, Zhilli Izzadati; Putra, Riansyah; Siregar, Syafiatun; Lukman, Mena Fadilla; Ridho, Dhimas; Harahap, Safrinanda
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpensil.v14i1.50316

Abstract

This study aimed to determine the feasibility of the wood workshop area in the Wood Stone and Plumbing Workshop, Faculty of Engineering, State University of Medan, based on the required standards. This is done to provide comfort for users of the Wood Stone and Plumbing Workshop, Faculty of Engineering, State University of Medan. This study is a type of research with a descriptive, evaluative method. The subjects in this study were the Wood Stone and Plumbing Workshop, the Faculty of Engineering, the State University of Medan, and the Wood Workshop. In contrast, the object of the study was the area of the Wood Workshop workspace, Faculty of Engineering. Data collection methods were by interview, observation, and documentation. The data analysis technique was carried out using a quantitative method, namely comparing the research data at the Wood Stone and Plumbing Workshop, Faculty of Engineering, State University of Medan, with existing standards and supported by the results of field observations. The results of this study are that the area of the Wood, Stone and PlumbingWorkshop workspace at the Faculty of Engineering, State University of Medan meets the space standards, namely 128 m2, which is smaller than the standard size of 256 m2, and the area of the instructor's room at the Wood, Stone and Plumbing Workshop, Faculty of Engineering, State University of Medan does not meet the space standards, 40 m2, which is smaller than the standard size of 48 m2.
Analisis Binary Circle in Geothermal Power plant dengan Pemasangan Preheater Sarulla Operations. Ltd Panggabean, Poster Harmoko; Siregar, Syafiatun
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 2 No. 1 (2022): JIP (Jurnal Insinyur Profesional)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i1.26869

Abstract

ABSTRAKPanas Bumi (Geothermal ) Panas Bumi adalah jenis sumber energi yang termasuk ke dalam jenis energi baru dan renewable enegry. Untuk menghasilkan energi listrik, proses pembangkitan eneri listrik panas bumi pada PLTP Sarulla Operations. Ltd  memamfaatkan sumber panas bumi (Geothermal)dengan nilai entalpi tinggi banyak sekali cairan brine waste terbuang cairan panas bumi atau brine. Brine ini sendiri mempunyai potensi panas dari 148- 1730C sehingga masih layak untuk dimamfatkan kembali sebagai energi memutar generator untuk menghasilkan listrik dengan mengaplikasikan sistem binery circle .Geothermal Binery circle adalah siklus pembangkitan listrik dalam siklus ini prosesnya memafaatkan  cairan brine sisa  atau cairan brine  bertitik didih rendah untuk mengningkatkan uap yang dihasilkan oleh cairan brine sisa   tersebut dengan thermal yang tersisa. cairan brine  yang digunakan dalam data ini antara lain R134a, n-pentana, dan isobutana. Berdasarkan data ketiga jenis fluida kerja tersebut ditemukan bahwa n-pentana adalah cairan kerja yang paling baik jika dilihat dari daya yang dihasilkan yaitu sebesar 14980kW dan dilihat dari data efisiensi eksergetiknya adalah 68,7%. Kata kunci”Panas bumi, Brine Fluid , Binary circle, preheater 
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PELAKSANAAN PROYEK EPC PLTM PARMONANGAN II “ 2X5 MW TAPANULI UTARA Sijabat, Winarjo; Siregar, Syafiatun; Siregar, Batumahadi
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v3i2.37703

Abstract

ABSTRAKPandemi COVID-19 memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek bidang kehidupan manusia, termasuk pada sektor industri konstruksi baik dampak secara finansial maupun terhadap operasional proyek,  kondisi pandemi mengakibatkan terjadinya perpanjangan waktu pelaksanaan dan peningkatan biaya proyek (cost overrun) secara keseluruhan akibat  adanya pembatasan mobilisasi pekerja hingga terganggunya rantai pasok material dan peralatan,  termasuk  terganggunya kesehatan pekerja akibat penularan virus COVID-19 yang terjadi di lokasi  maupun diluar area proyek. Studi ini dikembangkan dari pengalaman penulis yang terlibat langsung dalam pengelolaan proyek studi kasus yang dibahas, yang selanjutnya dikembangkan berdasarakan kajian - kajian literatur yang sudah ada.  Studi ini bertujuan menganalisa dampak COVID-19 pada pelakasanan Proyek PLTM Parmonangan II “ 2x5 MW, Dari hasil studi ini disimpulkan bahwa kondisi pandemi COVID -19 telah mengakibatkan terjadinya perpanjangan waktu pelaksanaan proyek akibat adannya pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penetapan wilayah zona merah dan adanya kebijakan lock down beberapa negara di dunia, sedangkan pembengkakan biaya (cost overrun)  diakibatkan adanya penambahan biaya pada faktor  tenaga kerja, material, peralatan, overhead dan provisi.Kata Kunci: Pandemi COVID “ 19, Dampak, Waktu, Cost OverRun ABSTRACTThe COVID-19 pandemic has had a huge impact on various aspects of human life, including the construction industry sector, both financially and on project operations. mobilization of workers to disruption of the supply chain of materials and equipment, including disruption of workers' health due to the transmission of the COVID-19 virus that occurred at or outside the project area. This study was developed from the experience of the author who was directly involved in managing the case study project discussed, which was further developed based on existing literature reviews. This study aims to analyze the impact of COVID-19 on the implementation of the Parmonangan II MHPP “ 2x5 MW Project. From the results of this study it is concluded that the COVID-19 pandemic conditions have resulted in an extension of the project implementation time due to the implementation of Large-Scale Social Restrictions policies, regional determination red zones and lock down policies in several countries in the world, while cost overruns are caused by additional costs for labor, materials, equipment, overhead and provisions.Keywords: COVID-19 Pandemic, Impact, Time, Cost Over Run
PERENCANAAN REHABILITASI JARINGAN IRIGASI PERMUKAAN PADA DAERAH IRIGASI SIMODONG KABUPATEN BATU BARA Suparjan, Edy; Siregar, Batumahadi; Siregar, Syafiatun
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Insinyur Profesional (Mei)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i3.42546

Abstract

Irigasi permukaan adalah bagian dari rancangan saluran irigasi dengan cara menyalurkan (mendistribusikan) air ke lahan pertanian dan membiarkan air mengalir dipermukaan lahan pertanian secara gravitasi. Perencanaan proyek rehabilitasi merupakan salah satu dari sebagain proyek yang dikerjakan oleh Unit Pengelola Teknik (UPT) Pengelolaan Irigasi Asahan_Danau Toba Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara. Jaringan irigasi permukaan pada daerah irigasi Simodong dilakukan sebagai bagian dari proyek pengendalian banjir dan pemberian air pada daerah irigasi. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mendapatkan konstruksi dan dimensi saluran irigasi, untuk meningkatkan kebutuhan air serta dapat mendistribusikan air ke lahan persawahan. Metodologi yang dilakukan dengan tahapan mengumplkan data sekunder dan primer, menganalisis kebutuhan air sawah, menganalisis debit rrencana dan mengganalisis dimensi saluran. Hasilnya didapat: saluran existing dilakukan lining (perkerasan dinding) saluran, kapasitas debit rencana didapat sebesar 0,107 m3/det, dimensi saluran berbentuk trapesium dengan lebar bawah berkisar 0,70-0,80 m, lebar atas 3,5 “ 4,0 meter, kedalaman 0,6 meter, freeboard (tinggi jagaan) 0,2 meter dan kemiringan dasar saluran sebesar 0,0003, konstruksi saluran dilakukan perkerasaannya digunakan pasangan batu padas dengan ketebalan 0,3 - 0,4 meter, serta bagian luar diplester.Kata Kunci: Irigasi permukaan, saluran irigasi, Simodong
Analisa Pengaruh Kendaraan Muatan Berlebih/Overloading (OL) terhadap Umur Rencana Perkerasan Jalan Tol (Studi Kasus Ruas Jalan Tol Semarang ABC) Batubara, M Iqbal Zaihan; Simanjuntak, Janter P.; Siregar, Syafiatun
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Insinyur Profesional Vol 3 No 1
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v3i1.49817

Abstract

Setiap perkerasan jalan didesain dengan kapasitas beban maksimum tertentu, namun dalam praktiknya terdapat banyak kendaraan yang melebihi batas dimensi dan beban yang telah ditetapkan, yang disebut sebagai kendaraan Beban Muatan Berlebih atau Overloading (OL). Fenomena ini diduga memiliki dampak yang signifikan pada umur rencana perkerasan jalan, terutama pada rute logistik utama jalan tol. Oleh karena itu, diperlukan sebuah studi untuk melihat dampak populasi kendaraan OL pada umur rencana perkerasan jalan tol.Metode yang digunakan dalam studi ini didasarkan pada Manual Desain Perkerasan 2017, dan tujuannya adalah untuk mengevaluasi dampak beban kendaraan OL terhadap umur rencana perkerasan lentur, adapun data yang digunakan seperti Data Lalu Lintas Harian Rata-Rata Tahunan (LHRT), data geometrik jalan, didasarkan pada data lapangan aktual yang dikumpulkan pada rute logistik Jalan Tol Semarang ABC pada periode 2023 serta Data populasi muatan berlebih berdasarkan pembacaan alat Weight in Motion Bridge (WIM).Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh populasi beban kendaraan OL sebanyak 5,76% dari total populasi lalin harian tahunan (LHRT) memiliki dampak penurunan umur rencana perkerasan lentur, dari awal umur rencana 20 tahun menjadi 17 tahun, dan pengaruh populasi beban kendaraan OL sebanyak 19% dari LHRT akan memiliki dampak penurunan umur rencana perkerasan lentur dari awal 20 tahun menjadi 13 Tahun serta peningkatan Faktor Ekivalen Beban rata-rata atau Average Vehicle Damage Factor (VDF) dari kondisi muatan normal sebesar 5,9245 menjadi 20,2062 pada kondisi OL sehingga diperoleh kesimpulan bahwa dengan adanya kendaraan OL memberikan dampak signifikan terhadap penurunan umur rencana sebesar -16% (OL 5,76%) dan -25% (OL 19%) serta rata rata peningkatan faktor Ekivalen Beban sebesar 241%.
PERENCANAAN BENDUNG DAERAH IRIGASI SISIRO KECAMATAN TENGGULUN KABUPATEN ACEH TAMIANG Hutabarat, Hasurungan O.; Siregar, Syafiatun
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The river basin of the irrigation weir originates from the Alur Bujuk with an area of 1.50 km2, to meet irrigation water needs as a proposed development of productive rice fields, the local community hopes to be able to utilize the flow of the Alur Bujuk and Alur Batu by building a bending. The bending construction was carried out to raise the water level in the channel so that it could be used for irrigation needs in the Sisiro Irrigation Area. This research aims to technically design a weir for water building requirements and hydraulic dimensions based on data availability and field analysis so that irrigation water needs for agriculture, especially rice crops, can be achieved. The results: 1) The number of weirs is 1 (one) unit with the Ogee weir type and is equipped with 2 (two) units of mud bags for the left irrigation network and the right irrigation network, 2) Width of the weir is 6.00 m, height of the dam is 2.50 m, slope of the weir beacon downstream section 1 : 1, planned flood discharge of 20 m3/sec, return period of 2 years, intake discharge of 0.27 m3/sec, 3) Number of tapping and final structures of 3 (three) units on the right network and 4 (four) units on the left network., 4) The number of quarter plots is 22 in the right network covering an area of 120.35 hectares and 21 units covering an area of 100.60 hectares in the left network, with a total irrigation area of 220.95 hectares., 5) The water distribution system in the Sisiro irrigation network must be carried out using rotation method because the mainstay flow in the Alur Bujuk is relatively small compared to the area of the irrigation area that must be irrigated so that planting time and patterns depend on the water withdrawal discharge.
IMPLEMENTASI METODE HIBRID AHP – TOPSIS DALAM PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN JEMBATAN KABUPATEN DELI SERDANG Simanjuntak, Marlina; Siregar, Syafiatun; Simanjuntak, Janter Pangaduan
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v5i1.65798

Abstract

Jembatan merupakan komponen fundamental dari sistem transportasi yang mengkoneksikan antar wilayah yang berbeda. Jembatan memiliki peran krusial dalam pengembangan suatu wilayah baik secara ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Namun pembangunan infrastruktur ini sering terkendala mengingat panjang jalan dan jembatan yang harus ditangani pemerintah daerah relatif cukup besar sedangkan APBD yang ada biayanya sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan skala prioritas penanganan jembatan di Kabupaten Deli Serdang menggunakan metode gabungan AHP dan TOPSIS. Terdapat 6 kriteria yang kemudian dipecah menjadi 18 subkriteria yang dipertimbangkan. Responden yang dipilih adalah para expert jembatan sebanyak 10 orang. Hasil analisis menggunakan metode AHP menunjukkan yang menjadi kriteria dominan adalah kriteria sosial dan pengembangan wilayah dengan bobot sebesar 31 %. Sedangkan untuk subkriteria dominan adalah banyaknya penduduk dengan bobot sebesar 15 %. Semua bobot tersebut digunakan sebagai input perhitungan preferensi menggunakan metode TOPSIS untuk perangkingan alternatif dan diperoleh Jembatan Desa Sei Semayang menempati prioritas tertinggi dengan nilai preferensi sebesar 0,64 dan Jembatan Desa Salam Tani sebagai prioritas terendah dengan nilai preferensi sebesar 0,17.