Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Alat Kontrasepsi Pada Ibu di Gampong Kuta Blang di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan Rahmi, Nuzulul; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2328

Abstract

Program Keluarga Berencana adalah bagian yang terpadu (integral) dalam program pembangunan Nasional dan bertujuan untuk turut serta dalam menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual, dan sosial budaya penduduk Indonesia, agar dapat mencapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional. Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2021 di Gampong Kuta Blang Kecamatan Samadua kabupaten Aceh Selatan jumlah penduduk yaitu 1.301 jiwa, jumlah pasangan usia subur 170 orang, Jumlah peserta KB 79 orang dan jumlah yang tidak berkb 149 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui factor yang mempengaruhi pemilahan alat kontrasepsi pada Ibu di Gampong Kuta Blang Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian sebanyak 165 orang ibu pengguna KB (akseptor KB) dan sampel menjadi 63 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan cara membagikan kuesioner. Pengumpulan data penelitian ini telah dilaksanakan dari tanggal 13 Mei s/d 13 Juni 2022 di di Gampong Kuta Blang. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square denga nilai CI (Confident Interval) 95%.  Analisis univariat diperoleh 63 responden, dominan menggunakan KB suntik yaitu 40 responden (63,5%), dominan berpengetahuan baik yaitu 36 responden (57,1%), dominan mendapat dukungan dari suami yaitu 39 responden (61,9%) dan dominan paritas multipara yaitu 51 responden (81%).. Analisis bivariat diperoleh variabel pengetahuan (p-value = 0.733), variabel dukungan suami (p value = 1,000) dan dukungan keluarga (p-value = 0,186). Tidak ada pengaruh pengetahuan, dukungan suami dan paritas terhadap pemilihan alat kontrasepsi di Gampong Kuta Blang Kecamatan Samadua Kabupatan Aceh Selatan. Disarankan bagi petugas kesehatan dan kader untuk dapat memberikan penyuluhan dan informasi tentang KB pada akseptor KB dan pasangan usia subur agar pemilihan alat kontrasepsi sesuai dengan kesehatan dan kebutuhan akseptor KB.Kata Kunci  : pemilihan KB, pengetahuan, dukungan suami, paritas The Family Planning Program is an integral part of the National development program and aims to participate in creating the economic, spiritual, and socio-cultural welfare of the Indonesian population, in order to achieve a good balance with national production capabilities. Based on data obtained in 2021 in Gampong Kuta Blang, Samadua District, South Aceh district, the population is 1,301 people, the number of couples of childbearing age is 170 people, the number of family planning participants is 79 people and the number without family planning is 149 people. Objective to determine the factors that influence the selection of contraceptives for mothers in Kuta Blang Village, Samadua District, South Aceh Regency. Analytic research type with a cross sectional approach, the research population is 165 mothers who use family planning (KB acceptors) and the sample is 63 respondents. The research instrument used a questionnaire by distributing questionnaires. This research data collection has been carried out from May 13 to June 13, 2022 in Kuta Blang Village. Data processing was done by editing, coding, data entry, tabulating, and univariate and bivariate data analysis using the Chi-Square test with 95% CI (Confident Interval) value. Univariate analysis obtained 63 respondents, dominantly using injectable contraception, namely 40 respondents (63.5%), dominant having good knowledge, namely 36 respondents (57.1%), dominantly receiving support from their husbands, namely 39 respondents (61.9%) and the dominant multipara parity is 51 respondents (81%). Bivariate analysis obtained knowledge variable (p-value = 0.733), husband support variable (p value = 1,000) and family support (p-value = 0.186). There is no effect of knowledge, husband's support and parity on the choice of contraceptives in Kuta Blang Village, Samadua District, South Aceh Regency. It is recommended for health workers and cadres to be able to provide counseling and information about family planning to family planning acceptors and couples of childbearing age so that the selection of contraceptives is in accordance with the health and needs of family planning acceptors.Keywords  : family planning selection, knowledge, husband's support, parity.
Korelasi Antara Umur dan Faktor Genetik dengan Kejadian Diabetes Mellitus pada Personil Polda Aceh Dirawat Jalan biddokkes Polda Aceh Andika, Fauziah; Rosdiana, Eva; ZA, Raudhatun Nuzul; Rahmi, Nuzulul; Darmawan, Heri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3965

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin secara memadai. Berdasarkan data dari Biddokkes Polda Aceh tentang Diabetes Melitus dapat diketahui pada tahun 2020 terdapat 62 kasus personil menderita Diabetes Melitus, Tahun 2021 menurun menjadi 54 kasus Diabetes Melitus akan tetapi pada tahun 2022 kasus Diabetes mellitus pada personil di Polda Aceh meningkat kenjadi 56 kasus. Tujuan Penelitian: Mengetahui korelasi antara umur dan faktor genetic dengan kejadian diabetes mellitus pada personil Polda Aceh di rawat jalan bidokkes Polda Aceh tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan penelitian crossectional dengan jumlah sampel 97 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 02 Oktober 2023 s.d 21 Oktober 2023. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-Square dengan nilai CI (Confident Interval) 95%. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan Kejadian Diabetes melitus dengan usia (p=0.000), faktor genetik (p = 0.000). Kesimpulan: Ada hubungan antara usia dan faktor genetik dengan kejadian Diabetes Melitus pada personil Polda Aceh di rawat jalan Bidokkes Polda Aceh Tahun 2023. Diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dan memperbaiki gaya hidup sehingga tercapai tujuan dari pengobatan serta meningkatkan pengetahuan tentang diabetes mellitus sehingga lebih mengenal tentang penyakit diabetes mellitusKata Kunci : Kejadian Diabetes mellitus, Usia, Faktor GenetikBackground: Diabetes mellitus is a metabolic disorder caused by the failure of the pancreas to adequately produce the hormone insulin. Based on data from Biddokkes Polda Aceh regarding Diabetes Mellitus, it can be seen that in 2020 there were 62 cases of personnel suffering from Diabetes Mellitus, in 2021 it decreased to 54 cases of Diabetes Mellitus but in 2022 cases of Diabetes mellitus in personnel at Polda Aceh increased to 56 cases. Research Objective: Knowing the correlation between age and genetic factors with the incidence of diabetes mellitus in Polda Aceh personnel in the outpatient bidokkes Polda Aceh in 2023. Research Methods: The research conducted used a crossectional research design with a total sample of 97 people. Data collection was carried out on October 02, 2023 to October 21, 2023. Analysis of research data using univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test with a 95% CI (Confident Interval) value. Research Results: the results of this study indicate that the association of diabetes mellitus incidence with age (p = 0.000), genetic factors (p = 0.000). Conclusion: There is a relationship between age and genetic factors with the incidence of Diabetes Mellitus in Aceh Police personnel in the outpatient Bidokkes Polda Aceh Year 2023. It is hoped that it can increase compliance and improve lifestyle so as to achieve the goals of treatment and increase knowledge about diabetes mellitus so that it is more familiar with diabetes mellitus.Keywords: Diabetes mellitus incidence, age, genetic factors
EDUKASI TENTANG ISU PERMASALAHAN KESEHATAAN DI INDONESIA UNTUK CALON TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DI PROVINSI ACEH PERSPEKTIF TANTANGAN Fauziah Andika; Nur Afriza; Faradilla Safitri
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v1i3.67

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat masih menjadi prioritas pemerintah. Masalah kesehatan di Indonesia pada tahun 2021 menjadi bagian dari agenda nasional. Enam kegiatan prioritas tersebut meliputi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bertugas menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang bertugas mencegah stunting, meningkatkan pengendalian penyakit menular dan tidak menular, serta meningkatkan ketahanan kesehatan di masa pandemi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang juga bertugas meningkatkan sistem kesehatan nasional. Pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan masih kurang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2021 melalui Zoom dengan jumlah peserta sebanyak 74 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang masalah kesehatan serta pengendalian dan pencegahan penyakit yang akan terjadi pada tahun 2021.
PENGARUH USIA PERTAMA PEMBERIAN MP-ASI DAN RIWAYAT BBLR DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS MATANG PUDENG KECAMATAN PANTEE BIDARI KABUPATEN ACEH TIMUR Rosdiana, Eva; Anwar, Charanisa; Asyura, Finaul; Andika, Fauziah; Yusnanda, Febri; Willis, Ratna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4850

Abstract

Latar Belakang : Salah satu gangguan gizi yang sering ditemukan adalah kejadian Stunting. Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, stunting juga merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak balita yang bersifat kronis yang berdampak pada kognitif lemah dan psikomotorik terhambat. Jumlah balita yang menderita stunting di Puskesmas Matang Pudeng sebanyak 41 orang. Hasil wawancara dengan 7 orang ibu yang menderita stunting mengatakan bahwa 1 diantaranya memiliki Riwayat BBLR dan 6 diantaranya memberikan MP-ASI pada anak saat usia kurang dari 6 bulan.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh usia pertama pemberian MP-ASI dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting di Puskesmas Matang Pudeng Kecamatan Pantee Bidari Kabupaten Aceh TimurMetodelogi Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  case control. Jumlah sampel diambil dengan perbandingan 1:1 yaitu 41 kasus dan 41 kontrol dengan total 82 sampel.. Penelitian ini di laksanakan di Puskesmas Matang Pudeng Kecamatan Pantee Bidari Kabupaten Aceh Timur. Analisa data menggunakan uji chi square test.Hasil Penelitian : variabel usia pertama pemberian MP-ASI memperoleh nilai p=0.014, BBLR dan riwayat BBLR memperoleh nilai p=0,055.Kesimpulan : variabel yang mempengaruhi kejadian stunting adalah usia pertama pemberian MP-ASI dan Variabel yang tidak mempengaruhi kejadian stunting adalah BBLR.Saran : Petugas kesehatan diharapkan agar meningkatkan promosi Kesehatan ke pada orang tua agar dapat memberikann ASI secara eksklusif ke pada bayinya untuk mencegah terjadinya stunting. Kata Kunci : Stunting, Usia Pertama Pemberian MP-ASI, BBL
Community Development of Lampineung Village Through Making Anti-Mosquito Aerosol From Nutmeg Seeds (Myristica fragrans Houtt.): Pembinaan Masyarakat Desa Lampineung Melalui Pembuatan Aerosol Anti Nyamuk Dari Biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) Dina Kali Kulla, Periskila; Meilina, Rulia; Andika, Fauziah
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i2.1234

Abstract

The incidence of dengue has increased dramatically worldwide in recent decades. Modeling estimates suggest 390 million dengue virus infections per year (95% credible interval 284-528 million), of which 96 million (67-136 million) manifest clinically. Efforts or ways to guard against mosquito bites are to keep the environment clean and use environmentally friendly mosquito repellent materials. One of the plants that can be used as a source of natural mosquito repellent is the nutmeg plant. The purpose of this activity is to empower the community in Lampineung village in making anti-mosquito aerosols from nutmeg seeds. Methods: Community service activities carried out from July to October 2024, with a total of 10 non-productive people in Lampineung village. The housewives were given education and also training in making an anti-mosquito aerosol from nutmeg seeds. Results: the process of making aerosols from nutmeg seeds not only improves community skills in processing local resources, but also opens up new business opportunities that are environmentally friendly. The results of this program show an increase in the knowledge and skills of the Lampineung Village community in processing the potential of local natural resources into useful products. The anti-mosquito aerosol made from nutmeg seeds is not only environmentally friendly but also provides economic opportunities for the community, especially in the context of local economic empowerment. This activity concludes that it has a positive impact on increasing community capacity, both in terms of economy, health, and environmental awareness, thus making a real contribution to the empowerment of the Lampineung Village community.
The Potential of Herbal Soap From Betel Leaves to Increase The Income of Non-Productive Communities in Lampulo Village, Banda Aceh: Potensi Sabun Herbal Dari Daun Sirih untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Non Produktif di Desa Lampulo, Banda Aceh Meilina, Rulia; Andika, Fauziah; Dina Kali Kulla, Periskila
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i2.1235

Abstract

The use of soap is one of the most effective ways to protect the skin from bacterial infections and prevent skin diseases. Soap, whether in solid or liquid form, functions to cleanse the skin of dirt, oil, and bacteria. Untreated bacterial infections can cause inflammation in tissues or organs, disrupt organ function, and weaken the immune system. This community service program aimed to enhance public knowledge about hygiene, health, and the potential benefits of betel leaves (Piper betle L.), while also improving the skills and creativity of housewives in processing natural ingredients into environmentally friendly herbal soap products. Additionally, the program sought to broaden participants’ understanding of entrepreneurship, including business planning, marketing, and product management. The program was conducted from July to October 2024, involving 15 non-working housewives in Lampulo Village. Activities included educational sessions and practical training on making betel leaf-based herbal soap. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills in utilizing natural ingredients to create value-added and eco-friendly herbal products. This program not only provided direct benefits in the form of useful products but also contributed to improving the community’s quality of life by empowering knowledge, practical skills, and raising awareness of health and environmental sustainability.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA Rosdiana, Eva; Juwita, Rini; Anwar, Chairanisa; Andika, Fauziah; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5409

Abstract

Latar Belakang : Masalah pengelolaan sampah menjadi isu penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, meningkatkan risiko penyakit, dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah di Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat setelah diberikan edukasi kesehatan, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kesimpulan : Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh positif terhadap pengetahuan responden dalam pengelolaan sampah. Saran : Oleh karena itu, pemberian edukasi secara berkala dan terstruktur disarankan sebagai strategi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kata Kunci: edukasi kesehatan, pemahaman masyarakat, pengelolaan sampah, promosi kesehatan
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun di Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar Rahmi, Nuzulul; Husna, Asmaul; Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1937

Abstract

Kasus stunting secara global pada tahun 2020 meningkat dibandingkan dengan tahun 2019 yaitu sebesar 21,3% (WHO,2020). Indonesia sudah menghadapi masalah gizi yang tinggi. Saat ini, lebih dari dua juta anak menderita gizi buruk dan lebih dari tujuh juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting. Berdasarkan data Kemenkes (2020) di provinsi Aceh, balita yang mengalami stunting yaitu sebesar 17,4%, ini merupakan persentase yang termasuk tinggi jika dibandingkan dengan Provinsi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain crosssectional study, populasi berjumlah 188 orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling sehingga sampel menjadi 65 orang. Penelitian dilakukan dari tanggal 04 Oktober s/d 30 Oktober 2021. Analisa data ini menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan komputerisasi nilai kemaknaan (a) 0,05 dengan nilai keyakinan 0,95. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara ASI Eksklusif (p value 0,013) dan status imunisasi (p value 0,000) dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun Di Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Tidak ada hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun (p value 0,615) Di Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Puskesmas dan petugas kesehatan diharapkan dapat membuat program untuk untuk mengurangi risiko stunting pada balita seperti memberikan penyuluhan pada masyarakat tentang pencegahan stunting dan program-program lainnya yang dapat menurunkan angka kejadian stunting.Kata Kunci: Stunting anak, Asi ekslusif, Status imunisasi, Berat badan lahir Global stunting cases in 2020 increased compared to 2019 which was 21.3% (WHO, 2020). Indonesia is already facing a high nutritional problem. Currently, more than two million children suffer from malnutrition and more than seven million children under the age of 5 are stunted. Based on data from the Ministry of Health (2020) in Aceh province, children under five who experience stunting are 17.4%, this is a high percentage compared to other provinces. Research objective is to find out about the factors related to the incidence of stunting in children aged 2-5 years in the working area of the Darussalam Public Health Center, Aceh Besar District. This research is descriptive analytic with a cross-sectional study design, a population of 188 people with a sampling technique using Proportional Sampling so that the sample is 65 people. The study was conducted from October 4 to October 30, 2021. The data analysis used Chi Square statistical test with the help of computerized significance value (a) 0.05 with a confidence value of 0.95. Research results there is a relationship between exclusive breastfeeding (p value 0.013) and immunization status (p value 0.000) with the incidence of stunting in children aged 2-5 years in the working area of the Darussalam Public Health Center, Aceh Besar District. There is no relationship between birth weight and the incidence of stunting in children aged 2-5 (p value 0.615) in the Darussalam Public Health Center, Aceh Besar District. Puskesmas and health workers are expected to create programs to reduce the risk of stunting in children under five, such as providing education to the public about stunting prevention and other programs that can reduce the incidence of stunting.Keywords: Child stunting, exclusive breastfeeding, immunization status, birth weight
Korelasi Antara Tingkat Stress dan Kebiasaan Minum Kopi dengan Kejadian Dispepsia pada Pasien Rawat Jalan di RSU Bhayangkara Kota Banda Aceh Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2841

Abstract

Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO), populasi penderita dispepsia di dunia mencapai 15 – 30% setiap tahun. Di Indonesia, angka kejadian dyspepsia mencapai 40-50% dan Dispepsia termasuk 10 besar penyakit tertinggi di Indonesia. Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Amerika Serikat dan Inggris dengan jumlah penderita dyspepsia terbanyak. Pada Tahun 2019 jumlah pasien menderita penyakit dyspepsia di RSU Bhayangkara sebanyak 620 pasien (89.8%), Tahun 2020 meningkat sebanyak 634 orang (92%) dan pada tahun 2021 semakin meningkat menjadi 663 orang (92.1%). Tujuan Penelitian: Tujuan Umum pada penelitian ini adalah ingin Mengetahui korelasi antara stress dan kebiasaan minum kopi dengan kejadian Dispepsia di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan penelitian crossectional dengan jumlah sampel 48 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2022 s.d 05 Januari 2023. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-Square dengan nilai CI (Confident Interval) 95%. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi antara kejadian dyspepsia dengan  kebiasaan minum kopi (p value : 0, 091) dan stress (p value: 0, 000). Kesimpulan: Ada korelasi antara stress dengan kejadian dyspepsia dan tidak ada korelasi antara kebiasaan minum kopi dengan kejadian dyspepsia. Diharapkan  petugas kesehatan  untuk  selalu  memberikan informasi kepada masyarakat tentang dyspepsia dan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat.Kata Kunci: Kejadian Dyspepsia, Stress dan kebiasaan minum kopiBackground: According to the World Health Organization (WHO), the population with dyspepsia in the world reaches 15-30% every year. In Indonesia, the incidence of dyspepsia reaches 40-50% and dyspepsia is one of the top 10 highest diseases in Indonesia. Indonesia is ranked third after the United States and the United Kingdom with the highest number of dyspepsia sufferers. In 2019 the number of patients suffering from dyspepsia at Bhayangkara General Hospital was 620 patients (89.8%), in 2020 it increased by 634 people (92%) and in 2021 it increased to 663 people (92.1%). Research Objectives: The general objective of this study was to determine the correlation between stress and coffee drinking habits with the incidence of dyspepsia at Bhayangkara Hospital, Banda Aceh City. Research Methods: The research was conducted using a cross-sectional research design with a total sample of 48 people. Data collection was carried out from 20 December 2022 to 05 January 2023. Analysis of research data used univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test with a CI (Confident Interval) value of 95%. Research results: the results of this study indicate that there is a correlation between the incidence of dyspepsia and the habit of drinking coffee (p value: 0.091) and stress (p value: 0.000). Conclusion: There is a correlation between stress and the incidence of dyspepsia and there is no correlation between drinking coffee and the incidence of dyspepsia. It is expected that health workers will always provide information to the public about dyspepsia and the public to consume healthy food.Keywords: Dyspepsia, Stress and coffee drinking habits
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Premestrual Syndrome Pada Remaja Putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie Husna, Asmaul; Rahmi, Nuzulul; Safitri, Faradilla; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1938

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) terdapat lebih dari separuh penduduk dunia berusia dibawah 25 tahun dan 80% dari mereka tinggal di Negara berkembang. Prevalensi penderita premenstrual syndrome di dunia menurut penelitian Fatimah (2019) di negara Libanon sebesar 54,6% dan di negara Srilanka sebesar 65,7%. Kemudian prevalensi premenstrual syndrome di negara Iran sebesar 98,2%, di negara Brazil sebesar 39%, di negara Australia sebesar 44% dan di negara Jepang sebesar 34% (Alvionita, 2019). Berdasarkan data dari jurnal Archieves of Internal Medicine, studi yang dilakukan terhadap 3000 wanita didapatkan hasil sekitar 90% perempuan mengalami premenstrual syndrome sebelum menstruasi (Susanti et al, 2017). Masalah kesehatan reproduksi di Indonesia perlu mendapat perhatian yang cukup karena masalah kesehatan reproduksi juga masalah kesehatan yang akan berdampak pada kesehatan lainnya. Masalah kesehatan reproduksi salah satunya termasuk pada kaum remaja. Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Remaja termasuk dalam kelompok penduduk yang perlu mendapat perhatian terhadap kesehatan reproduksi. Remaja perlu mengenal tubuh dan organ reproduksi, perubahan fisik dan psikologis, agar dapat melindungi diri dari resiko yang mengancam kesehatan dan keselamatan fungsi organ reproduksinya (Aryani, 2017). Untuk mengetahui pengaruh pola, aktivitas fisik dan usia menarche dengan kejdian premenstrual syndrome. Penelitian ini dilakukan di gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie pada tanggal pada pada tanggal 13-18 Desember 2021. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie yang berjumlah 57 remaja. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dijadikan sampel yang berjumlah 57 remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie. Hasilanalisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat mennyimpulkan  hasil dari penenelitian sebagai berikut tedapat ada pengaruh Ada pengaruh pola makan dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,000, Ada pengaruh aktivitas fisik dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,000, Tidak ada pengaruh usia menarche dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,147.Kata Kunci : Pola Makan, Aktivitas Fisik, Usia MenarcheAccording to the World Health Organization (WHO) there are more than half of the world's population under the age of 25 years and 80% of them live in developing countries. According to Fatimah's research (2019), the prevalence of premenstrual syndrome sufferers in the world is 54.6% in Lebanon and 65.7% in Sri Lanka. Then the prevalence of premenstrual syndrome in Iran is 98.2%, in Brazil it is 39%, in Australia it is 44% and in Japan it is 34% (Alvionita, 2019). Based on data from the journal Archives of Internal Medicine, a study conducted on 3000 women found that around 90% of women experienced premenstrual syndrome before menstruation (Susanti et al, 2017). Based on data from the journal Archives of Internal Medicine, a study conducted on 3000 women found that around 90% of women experienced premenstrual syndrome before menstruation (Susanti et al, 2017). Reproductive health problems in Indonesia need sufficient attention because reproductive health problems are also health problems that will have an impact on other health. One of the reproductive health problems, including adolescents. Adolescence is a dynamic phase of development in the life of an individual. Adolescents are included in the population group that needs attention to reproductive health. Adolescents need to know the body and reproductive organs, physical and psychological changes, in order to protect themselves from risks that threaten the health and safety of their reproductive organ functions (Aryani, 2017). To determine the effect of pattern, physical activity and age of menarche with the incidence of premenstrual syndrome. This research was conducted in Kampong Pukat Village, Pidie District, Pidie Regency on December 13-18, 2021. The population of this study was all young women in Kampong Pukat Village, Pidie District, Pidie Regency, totaling 57 teenagers. So the sample in this study was the entire population as a sample, amounting to 57 young women in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie Regency. The results of the bivariate analysis showed that Based on the results of the research that has been done, the research can conclude the results of the research as follows: There is an effect of eating patterns with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie Regency with p-value results 0.000, There is an effect of physical activity with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie District with a p-value of 0.000, There is no effect of age at menarche with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, District Pidie with a p-value of 0.147.Keywords: Diet, Physical Activity, Age of Menarche