Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA TENAGA KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN COVID 19 DI PUSKESMAS SAMALANGA TAHUN 2021 Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1811

Abstract

Selama pandemi COVID-19, pada sampel masyarakat Indonesia menunjukkan 7,6% mengalami kecemasan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan penanganan berupa penanganan kuratif untuk mengelola kecemasan yang tinggi. Berdasarkan laporan Puskesmas Samalanga bahwa dari 231 petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Samalanga terdapat 2 orang petugas kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini membuat petugas kesehatan lainnya menjadi khawatir akan tertular Covid-19. Dari hasil wawancara dengan petugas kesehatan yang ada di Puskesmas didapatkan hasil bahwa sebagian petugas kesehatan merasakan kecemasan saat melakukan pelayanan kesehatan. Petugas kesehatan selalu menggunakan Alat Pelindung Diri saat melakukan pelayanan. Alat Pelindung Diri yang sering dipakai di Puskesmas Samalanga adalah Alat Pelindung Diri level 1, level 2 dan 3.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 70 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli s.d 19 Juli 2021. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi-square dan analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan (p = 0.001), penggunaan APD (p= 0.007), umur (p = 0.003) dengan kecemasan petugas kesehatan Pada Tenaga Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Covid 19 Di Puskesmas Samalanga Tahun 2021. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, penggunaan APD dan Umur dengan Kecemasan petugas kesehatan. Diharapkan pemerintah harus memberikan perhatian yang sangat besar kepada petugas kesehatan yang berada digarda terdepan dalam pencegahan covid-19 dan petugas kesehatan selalu mencari dan memahami tentang informasi Covid-19 baik itu dari media elektronik maupun media cetak untuk menambah wawasan.
DETERMINAN PERAN KADER DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEHADIRAN IBU KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS COT BA’U Husna, Asmaul; Andika, Fauziah; Rahmi, Nuzulul; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1588

Abstract

AbstrakMenurut Kemenkes RI (2017)  pada  dasarnya semua informasi atau data yang diperlukan untuk pemantauan pertumbuhan balita, bersumber dari data berat badan hasil penimbangan balita bulanan yang diisikan kedalam KMS untuk dinilai naik (N) atau tidaknya (T) berat badan balita terebut.Untuk mengamati pertumbuhan anak usia satu sampai lima tahun, disetiap posyandu diberikan masing-masing satu buku yaitu Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang berisi catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin, nifas) dan anak bayi (bayi baru lahir, bayi dan anak balita) serta berbagai informasi cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak, yang juga berisi kartu menuju sehat. Jumlah posyandu di Indonesia 244.470 posyandu, jumlah kader posyandu 1.133.057 orang kader. Jumlah kader posyandu yang aktif di Indonesia adalah 784.505 orang (69,2%) dan yang kurang aktif adalah 3.435 posyandu (30,8%). Kegiatan yang dilakukan di posyandu meliputi pemeriksaan kehamilan, pemberian tablet besi (Fe), imunisasi TT, konseling/penyuluhan yang bertujuan menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental, untuk menyelamatkan ibu dan anak yang sehat. berdasarkan hal tersebut, ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita harus berminat datang keposyandu, karena selain mudah dijangkau juga tidak memerlukan biaya serta pelayanan di posyandu di dukung oleh tenaga teknis dari petugas kesehatan khususnya bidan (Srieka, 2012).Untuk mengetahui hubungan peran kader dan dukungan keluarga dengan kehadiran ibu ke posyandu. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja  Puskesmas Cot Ba’U pada tanggal pada tanggal 10-23 Juni 2021. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi dan balita di wlayah kerja puskesmas Cot Ba’U. Jadi jumlah total sampel penelitian ini adalah 32 ibu yang mempunyai bayi dan balita. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat mennyimpulkan  hasil dari penenelitian sebagai berikut terdapat ada hubungan antara peran kader posyandu dengan kehadiran ibu ke posyandu denngan nilai P= 0.005 dan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kehadiran ibu ke posyandu dengan nilai P=0.001.Kata kunci : Peran Kader dan Dukungan Keluarga
Analisis Kepatuhan Pasien Hipertensi Terhadap Penggunaan Obat Generik di Wilayah Kerja Puskesmas Mane Kabupaten Pidie Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla; Husna, Asmaul; Rahmi, Nuzulul; Rizki, Geubrina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1934

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan di seluruh belahan dunia dan sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Hipertensi juga disebut sebagai penyakit tidak menular, karena hipertensi tidak ditularkan dari orang ke orang. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Ini mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui  hubungan   antara   pengetahuan dan sumber informasi dengan kepatuhan pasien hipertensi terhadap penggunaan obat generik di  wilayah  kerja  Puskesmas  Mane Kecamatan Mane. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik, desain cross sectional dengan memberikan wawancara dan kuesioner serta mengukur  variabel  pada  saat  bersamaan, dan  responden  hanya  diukur  satu  kali.   Total  populasi  pasien  270  pasien  dan diambil 72 pasien menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 01 November sampai dengan 06 November 2021. Analisis Data menggunakan  uji statistik Chi-Square dengan CI 95%. Hasil Penelitian berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa hubungan kepatuhan pasien hipertensi terhadap penggunaan obat dengan penegtahuan (p=0,002) dan sumber informasi (p=0,004). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sumber informasi dengan kepatuhan pasien hipertensi terhadap penggunaan obat generik. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanan kesehatan terutama pada penyakit hipertensi. Serta dilaksanakannya program edukasi dan  promosi  mengenai  kepatuhan  dalam  menjalankan  pengobatan. Kata Kunci: Pengetahuan, sumber informasi dan kepatuhan penggunaan obat generik.Hypertension is a health problem in all parts of the world and is one of the main risk factors for cardiovascular disease. Hypertension is also referred to as a non-communicable disease, because hypertension is not transmitted from person to person. Based on the Basic Health Research (Riskesdas 2018) the prevalence of hypertension in Indonesia is 34.1%. This has increased compared to the prevalence of hypertension in Riskesdas 2013 which was 25.8%. This study aims to determine the relationship between knowledge and sources of information with hypertensive patients' adherence to the use of generic drugs in the work area of the Mane Health Center, Mane District. This study used descriptive analytic, cross sectional design by providing interviews and questionnaires and measuring variables at the same time, and respondents were only measured once. The total patient population was 270 patients and 72 patients were taken using purposive sampling. Data collection is carried out on November 01 to November 06, 2021 Data analysis used Chi-Square statistical test with 95% CI. The results of the study based on the results of statistical tests, it was found that the relationship between hypertensive patients' adherence to drug use was with knowledge (p = 0.002) and sources of information (p = 0.004). The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and sources of information with hypertensive patients' adherence to the use of generic drugs. It is hoped that health workers will further improve the quality of health services, especially for hypertension. As well as the implementation of education and promotion programs regarding adherence in carrying out treatment. Keywords: Knowledge, sources of information and compliance with the use of generic drugs
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Capaian PIN Polio Pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh Dhirah, Ulfa Husna; Iskandar, Iskandar; Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3525

Abstract

Data Kemenkes RI (2022) provinsi dengan capaian imunisasi terendah, yaitu Aceh (42,7%). Data Dinas Kesehatan Banda Aceh, total anak usia 0-12 tahun yang telah mendapatkan tetes polio sebanyak 41.740 orang atau sekitar 90.9 persen dari total sasaran sebanyak 45.941 anak. Data itu, hasil rekapan kumulatif dari 11 Puskesmas di Kota Banda Aceh, hingga tanggal 10 Januari 2023. Puskesmas Kuta Alam dengan persentase terbesar 10,8 persen dan terendah Puskesmas Jeulingke dengan total cakupan 67,1 persen. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan capaian PIN polio pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke kota Banda Aceh. Penelitian bersifat analitik dengan desain Cross Sectional, populasi semua ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan yang terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh sebanyak 35 orang. Teknik penelitian menggunakan Total Sampling. Penelitian dilaksanakan Di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke pada tanggal 04-08 Agustus 2023. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat bivariate menggunakan chi square. Didapatkan p- value = 0,000 yaitu nilai α = < 0,05, dan p- value = 0,000 yaitu nilai α = < 0,05 artinya bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan capaian PIN Polio. Ada hubungan pengetahuan dan  sikap ibu dengan capaian PIN Polio pada bayi Usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh. Perlu meningkatkan pemberian informasi mengenai kesehatan bayi khususnya dalam pemberian imunisasi polio.Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, PIN PolioData from the Indonesian Ministry of Health (2022) shows that the province with the lowest immunization achievement is Aceh (42.7%). Data from the Banda Aceh Health Service shows that the total number of children aged 0-12 years who have received polio drops is 41,740 people or around 90.9 percent of the total target of 45,941 children. The data is the result of a cumulative recapitulation from 11 Community Health Centers in Banda Aceh City, up to January 10 2023. Kuta Alam Community Health Center with the largest percentage of 10.8 percent and the lowest Jeulingke Community Health Center with total coverage of 67.1 percent The aim of this research is to determine the relationship between maternal knowledge and attitudes and the achievement of PIN polio in babies aged 6-12 months in the Jeulingke Community Health Center working area, Banda Aceh city. This research is analytical with a cross sectional design, the population of all mothers with babies aged 6-12 months in the Jeulingke Community Health Center Working Area, Banda Aceh City is 35 people. The research technique uses Total Sampling. The research was carried out in the Jeulingke Community Health Center Work Area on 04-08 August 2023. Data processing involved editing, coding, data entry, tabulating and univariate bivariate data analysis using chi square. Obtained p-value = 0.000, namely α value = <0.05, and p-value = 0.000, namely α value = <0.05, meaning that there is a relationship between maternal knowledge and attitudes and PIN Polio achievement. There is a relationship between maternal knowledge and attitudes and the achievement of PIN Polio in babies aged 6-12 months in the Jeulingke Community Health Center working area, Banda Aceh City. There is a need to increase the provision of information regarding baby health, especially in providing polio immunization.Keywords: Knowledge, Attitude, Polio PIN 
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Mp-Asi Pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh Husna, Asmaul; Andika, Fauziah; Sahrina, Meila
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3369

Abstract

MP-ASI merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 6 bulan guna memenuhi kebutuhan zat gizi selain ASI. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pemberian MP-ASI yaitu pengetahuan ibu, sikap ibu serta dukungan keluarga. Pengetahuan yang dimiliki ibu sangat berkaitan dengan sikap ibu dalam memberikan MP-ASI pada anak. Kemudian dukungan keluarga sangat diperlukan ibu dalam upaya memberikan MP-ASI yang benar pada anak. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini yaitu analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya pada tanggal 17 Juli - 5 Agustus tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 6-24 bulan sebanyak 423 orang. Adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah secara proporsional sampling sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data statistik uji chi square. Berdasarkan hasil uji statistik hubungan pengetahuan dengan pemberian MP-ASI didapatkan p value 0,000 dan hubungan sikap dengan pemberian MP-ASI didapatkan p value 0,000. Kemudian hubungan dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI didapatkan p value 0,000. Ada hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh. Diharapkan kepada ibu agar lebih meningkatkan informasi khususnya tentang pemberian MP-ASI sehingga dapat memberikan MP-ASI yang benar pada anak.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga & Pemberian MP-ASIFood are food for the mother milk or brew containing nutrients given to children aged over 6 months to meet need the nutrients other than water mother milk. Many factors can affect feeding mother's milk companion, mother's knowledge, Mother's attitude as well as family support. Mother's knowledge has a lot to do with the mother's attitude in feeding mother's milk companion to the child. Then the family support is desperately needed by the mother in an effort to feed the mother's milk companion properly to the child. To know the factors associated with the administration of breast milk supplementary food in children aged 6-24 months in the working area of community health center the Banda Raya in City Banda Aceh. The kind of research is analytic by approach cross sectional. This research was carried out in the working area of community health center the Banda Raya on 17 July - 5 August year 2023. The population in this study is the entire mother who has a 6-24 month child as many as 423 people. The technique used in sampling is proportional sampling so that the sample in this study was 81 people. Research instruments in this research using sheets of the questionnaire by processing statistics namely the chi square. Statistically knowledge with the provision of food for the mother milk p value 0,000 and relations with the provision of food for the mother milk p value 0,000. Family support and the provision of food for the mother milk p value 0,000. There is a knowledge, attitude and support to families with the administration of breast milk supplementary food in children aged 6- 24 months in the working area of community health center the Banda Raya in City Banda Aceh. Is expected for the mother to increase her information especially on feeding the mother's milk companion so that she can provide the child with the proper mother's milk companion food.Keywords: Knowledge, Attitude, Family Support & A Feeding The Mother Milk
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Raya Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh Andika, Fauziah; Husna, Asmaul; Zein, Gebby
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3519

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data SSGI (Studi Status gizi Indonesia) di Indonesia tahun 2019 prevalensi pada kasus gizi kurang sebesar 16,3%, lalu pada tahun 2021 prevalensi pada kasus gizi kurang pada balita sebesar, 17,0% dan pada tahun 2022 prevalensi pada kasus gizi kurang pada balita sebesar 17,1% (SSGI, 2021). Berdasarkan data bulan Juni Di Puskesmas Banda Raya, terdapat balita usia 6-24 bulan dengan jumlah keseluruhan 432 anak Balita usia 6-24 bulan Di wilayah kerja puskesmas Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh (Tahun 2023). Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-fakotr yang berhubungan dengan status gizi balita usia 6-24 bulan Di Wilayah Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan Deskriptik Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 81 kasus. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 01 Agustus 2023 s.d 10 Agustus 2023. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji chi-square dengan nilai CI (convident Interval). Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan status gizi dengan balita  antara MP-ASI (p=0,878) Pola Asuh (p=0,810) dan Pola Makan (p=0,729). Kesimpulan dan saran : tidak ada hubungan antara mp-asi, pola asuh, dan pola makan dengan status gizi balita di wilayah kerja puskesmas banda raya kota banda aceh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi untuk mengetahui keadaan status gizi kurang anak Balita di Wilayah Puskesmas Banda Raya Kota Banda aceh.Kata Kunci: Status Gizi, MP-ASI, Pola Makan, Pola Asuh dan Jenis Kelamin.Background: Based on SSGI (Indonesian Nutritional Status Study) data in Indonesia in 2019 the prevalence of malnutrition cases was 16.3%, then in 2021 the prevalence of malnutrition cases among children under five was 17.0% and in 2022 the prevalence in cases of malnutrition among children under five were 17.1% (SSGI, 2021). Based on June data at the Banda Raya Community Health Center, there are toddlers aged 6-24 months with a total of 432 toddlers aged 6-24 months in the working area of the Banda Raya District Health Center, Banda Aceh City (2023). Research Objective: To determine the factors related to the nutritional status of toddlers aged 6-24 months in the Banda Raya Community Health Center Area, Banda Aceh City. Research Method: This research uses descriptive analysis with a cross sectional design. The sample in this study amounted to 81 cases. Data collection was carried out on August 1, 2023 to August 10, 2023. Research data analysis used univariate and bivariate analysis using the chi-square test with CI (confident interval) values. Research Results: The results of this study show that the relationship between nutritional status and toddlers is between MP-ASI (p=0.878) Parenting Patterns (p=0.810) and Eating Patterns (p=0.729). Conclusions and suggestions: there is no relationship between mp-asi, parenting patterns, and eating patterns with the nutritional status of toddlers in the working area of the Banda Raya Community Health Center, Banda Aceh City. It is hoped that the results of this research can be used as information to determine the nutritional status of children under five in the Banda Raya Community Health Center Area, Banda Aceh City.Keywords: Nutritional Status, MP-ASI, Diet, Parenting Pattern and Gender.
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Pemenuhan Imunisasi Campak Lanjutan di Masa Pandemi Covid-19 Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cot Ba’u Kota Sabang Safitri, Faradilla; Rahmi, Nuzulul; Anwar, Chairanisa; Andika, Fauziah; Husna, Asmaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1590

Abstract

Abstrak Campak adalah penyakit yang sering menyebabkan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian imunisasi. Imunisasi campak diberikan pada bayi usia 9 bulan dan imunisasi campak lanjutan diberikan pada balita dalam rentang usia 18-24 bulan. Cakupan balita yang mendapatkan imunisasi lanjutan  (DPT-HB-Hib dan campak) pada tahun 2019 adalah 75,95%. Angka ini telah memenuhi target Renstra tahun 2019 yaitu 70%, Aceh menjadi salah satu provinsi yang tidak mencapai target cakupan imunisasi ini (26,91%). Data dari Puskesmas Cot Ba’u Kota Sabang cakupan imunisasi campak masih sangat rentan mencapai 46%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemenuhan imunisasi campak lanjutan pada balita dimasa pandemi covid-19. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan crossectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memilki balita usia 3-5 tahun sebanyak 93 orang, dan pengambilan sampel secara total populasi. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner yang telah dilaksanakan tanggal 15-23 April di Wilayah Kerja Puskesmas Cot Ba’u Kota Sabang. Analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil analisa bivariat diperoleh pada variabel pengetahuan  (p value = 0.035, OR = 8.000) dan sikap (p value = 0.0001, OR = 18.417). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemenuhan imunisasi campak lanjutan pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cot Ba’u Kota Sabang. Kata Kunci   : Imunisasi campak lanjutan, pengetahuan, sikap, pandemi covid-19 
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Kunjungan Nifas Pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh Safitri, Faradilla; Andika, Fauziah; Rahmi, Nuzulul; Husna, Asmaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1953

Abstract

Masa nifas merupakan masa yang dimulai setelah selesai persalinan dan berakhir disaat alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Angka kematian ibu terbesar terjadi pada masa nifas. Masa pandemi covid-19 pelayanan masa nifas menjadi terhambat hal ini disebabkan karena ibu nifas tidak melakukan kunjungan nifas untuk menghindari penularan virus covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap kunjungan nifas pada masa pandemi covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Banda Aceh. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu nifas yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam sebanyak 38 orang, sampel penelitian ini diambil secara total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan pengumpulan data secara membagikan kuesioner yang telah dilaksanakan tanggal 11 sampai dengan 16 Desember 2021. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh variabel pengetahuan (p value=0.001, OR=6.000) dan sikap (p value=0.0001, OR=62.000). Kesimpulan ada pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap kunjungan nifas pada masa pandemic covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh. Saran diharapkan pada petugas kesehatan dan ibu nifas agar dapat tetap melakukan kunjungan nifas dengan mematuhi protokol kesehatan.Kata Kunci : Kunjungan nifas, pengetahuan, sikap, pandemi covid-19 The postpartum period is a period that begins after delivery and ends when the uterine organs return to their pre-pregnancy state. The greatest maternal mortality rate occurs during the puerperium. During the Covid-19 pandemic, postpartum services were hampered, this was because postpartum mothers did not make postnatal visits to avoid transmission of the Covid-19 virus. The purpose of this study was to determine the effect of mother's knowledge and attitudes on postpartum visits during the covid-19 pandemic in the Kopelma Darussalam Health Center Work Area, Banda Aceh. The research is analytic with a cross-sectional approach. The population in this study were all postpartum mothers who were in the working area of the Kopelma Darussalam Health Center as many as 38 people, the sample of this study was taken as a total population. The research instrument used a questionnaire and data collection by distributing questionnaires which had been carried out from 11 to 16 December 2021. Data analysis was univariate and bivariate. The results of the study obtained variables of knowledge (p value = 0.001, OR = 6,000) and attitudes (p value = 0.0001, OR = 62,000). The conclusion is that there is an influence of mother's knowledge and attitude towards postpartum visits during the covid-19 pandemic in the Kopelma Darussalam Health Center Work Area, Banda Aceh City. Suggestions are expected for health workers and postpartum mothers to continue to make postpartum visits by complying with health protocols.Keywords: Postpartum visit, knowledge, attitude, covid-19 pandemic
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-24 BULAN DI DESA CIPARI PARI TIMUR KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Dhirah, Ulfa Husna; Rezeki, Sahbainur; Wahyuni, Alfitri; Nuzul ZA, Raudhatun; Asyura, Finaul; Nurhayati, Nurhayati; Astryna, Syarifah Yanti; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5246

Abstract

AbstrakStatus gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, terutama pada usia 12–24 bulan yang merupakan periode emas pertumbuhan. Faktor pola asuh orang tua, khususnya ibu, sangat berpengaruh dalam menentukan asupan makanan dan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) untuk menentukan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik (58%) dan status gizi balita normal (62%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan status gizi balita (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua, khususnya dalam pemberian makanan dan perawatan sehari-hari, berhubungan erat dengan status gizi balita. Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan praktik pola asuh gizi yang baik serta kepada tenaga kesehatan desa agar terus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi optimal pada balita. 
Determinan Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh Rahmi, Nuzulul; Asnawiyah, Asnawiyah; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4048

Abstract

Kejadian balita pendek atau disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Anak stunting merupakan indikasi kurangnya asupan gizi, baik secara kuantitas maupun kualitas yang tidak terpenuhi sejak bayi, bahkan sejak dalam kandungan. Data yang diperoleh dari Puskesmas Jeulingke Banda Aceh periode Maret 2022, jumlah balita Posyandu setiap bulannya adalah 983 orang, dan jumlah balita yang diukur adalah 798 orang, didapat jumlah balita yang mengalami stunting adalah  116 orang  (14,5%). Angka ini meningkat bila dibandingkan pada tahun 2023 periode Maret yaitu jumlah balita yang diukur sebanyak 596 orang dengan jumlah balita stunting sebesar 135 orang  (22,7%). Hal ini  menunjukkan bahwa dalam setahun terakhir kasus stunting meningkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan faktor kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Banda Aceh. Desain penelitian ini Cross Sectional Study, populasi 135 orang sampel diambil 58 balita yang mengalami stunting secara purposive sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 16-22 Agustus 2023. Cara pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner kemudia pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan keluarga (p value 0,048), Inisiasi menyusui dini (p value 0,033), pemberian ASI eksklusif  (p value 0,019), pemberian MP ASI (p value 0,000) dengan kejadian stunting pada anak balita diwilayah kerja Puskesams Jeulingke Banda Aceh. Ada hubungan pendapatan keluarga, Inisiasi menyusui dini, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP ASI dengan kejadian stunting pada anak balita diwilayah kerja Puskesams Jeulingke Banda Aceh. Bagi masyarakat dapat meningkatkan pemahaman kepada masyarakat tentang gizi ibu hamil, pentingnya Inisiasi Menyususi Dini (IMD) dan ASI Eksklusif untuk mencegah terjadinya stunting. Bagi Tenaga Kesehatan dapat membuat kebijakan dalam rangka memperbaiki status gizi khususnya pada anak usia 13-36 bulan untukmengurangi terjadinya stunting. Dan bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan untuk melakukan penelitian yang sama dengan variabel yang berbeda dan dengan desain penelitian yang berbeda.Kata Kunci : Stunting, IMD, ASI Eksklusif , MP ASI.The incidence of short toddlers or what is known as stunting is one of the nutritional problems experienced by toddlers in the world today. Stunted children are an indication of a lack of nutritional intake, both in quantity and quality, which has not been met since infancy, even in the womb. Data obtained from the Jeulingke Banda Aceh Community Health Center for the period March 2022, the number of toddlers at Posyandu each month was 983 people, and the number of toddlers measured was 798 people. It was found that the number of toddlers experiencing stunting was 116 people (14.5%). This figure has increased when compared to the 2023 March period, namely the number of toddlers measured was 596 people with the number of stunted toddlers being 135 people (22.7%). This shows that in the last year stunting cases have increased. This research aims to determine the determinants of stunting incidence factors in the Jeulingke Community Health Center work area in Banda Aceh. The research design was a Cross Sectional Study, with a population of 135 samples taken from 58 toddlers who experienced stunting using purposive sampling. The research was conducted on 16-22 August 2023. The data collection method was by distributing questionnaires and then processing the data using editing, coding, data entry, tabulating, and univariate and bivariate data analysis. The results of the study showed that family income (p value 0.048), early initiation of breastfeeding (p value 0.033), exclusive breastfeeding (p value 0.019), provision of MP ASI (p value 0.000) were associated with the incidence of stunting in children under five in the Jeulingke Public Health Center working area, Banda Aceh. . There is a relationship between family income, early initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, complementary feeding and the incidence of stunting in children under five in the Jeulingke Community Health Center work area in Banda Aceh. For the community, it can increase public understanding about the nutrition of pregnant women, the importance of Early Breastfeeding Initiation (IMD) and exclusive breastfeeding to prevent stunting. Health workers can make policies to improve nutritional status, especially for children aged 13-36 months to reduce the occurrence of stunting. And for future researchers it can be used as input for conducting the same research with different variables and with different research designs.Keywords: Stunting, IMD, Exclusive Breast Milk, Complementary foods.