Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) SELAMA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IE ALANG KABUPATEN ACEH BESAR Rahmi, Nuzulul; Safitri, Faradilla; Husna, Asmaul; Andika, Fauziah; Yanti, Sri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1587

Abstract

AbstrakCovid-19 dapat memberikan dampak negatif bagi Kesehatan ibu hamil dalam menjalani kehamilannya dan mempengaruhi kunjungan ANC. Cakupan K1 Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020 mengalami penurunan akibat dari pandemi Covid-19 sebesar 67,5%. Salah satu Puskesmas yang cakupannya masih rendah yaitu dibawah 85% adalah Puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan data yang diperoleh di Puskemas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar, tahun 2019 sasaran ibu hamil yaitu 62 orang, untuk cakupan K1 sebesar 92% dan cakupan K4 sebesar 51%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ANC di wilayah kerja puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi sebanyak 42 orang ibu hamil, dan sampel sebanyak 42 orang, metode analisa data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didaptakan tidak  ada hubungan pengetahuan ibu dengan kunjungan ANC (P value 0,098), ada hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan ANC (P value 0,005), dan ada hubungan peran petugas kesehatan dengan kunjungan ANC (P value 0,004) di wilayah kerja puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar. Disarankan agar pihak Puskesmas untuk membina bidan desa, kader dan perangkat desa, supaya bisa memotivasi ibu hamil agar rutin memeriksa kehamilannya ke Puskesmas atau petugas kesehatan, sehingga dapat mendeteksi tanda bahaya kehamilan dan memantau kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin pada masa pandemi covid-19. Kata Kunci      : kunjungan Antenatal Care, ANC masa Covid 19    
ANALISIS FAKTOR KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SABANG Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla; Rezeki, Sahbainur; Marniati, Marniati; Mukhtar, Mukhtar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4283

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah yang umum terjadi pada daerah tropis dan sub-tropis, salah satunya Indonesia sebagai negara tropis merupakan kawasan endemis berbagai penyakit menular. Berdasarkan Laporan dari Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sabang pada Tahun 2022 DBD merupakan penyakit nomor dua terbesar dengan Jumlah kasus 196 kasus dan pada Tahun 2023 sebanyak 80 kasus. Jika dilihat dari data tahun 2022 dan 2023 jumlah kasus DBD menurun, akan tetapi kejadian DBD masih menjadi penyakit 10 besar di RSUD Kota Sabang. Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor apa sajakah yang mempengaruhi kejadian DBD di RSUD Kota Sabang. Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan penelitian crossectional dengan jumlah sampel 97 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2024 s.d 29 Juni 2024. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-Square dengan nilai CI (Confident Interval) 95%. Hasil Penelitian: hasil uji statistic yaitu pengaruh Kejadian DBD terhadap Pengetahuan (p=0.054), Perilaku responden (p= 0.000), dan layanan promosi kesehatan (p=0.003). Kesimpulan: tidak ada pengaruh antara pengetahuan terhadap kejadian DBD da n ada pengaruh antara perilaku dan layanan promosi kesehatan terhadap kejadian DBD pada pasien rawat inap di RSUD Kota Sabang Tahun 2024. Diharapkan kepada responden untuk selalu berperilaku baik dalam upaya pencegahan DBD dengan kegiatan PSN 3M Plus secara serentak dan menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari.Kata Kunci: Kejadian Demam Berdarah dengue, Pengetahuan, Perilaku dan Layanan Promosi kesehatanBackground: Dengue Fever (DHF) is a common problem in tropical and sub-tropical regions, one of which Indonesia as a tropical country is an endemic area for various infectious diseases. Based on reports from the Sabang City Regional General Hospital in 2022 DHF was the second largest disease with 196 cases and in 2023 there were 80 cases. When viewed from the data in 2022 and 2023 the number of DHF cases decreased, but the incidence of DHF is still the top 10 diseases in Sabang City Hospital. Research Objective: To determine what factors influence the incidence of DHF in Sabang City Hospital. Research Methods: The research conducted used a crossectional research design with a total sample of 97 people. Data collection was carried out on May 29, 2024 to Juny 29, 2024. Analysis of research data using univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test with a 95% CI (Confident Interval) value. Research Results: the results of statistical tests, namely the effect of dengue events on knowledge (p = 0.054), respondent behavior (p = 0.000), and health promotion services (p = 0.003). Conclusion: there is no influence between knowledge on the incidence of DHF and there is an influence between behavior and health promotion services on the incidence of DHF in inpatients at Sabang City Hospital in 2024. It is expected that respondents always behave well in efforts to prevent DHF with 3M Plus PSN activities simultaneously and apply them in their daily activities.Keywords: Dengue Fever Incidence, Knowledge, Behavior and Health Promotion Services
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI SMA NEGERI 4 KOTA BANDA ACEH Safitri, Faradilla; Andika, Fauziah; Ismail, Ismail; Sakdah, Nurul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4326

Abstract

Penyakit menular seksual (PMS) adalah kelompok penyakit yang ditularkan terutama melalui kontak seksual, baik itu melalui hubungan vaginal, anal, maupun oral. Angka kejadian PMS di dunia terdiri dari klamidia (129 juta), gonore (82 juta), sifilis (7,1 juta), dan trikomoniasis (156 juta). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh peran orang tua, peran guru, dan peran petugas kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang PMS di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 350 orang. Pengambilan sampel secara sistematika random sampling sebanyak 93 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Pengumpulan data penelitian ini telah dilaksanakan dari tanggal 31 Juli sampai dengan 1 Agustus 2024. Hasil penelitian dari uji statistik menunjukkan bahwa faktor peran orang tua (P value=0.000,, OR=13.846), peran guru (P value=0.002, OR=9.365), peran petugas kesehatan (P value=0.000, OR=2.527). Kesimpulan ada pengaruh faktor peran orang tua, peran guru dan peran petugas kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh.Kata Kunci    : Pengetahuan PMS, peran orang tua, peran guru, peran petugas kesehatanSexually transmitted diseases (STDs) are a group of diseases transmitted primarily through sexual contact, be it vaginal, anal, or oral intercourse. The incidence of STDs in the world consists of chlamydia (129 million), gonorrhea (82 million), syphilis (7.1 million), and trichomoniasis (156 million). The purpose of this study was to analyze the effect of the role of parents, the role of teachers, and the role of health workers on adolescents' knowledge of STDs at SMA Negeri 4 Banda Aceh City. This study used quantitative methods and analytic research types with a cross sectional approach . The study population was 350 people. Sampling by systematic random sampling as many as 93 respondents. This research instrument uses a questionnaire. Data collection for this study was carried out from July 31 to August 1, 2024. The results of the statistical test showed that the role of parents (P value=0.000, OR=13.846), the role of teachers (P value=0.002, OR=9.365), the role of health workers (P value=0.000, OR=2.527). Conclusion There is an influence of parental role factors, the role of teachers and the role of health workers on adolescents' knowledge of sexually transmitted diseases at SMA Negeri 4 Banda Aceh City.Keywords : STD knowledge, role of parents, role of teachers, role of health workers
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella Kulla, Periskila Dina Kali; Husda, Azkia; Meilina, Rulia; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4312

Abstract

S. typhi merupakan bakteri bakteri Gram negatif yang dapat menimbulkan gejala demam tinggi yang lebih dari seminggu, konstipasi, nyeri abdomen, pusing, mual, muntah, kulit gatal dan timbul bercak berwarna kemerahan, bahkan kehilangan kesadaran. konsentrasi berapa kadar hambat minimum (KHM) ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum L) mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi. Penelitian ini menggunakan metode difusi dan dilusi menggunakan kertas cakram dengan beberapa konsentrasi ekstrak etanol bunga cengkeh 10%, 50% dan 100%. Chloramfenikol 0,3% sebagai kontrol positif dan Dimetil sulfoksida (DMSO) 1% sebagai kontrol negatif. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan metode komputerisasi yaitu uji anova. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji one way anova p=0,000. Hasil penelitian uji aktivitas antibakteri serta kadar hambat minimum (KHM) diperoleh ekstrak etanol bunga cengkeh konsentrasi 10%, 50%, dan 100% memiliki ratarata zona hambat 8,16 mm, 11,32 mm, 15,93 mm. Aktivitas antibakteri dengan konsentrasi terbesar 100% dengan rata-rata zona hambat 15,93 mm, dalam kategori kuat, terdapatnya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan kontrol positif.Kata kunci : Bunga Cengkeh, antibakteri, aktivitas, Salmonella thypi                                     S. typhi is a Gram-negative bacterium that can cause symptoms of high fever for more than a week, constipation, abdominal pain, dizziness, nausea, vomiting, itchy skin and reddish spots and even loss of consciousness. The aim of the research is to determine antibacterial activity and find out at what concentration the minimum inhibitory concentration (MIC) of clove flower extract (Syzygium aromaticum) is able to inhibit the growth of S. typhi bacteria.This research uses the diffusion and dilution method using paper discs with several concentrations of clove flower ethanol extract, 10%, 50% and 100%. Chloramphenicol 0.3% as a positive control and Dimethyl sulfoxide (DMSO) 1% as a negative control. The data obtained from the research results were processed using a computerized method, namely the anova test. The research data were analyzed using the one way anova test p=0.000. The results of the antibacterial activity test and minimum inhibitory content (MIC) showed that clove flower ethanol extract with concentrations of 10%, 50% and 100% had an average inhibition zone of 8.16 mm, 11.32 mm, 15.93 mm. Antibacterial activity with the greatest concentration of 100% with an average inhibition zone of 15.93 mm, in the strong category, there is a significant difference between the treatment group and the positive control.Keywords: Clove flowers, antibacterial, activity, Salmonella typhi
IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DENGAN METODE HEALTH TECHNOLOGY ASSESSMENT DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK Serianti, Putri; Herawati, Herawati; Andika, Fauziah; Hidayat, Toni
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v10i2.4703

Abstract

Transformasi digital dalam dunia kesehatan telah mendorong banyak rumah sakit untuk mengadopsi sistem rekam medis elektronik (RME). Penerapan RME bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan aksesibilitas data pasien, termasuk di Rumah Sakit Ibu dan Anak Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi RME di rumah sakit tersebut, Saat ini penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) sudah di atur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.4 Tahun 2022, peraturan tersebut menyebutkan bahwa setiap fasilitas layanan Kesehatan diwajibkan menjalankan sistem pencatatan riwayat medis pasien secara elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti proses penerapan RME di Rumah Sakit Ibu dan Anak banda aceh mulai dari pasien datang sampai pasien pulang dan mengevaluasi dampaknya terhadap efisiensi waktu pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) memberikan manfaat yang signifikan dalam efisiensi pencatatan dan akses data medis, termasuk peningkatan efisiensi, kualitas perawatan, keamanan data, dan pengurangan biaya, namun masih terdapat kendala teknis, pelatihan sumber daya manusia, dan keterbatasan infrastruktur. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan strategi peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan tenaga medis, serta kebijakan pendukung untuk memastikan keberhasilan implementasi RME.  
PENGARUH EDUKASI PENDIDIKAN PHBS TERHADAP PENGETAHUAN PADA PERSONIL BRIMOB DI MAKO SATBRIMOB POLDA ACEH Andika, Fauziah; Husna, Asmaul; Safitri, Faradilla; Rosdiana, Eva; Ismail, Ismail; Amriansyah, Amriansyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4882

Abstract

Latar Belakang: PHBS  (Perilaku  Hidup  Bersih  dan  Sehat) telah menjadi program  yang diupayakan agar dapat terwujud. Akan tetapi sampai  tahun 2018 angka penerapan PHBS di Indonesia hanya mencapai 39,1%. Walaupun angka ini sudah meningkat dibanding pada tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2013 dengan  presentase  23,6%, akan tetapi presentase pada tahun 2018 tersebut masih belum memenuhi angka yang diharapkan oleh Kementrian Kesehatan yaitu sebesar  65%Tujuan Penelitian: Mengetahui Pengaruh Edukasi Pendidikan PHBS Terhadap Pengetahuan Pada Personil Brimob  Di Mako Satbrimob Polda Aceh Tahun 2025Metode Penelitian: Jenis penelitian ini bersifat quasy eksperiment dengan rancangan one group pretest and posttest untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan anggota Brimob tentang PHBS dengan jumlah sampel 30 orang Anggota Brimob. Penelitian ini akan dilaksanakan di MAKO Brimob Polda Aceh yang dilaksanakan pada tanggal 20 April 2025. Analisa data penelitian menggunakan non parametik yaitu uji Wilcoxon dikarenakan data tidak berdistribusi Normal. dengan nilai CI (Confident Interval) 95%.Hasil Penelitian: Hasil uji statistik adalah 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak ada responden yang mengalami penurunan skor pengetahuanKesimpulan: ada Pengaruh pemberian edukasi Pendidikan PHBS Terhadap Pengetahuan Pada Personil Brimob Di Mako Satbrimob Polda Aceh . Diharapkan agar personil Brimob terus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui partisipasi aktif dalam kegiatan edukasi, sosialisasi, dan pelatihan kesehatan secara berkala. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan individu maupun kolektif di lingkungan kesatuan. Kata Kunci           : Edukasi Pendidikan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Pengetahuan
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TRANSDERMAL PATCH DARI EKSTRAK ETANOL BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) SEBAGAI PEREDA NYERI Meilina, Rulia; Putri, Indah Amelia; Kulla, Periskila Dina Kali; Andika, Fauziah; Willis, Ratna; Ismail, Ismail; Syafriadi, Syafriadi; Yulisma, Ardhana; Alvionida, Fitra; Ningsih, Yustika Wirda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4839

Abstract

Buah pala merupakan tanaman obat tradisional yang telah lama digunakan. Buah pala memiliki aktivitas sebagai analgesik karena mengandung senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid memiliki peran dalam menghambat pembentukan prostaglandin. Rhematoid arthitis merupakan penyakit sendi yang menyebabkan nyeri, menurut WHO penderita penyakit ini telah mencapai 355 juta jiwa dengan penghantaran obat yang dapat mengiritasi lambung, sehingga diberikan alternatif lain dengan penghantaran obat secara transdermal untuk mengurangi first pass effect. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasi ekstrak etanol buah pala menjadi sediaan transdermal patch sebagai pereda nyeri. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium, ekstrak yang didapat diformulasikan menjadi sediaan patch selanjutnya dilakukan uji evaluasi dan uji efektivitas analgesik. Analisa data dilakukan secara statistik dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah pala dapat diformulasikan menjadi sediaan transdermal patch yang memiliki efektivitas sebagai pereda nyeri dengan hasil pengujian terhadap hewan coba yaitu mencit yang telah dianalisis secara statistik sehingga diperoleh formulasi F1(10%), F2 (15%), dan F3(20%) memiliki perbedaan efektivitas sebagai pereda nyeri. Formulasi terbaik yaitu formula 3 dengan konsentrasi 20% dengan nilai p-value yaitu 0.000 atau <0.05.
Pengaruh Peran Konselor Adiksi dan Peran Keluarga Terhadap Pemulihan Klien Korban Penyalahgunaan Narkotika di Kecamatan Baitussalam Aceh Besar Andika, Fauziah; Rahmi, Nuzulul; Yulianti, Yulianti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2315

Abstract

Latar Belakang: Kasus NAPZA di dunia ternyata sama hal nya di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat dimana terdapat tingkat prevelensi pengguna NAPZA di Indonesia untuk tahun 2016 sebanyak 1.359 jiwa, lalu tahun 2017 sebanyak 1.448 jiwa, dan di tahun 2018 semakin tinggi yaitu 1.554 jiwa. Tujuan Penelitian: Tujuan Umum pada penelitian ini adalah ingin Mengetahui pengaruh peran konselor adiksi BNNP Aceh dan peran keluarga terhadap Pemulihan Klien Korban Penyalahgunaan Narkotika Di Kecamatan Baitussalam Aceh  Besar Tahun 2022. Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan penelitian crossectional dengan jumlah sampel 34 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2022 s.d 03 Juni 2022. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-Square denga nilai CI (Confident Interval) 95%. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh Pemulihan klien penyalahgunaan Narkotika terhadap peran konselor adiksi (p=0.012) dan peran keluarga (p=0.003). Kesimpulan: Ada pengaruh antara peran konselor dan peran keluarga terhadap pemulihan klien Penyalahgunaan Narkotika. Diharapkan konselor adiksi lebih meningkatkan kualitas dalam penanganan korban penyalahgunaan narkoba. Agar proses penanganan yang diberikan kepada korban penyalahgunaan narkoba yang akan menjalani rehabilitasi dapat berjalan lebih baik lagi.Kata Kunci:      Peran Konselor Adiksi, Peran Keluarga, Pemulihan Klien  Penyalahgunaan Narkotika Background: The case of drug users in the world is the same as in Indonesia, the National Narcotics Agency (BNN) notes that there is a prevalence rate of drug users in Indonesia for 2016 as many as 1,359 people, then in 2017 as many as 1,448 people, and in 2018 it was higher, namely 1,554 souls. Research Objectives: The general objective of this study is to find out the effect of the role of the Aceh BNNP addiction counselor and the role of the family on the recovery of clients who are victims of narcotics abuse in Baitussalam District, Aceh Besar in 2022. Research Methods: The research was conducted using a cross-sectional research design with a sample of 34 people. Data collection was carried out on 23 May 2022 to 03 June 2022. Analysis of research data used univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test with 95% CI (Confident Interval) value. Research Results: The results of this study indicate that the effect of the client's recovery on narcotics abuse on the role of addiction counselor (p=0.012) and the role of the family (p=0.003). Conclusion: There is an influence between the role of the counselor and the role of the family on the recovery of clients of Narcotics Abuse. It is hoped that addiction counselors will further improve the quality of handling drug abuse victims. So that the handling process given to victims of drug abuse who will undergo rehabilitation can run betterKeywords: Role of Addiction Counselor, Role of Family, Recovery of Narcotics Abuse Client
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH Husna, Asmaul; Andika, Fauziah; Willis, Ratna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4880

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin  (Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, 2019). Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh pada tanggal 03 sampai 07 Februari tahun 2025. Populasi dalam  penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berkunjung di Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh pada bulan Desember sampai dengan Februari 2024 sebanyak 250 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu seluruh pasien yang berkunjung di Poli penyakit dalam di Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh dijadikan sampel pada tanggal 03 sampai 07 Februari tahun 2025 sebanyak 40 orang. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus dengan nilai P=0.900 dan ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh dengan nilai P=0.023.  
PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini L.) UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI GLUKOSA Ningsih, Yustika Winda; Meilina, Rulia; Syamsuliani, Syamsuliani; Andika, Fauziah; Rizka, Miftahul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4187

Abstract

Gula darah atau glukosa darah merupakan sejumlah kandungan kadar gula yang berada dalam sirkulasi darah pada tubuh. Peningkatan kadar gula darah secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh pola makan yang kurang sehat, selain itu penyakit ini juga diakibatkan karena faktor genetik. Tumbuhan jamblang merupakan tumbuhan yang berpotensi sebagai obat tradisional dalam menurunkan kadar glukosa. Karena tumbuhan tersebut mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan glukosida yang berpotensi sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun jamblang dan dosis minimum dalam menurunkan kadar glukosa. Metode penelitian ini eksperimental laboratorium. Hasil penelitian menggunakan uji One Way Anova diperoleh nilai signifikan pada hari ke 0 sebesar 0,985, hari ke 7 sebesar 0,862, hari ke 9 sebesar 0,000, hari ke 12 sebesar 0,000 dan hari ke 15 sebesar 0,000. Dari hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jamblang mampu menurunkan kadar glukosa mencit. Pemberian ekstrak daun jamblang menunjukkan penurunan kadar glukosa sejak hari ke 9 hingga hari ke 15. Ekstrak daun jamblang berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar gula darah mencit. Kesimpulan Pemberian ekstrak daun jamblang dapat menurunkan kadar gula darah sebesar 66% dengan dosis minimum yaitu 100 mg/kg BB.Blood sugar or blood glucose is a number of sugar levels in the blood circulation in the body. Excessive increases in blood sugar levels can cause health problems. Increased blood glucose levels are caused by unhealthy eating patterns, besides this disease is also caused by genetic factors. The jamblang plant is a plant that has potential as a traditional medicine for lowering glucose levels. Because these plants contain alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and glucosides which have the potential to be anti-diabetic This study aims to determine the effect of administering jamblang leaf extract and the minimum dose in reducing glucose levels. This research method is laboratory experimental. The research results showed that the results of the One Way Anova test obtained a significant value on day 0 of 0.985, day 7 of 0.862, day 9 of 0.000, day 12 of 0.000 and day 15 of 0.000. The research results show that jamblang leaf extract is able to reduce glucose levels in mice. Administration of jamblang leaf extract showed a decrease in glucose levels from day 9 to day 15. Jamblang leaf extract had a significant effect on reducing blood sugar levels in mice. The conclusion is that the Administration of jamblang leaf extract can reduce blood sugar levels by 66% with a minimum dose of 100 mg/kg BB.Keywords : Blood Sugar, Antidiabetic, Jamblang Leaf, Metformin