Claim Missing Document
Check
Articles

Community Development of Lampineung Village Through Making Anti-Mosquito Aerosol From Nutmeg Seeds (Myristica fragrans Houtt.): Pembinaan Masyarakat Desa Lampineung Melalui Pembuatan Aerosol Anti Nyamuk Dari Biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) Dina Kali Kulla, Periskila; Meilina, Rulia; Andika, Fauziah
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i2.1234

Abstract

The incidence of dengue has increased dramatically worldwide in recent decades. Modeling estimates suggest 390 million dengue virus infections per year (95% credible interval 284-528 million), of which 96 million (67-136 million) manifest clinically. Efforts or ways to guard against mosquito bites are to keep the environment clean and use environmentally friendly mosquito repellent materials. One of the plants that can be used as a source of natural mosquito repellent is the nutmeg plant. The purpose of this activity is to empower the community in Lampineung village in making anti-mosquito aerosols from nutmeg seeds. Methods: Community service activities carried out from July to October 2024, with a total of 10 non-productive people in Lampineung village. The housewives were given education and also training in making an anti-mosquito aerosol from nutmeg seeds. Results: the process of making aerosols from nutmeg seeds not only improves community skills in processing local resources, but also opens up new business opportunities that are environmentally friendly. The results of this program show an increase in the knowledge and skills of the Lampineung Village community in processing the potential of local natural resources into useful products. The anti-mosquito aerosol made from nutmeg seeds is not only environmentally friendly but also provides economic opportunities for the community, especially in the context of local economic empowerment. This activity concludes that it has a positive impact on increasing community capacity, both in terms of economy, health, and environmental awareness, thus making a real contribution to the empowerment of the Lampineung Village community.
The Potential of Herbal Soap From Betel Leaves to Increase The Income of Non-Productive Communities in Lampulo Village, Banda Aceh: Potensi Sabun Herbal Dari Daun Sirih untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Non Produktif di Desa Lampulo, Banda Aceh Meilina, Rulia; Andika, Fauziah; Dina Kali Kulla, Periskila
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i2.1235

Abstract

The use of soap is one of the most effective ways to protect the skin from bacterial infections and prevent skin diseases. Soap, whether in solid or liquid form, functions to cleanse the skin of dirt, oil, and bacteria. Untreated bacterial infections can cause inflammation in tissues or organs, disrupt organ function, and weaken the immune system. This community service program aimed to enhance public knowledge about hygiene, health, and the potential benefits of betel leaves (Piper betle L.), while also improving the skills and creativity of housewives in processing natural ingredients into environmentally friendly herbal soap products. Additionally, the program sought to broaden participants’ understanding of entrepreneurship, including business planning, marketing, and product management. The program was conducted from July to October 2024, involving 15 non-working housewives in Lampulo Village. Activities included educational sessions and practical training on making betel leaf-based herbal soap. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills in utilizing natural ingredients to create value-added and eco-friendly herbal products. This program not only provided direct benefits in the form of useful products but also contributed to improving the community’s quality of life by empowering knowledge, practical skills, and raising awareness of health and environmental sustainability.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun di Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar Rahmi, Nuzulul; Husna, Asmaul; Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1937

Abstract

Kasus stunting secara global pada tahun 2020 meningkat dibandingkan dengan tahun 2019 yaitu sebesar 21,3% (WHO,2020). Indonesia sudah menghadapi masalah gizi yang tinggi. Saat ini, lebih dari dua juta anak menderita gizi buruk dan lebih dari tujuh juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting. Berdasarkan data Kemenkes (2020) di provinsi Aceh, balita yang mengalami stunting yaitu sebesar 17,4%, ini merupakan persentase yang termasuk tinggi jika dibandingkan dengan Provinsi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain crosssectional study, populasi berjumlah 188 orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling sehingga sampel menjadi 65 orang. Penelitian dilakukan dari tanggal 04 Oktober s/d 30 Oktober 2021. Analisa data ini menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan komputerisasi nilai kemaknaan (a) 0,05 dengan nilai keyakinan 0,95. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara ASI Eksklusif (p value 0,013) dan status imunisasi (p value 0,000) dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun Di Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Tidak ada hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun (p value 0,615) Di Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Puskesmas dan petugas kesehatan diharapkan dapat membuat program untuk untuk mengurangi risiko stunting pada balita seperti memberikan penyuluhan pada masyarakat tentang pencegahan stunting dan program-program lainnya yang dapat menurunkan angka kejadian stunting.Kata Kunci: Stunting anak, Asi ekslusif, Status imunisasi, Berat badan lahir Global stunting cases in 2020 increased compared to 2019 which was 21.3% (WHO, 2020). Indonesia is already facing a high nutritional problem. Currently, more than two million children suffer from malnutrition and more than seven million children under the age of 5 are stunted. Based on data from the Ministry of Health (2020) in Aceh province, children under five who experience stunting are 17.4%, this is a high percentage compared to other provinces. Research objective is to find out about the factors related to the incidence of stunting in children aged 2-5 years in the working area of the Darussalam Public Health Center, Aceh Besar District. This research is descriptive analytic with a cross-sectional study design, a population of 188 people with a sampling technique using Proportional Sampling so that the sample is 65 people. The study was conducted from October 4 to October 30, 2021. The data analysis used Chi Square statistical test with the help of computerized significance value (a) 0.05 with a confidence value of 0.95. Research results there is a relationship between exclusive breastfeeding (p value 0.013) and immunization status (p value 0.000) with the incidence of stunting in children aged 2-5 years in the working area of the Darussalam Public Health Center, Aceh Besar District. There is no relationship between birth weight and the incidence of stunting in children aged 2-5 (p value 0.615) in the Darussalam Public Health Center, Aceh Besar District. Puskesmas and health workers are expected to create programs to reduce the risk of stunting in children under five, such as providing education to the public about stunting prevention and other programs that can reduce the incidence of stunting.Keywords: Child stunting, exclusive breastfeeding, immunization status, birth weight
Korelasi Antara Tingkat Stress dan Kebiasaan Minum Kopi dengan Kejadian Dispepsia pada Pasien Rawat Jalan di RSU Bhayangkara Kota Banda Aceh Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2841

Abstract

Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO), populasi penderita dispepsia di dunia mencapai 15 – 30% setiap tahun. Di Indonesia, angka kejadian dyspepsia mencapai 40-50% dan Dispepsia termasuk 10 besar penyakit tertinggi di Indonesia. Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Amerika Serikat dan Inggris dengan jumlah penderita dyspepsia terbanyak. Pada Tahun 2019 jumlah pasien menderita penyakit dyspepsia di RSU Bhayangkara sebanyak 620 pasien (89.8%), Tahun 2020 meningkat sebanyak 634 orang (92%) dan pada tahun 2021 semakin meningkat menjadi 663 orang (92.1%). Tujuan Penelitian: Tujuan Umum pada penelitian ini adalah ingin Mengetahui korelasi antara stress dan kebiasaan minum kopi dengan kejadian Dispepsia di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan penelitian crossectional dengan jumlah sampel 48 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2022 s.d 05 Januari 2023. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-Square dengan nilai CI (Confident Interval) 95%. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi antara kejadian dyspepsia dengan  kebiasaan minum kopi (p value : 0, 091) dan stress (p value: 0, 000). Kesimpulan: Ada korelasi antara stress dengan kejadian dyspepsia dan tidak ada korelasi antara kebiasaan minum kopi dengan kejadian dyspepsia. Diharapkan  petugas kesehatan  untuk  selalu  memberikan informasi kepada masyarakat tentang dyspepsia dan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat.Kata Kunci: Kejadian Dyspepsia, Stress dan kebiasaan minum kopiBackground: According to the World Health Organization (WHO), the population with dyspepsia in the world reaches 15-30% every year. In Indonesia, the incidence of dyspepsia reaches 40-50% and dyspepsia is one of the top 10 highest diseases in Indonesia. Indonesia is ranked third after the United States and the United Kingdom with the highest number of dyspepsia sufferers. In 2019 the number of patients suffering from dyspepsia at Bhayangkara General Hospital was 620 patients (89.8%), in 2020 it increased by 634 people (92%) and in 2021 it increased to 663 people (92.1%). Research Objectives: The general objective of this study was to determine the correlation between stress and coffee drinking habits with the incidence of dyspepsia at Bhayangkara Hospital, Banda Aceh City. Research Methods: The research was conducted using a cross-sectional research design with a total sample of 48 people. Data collection was carried out from 20 December 2022 to 05 January 2023. Analysis of research data used univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test with a CI (Confident Interval) value of 95%. Research results: the results of this study indicate that there is a correlation between the incidence of dyspepsia and the habit of drinking coffee (p value: 0.091) and stress (p value: 0.000). Conclusion: There is a correlation between stress and the incidence of dyspepsia and there is no correlation between drinking coffee and the incidence of dyspepsia. It is expected that health workers will always provide information to the public about dyspepsia and the public to consume healthy food.Keywords: Dyspepsia, Stress and coffee drinking habits
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Premestrual Syndrome Pada Remaja Putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie Husna, Asmaul; Rahmi, Nuzulul; Safitri, Faradilla; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1938

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) terdapat lebih dari separuh penduduk dunia berusia dibawah 25 tahun dan 80% dari mereka tinggal di Negara berkembang. Prevalensi penderita premenstrual syndrome di dunia menurut penelitian Fatimah (2019) di negara Libanon sebesar 54,6% dan di negara Srilanka sebesar 65,7%. Kemudian prevalensi premenstrual syndrome di negara Iran sebesar 98,2%, di negara Brazil sebesar 39%, di negara Australia sebesar 44% dan di negara Jepang sebesar 34% (Alvionita, 2019). Berdasarkan data dari jurnal Archieves of Internal Medicine, studi yang dilakukan terhadap 3000 wanita didapatkan hasil sekitar 90% perempuan mengalami premenstrual syndrome sebelum menstruasi (Susanti et al, 2017). Masalah kesehatan reproduksi di Indonesia perlu mendapat perhatian yang cukup karena masalah kesehatan reproduksi juga masalah kesehatan yang akan berdampak pada kesehatan lainnya. Masalah kesehatan reproduksi salah satunya termasuk pada kaum remaja. Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Remaja termasuk dalam kelompok penduduk yang perlu mendapat perhatian terhadap kesehatan reproduksi. Remaja perlu mengenal tubuh dan organ reproduksi, perubahan fisik dan psikologis, agar dapat melindungi diri dari resiko yang mengancam kesehatan dan keselamatan fungsi organ reproduksinya (Aryani, 2017). Untuk mengetahui pengaruh pola, aktivitas fisik dan usia menarche dengan kejdian premenstrual syndrome. Penelitian ini dilakukan di gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie pada tanggal pada pada tanggal 13-18 Desember 2021. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie yang berjumlah 57 remaja. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dijadikan sampel yang berjumlah 57 remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie. Hasilanalisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat mennyimpulkan  hasil dari penenelitian sebagai berikut tedapat ada pengaruh Ada pengaruh pola makan dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,000, Ada pengaruh aktivitas fisik dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,000, Tidak ada pengaruh usia menarche dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,147.Kata Kunci : Pola Makan, Aktivitas Fisik, Usia MenarcheAccording to the World Health Organization (WHO) there are more than half of the world's population under the age of 25 years and 80% of them live in developing countries. According to Fatimah's research (2019), the prevalence of premenstrual syndrome sufferers in the world is 54.6% in Lebanon and 65.7% in Sri Lanka. Then the prevalence of premenstrual syndrome in Iran is 98.2%, in Brazil it is 39%, in Australia it is 44% and in Japan it is 34% (Alvionita, 2019). Based on data from the journal Archives of Internal Medicine, a study conducted on 3000 women found that around 90% of women experienced premenstrual syndrome before menstruation (Susanti et al, 2017). Based on data from the journal Archives of Internal Medicine, a study conducted on 3000 women found that around 90% of women experienced premenstrual syndrome before menstruation (Susanti et al, 2017). Reproductive health problems in Indonesia need sufficient attention because reproductive health problems are also health problems that will have an impact on other health. One of the reproductive health problems, including adolescents. Adolescence is a dynamic phase of development in the life of an individual. Adolescents are included in the population group that needs attention to reproductive health. Adolescents need to know the body and reproductive organs, physical and psychological changes, in order to protect themselves from risks that threaten the health and safety of their reproductive organ functions (Aryani, 2017). To determine the effect of pattern, physical activity and age of menarche with the incidence of premenstrual syndrome. This research was conducted in Kampong Pukat Village, Pidie District, Pidie Regency on December 13-18, 2021. The population of this study was all young women in Kampong Pukat Village, Pidie District, Pidie Regency, totaling 57 teenagers. So the sample in this study was the entire population as a sample, amounting to 57 young women in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie Regency. The results of the bivariate analysis showed that Based on the results of the research that has been done, the research can conclude the results of the research as follows: There is an effect of eating patterns with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie Regency with p-value results 0.000, There is an effect of physical activity with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie District with a p-value of 0.000, There is no effect of age at menarche with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, District Pidie with a p-value of 0.147.Keywords: Diet, Physical Activity, Age of Menarche
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA TENAGA KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN COVID 19 DI PUSKESMAS SAMALANGA TAHUN 2021 Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1811

Abstract

Selama pandemi COVID-19, pada sampel masyarakat Indonesia menunjukkan 7,6% mengalami kecemasan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan penanganan berupa penanganan kuratif untuk mengelola kecemasan yang tinggi. Berdasarkan laporan Puskesmas Samalanga bahwa dari 231 petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Samalanga terdapat 2 orang petugas kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini membuat petugas kesehatan lainnya menjadi khawatir akan tertular Covid-19. Dari hasil wawancara dengan petugas kesehatan yang ada di Puskesmas didapatkan hasil bahwa sebagian petugas kesehatan merasakan kecemasan saat melakukan pelayanan kesehatan. Petugas kesehatan selalu menggunakan Alat Pelindung Diri saat melakukan pelayanan. Alat Pelindung Diri yang sering dipakai di Puskesmas Samalanga adalah Alat Pelindung Diri level 1, level 2 dan 3.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 70 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli s.d 19 Juli 2021. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi-square dan analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan (p = 0.001), penggunaan APD (p= 0.007), umur (p = 0.003) dengan kecemasan petugas kesehatan Pada Tenaga Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Covid 19 Di Puskesmas Samalanga Tahun 2021. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, penggunaan APD dan Umur dengan Kecemasan petugas kesehatan. Diharapkan pemerintah harus memberikan perhatian yang sangat besar kepada petugas kesehatan yang berada digarda terdepan dalam pencegahan covid-19 dan petugas kesehatan selalu mencari dan memahami tentang informasi Covid-19 baik itu dari media elektronik maupun media cetak untuk menambah wawasan.
DETERMINAN PERAN KADER DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEHADIRAN IBU KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS COT BA’U Husna, Asmaul; Andika, Fauziah; Rahmi, Nuzulul; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1588

Abstract

AbstrakMenurut Kemenkes RI (2017)  pada  dasarnya semua informasi atau data yang diperlukan untuk pemantauan pertumbuhan balita, bersumber dari data berat badan hasil penimbangan balita bulanan yang diisikan kedalam KMS untuk dinilai naik (N) atau tidaknya (T) berat badan balita terebut.Untuk mengamati pertumbuhan anak usia satu sampai lima tahun, disetiap posyandu diberikan masing-masing satu buku yaitu Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang berisi catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin, nifas) dan anak bayi (bayi baru lahir, bayi dan anak balita) serta berbagai informasi cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak, yang juga berisi kartu menuju sehat. Jumlah posyandu di Indonesia 244.470 posyandu, jumlah kader posyandu 1.133.057 orang kader. Jumlah kader posyandu yang aktif di Indonesia adalah 784.505 orang (69,2%) dan yang kurang aktif adalah 3.435 posyandu (30,8%). Kegiatan yang dilakukan di posyandu meliputi pemeriksaan kehamilan, pemberian tablet besi (Fe), imunisasi TT, konseling/penyuluhan yang bertujuan menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental, untuk menyelamatkan ibu dan anak yang sehat. berdasarkan hal tersebut, ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita harus berminat datang keposyandu, karena selain mudah dijangkau juga tidak memerlukan biaya serta pelayanan di posyandu di dukung oleh tenaga teknis dari petugas kesehatan khususnya bidan (Srieka, 2012).Untuk mengetahui hubungan peran kader dan dukungan keluarga dengan kehadiran ibu ke posyandu. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja  Puskesmas Cot Ba’U pada tanggal pada tanggal 10-23 Juni 2021. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi dan balita di wlayah kerja puskesmas Cot Ba’U. Jadi jumlah total sampel penelitian ini adalah 32 ibu yang mempunyai bayi dan balita. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat mennyimpulkan  hasil dari penenelitian sebagai berikut terdapat ada hubungan antara peran kader posyandu dengan kehadiran ibu ke posyandu denngan nilai P= 0.005 dan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kehadiran ibu ke posyandu dengan nilai P=0.001.Kata kunci : Peran Kader dan Dukungan Keluarga
Analisis Kepatuhan Pasien Hipertensi Terhadap Penggunaan Obat Generik di Wilayah Kerja Puskesmas Mane Kabupaten Pidie Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla; Husna, Asmaul; Rahmi, Nuzulul; Rizki, Geubrina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1934

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan di seluruh belahan dunia dan sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Hipertensi juga disebut sebagai penyakit tidak menular, karena hipertensi tidak ditularkan dari orang ke orang. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Ini mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui  hubungan   antara   pengetahuan dan sumber informasi dengan kepatuhan pasien hipertensi terhadap penggunaan obat generik di  wilayah  kerja  Puskesmas  Mane Kecamatan Mane. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik, desain cross sectional dengan memberikan wawancara dan kuesioner serta mengukur  variabel  pada  saat  bersamaan, dan  responden  hanya  diukur  satu  kali.   Total  populasi  pasien  270  pasien  dan diambil 72 pasien menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 01 November sampai dengan 06 November 2021. Analisis Data menggunakan  uji statistik Chi-Square dengan CI 95%. Hasil Penelitian berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa hubungan kepatuhan pasien hipertensi terhadap penggunaan obat dengan penegtahuan (p=0,002) dan sumber informasi (p=0,004). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sumber informasi dengan kepatuhan pasien hipertensi terhadap penggunaan obat generik. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanan kesehatan terutama pada penyakit hipertensi. Serta dilaksanakannya program edukasi dan  promosi  mengenai  kepatuhan  dalam  menjalankan  pengobatan. Kata Kunci: Pengetahuan, sumber informasi dan kepatuhan penggunaan obat generik.Hypertension is a health problem in all parts of the world and is one of the main risk factors for cardiovascular disease. Hypertension is also referred to as a non-communicable disease, because hypertension is not transmitted from person to person. Based on the Basic Health Research (Riskesdas 2018) the prevalence of hypertension in Indonesia is 34.1%. This has increased compared to the prevalence of hypertension in Riskesdas 2013 which was 25.8%. This study aims to determine the relationship between knowledge and sources of information with hypertensive patients' adherence to the use of generic drugs in the work area of the Mane Health Center, Mane District. This study used descriptive analytic, cross sectional design by providing interviews and questionnaires and measuring variables at the same time, and respondents were only measured once. The total patient population was 270 patients and 72 patients were taken using purposive sampling. Data collection is carried out on November 01 to November 06, 2021 Data analysis used Chi-Square statistical test with 95% CI. The results of the study based on the results of statistical tests, it was found that the relationship between hypertensive patients' adherence to drug use was with knowledge (p = 0.002) and sources of information (p = 0.004). The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and sources of information with hypertensive patients' adherence to the use of generic drugs. It is hoped that health workers will further improve the quality of health services, especially for hypertension. As well as the implementation of education and promotion programs regarding adherence in carrying out treatment. Keywords: Knowledge, sources of information and compliance with the use of generic drugs
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Capaian PIN Polio Pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh Dhirah, Ulfa Husna; Iskandar, Iskandar; Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3525

Abstract

Data Kemenkes RI (2022) provinsi dengan capaian imunisasi terendah, yaitu Aceh (42,7%). Data Dinas Kesehatan Banda Aceh, total anak usia 0-12 tahun yang telah mendapatkan tetes polio sebanyak 41.740 orang atau sekitar 90.9 persen dari total sasaran sebanyak 45.941 anak. Data itu, hasil rekapan kumulatif dari 11 Puskesmas di Kota Banda Aceh, hingga tanggal 10 Januari 2023. Puskesmas Kuta Alam dengan persentase terbesar 10,8 persen dan terendah Puskesmas Jeulingke dengan total cakupan 67,1 persen. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan capaian PIN polio pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke kota Banda Aceh. Penelitian bersifat analitik dengan desain Cross Sectional, populasi semua ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan yang terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh sebanyak 35 orang. Teknik penelitian menggunakan Total Sampling. Penelitian dilaksanakan Di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke pada tanggal 04-08 Agustus 2023. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat bivariate menggunakan chi square. Didapatkan p- value = 0,000 yaitu nilai α = < 0,05, dan p- value = 0,000 yaitu nilai α = < 0,05 artinya bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan capaian PIN Polio. Ada hubungan pengetahuan dan  sikap ibu dengan capaian PIN Polio pada bayi Usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh. Perlu meningkatkan pemberian informasi mengenai kesehatan bayi khususnya dalam pemberian imunisasi polio.Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, PIN PolioData from the Indonesian Ministry of Health (2022) shows that the province with the lowest immunization achievement is Aceh (42.7%). Data from the Banda Aceh Health Service shows that the total number of children aged 0-12 years who have received polio drops is 41,740 people or around 90.9 percent of the total target of 45,941 children. The data is the result of a cumulative recapitulation from 11 Community Health Centers in Banda Aceh City, up to January 10 2023. Kuta Alam Community Health Center with the largest percentage of 10.8 percent and the lowest Jeulingke Community Health Center with total coverage of 67.1 percent The aim of this research is to determine the relationship between maternal knowledge and attitudes and the achievement of PIN polio in babies aged 6-12 months in the Jeulingke Community Health Center working area, Banda Aceh city. This research is analytical with a cross sectional design, the population of all mothers with babies aged 6-12 months in the Jeulingke Community Health Center Working Area, Banda Aceh City is 35 people. The research technique uses Total Sampling. The research was carried out in the Jeulingke Community Health Center Work Area on 04-08 August 2023. Data processing involved editing, coding, data entry, tabulating and univariate bivariate data analysis using chi square. Obtained p-value = 0.000, namely α value = <0.05, and p-value = 0.000, namely α value = <0.05, meaning that there is a relationship between maternal knowledge and attitudes and PIN Polio achievement. There is a relationship between maternal knowledge and attitudes and the achievement of PIN Polio in babies aged 6-12 months in the Jeulingke Community Health Center working area, Banda Aceh City. There is a need to increase the provision of information regarding baby health, especially in providing polio immunization.Keywords: Knowledge, Attitude, Polio PIN 
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Mp-Asi Pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh Husna, Asmaul; Andika, Fauziah; Sahrina, Meila
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3369

Abstract

MP-ASI merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 6 bulan guna memenuhi kebutuhan zat gizi selain ASI. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pemberian MP-ASI yaitu pengetahuan ibu, sikap ibu serta dukungan keluarga. Pengetahuan yang dimiliki ibu sangat berkaitan dengan sikap ibu dalam memberikan MP-ASI pada anak. Kemudian dukungan keluarga sangat diperlukan ibu dalam upaya memberikan MP-ASI yang benar pada anak. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini yaitu analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya pada tanggal 17 Juli - 5 Agustus tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 6-24 bulan sebanyak 423 orang. Adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah secara proporsional sampling sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data statistik uji chi square. Berdasarkan hasil uji statistik hubungan pengetahuan dengan pemberian MP-ASI didapatkan p value 0,000 dan hubungan sikap dengan pemberian MP-ASI didapatkan p value 0,000. Kemudian hubungan dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI didapatkan p value 0,000. Ada hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh. Diharapkan kepada ibu agar lebih meningkatkan informasi khususnya tentang pemberian MP-ASI sehingga dapat memberikan MP-ASI yang benar pada anak.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga & Pemberian MP-ASIFood are food for the mother milk or brew containing nutrients given to children aged over 6 months to meet need the nutrients other than water mother milk. Many factors can affect feeding mother's milk companion, mother's knowledge, Mother's attitude as well as family support. Mother's knowledge has a lot to do with the mother's attitude in feeding mother's milk companion to the child. Then the family support is desperately needed by the mother in an effort to feed the mother's milk companion properly to the child. To know the factors associated with the administration of breast milk supplementary food in children aged 6-24 months in the working area of community health center the Banda Raya in City Banda Aceh. The kind of research is analytic by approach cross sectional. This research was carried out in the working area of community health center the Banda Raya on 17 July - 5 August year 2023. The population in this study is the entire mother who has a 6-24 month child as many as 423 people. The technique used in sampling is proportional sampling so that the sample in this study was 81 people. Research instruments in this research using sheets of the questionnaire by processing statistics namely the chi square. Statistically knowledge with the provision of food for the mother milk p value 0,000 and relations with the provision of food for the mother milk p value 0,000. Family support and the provision of food for the mother milk p value 0,000. There is a knowledge, attitude and support to families with the administration of breast milk supplementary food in children aged 6- 24 months in the working area of community health center the Banda Raya in City Banda Aceh. Is expected for the mother to increase her information especially on feeding the mother's milk companion so that she can provide the child with the proper mother's milk companion food.Keywords: Knowledge, Attitude, Family Support & A Feeding The Mother Milk
Co-Authors Afni, Nur' Aja Marjulita Alfitri Wahyuni Anwar, Chairanisa Anwar, Chairanisa Ardhana Yulisma Aris Maulana Asmaul Husna Asmaul Husna Asnawiyah Asnawiyah Ayuni Safira Azimar Azimar Chairanisa Anwar Charanisa Anwar Cut Asiah Cut Deli Cut Siti Halizar Darmawan, Heri Dhirah, Ulfa Husna Ecie Kesumawati Eva Nadilla Eva Rosdiana Eva Rosdiana Eva Rosdiana Eva Rosdiana Fadia Aisya Faradilla Safitri Faradilla Safitri, Faradilla Febri Yusnanda Finaul Asyura Finaul Asyura Fitra Alvionida Fitria Fitria Fitria Hendri Priatna Herawati Herawati Hidayat, Toni Husda, Azkia Ida Mukhlisa Indah Amelia Putri Indah Amelia Putri Intan Saumi Intan Wahyuni Iskandar Iskandar Ismail Ismail Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Khairaniswati Khairaniswati Kridawati, Atik Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati, Marniati Meilina, Rulia Mufdalina Mufdalina Muhammad Afrizal Muhammad Naufal Muhammad Yusriza Syahputrai Mukhtar Mukhtar Murnia Suri Mutiawati Mutiawati Nadia Mustina Nazla Putri Nia Rayyanis Ningsih, Yustika Winda Nur Afriza Nurdin NurdinNurdin Nurfatin Nisa Nasri Nurhayati Nurhayati Nurul Anjelini Nuzulul Rahmi, Nuzulul Periskila Dina Kali Kulla Prima Hariyanto Prima Hariyanto, Prima Rahmad Akbar Rahmat Akbar Rahmat Akbar Ratna Wilis ratna willis Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rezeki, Sahbainur Rika Novita Rini Juwita Rizka, Miftahul Rizki, Geubrina Rosdiana, Eva Rouzatun Nisa Sahbainur Rezeki Sahbainur Rezeki Sahrina, Meila Sakdah, Nurul SAUDAH SAUDAH Savia, Novita Serianti, Putri Siska Sarina Mintia Siti Samaniyah Soviawati Soviawati Soviawati, Soviawati Sri Yanti Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Syafriadi Syafriadi Syamsuliani, Syamsuliani Syarifah Asyura Syarifah Asyura Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Syarifah Yanti Astryna TB, Desita Ria Yusian Ulfa Husna Dhirah Ulfa Rahmawati Yulianti Yulianti Yuna Nurliantika Yustika Wirda Ningsih Zein, Gebby Zulia Ananda Zulwanis, Zulwanis Zumaidar Zumaidar